
Candra diam mendengarnya.
"jadi Mafia begitu ya? lalu kenapa abang tidak mau meneruskan posisi ketua Mafia the Xylver? " tanya Candra
Nova menghela nafas panjang.
"baik sebagai Mafia atau Abdi negara sama-sama bunuh orang kak dan juga kakak mewarisi tahta kakek yang dulunya menjadi Raja di kota A ". ujar Nova sambil menguap lebar lalu memejamkan matanya yang terasa mengantuk.
Candra benar-benar baru tau Mafia memiliki sisi baiknya seperti itu, ia tau cerita sejarah kota A yang dulunya Kerajaan.
"Pahlawan kegelapan? ". gumam Candra pelan nyaris tak terdengar.
"Beb..? " Candra ingin bertanya lagi tapi tergantung melihat istrinya sudah tertidur pulas.
Candra tersenyum lembut dan mencium kening istrinya dengan hati-hati lalu ia pun segera membaringkan tubuhnya sambil memeluk istrinya..
.
waktu terus bergulir begitu cepat tidak terasa 1 bulan telah berlalu,
kini keluarga Melviano sedang mengantarkan Kaisha dan Keyzo ke bandara SH bertujuan ke Negara J untuk melanjutkan sekolah mereka.
Pasha dan Matt terlihat begitu menjaga Kaisha yang memakai masker dan topi putih, rambutnya di ikat ekor kuda, bahkan Lexy dan Arabela juga mengantarkan Kaisha,, mereka menginap tadi malam di mansion Melviano.
Dylan dan Shindy mengantarkan adiknya ke bandara,,
bahkan Nova dan Candra pun ikutan mengantar Kaisha, Keyzo ke bandara.
"kamu harus bisa jaga diri nak...!". Pasha berkaca-kaca menatap putri bungsunya.
Kaisha terkekeh melihat mata Daddynya yang terlihat sedih.
"Daddy jangan sedih dong...! Kaisha akan sering VC Daddy ya? impian Kaisha ada di negara itu jadi setiap ada waktu Kaisha janji akan menghubungi Daddy". Kaisha memeluk manja Daddynya.
"iya sayang... kapanpun hubungi Daddy walau jam kita berbeda,, jam 2 malam pun diindonesia Daddy akan mengangkat panggilanmu sayang! daddy sangat menyayangimu". Pasha tak bisa menahan air matanya.
"Kaisha juga sayang daddy..! demi Kaisha Daddy mau melepaskan Kaisha kenegri orang,, Kaisha janji akan menjadi orang sukses nantinya". ucap Kaisha meyakinkan.
"kamu tidak suksespun Granfa bisa membuatmu sukses cucuku tanpa harus kuliah". sambung Matt.
Lexy mengusap kepala Kaisha yang tengah mengerucutkan bibirnya.
"kenapa harus begitu Granfa? itu tidak adil namanya, bagaimana orang lain diluar sana? Kaisha mau menggapai mimpi Kaisha tanpa identitas keluarga Kita,, Kaisha tidak suka di jilatin". Kaisha mendumel hingga Lexy, Matt dan Pasha tersenyum ditengah ketidak relaan mereka melepas Kaisha.
(Makna di jilatin artinya ada orang yang suka cari perhatian padanya demi keuntungan pribadi saja).
"kamu harus bisa jaga adikmu nak..! mommy tidak mau terjadi sesuatu dengan adikmu nanti". peringatan Kaira sambil memeluk putra bungsunya.
Keyzo tersenyum lebar. " Mommy tenang aja..! Keyzo akan jaga dek Kaisha dengan baik".
__ADS_1
Mely bergantian memeluk dan mencium Kaisha, semua dapat giliran untuk mengucapkan doa pada Kaisha dan Keyzo supaya bisa melewati hari-hari baru mereka di negara asing,
.
.
"udah.. Daddy..! pesawat nya mau berangkat..! bye..? " Kaisha melambaikan tangannya ke Pasha dan kesemua keluarganya.
Kaira memeluk Pasha dari samping.
"Hubby jangan sedih dong...! tidak taukah itu impian putri kita? jangan sedih ya? kita akan bertemu lagi kok dengan anak kita, atau sesekali kita akan pergi ke negara J ya? ".
Pasha mencium kening Kaira sambil merangkul pinggangnya dengan posesif, tapi matanya tertuju pada sang putri yang tengah melambai bersama Keyzo juga.
Shindy bisa melihat Dylan yang terlihat tidak rela melepaskan adiknya ke negri jauh.
"mas? "
"hmm? " sahut Dylan melirik sebentar ke istrinya lalu kembali menatap Kaisha yang masih melambai-lambai.
Keyzo menarik koper sendiri juga menarik koper Kaisha.
"mas tidak mau melepaskan Kaisha sekolah ke negeri jauh ya? " tanya Shindy menebak.
"hmm... sebenarnya tidak! tapi melihat wajah sayu dan sedih Kaisha aku lebih tidak sanggup lagi sayang! kami tidak pernah terpisah, kalaupun Kaisha pergi keluar negri itu hanya berhari-hari saja tapi kali ini cukup memakan waktu, "
"tentu saja! normalnya kuliah itu 4 tahun tapi kalau Jenius bisa saja 2-3 tahun,, tapi aku yakin Kaisha bisa mencapai impiannya, biarkan dia menggapai mimpinya tidak sepertiku yang tidak bisa mencapai impianku".lirih Shindy
Shindy tertawa tidak tau kenapa terdengar lucu olehnya tapi Shindy tidak bisa menepisnya karna memang benar adanya.
Nova menghapus air matanya.
Candra yang tengah menggenggam tangan istrinya mencium punggung tangan Nova dengan penuh cinta.
"kenapa situasi jadi begini hmm? apa kalian bukannya senang saat Kaisha memiliki impian? bahkan hendak menggapainya di negeri orang? ". bisik Candra.
"hmmm... aku jadi yang tercantik di mansion, padahal Kaisha terlalu cantik..". Sendu Nova
Candra tersenyum. "yaa.. adikmu memang sangat cantik dan aku harap dia menutupi wajah cantiknya disana". ujar Candra.
Nova tersenyum lagi. "aku yakin dia akan menutupi wajahnya sebab dalam ijazah terakhirnya tidak ada fotonya".
"memang ada yang begituan? Ijazah apaan yang tidak ada fotonya? " tanya Candra menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"ada... Ijazah keturunan Melviano yang dirahasiakan ke publik. ". jawab Nova.
Candra terdiam sesaat lalu mengulum senyum kemudian,
"anak Sultan memang bebas". kekehnya gemas
__ADS_1
semua keluarga Dylan akhirnya bisa pergi setelah melihat pesawat yang di tumpangi Keyzo dan Kaisha sudah lepas landas.
.
di dalam pesawat,
Kaisha melepaskan maskernya tapi tidak topinya.
Kaisha melirik kiri dan kanan, di kanannya ada Keyzo dan sebelah kirinya ada pria yang tidak asing dimatanya.
"Pammm...? " Kaisha cepat membekap mulutnya melihat sosok pria yang pernah ia selamatkan.
"bodoh...! Kaisha.. kenapa kau malah memanggilnya paman saat tidak memakai topeng wajahmu? yang ada dia tau wajah aslimu". batin Kaisha memutar wajahnya ke arah Keyzo.
"ada apa dek? " tanya Keyzo penasaran.
"tidak apa kak" jawabnya tersenyum.
Pria itu mendengar suara Kaisha mengerutkan keningnya lalu melihat ke arah Kaisha,
"kenapa suaranya terdengar tidak asing? siapa ya? ". batin Pria itu mencoba mengingat-ngingat siapa Kaisha.
"ada apa Tuan? " tanya Andreas seorang asisten pribadinya.
Pria yang pernah diselamatin oleh Kaisha itu bernama Galaxy
"aku mendengar suara aneh yang mengingatkanku sama seseorang". jawab Gala berpikir
"siapa tuan? apa anda teringat Nona itu? ". tanya Andreas
"kau belum juga menemukan dewiku? ". tanya Gala dibalas tundukan malu oleh Andreas yang selama ini tidak pernah gagal mencari data seseorang
"maaf tuan,, jika saja anda memperlihatkan wajahnya saya pasti bisa menemukannya". jawab Andreas tertunduk.
Gala hanya memijit pelipisnya yang terasa pening.
"yah... ini salahku yang tidak menanyakan namanya". gumamnya pelan nyaris tak terdengar.
"saya akan berusaha mencari gadis imut, bibir merah, mata biru dan wangi mawar, serta berambut panjang itu tuan". ujar Andreas
sungguh ciri-ciri seperti itu tidak bisa ia deteksi, bahkan namanya saja Gala tidak tau. bagaimana Andreas bisa menemukan data gadis kecil tuannya?
.
.
Othor berencana membuat novel baru buat Kaisha dan Gala? ada yang setuju? kita dengar pendapat Readers semuanya? mana yang setuju ? tunjuk tangan?
.
__ADS_1
.
.