
Ke esokan paginya Dylan bekerja seperti biasa dan Shindy mengantarkan Dylan sampai ke depan pintu mansion.
"jangan nakal ya? ". Dylan menyentil hidung Shindy
Shindy menyeringai lebar memberikan tas kerja Dylan
"hati-hati mas! jangan lupa pesanan aku Kebab Jumbo ya? ". pinta Shindy
Dylan mengangguk memberikan tangannya dan Shindy mencium punggung tangan Dylan
Dylan masuk ke dalam mobilnya, Shindy masih menunggu lalu melambaikan tangannya saat Dylan tersenyum padanya.
mobil Dylan keluar dari pekarangan mansion, Shindy masuk ke dalam mansion.
.
.
"kamu tidak mau ikut sayang? ". tanya Kaira sekali lagi.
"tidak mom! Shindy di mansion aja". tolak Shindy dengan senyum manisnya.
"kakak ipar ngapain coba di kamar terus? ngga bosan apa? ". tanya Kaisha
" kakak ipar sama aja kayak kak Nova suka di kamar terus". sambar Keyzo
Pasha dan Matt, Mely sedang berbincang di ruang kerjanya Pasha dan Nova masih dikamarnya.
"tidak apa mom Shindy dikamar aja ".
ujar Shindy meyakinkan
"kemungkinan kami akan pulang sekitar 5 atau 7 hari lagi sayang! kamu tidak apa-apa sendirian? Nova aja ikut loh". bujuk Kaira lagi
"Shindy tidak sendirian mommy kan ada Puluhan pelayan dan yang pasti ada mas Dylan disini.! Shindy sudah puas jalan-jalan sama mas Dylan mom saat ke negara D! sekarang giliran mommy dan yang lainnya bermain".
"ya sudah kalau kakak ipar tidak mau ikut". pasrah Kaisha
"belikan oleh-oleh aja buat kakak ya? ". kata Shindy ke Kaisha
"siap kakak ipar". balas Kaisha menyeringai lebar
pada akhirnya keluarga baru Shindy pergi berlibur dan Shindy hanya bisa menemani mereka sampai ke depan pintu mansion sebab Pasha melarang Shindy ikut ke bandara nanti putra sulungnya Dylan bisa marah besar kalau tau istrinya keluar sendirian walau sama supir tapi tidak tau apa saja yang akan terjadi nantinya.
"dah....! " senyum manis Shindy melambai ceria ke keluarga barunya yang sangat menyayanginya.
"jangan keluar mansion sayang? nanti Dylan marah!". peringatan Mely
"iya granma... dadahh.... "
"jangan keluar mansion sayang.. ingat peringatan mommy nanti kamu bisa dalam bahaya ! kan mommy ajak kamu untuk ikut tapi kamu ngga mau jadi jangan buat kami khawatir ya? "
omel Kaira
"iya mommy.. Shindy ngga akan keluar dari mansion selangkahpun tanpa izin mas Dylan". balas Shindy
"kakak ipar?? ". Keyzo menunjuk-nunjuk seperti memberi peringatan
betapa beruntungnya Shindy berada di lingkungan keluarga Melviano yang sangat baik pada Shindy padahal Shindy jauh dari kriteria wanita berkelas tapi keluarga Dylan tidak pernah memandang rendah Shindy.
"dadah...!". lambaian tangan Kaisha, Nova
"daaah.. " tawa lebar Shindy juga membalas lambaian adik-adik iparnya.
__ADS_1
Shindy memekik senang masuk ke dalam mansion berlari kecil ke dalam Lift para pelayan Mansion tersenyum lebar melihat nyonya muda mereka yang berlari senang melewati mereka.
Shindy masuk ke kamarnya dan memulai membuat bab baru di aplikasi novel onlinenya hingga berjam-jam lamanya.
"nyonya? ". ketukan pintu kamar Shindy
Shindy mengisi baterai hp nya terlebih dahulu baru melangkahkan kaki ke pintu.
"iya? " saut Shindy
"makan siangnya nyonya" kata pelayan dengan sopan
Shindy menerimanya.
"terimakasih.. "
"sama-sama nyonya". jawab pelayan serentak
para pelayan mengundurkan diri dengan sopan dan Shindy masuk kembali kekamarnya membawa makan siangnya.
.
.
Shindy menonton rekaman vidio dirinya dan Dylan bercinta.
Glek..!
"suaraku begitu? aaah.. kenapa bisa begitu? ".
Shindy tidak menyangka suara desah*nnya akan super membahana ditambah lagi Dylan yang begitu buasnya menerkamnya
"aku jadi mau nyam-nyam lagi sama mas Dylan".
"aah... Mas ! kamu mainnya ganas banget tapi aku suka.. hihihi". Shindy tersenyum menonton adegan tiap adegan percintaan mereka.
sejak ada vidio nya bersama Dylan, Shindy menghapus vidio lainnya hanya ada dirinya dan Dylan saja.
Shindy terkejut saat ponselnya bergetar ada panggilan masuk dari
"❤Mas Hubby Handsome ❤".
"halo mas? ". sapa Shindy
"aku sedang dalam perjalanan pulang apa kamu mau keluar sayang? " Dylan
"mas dimana sekarang? ". tanya Shindy
"aku ada di tempat jual kebab! kan tadi kamu titip beli kebab ?". Dylan.
"iya mas cepat kembali ya? aku pengen Nyam-nyam sama kamu". rengek Shindy
Dylan tergelak.
"kamu pasti nonton begituan kan? dasar mesum".
"iya iya aku emang mesum! aku baru tau jeritanku mengerikan sekali aku sampai merinding mendengarnya ".
"hmm... tapi itu jadi kekuatanku menggebor sumurmu sayang".
Shindy mengerucutkan bibirnya.
"mas selalu saja menyebut milikku sumur "
__ADS_1
"siapa suruh kamu menyebut harta berhargaku ekor depan? ". kekeh Dylan
"iya.. iya... mas cepat pulang! aku kangen ekor depanmu".
Shindy mematikan panggilannya secara sepihak karna Shindy mendengar Dylan tertawa terbahak-bahak.
.
.
Dylan sudah kembali ke kamarnya dan melihat Shindy menonton rekaman bercintanya lewat USB ke layar TV.
"mas? ". Shindy menoleh ke Dylan
"Astagah! kamu tidak malu menontonnya seperti ini sayang? ". tanya Dylan tak habis fikir kemesuman istrinya itu.
Shindy menerima Kebab yang dibawakan suaminya.
"tonton deh mas! biar tau bagaimana kualitas superstar mas yang ganas".
Dylan memakan Sandwichnya sementara Shindy makan kebabnya mata mereka serius menonton adegan percintaan mereka.
"aku baru tau kalau aku sehebat itu di atas ranjang". gumam Dylan pelan
"iya mas! aku juga baru tau kalau suaraku bisa sebesar itu". kekeh Shindy
"baju mas kenapa? " tanya Shindy melihat baju Dylan yang kotor terkena saus
"tadi ada perempuan asing datang entah dari mana menabrakku hingga begini jadinya"
"jadi bagaimana? wanita itu jatuh kamu bantu mas iya begitu? ".
tanya Shindy mulai kepanasan
"tidak! roknya sampai tersingkap di tertawai orang dan aku tidak peduli sedikitpun langsung pergi meninggalkan dia" jawab Dylan
"terus kamu kok bisa tau roknya tersingkap? kamu melihatnya ya? ". tanya Shindy curiga
"tidak sayang! aku mendengar kata-kata pria yang kulewati". Dylan dengan sabar menjelaskan mencubit gemas pipi Shindy yang sangat lucu saat cemburu.
"benar mas? kamu ngga bohong? " cecar Shindy masih tidak percaya
"aku ngga bohong sayang! lagian telanj*ng pun perempuan itu didepanku tidak akan membuatku tertarik..! hanya kamu yang bisa membangkitkan ekor depanku ini". Dylan melirik bawahnya
pipi Shindy memerah seketika
"iya mas! lain kali cuekin aja perempuan-perempuan yang menggodamu".
Dylan mengangguk dengan senyum tipisnya, Shindy dan Dylan bersitatap lama lalu bibir mereka mulai mendekat satu sama lain terjadilah drama percintaan mereka yang membahana..
.
di tempat lain seorang wanita mengamuk melempar benda apapun didekatnya
"bagaimana bisa dia tidak menangkapku saat aku terjatuh didepan matanya? rokku tersingkap dan sekarang sudah tersebar di dunia maya? "
"aku tidak akan memaafkanmu! aku berjanji akan membuatmu bertekuk lutut padaku lalu aku akan mencampakkanmu begitu saja tidak peduli kau seorang pria terhormat sekalipun" .
.
.
.
__ADS_1
.