Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
terjadi


__ADS_3

"hiks.. hiks.. aku harus bagaimana caranya bisa keluar? kenapa mas Dylan mengunciku? " Shindy menangis di sudut ruangan.


ia melupakan ponselnya dan lupa menghubungi keluarganya sementara siaran berita terus saja memberi tau korban dalam ledakan itu.


karna kompor gas yang meledak di dapur hingga memakan korban yang sangat banyak. Shindy menutup kedua telinganya sambil menangis histeris.


"mas... mas Dylan.... aaaaaaaaa..... " jerit Shindy


Jika hal itu benar terjadi, Shindy bisa menangis sepanjang hidupnya merasa bersalah, Dylan pergi ke kota itu dan makanan di toko itu karna keinginannya.


"N.. nova, Kaisha.. Keyzo...! iya.. mereka bisa membantuku keluar dari sini" dengan tangan gemetaran dan matanya yang sudah sembab Shindy mencari kontak nomor hp Keyzo.


Shindy menghubunginya berkali-kali lalu Keyzo mengangkatnya di panggilan ke 8


"Keyzo...! ". pekik Shindy


"ada apa kakak ipar? " saut Keyzo


"bantu kakak keluar dari kamar, mas Dylan mengurung kakak! " pinta Shindy


"pasti ada alasan kenapa kak Dylan mengurung kakak ipar biar jangan kabur lagi". ujar Keyzo


"jangan katakan apapun terlebih dahulu! situasinya mendesak mas Dylan sedang berada di toko makanan X yang ada di kota W! kakak mohon datanglah, bukakan pintu untuk kakak". pinta Shindy dengan nada gemetar


Keyzo terkesiap. "apa maksud kakak ipar Kak Dylan ada disitu? bukankah tempat itu baru aja terjadi ledakan gas? dan banyak makan korban jiwa".


"iya.. dia kesana! cepatlah bukakan pintu atau kakak akan nekat meloncat dari balkon". ancam Shindy


"kakak ipar diam aja dulu! Keyzo mau keluar dari mansion mencari kak Dylan". panggilan terputus


"Keyzo... kakak ikut...! Keyzo jangan pergi sendiri bawa kakak! Keyzo.. ". pekik Shindy


"aaaaaaa.... kenapa semua orang mengurungku? " teriak Shindy


Shindy berlari kecil ke arah balkon dan melihat ketinggian itu, seperti dapat ide brilian Shindy membuka tirai panjang yang menutupi pintu jendela ke arah balkon. Shindy menyambungnya dengan kuat jika pun putus di tengah jalan Shindy jatuh tidak akan terlalu sakit.


Shindy benar-benar nekat turun dari balkon dan beruntung otaknya begitu encer tirainya tidak putus. mungkin bawaan bayinya yang akan menurunkan otak jenius Dylan.


"Kakak ipar..? ngapain lewat balkon? " tanya Nova berlari kecil mendekati Shindy


Candra turun dari mobilnya mendekati Shindy, ia juga penasaran kenapa Shindy keluar dari balkon.


"hujan lebat kakak ipar.! ayo kita masuk". ajak Candra


Nova melihat mata Shindy yang sembab dan memerah tapi tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


"kakak ipar kenapa sih? " tanya Nova


Shindy tidak menjawab ia nekat berlari ke arah garasi mobil tapi Nova menangkap gelagat tidak baik.


"cepat Kak...! larang kakak ipar hendak bawa mobil sendiri" pinta Nova


Candra mengangguk lalu berlari ke arah garasi


"lepaskan aku Candra...! aku mau keluar ". pekik Shindy meronta


Shindy memutar tubuh Candra hendak membantingnya tapi Candra bisa mengelak ia mampu beladiri walaupun tidak ada apa-apanya di banding Nova tapi ia bisa beladiri.


Candra memukul tengkuk Shindy hingga jatuh pingsan,


"bagaimana kak? ". tanya Nova tiba di depan Candra dan melihat Shindy sudah tak sadarkan diri.


"kenapa kakak ipar kak? kenapa dia nekat keluar mansion padahal lagi hujan lebat begini ". tanya Nova ke Candra serius


"kakak merasa ada yang tidak beres..! ayo kita antar dia kekamar terlebih dahulu ". ajak Candra dibalas anggukan kecil oleh Nova


mereka segera membawa Shindy ke kamar tapi terkunci


"kak? kak Dylan? " teriak Nova mengetuk-ngetuk pintu


"apa ada kamar lain? " tanya Candra.


"bagaimana keadaan kak Shindy kak? sekarang lagi hujan nggak mungkin bisa manggil dokter kemari ". ujar Nova khawatir.


"kamu juga berbaring beb". Candra menggendong Nova yang terpekik pelan.


Nova masih mengoceh penasaran kenapa Shindy bisa menangis seperti itu apa yang terjadi.


"maaf.. kakak tadi membuatnya pingsan..! kita harus cari tau apa yang terjadi".


Nova tertegun "jadi tadi kakak ipar pingsan bukan karna hal lain tapi karna kak Kitty? ".


"iya.. sepertinya baru saja terjadi hal buruk padanya! apa dia punya seseorang yang begitu berharga selain suaminya? "


Nova lagi-lagi tertegun " apa maksud kak Kitty? ngga ada orang yang lebih berarti di hidup kakak ipar selain kakakku kak Dylan seorang memangnya ap.... " tergantung


Candra pun terkejut "hanya kak Dylan saja? " tanya Candra memastikan


"Astagah... apa terjadi sesuatu pada kak Dylan? " pekik Nova membekap mulutnya yang syok.


"disini tidak ada pintu! kita kunci saja kakak ipar lalu kita mencari semuanya untuk membicarakan hal ini". Candra pun membawa Nova keluar setelah istirahat beberapa menit.

__ADS_1


Shindy sekali lagi dikunci di ruang UKS tidak ada pintu lain disitu hanya pintu yang sedang dikunci tapi tidak panas karna sebelum keluar Candra menghidupkan ACnya dengan batas normal.


"kak jangan beritau siapapun..! biar aku cari lewat komputerku" pinta Nova serius.


Candra tidak meragukan kemampuan Nova dan mengikuti rencana Nova.


Nova berada di kamarnya dan mulai menghidupkan komputernya


"apa yang terjadi sebenarnya dengan kak Dylan? kenapa kak Shindy begitu sedih? ". gumam Candra pelan


"coba hubungi Keyzo kak! tadi di garasi tidak ada mobilnya". pinta Nova


Candra menghubungi Keyzo betapa terkejutnya Candra mendengar penjelasan Keyzo.


"apa..? mobil kak Dylan ada disitu? Toko X? bagaimana bisa kak Dylan ke kota W? apa yang terjadi? "


"aku juga ngga tau kak! semua korban yang diberitau oleh petugas tidak ada menyebutkan kak Dylan..! tapi mobilnya ada disini juga terkena ledakan! aku hafal platnya kak Dylan kak". Keyzo


Candra memijit pelipisnya seketika, ia menoleh ke Nova yang menatapnya berkaca-kaca.


"kak ada korban baru lagi.. aku tutup kak". Keyzo mematikan panggilannya.


Candra memeluk Nova yang tangisnya pecah di pelukan Candra.


"jadi ini alasan kak Shindy nekat? bagaimana cara kita memberi tau mommy dan granma? atau yang lainnya? mereka bisa terpukul terutama mommy..hiks... hiks... ledakan itu pasti rencana bulus seseorang"


"apa maksudmu beb? " tanya Candra malah kebingungan.


"ledakan itu karna gas.. bukan karna apapun". sambungnya lagi.


Nova tertawa hambar " bukan karna apapun? itu hanya Alibi orang itu saja kak! ". pekik Nova tak terima hal itu dikatakan kecelakaan biasa.


Candra memeluk Nova lagi dan meminta maaf, ia tidak tau letak permasalahannya hingga dirinya mengatakan hal itu kecelakaan biasa.


Nova melepaskan pelukannya dari Candra.


"aku akan cari tau". Nova menghapus air matanya sambil sesegukan


Nova mengotak-ngatik komputernya mencari CCTV yang terhubung merekam mobil Dylan ke toko X itu.


"aku yakin ini ada yang tidak beres.. CCTV yang mengarah ke Toko itu mati seperti disengaja" Nova menggeram marah.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2