
"dia perempuan murahan ya? "
"cantik pisan ya tapi kenapa jadi jal*ng ya? "
"issh pantas saja desa kita banyak yang meninggal itu perempuan biar habis jal*ng didesa kita"
"jaga suamimu karna jal*ng nya tuan muda sangat cantik bisa saja dia menggoda suamimu".
Shindy meneteskan air matanya, Dylan melirik tajam mereka semua.
"jangan pernah menilai rendah dirinya! kalian fikir aku cassanova? bukankah kalian tau bagaimana aku? menurut kalian kenapa aku menolak wanita-wanita terkenal? karna mereka sama seperti yang kalian fikirkan tapi jangan samakan mereka dengan nya..! dia bukan wanita murahan". tegas Dylan dengan aura membunuhnya ke wanita-wanita yang bergosip.
Shindy berkaca-kaca mendengar pembelaan Dylan mengenai dirinya.
"tapi kalian sudah tidur satu kamar tuan muda! kami harap anda harus ikut menikah masal dengan mereka semua". jawab pak kepala desa.
"kalau dia wanita baik-baik kenapa anda tidur satu kamar dengannya tuan? ". tanya ibu-ibu yang terlihat garang dari yang lainnya
"emang hanya otak kotor di kepala kalian? aku tidur disofa dan dia di ranjang ". jawab Dylan dengan dingin.
"kalian menyingkir dari pandanganku! jika aku kehilangan kontrak kerja saat ini 1 desa ini akan terkena imbasnya". ancam Dylan dengan tajam
beberapa orang saling pandang dengan raut wajah ketakutan, mereka tau bagaimana berkuasa nya Dylan di kota pusat.
"tapi anda harusnya tau kehormatan wanita bukan? anda harus menikahinya tuan". kata pak kepala Desa seperti tidak takut ancaman Dylan.
ibu-ibu yang lainnya yang tadinya ketakutan kembali bangkit mendukung kepala desa nya yang tidak takut.
Dylan menaikkan sebelah alisnya melihat Kepala desa yang terlihat tidak takut seolah ada yang menjamin keselamatan desa ini nantinya.
"tu tuan pergilah biar saya mengatasinya". ujar shindy tergagap.
Dylan beralih ke Shindy
"mereka bisa saja melukaimu".
"saya tidak masalah tuan!". jawab Shindy dengan serius.
Shindy tidak mau membuat Dylan terpaksa menikahinya hanya karna mengasihaninya, baginya Dylan pantas mendapatkan wanita yang lebih baik darinya yang hanya seorang gadis rendahan.
"aku akan menemanimu". Dylan melihat jam tangannya.
Shindy berkaca-kaca melihat ke Dylan beberapa wanita masuk dan menarik Shindy tapi Dylan menyingkirkan tangan mereka semua.
"aku bisa saja mematahkan tangan kalian jika berani menyentuhnya". ancam Dylan dengan tajam.
mereka semua jadi yakin Shindy memang wanitanya Dylan dan mendengar perintah kepala desa mereka membiarkan Shindy berjalan sendiri tanpa di tarik-tarik seperti 4 wanita lainnya.
__ADS_1
saat di luar banyak warga desa yang menghujani kata-kata tajam ke wanita-wanita yang memakai jubah mandi dan laki-laki yang tak memakai baju, hanya Shindy dan Dylan yang memakai baju karna mereka di grebek memang sudah rapi.
"saya sudah tebak anda akan terkena sial tuan membawa saya! sekarang saya harus bagaimana? ". bisik Shindy dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
Dylan merangkul Shindy dengan erat sambil menatap tajam orang-orang yang melihat sinis Shindy.
"mommy? daddy? Granma? kalian kah yang melakukannya? kenapa? ". batin Dylan yang bisa menebak situasinya saat ini.
Dylan tentu terjebak dengan masalah nya saat ini, ia juga tidak tau kenapa Bagus tidak bisa ikut dengannya dan malah menunjuk Shindy sebagai gantinya, mengingat mundur semuanya membuat Dylan yakin semua sudah terencana.
Shindy meringis seketika saat seseorang menarik bajunya. Dylan menendang orang itu hingga mengenai segerombolan yang lainnya ia tidak bisa melihat Shindy di lecehkan dan dipermalukan seperti sekarang.
Shindy menyembunyikan wajahnya di pelukan Dylan, ia benar-benar takut dengan situasi sekarang sementara wanita-wanita yang memakai jubah mandi pun sama di tarik-tarik hingga bagian atasnya terpampang jelas.
"semua nya aman! percayalah padaku". bisik Dylan mengusap-ngusap kepala Shindy yang terisak.
mereka tiba di depan rumah pak penghulu dan meminta secara langsung menikahkan 5 pasangan yang di grebek warga itu.
"tuan anda tidak perlu menikahi saya! kita tidak melakukan apapun".
kata Shindy dengan serius matanya sudah sembab karna menangis
"mereka akan menahanmu disini dan kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini! kau dengar sendiri kan apa yang dikatakan kepala desa itu? ".
"tapi kenapa anda harus menikahi saya saat kita benar tidak melakukan apapun? ".
"tuan? ". Shindy menatap mata Dylan dengan memelas.
Dylan mengusap kepala Shindy dan menyibakkan rambutnya di balik daun telinga nya.
"aku akan menjaga kehormatanmu dan membawamu keluar dari tempat terkutuk ini".
Shindy terisak mendengar kata Dylan menikahinya demi menjaga kehormatannya padahal dirinya benar-benar masih suci dan tidak terjadi apapun antara shindy dengan Dylan.
nikah massal pun dilakukan bersamaan buku nikah di persiapkan dan akan diantar di alamat tujuan saat sudah selesai semua, saat ini mereka hanya di beri surat yang menandakan Dylan dan Shindy sudah menikah tercatat secara hukum dan agama.
kekacauan mulai terjadi saat istri-istri sah dari 4 pria yang berselingkuh mulai berdatangan dan menjambak wanita-wanita yang tidur bersama suami mereka.
"tuan? ".
Dylan mengecup kening Shindy sebagai perumpamaan dirinya menerima Shindy menjadi istrinya karna memang ini yang di inginkan keluarganya.
Shindy memejamkan matanya bersamaan dengan air matanya yang jatuh saat itu juga.
"semua akan baik-baik saja". kata Dylan dengan serius tapi matanya melihat arah lain.
"boleh kami pergi? ". tanya Dylan dengan datar dan dinginnya ia menatap tajam bapak kepala desa yang ia tebak terhubung dengan orangtuanya.
__ADS_1
"silahkan tuan muda,, nona muda" kata Pak kepala desa dengan senyum tulusnya.
warga desa yang dilihat tajam oleh Dylan kompak bersembunyi di belakang pak kepala desa dan yang lainnya begitu sibuk melerai perkelahian istri pertama dengan istri dadakan.
Dylan menggenggam tangan Shindy meninggalkan kerumunan desa, sedangkan Shindy menundukkan wajah sambil melihat ke arah tangan nya dengan tangan Dylan yang saling bertautan.
"warga desa kita akan aman sejahtera setelah ini". kata pak kepala desa dengan gembira
dan warganya ikut bersorak gembira karna kepala desa mereka juga terlihat bahagia seperti memenangkan lotre saja.
Dylan dan Shindy pergi ke perusahaan cabangnya dan semua selesai dengan mudah tanpa ada hambatan apapun.
"Sial..! kalau begini bagus pun bisa melakukannya? kenapa harus aku yang turun tangan? awas kau bagus.. ". batin Dylan merasa terkecoh.
Shindy ada di westafel mencuci mukanya yang sembab. Shindy melihat tangannya yang di genggam oleh Dylan, kata-kata Dylan yang sangat keren terngiang-ngiang di kepalanya.
"suamiku? boleh kah aku berharap lebih karna kamu suamiku sekarang ?". lirih Shindy
Shindy menggeleng kepalanya.
"jika tuan memang meminta hak nya sebagai seorang suami tentu aku akan memberikannya tidak peduli dia menilaiku apa? dia sangat menghormatiku dan semua yang dia lakukan sangat berharga bagiku ".
"dia menjaga kehormatanku maka aku dengan sukarela memberikan kehormatanku padanya jika dia memang menginginkanku".
Shindy menggeleng kepalanya lalu mencuci mukanya lagi berkali-kali.
"kenapa otakku jadi begini? kenapa kau jadi ngaco Shindy..? ". ocehnya pada diri sendiri..
.
.
Ciee Mas Dylan dan mbak Shindy sudah sah jadi suami istri...
selamat ya!! cepat ngadain resepsi ya? jangan lupa undang kami semua..!!
Just kidding..
wkwk...
Esok lagi ya...?
.
.
.
__ADS_1