
"mas? udah jam 9 mas ". Shindy mengguncang bahu suaminya.
Dylan menggerakkan matanya bukannya membuka mata malah memeluk Shindy dengan erat.
"mas? " protes Shindy
Dylan memeluk Shindy makin erat
"temani aku tidur "
Shindy tak lagi mengelak hanya diam membiarkan Dylan memeluknya.
"jam berapa mas siap bekerja? " tanya Shindy mengusap kepala Dylan
"jam 4 pagi ". jawabnya dengan suara serak
Shindy melebarkan matanya.
"hmmm.. tidurlah mas". Shindy mengusap lembut kepala Dylan supaya tidurnya makin nyenyak.
siang hari Shindy masih setia mengusap kepala Dylan membiarkan suaminya tertidur sampai bangun sendiri.
.
.
kenapa tidak membangunkanku? ". tanya Dylan bangun dari tidurnya sambil mengucek-ngucek matanya.
Shindy tersenyum
"jam tidur mas kurang sekali jadi aku biarkan mas tidur sampai puas ".
Dylan tersenyum mengusap kepala Shindy.
"apa kamu mencari kesempatan dalam kesempitan hmm? ".
"mencari kesempatan dalam kesempitan bagaimana mas? aku nggak ngerti". tanya Shindy dengan wajah polosnya
"mungkin saja kamu menyentuh milikku".
jawab Dylan asal
Shindy terkejut, pipinya mulai merona
"i iya juga ya mas! kenapa aku nggak cek punya mu kecil atau tidak".
gumam-gumam Shindy dengan pelan
Dylan terbeliak langsung menonyor kening Shindy.
"dasar gadis mesum !! siapa yang mengajarimu begini hmmm? "
"aku belajar dari vidio ku mas". jawab Shindy menunjuk ponselnya.
"apa kamu benar menonton begituan? ". tanya Dylan tak percaya
"hmm". jawab shindy mengerjabkan matanya dengan lucu.
"dasar gadis mesum! ". Dylan menyentil kening Shindy
"aduuh... mas sakit". rengeknya dengan kesal
Dylan menggeleng-geleng kepalanya.
"aku harus lebih waspada padamu ".
__ADS_1
Dylan segera bangkit dari berlari dengan langkah lebar ke kamar mandi hingga Shindy terheran-heran melihatnya.
"kenapa aku yang harus menggodamu mas? seharusnya kamu yang menggodaku! dan gilanya kenapa kamu tidak tergoda? mungkin milikmu itu hanya kualitas Gold iya kan mas? tidak perlu kualitas Superstar mas cukup Platinum aja udah tapi kalau milikmu cuma kualitas Gold aku terima apa adanya deh... Mas..? "
sisi mesum Shindy bangkit seketika mungkin efek Dylan menyentil keningnya.
"aduh masa iya punya mas Dylan cuma kualitas Gold? setidaknya Platinum deh engga-enggak harusnya Diamond Eh... aku pengen yang kualitas Superstar..! dan juga dia punya istri kan? kenapa dia tidak melakukannya sama istri sendiri? seharusnya kualitas Gold pun tidak masalah kan? Iiih... kenapa milik mas Dylan harus kecil sih? eeeh..? aku bicara apa nih"
"Biarin aja toh nggak ada yang dengar lagian aku juga yang bodoh tidak ingat mengecek miliknya saat dia tidur pulas begitu? ".
.
.
"mas? punya mu Kualitas Gold ya? maka nya kamu menahan diri iya kan? aku terima kamu kok Mas tapi jangan ditahan ya? ". bujuk Shindy dengan kata-kata ambigunya.
Dylan mengabaikan kata-kata Gadis mesumnya itu,
"mas? ". rengek Shindy saat Dylan hendak keluar dari kamarnya.
Dylan menghentikan langkahnya lalu kembali ke Shindy mengecup kening Shindy cukup lama bibir Shindy mengerucut tak terima setiap saat suaminya hanya mencium keningnya kalau di bibir ada aja rintangannya.
"aku akan pulang larut malam". senyum tipisnya mengusap rambut Shindy
Shindy mengekori suaminya sampai keluar dari Lift semua keluarga Dylan melihat kelakuan manis Shindy yang mengikuti Dylan dengan wajah datar dan Arogannya Dylan.
Mely dan Kaira saling pandang lalu tertawa cekikikan, Kaira sudah tau masalah Lingerie yang dipesan Online oleh Shindy.
"kak Dylan masih aja gengsi ". celutuk Keyzo
"ssstt.. diam dek". peringatan Nova
Kaisha menangkup kedua pipinya sendiri melihat bagaimana manisnya pasangan suami istri itu, Dylan sudah terbilang tidak kaku lagi ke Shindy tapi masih ada gengsinya malah Shindy yang terlihat lucu dan menggemaskan berbicara dengan Dylan si muka tembok nan mulus itu.
.
.
muka Shindy memerah seketika.
"jawab kami sayang? udah belum? ". tanya Kaira
Shindy menggeleng kepalanya.
"katanya banyak kerjaan kami hampir nyam-nyam eeh.. ada telfon yang mengganggu".
"Nyam-nyam? ". beo Kaira dan Mely
"itu bibir Dylan bibir Shindy Nyam-nyam". jawab Shindy malu-malu memperagakan dengan jemari tangannya
Kaira dan Mely tertawa terpikal-pikal seketika, hingga suami mereka dengan penasaran begitu juga Kaisha, Nova dan keyzo yang tidak tau pembicaraan mereka.
.
.
Sore harinya Kaisha, Nova dan Shindy keluar mansion bertiga dengan supir pak nunung, supir baru Melviano yang belum bekerja sedangkan supir mereka dulu Chiko sudah menikah memiliki usaha sendiri berkat bantuan Pasha.
"apa kita tidak izin sama kakak kalian? nanti kalau dia marah bagaimana? kakak tidak boleh keluar mansion". tanya Shindy khawatir
"kan ada kami kakak ipar! ". seru Nova dengan bangga
"ada Kaisha juga kakak ipar" Shindy beralih ke Kaisha yang menyamar dengan wajah berbeda bahkan mata birunya berubah hitam
"oh.. Kaisha pakai lensa mata kak kalau mata Asli Kaisha terlalu mencolok ".
__ADS_1
jelas Kaisha yang tau raut wajah penasaran Shindy
"apa kamu tidak bosan selalu bersembunyi? ". tanya Shindy penasaran
''engga kak! malah asik hidup Kaisha tenang aman dan damai ". jawab Kaisha dengan senyum manisnya.
Nova terkekeh dan Shindy hanya tersenyum saja melihatnya.
"kalau kakak kalian marah kalian harus melindungi kakak ya? ". pinta Shindy dengan memelas
Nova dan Kaisha mengangguk-ngangguk.
di Mol mereka bermain dengan senang, belanja sana-sini membuat hati Shindy lepas begitu saja seperti tidak ada beban sama sekali.
tanpa sadar ada seseorang yang mengintai mereka.
"apa kau yakin dia gadis milik tuan melviano itu? ". bisik pengintai 1
"apa kau tidak lihat bagaimana terkenalnya dia di berita? wajahnya terpampang dimana-mana sebagai wanita paling beruntung di negara ini karna memiliki suami idaman seperti tuan Melviano? "
"ck.. cepat ikuti saja dia lalu beri tau bos kita".
sementara Kaisha, Nova dan Shindy sudah masuk ke toko pakaian.
"kakak ipar mau beli baju tidur kurang bahan itu? ". tanya Nova
Shindy gelagapan dan menggeleng-geleng malu kepalanya.
"ambilkan mbak! " pinta Kaisha
dengan sigap para pelayan toko mengambilkan baju tidur kualitas sutera terbaik,
"kalau suka jangan ditahan kak! nanti ngences waktu tidurnya lagian kapan lagi kakak ipar keluar mansion? ambil aja apa yang menarik dimata kakak". jelas Nova dengan gemas mencubit pipi Shindy
dengan malu-malu Shindy membeli pakaian sexy itu beberapa helai demi menggoda suami Salju nya yang sangat sulit di goda.
"biar kak Dylan makin nempel sama kakak ipar". bisik Kaisha
muka Shindy merah seperti kepiting rebus hal itu mengundang gelak tawa Kaisha dan Nova.
Shindy duduk di sofa demi menunggu Kaisha membeli minuman dan Nova membeli tiket untuk mereka naik Roallercoaster.
Shindy tersentak saat ada pria yang tiba-tiba datang memasang tali sepatunya.
"maaf..! tidak perlu ". Shindy menjauhkan kakinya tapi pria itu dengan sabar menarik kaki Shindy dan mengikat tali sepatunya, Shindy berdiri seketika.
"maaf". Shindy hendak pergi dari tempat itu tapi tangannya di genggam oleh pria asing itu, Shindy menoleh cepat ke pria yang berani memegang tangannya dengan geram Shindy mengangkat kakinya persis seperti Yoga memutar kakinya dari depan ke belakang hingga genggaman tangan pria asing itu lepas dari tangannya.
"dasar sinting ". ketus Shindy dengan tajam menatap pria asing itu lalu pergi meninggalkannya
Pria itu tersenyum
"menarik juga".
.
.
.
Waah.. mulai nih
.
.
__ADS_1
.