Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
bosan


__ADS_3

Dylan dan Shindy berpegangan tangan layaknya sepasang kekasih yang hendak meminta restu pada orangtua.


Shindy memegang lengan Dylan dan sedikit bersembunyi di balik lengan suaminya.


Dylan membiarkan saja, karna ia tau itu bisa membuat Shindy merasa aman dengan bersembunyi di lengannya.


"Mommy? ". sapa Dylan


semua mata melihat kearah Dylan dan turun ke tangan, mata mereka membesar melihat genggaman tangan Dylan dan Shindy.


"sayang kamu? ". Kaira bangkit dan melihat tangan mereka yang bertautan mesra


"apa mom? bukankah ini yang mommy inginkan? iyakan? ". Dylan berkata dengan santainya


Mely, Kaisha, Nova mendekat dengan rahang terbuka sungguh sebuah keajaiban melihat Dylan memegang tangan seorang perempuan.


Dylan melirik mereka semua dan memutar bola matanya dengan jengah melihat wajah syok semuanya padahal Dylan hanya berpegangan tangan dimana keajaibannya? bahkan ia sering menggenggam tangan Kaisha dan Nova.


"kenapa bersembunyi kakak ipar beneran? ". goda Keyzo


Shindy meremas tangan Dylan,sedangkan Dylan hanya diam tanpa ekspresi seolah tak ada berniat ikut campur. ia hanya berjanji akan melindungi Shindy bukan yang lainnya.


"kenapa malu sayang? ". kekeh Kaira


"sudah aku bilang mereka sudah tau hubungan kita! apa perlu aku katakan lagi? ". Dylan menoleh ke Shindy


"jangan kasar-kasar sama istrimu Dylan". Mely mengomeli cucunya


Shindy belum berani berbicara, bahkan ia masih bersembunyi di belakang Dylan memainkan kakinya pertanda dirinya gelisah.


Dylan menghela nafas panjang, sementara keluarganya masih sabar menggoda dan merayu Shindy.


"kakak tolong katakan sesuatu pada kakak ipar". pinta Kaisha


"Shindy? ". Dylan memutar tubuhnya menghadap Shindy.


"mereka tidak sejahat yang kamu kira". bujuk Dylan masih dengan wajah datar membuat semua orang menghela nafas kasar.


.


keluarga Dylan jadi faham ketakutan Shindy mereka mulai mendekati Shindy yang tak berani menatap mereka semua.


"Shindy? " Kaira menangkup pipi Kaira


"mommy merestui hubungan kalian kenapa kamu terlalu memikirkan dunia film? ". kekeh Kaira dengan gemas


"tan tante tidak marah sama shindy? shindy kan bukan gadis berpendidikan? ".


mereka semua saling pandang.


"kakak bagi kami seorang kakak ipar bukan memikirkan latar belakang yang bagus asalkan ada SKCK itu sudah cukup buat kami".


canda Keyzo

__ADS_1


tanpa sadar Shindy tersenyum.


"tapi kakak terlibat perkelahian dan sering bermasalah dengan polisi". cicit Shindy


semua yang mendengarnya tergelak.


"menantu kita sepertinya gadis Bar-bar juga ya? ". Pasha tiba-tiba menyambar


Kaira dan Mely kompak mencubit pipi Shindy, Kaisha dan Nova cekikikan sendiri yang sejak tadi diam memperhatikan wajah menggemaskan Shindy.


"kita adakan pesta makan besar malam ini bagaimana? ". seru Mely semangat


"setuju". semua bersorak senang


Dylan dan Shindy tak juga di suruh duduk, Shindy yang tak melepas tangan Dylan begitupun Dylan yang membiarkan Shindy menggenggam tangannya.


"udah dong pegangan tangan muluk dari tadi". goda Nova


Shindy melihat tangan nya dengan tangan Dylan lalu tersenyum kikuk tapi tidak melepaskannya juga karna Shindy belum berani menghadapi keluarga Dylan.


"nanti kayak di novel di depan anaknya baik tapi saat suami pergi bekerja habis menantunya..! ".


batin Shindy berprasangka buruk ia terlalu insecure dengan keluarga ini maka nya belum terlalu terbuka.


"ayo kakak ipar kita buat kue". Kaisha menarik lengan Shindy


"pinjam istrimu sebentar Dylan". Mely melepaskan tangan Dylan dan Shindy yang bertautan sejak masuk tadi.


Shindy gelagapan saat terpisah dari Dylan tapi Kaira, Mely, Kaisha dan Nova sudah menarik Shindy berjalan ke dapur.


"bisnis lagi! ". celutuk Keyzo


Matt menggeleng kepalanya mendengar perkataan Keyzo yang tidak pernah disaring sebelumnya.


"kakak nggak jatuh cinta lihat kakak ipar merengek menggemaskan seperti tadi? ". tanya Keyzo menghentikan pembicaraan Dylan dengan Pasha


Dylan melirik Keyzo sebentar lalu kembali berbicara dengan Pasha hingga Keyzo makin jengkel melihatnya


"punya Kakak manusia kok kayak bicara sama tembok bisa dilihat tapi tidak bersuara". gerutu Keyzo.


Keyzo menarik nafas kesal melihat Dylan mengabaikannya lalu dengan malas Keyzo berpindah ke Matt


Matt tertawa kecil melihat wajah masam Keyzo.


"mending ngomong sama motor dari pada bicara sama kak Dylan".


gumam Keyzo dengan kesal


"wajarlah kakakmu memang begitu". Matt mengusap kepala Keyzo yang terlihat masam.


.


.

__ADS_1


malam hari mereka makan besar di meja makan, Shindy sudah akrab dengan keluarga Dylan walau masih ragu keluarga Dylan memang tulus menerimanya sebagai menantu atau ada niat lainnya.


terkadang di dunia film dan novel ada mertua yang sayang dengan menantu karna anaknya sudah menikahinya tapi karna tidak berpendidikan membuat mertua mencarikan calon menantu lainnya hanya untuk dipamerkan ke teman-teman nya, sementara menantu pertama akan tetap di rumah. itulah yang menjadi beban fikiran Shindy saat ini..


.


.


1 minggu Dylan bekerja di luar kota meninggalkan Shindy di mansion Melviano tapi Shindy dilarang bekerja tetap di dalam mansion tidak boleh keluar walau selangkah dan Shindy mematuhi perkataan Dylan tanpa bertanya alasannya.


"mommy? ". Shindy mendekati Kaira yang sedang bermain di taman belakang.


"iya sayang? ". Kaira meletakkan selang air untuk menyiram bunga-bunganya.


"apa mommy benar menerima Shindy sebagai menantu? sekarang tidak ada Dylan mom katakan saja yang mommy inginkan ?".


Kaira mengerutkan keningnya


"maksud kamu apa sayang? "


"di dalam novel mertua kaya butuh menantu yang bisa di pamerkan ke publik supaya tidak malu". gumam-gumam Shindy pelan tapi masih bisa di dengar Kaira


Kaira tertawa terbahak-bahak mendengarnya hingga Shindy kebingungan melihat mertuanya yang diajak bicara serius malah tertawa seolah ada yang lucu.


"kenapa kamu ini selalu melihat yang lain sih sayang? mungkin yang lain begitu tapi tidak bagi keluarga kami sayang! kami tidak butuh punya menantu banyak, pendidikan bagus, hanya satu syarat mommy siapa saja perempuan yang bisa melumerkan hati dingin dan Arogan putra mommy yang satu itu maka dia pantas menjadi menantu mommy itu saja..!"


Kaira kembali melanjutkan menyiram bunga nya tapi tidak kuat alhasil ia meninggalkan Shindy yang masih bengong sedangkan Kaira tertawa tak ada habisnya mengingat perkataan Shindy yang sangat lucu diingat.


"tapi kami menikah bukan karna saling mencintai mommy! ". gumam Shindy kebingungan.


ia tidak percaya Dylan mencintainya sebab wajah suaminya datar, tak banyak bicara dan tidak ada romantisnya sama sekali malah canggung kalau tidur bersama.


"mana mungkin mas ku yang satu itu mencintaiku? dimana-mana prianya itu manis, bucin dan posesif tapi dia enggak malah pergi keluar kota sendiri meninggalkanku bukannya diajak malah dikurung dalam sangkar emasnya nggak boleh keluar lagi". dumel Shindy menginjak-nginjak kesal pijakan kakinya kini..


.


.


Oh My God.


Mbak Shindy polos banget sih !


mas Dylan udah posesif tau walaupun belum bucin dan manis...


Posesif nya Dylan ke Shindy tidak boleh terluka oleh Branz atau di rebut Branz jadi mas Dylan sengaja mengurung mbak Shindy deh...


.


.


esok lagi ya say..


selamat beraktifitas...!!

__ADS_1


.


.


__ADS_2