
"begini saja tuan! biarkan aku meminjam istri anda 1 malam sebagai gantinya aku akan berikan 7 gadis penghangat ranjang untukmu.. ".
Shindy menggenggam tangan Dylan dengan erat tapi tatapannya masih tajam ke arah Daniel.
"ciuh.....! kenapa kau berfikir aku pria brengs*k? jangan sama kan aku dengan kau yang seorang penjahat kelamin ". Dylan meludah ke samping malah jijik dengan tawaran Daniel.
"ketujuh wanita yang ku tawarkan masih gadis dan anda bisa mendapatkan semuanya secara cuma-cuma jika anda memberikan istri anda". tawar Daniel lagi
Shindy makin gelisah takut Dylan menerima tawaran Daniel, kucing mana yang mau menolak ikan asin begitulah isi kepala Shindy yang benar-benar takut Dylan menerima tawaran gila Daniel.
Dylan yang geram langsung menyerang Daniel dengan kecepatan yang tak terlihat.
"aku sudah bilang jangan sama kan aku dengan kau!". Dylan berwajah dingin menginjak dada Daniel yang tadinya tersungkur di lantai sudah balik badan.
Shindy membekap mulutnya syok tak menyangka Dylan akan melakukan hal itu tapi sungguh jantungnya berdebar kencang dengan cara Dylan melindunginya bahkan menolak 7 gadis cantik untuk digiliri oleh suaminya.
"kenapa kalian diam? hajar pria ini". maki Daniel melihat para bodyguardnya hanya menonton tanpa berani ikut campur.
mereka semua melihat ke arah 3 temannya yang sudah tak sadarkan diri karna Dylan dan Shindy.
Dylan tersenyum miring menatap tajam mereka semua hingga pengawal bayaran Daniel malah melangkah mundur menjauh dari Dylan.
"aku membayar kalian sangat mahal.. berani sekali kalian membiarkan aku disakiti". geram Daniel masih berontak di bawah kaki Dylan.
dengan ragu-ragu mereka akhirnya maju melawan Dylan, Shindy yang melihat cara Dylan begitu melindunginya tumbuh juga tekatnya akan melindungi suaminya ia langsung saja menyerang para pengawal yang hendak mengeroyok suaminya yang super romantis.
Bughh...!
Plak...
Dylan menoleh ke Shindy yang sangat hebat sekarang menguasai ilmu beladiri.
"Heels mu berguna juga sayang". gumam Dylan melihat perkelahian itu demi memastikan kemampuan istrinya yang membuatnya bangga tapi kakinya masih menginjak kuat dada Daniel yang masih memberontak.
"aaah... ". Daniel mencoba menjauhkan kaki Dylan tapi tidak bisa kaki Dylan sangat kuat dan kokoh menginjak dadanya.
"hei..kalian bantu aku". teriak Daniel terengah-engah
Dylan menendang rahang Daniel sampai pingsan tak sadarkan diri.
"ayo cepat selesaikan" Dylan mengibaskan tangannya dengan santai.
Dylan melihat semua pengawal Daniel mengepungnya, sedangkan Shindy hanya melawan 3 pria yang sudah jatuh pingsan karna ulah tendangan mautnya juga kemampuan beladirinya belajar dari suaminya.
__ADS_1
"mas? ". Shindy berlari menendang punggung pria yang menghalangi jalannya dan masuk ketengah kepungan dimana Dylan berada.
"kenapa masuk? aku bisa mengalahkan mereka sendiri". Dylan masih sempatnya bersikap romantis pada istri mesumnya itu.
Shindy menatap lekat suaminya yang sangat menjaganya.
"mas menolak 7 gadis cantik karnaku? "
"hmm! aku sudah berjanji padamu! apa aku terlihat seperti pria brengs*k ?". masih sempatnya Dylan menggoda istrinya
"kamu sama sekali tidak brengs*k mas! maafkan aku yang sempat goyah tadi". ucap Shindy dengan berkaca-kaca.
"hmm.. melihat kemampuanmu tadi aku sudah memaafkanmu". Dylan melihat ke para pengawal yang sekarang sudah semakin mendekat.
Shindy memutar tubuhnya di belakang Dylan, mereka bertolak punggung dengan wajah sama-sama dingin dan datar.
"Hiyaaa...! " jerit Shindy
Dylan tidak bersuara hanya menyerang tanpa memberi jeda lawannya hanya untuk sekedar berpikr sejenak.
Shindy meninju wajah, menonjok hidung, serta kaki jenjangnya juga tak kalah ganas menendang lawannya.
namun tiba-tiba ada gerombolan lain yang mengepung Dylan, Shindy hendak membantu Dylan tapi Gine muncul di sampingnya menarik tangan Shindy.
"dasar brengs*k !! selain Gila, sinting kau juga seorang penjahat berani sekali kau menggunakan cara licik menjebak suamiku". geram Shindy
"cepat bawa dia...! ". perintah Gine menyeka hidungnya yang berdarah melirik ke 2 pengawalnya.
Shindy teringat kata-kata Dylan
"walaupun kita berada di tempat yang sama belum tentu aku bisa melindungimu Ndy...! jadi ku mohon kuasai ilmu beladiri yang ku ajarkan setidaknya kamu bisa mengulur waktu sampai aku bisa melewati rintangan!"
Shindy baru menyadari betapa seriusnya Dylan memberinya nasihat setiap kali Dylan mengajarinya ilmu taekwondo, silat dan banyak lagi.
"sekarang aku mengerti maksudmu mas!! sesuai janjiku aku tidak akan menjadi kelemahanmu". batin Shindy mengeluarkan jurus kuda-kudanya dengan tenang.
kedua pengawal yang di suruh Gine malah terlihat waspada, gerakan tenang menghanyutkan itu sangat berbahaya bagi kalangan mereka.
Gine melihat gerakan Shindy dan menggeleng kepalanya mengusir pikiran anehnya.
"tidak mungkin dia menguasai ilmu pasukan khusus Dylan ". batin Gine
Shindy menendang pengawal di sisi kirinya dan menarik tangan pengawal pria disisi kanannya lalu membantingnya ke lantai, Shindy memutar tubuhnya langsung mematahkan tangan pria itu yang menjerit kesakitan
__ADS_1
Shindy bangkit dan berhadapan dengan Gine
"Woww...! ternyata ilmu beladirimu meningkat juga Cantik..! aku makin suka". Gine mengeluarkan jurusnya juga.
Shindy tersenyum sinis.
"aku wanita milik tuan Melviano dan aku tidak akan menjadi kelemahannya menjadi alatmu untuk membalas dendam mu yang tidak bermakna dan tidak berguna itu".
"tidak bermakna? hahahah"
Gine tertawa hambar
"tidak bermakna? dia membunuh Ayah dan Kakakku Cantik.. menurutmu balas dendamku tidak berguna begitu?? hah" Gine tersulut emosi
"ya... dalam dunia perang pasukan khusus pasti sudah terikat dengan negara dan aku yakin sudah ada surat perjanjian negara masing-masing.. bukankah mereka yang mati dalam medan perang adalah pahlawan negara ? "
" mati mereka tidak sia-sia.. kalian dapat tunjangan negara ! kau lebih mengerikan menggunakan uang kematian ayah dan kakakmu untuk kehidupanmu tapi masih pasang muka tembok membalas dendam ... jika kau menerima uang asuransi jiwa seharusnya kau faham maksudnya itu artinya kau menerima dengan lapang dada kematian mereka"
"balas dendam?? hahaha... apa yang tersisa jika hatimu kotor hanya ada dendam? tidak akan ada yang tersisa jika aku jadi kau aku akan menerima takdir setidaknya orangtuaku meninggal jadi pahlawan negara dan diakui semua negara... "
"kau tidak tau apa-apa jangan mengguruiku". maki Gine dengan marah
"aku tidak mengguruimu gila.. buat apa aku menggurui pria gila dan bodoh sepertimu.. jika harus ada yang disalahkan itu seharusnya orang yang menolak perdamaian dan mencetuskan perang..! DIALAH YANG HARUSNYA BERTANGGUNG JAWAB bukan seorang panglima perang yang hanya menjalankan perintah atasannya saja bodoh !!!" teriak Shindy nada 7 Oktaf
Gine terpaku seketika, air matanya terus saja berjatuhan mengingat semua masa saat dirinya dan Ayah serta kakaknya masih ada.
Dylan sudah berhasil menjatuhkan semua pengawal itu sejak tadi jadi Dylan mendengar semua amarah Shindy, Dylan tidak menyangka istrinya sangat bijaksana dan pintar menganilis dunia politik padahal istrinya tidak berpendidikan.
"dasar bodoh kau fikir perang itu hanya sekedar mengantar nyawa? tidak ada yang mau perang itu terjadi tapi seharusnya kau tau surat perdamaian seharusnya di terima karna negara kami negara perdamaian cinta damai .."
" tapi berbeda jika negara kalian tidak menghargai nyawa pasukannya menolak perdamaian dan mencetus perang ? lalu siapa yang kau salahkan? suamiku? dia berada didepan pasukannya untuk mengantar nyawa ribuan pasukannya karna kalian !! seharusnya yang dendam dan marah adalah masyarakat negara kami bukan kau atau negaramu ..? "
Dylan yang melihat Gine sangat terpukul mendengarnya segera menarik tangan Shindy dan membawanya pergi dari hotel itu membawa kopernya juga.
.
.
.
Hanya dunia Novel semata, Othor juga tidak mau perang dunia terjadi terinspirasi dari kasus negara Palestina tapi berbeda alur 😊😊.. semoga negara kita aman terus ya..!!
.
__ADS_1
.