Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
jalan-jalan


__ADS_3

Shindy sudah memakai baju sexy nya dan memoles wajahnya dengan senatural mungkin.


"mas Dylan kemana sih? ". Shindy melihat kiri-kanan.


Dylan kembali setelah bertemu dengan pemilik hotel ini yang bagian dari kolega bisnis MattGroup.


"Ndy? ". Dylan membuka pintu kamarnya langsung mencari Shindy karna ia baru ingat Shindy sendirian di kamarnya.


"iya mas? ". sahut Shindy langsung memeluk Dylan dari belakang.


Dylan menghela nafas lega istrinya baik-baik saja,


namun tubuh Dylan gelisah merasa geli akan sesuatu.


"mas kemana aja sih? aku pikir mas ninggalin aku". rengeknya dengan nada manja


Dylan melepaskan tangan Shindy lalu memutar badannya menghadap Shindy.


"aku bicara dengan kolega bisnisku jadi lupa waktu maafkan aku". ucap Dylan sambil memperhatikan wajah Shindy yang merona


"kamu memakai baju begini lagi? ". Dylan tanpa ragu menatap penampilan Shindy yang sangat menggoda iman.


Shindy dengan malu-malu mengangguk


Dylan mengusap pipi Shindy dengan lembut,,


"kamu cantik sekali".


pujian dari bibir Dylan membuat muka Shindy makin merah baru kali ini Dylan memujinya apalagi di tambah kata sekali.


Dylan mengecup kening Shindy, mereka saling bersitatap hingga mata Dylan mulai tertuju pada bibir Shindy.


Shindy melingkarkan tangannya di pinggang Dylan sambil memejamkan matanya.


saat bibir mereka hendak bertemu bunyi ketukan membuyarkan adegan mesra keduanya.


Dylan menjauhkan wajahnya.


"mungkin makan malamnya udah datang".


Shindy menekuk wajah cantiknya.


"ck.. gagal lagi kan! ". kesalnya.


Dylan menggeleng pelan kepalanya dengan kata-kata Shindy yang terbilang lucu bagi ukuran wanita tapi Dylan malah membuka pintu kamarnya.


"makan malamnya sudah datang tuan! ". ucap pelayan dalam bahasa asingnya.


Dylan membiarkan pelayan perempuan itu masuk membawa makan malam nya dengan Shindy.


.


.


"Ndy? ayo makan". ajak Dylan


Shindy mendekati meja makan yang sudah di tata rapi oleh Dylan.


"mas? ". rengeknya.


Dylan menaikkan sebelah alisnya.


"makan! emang melakukan hubungan seperti itu tidak butuh energi hmm? "


"iya juga ya mas". Shindy membenarkan lalu mulai mengambil piring makanannya.


"dasar gadis mesum! ". umpat Dylan pelan


"mesum sama suami sendiri nggak apa kan? ".


Dylan hanya tersenyum tipis sambil menggeleng kepalanya.


.


.


"apa lagi? ". tanya Dylan melihat Shindy mulai mendekat padanya.


"mas? ". rengek Shindy duduk di pangkuan Dylan.


"hmm? ". Dylan merapikan rambut Shindy menyibakkan rambutnya ke belakang.


"berapa hari kita disini? ". tanya Shindy melingkarkan tangannya di leher Dylan.


"1 minggu". jawab Dylan

__ADS_1


"kapan kita itu-ituannya? ". tanya Shindy mulai mengarah ke hal negatif.


Dylan menggendong Shindy yang sudah duduk di pangkuannya. Shindy memekik senang di gendong Dylan ia berharap Dylan akan menyentuhnya.


Dylan meletakkan tubuh Shindy di ranjang empuknya lalu menindih tubuh Shindy.


"mas? ". Senyum manis Shindy masih melingkarkan tangannya di leher Dylan


"tidur".


Shindy menjatuhkan rahangnya


"kok tidur? ".


"kalau aku melakukannya sekarang besok kamu tidak akan bisa jalan". jelas Dylan dengan enteng berbaring di samping Shindy


"issh.. terus aku kalau nggak bisa jalan kenapa? " tanya Shindy dengan dongkol


"besok kita akan jalan-jalan mengelilingi Kota di negara ini, kan nggak lucu kalau kamu jalannya aneh".


Shindy langsung bangkit dan melihat Dylan.


"benarkah mas? kamu mau ajak aku keliling kota? "


Dylan mengecup bibir Shindy dan mengangguk, Shindy yang dapat kecupan tiba-tiba dari Dylan tangannya melemas dan ambruk di ranjangnya dengan mata terbuka lebar jantungnya berdebar kencang.


Dylan menindih Shindy yang mematung.


"Muahh"


muka Shindy merah, Dylan mengecupnya berkali-kali hingga muka Shindy makin merah segera menutupi wajahnya yang malu apalagi dirinya tidak kuat melihat senyum manis suaminya.


"kenapa? mana tingkah mesummu akhir-akhir ini hmm? ". Dylan menyentil kening Shindy


"aduuh... ". Shindy mengusap-ngusap keningnya.


"mana ada aku mesum". bela Shindy mengalihkan pandangannya.


Dylan tertawa geli..


"tidurlah lebih awal".


Shindy mengangguk dan langsung memeluk Dylan dengan senang.


"mas? "


"hmm? ".


"mas? "


"mas? ". panggil Shindy lagi


"ck... apa? ". tanya Dylan


"janji kalau aku tanya ngga marah? ".


tanya Shindy mengeluarkan jari kelingkingnya.


Dylan menyambut jari kelingking Shindy tanpa bersuara hanya balas "Hmm".


"apa mas suka sama aku ?" tanya Shindy


"ckkk! apa pertanyaan itu penting? ".


"tentu saja penting! aku merasa kamu melindungiku mas tapi aku tidak tau apa arti aku di hidupmu".


jelas Shindy


Dylan mengusap kepala Shindy yang lengannya di jadikan bantalan kepala Shindy.


"hmm... aku hanya ingin melindungimu sejak saat kita bersitatap mata pertama kali". jawab Dylan


"hah? apa waktu kita di kejar-kejar itu kamu melindungiku mas? ". tanya Shindy


"hmm! "


"cuma karna tatapan mataku? ". tanya Shindy


"hmmm"


"memangnya bagaimana caraku menatapmu? ". tanya Shindy penasaran


"sudahlah..! aku mengantuk"


"mas! katakan emang gimana caraku menatapmu mas? ". tanya Shindy tidak menyerah.

__ADS_1


"seperti kucing manis nan rapuh yang butuh perlindungan". jawab Dylan memejamkan matanya.


Shindy mengerutkan keningnya.


"masa sih? ".


"hmm"


"tapi aku tidak pernah memperlihatkan kelemahanku sama orang lain". bantah Shindy


"mataku sangat jeli Ndy! aku bisa melihatnya walaupun berusaha keras kamu tutupi ! sudahlah tidak usah di fikirkan aku mengantuk". Dylan memeluk Shindy dengan erat menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Shindy.


Shindy terdiam lalu senyumnya melebar dengan tulus.


"aku akan selalu ada disisimu mas "


Dylan sudah terlelap di pelukan Shindy


.


.


ke esokan paginya


Dylan dan Shindy jalan-jalan kelilingi negara terkenal akan keromantisannya.



Shindy memekik girang saat mereka naik Unta bukan kuda tapi Unta terasa geli tapi sangat menyenangkan.


"mas jalannya bisa cepat nggak unta nya? "


tanya Shindy dengan gemas mengusap-ngusap benjolan punggung unta itu.


"mana bisa Ndy! nggak usah ngaco deh nikmati aja" Dylan menekan gemas kepala shindy yang terlihat begitu bahagia.


Shindy mengangguk-ngangguk senang.


"negara ini indah sekali mas". pekik Shindy merentangkan tangannya.


Dylan hanya tersenyum sambil melihat semilir angin dari arah pantai.


"mas? "


"hmm? ". sahut Dylan


"terimakasih mas udah bawa aku kemari". ucap Shindy


Dylan tersenyum mengecup pelipis Shindy.


"hanya hari ini saja, 3 hari kedepan aku harus bekerja kamu nggak marah kan? ".


"aku mengerti mas ! aku akan menunggumu di kamar ". jawab Shindy malu-malu


Dylan tertawa kecil menonyor kening Shindy


"dasar gadis mesum"


Shindy malah menebarkan senyum menawannya lalu kembali menatap ke depan sambil mengelus hewan yang di naikinya..


.


.




Shindy bermain air di tepi pantai dan Dylan memotretnya berbagai gaya.


"mas? "


"hmm? "


"foto berdua". pinta Shindy memelas


Dylan memutar bola matanya tapi mendekat ke Shindy juga.


"ayo mas senyum dikit". Shindy mencubit kedua pipi Dylan sudah berapa kali berselfi tidak ada satupun Dylan tersenyum


alhasil Dylan tersenyum saat potret shindy sedang tidak bagus alias NG tapi menggemaskan bagi Dylan jelek bagi Shindy diam-diam Dylan mencuri foto lucu dan menggemaskan Shindy.


"mas kenapa foto begini di jadikan PP mu? jelek". protes Shindy tak sengaja melihat Dylan mengganti PP nya.


Dylan mengabaikannya malah menyimpan ponselnya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2