Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
menunggu


__ADS_3

Dylan pergi ke markas the Xylver,,


"tuan". hormat orang-orang the xylver kepada Dylan


"dimana bagus? ". tanya Dylan


"di penjara bawah tanah tuan". jawab salah satu dari anggota the Xylver.


Dylan menepuk pundaknya beberapa kali lalu masuk ke dalam markasnya.


sementara yang lainnya tetap berjaga ditempat masing-masing.


Dylan tiba di penjara bawah tanah disambut Bagus,


"apa dia buka mulut? ". tanya Dylan.


"belum tuan tapi orang-orang kita sudah mendapatkan keluarganya hanya istri dan anak perempuannya masih berumur 4 tahun".


jawab Bagus baru mendapatkan pesan keberhasilan dari bawahannya.


Dylan tersenyum miring,


"kita mulai !".


Bagus mengangguk dan memberi jalan untuk Dylan jalan, Dylan melewati Bagus dan salah satu dari anggota the xylver membukakan gembok penjara bawah tanah.


"pergilah". usir Bagus


"baik tuan".


di penjara itu sekarang hanya ada Dylan, Bagus dan pengemudi tabrak lari yang membuat Shindy masuk rumah sakit.


"kau benar-benar tidak mau beritau siapa yang menyuruhmu? ".


Pria yang sudah basah dengan air mendongak melihat Dylan, jujur ia sangat takut saat ini tapi demi istri anaknya ia harus tetap tutup mulut.


"sepertinya kau mengingat keluargamu ya? "


seringai Dylan yang melihat keraguan bercampur ketakutan di mata pria itu.


Dylan melirik Bagus, Bagus langsung menghubungi seseorang dengan panggilan Vidio.


"sudah diangkat tuan". Bagus menyerahkan ponselnya.


Dylan mengambilnya lalu menunjukkannya pada pria itu.


"kau mengenal mereka? ". tanya Dylan pura-pura tak tau siapa orang di sebrang sana


pria itu melihat layar ponsel yang dipegang Dylan matanya membulat sempurna.


"kau berpihak pada orang yang salah pak Suryo". senyum miring Dylan.


"seharusnya anda tau dengan siapa anda mencari masalah". Dylan berkata dengan sinisnya menepuk-nepuk kasar bahu Suryo


"ba bagaimana bisa kalian menemukannya? " tanya Suryo tergagap.


"harus ku katakan kalau aku adalah pria berkuasa nomor 1 di negara ini? aku juga seorang Panglima perang kau pura-pura bodoh atau memang dungu? bagaimana bisa kau melawan ku? "


Bagus hanya diam dengan wajah datarnya di belakang Dylan.


"d dia bilang melindungi keluargaku itu pasti bohong pasti bukan mereka". geleng-geleng pak suryo tak percaya.


Dylan tertawa menggelegar.

__ADS_1


"masih berani meragukanku? hmm.. baiklah kita bermain-main sebentar".


"buka mulut ibu dan anaknya". perintah Dylan ke orang-orangnya di ujung telfon.


"baik tuan".


isak tangis mulai terdengar oleh Suryo hanya anak kecil yang berusia 4 tahun itu menatap sekeliling dengan polos tak tau apa-apa.


"bagaimana jika aku memotong kedua ibu jarinya !". seringai Dylan persis seperti psikopat.


Suryo menggeleng-geleng kepalanya ia yakin Dylan tidak sekejam itu tapi kakinya tetap gemetar melihat tatapan Dylan yang sangat mengerikan bagi seorang manusia biasa sepertinya.


"kalau ibunya itu tidak berguna bagaimana jika anaknya saja? dia akan menanggung kesalahanmu sampai dia dewasa".


kata Dylan seolah manusia tanpa ada hati.


"ja jangan aku mohonn... biarkan aku yang menerima hukuman suamiku... aku mohon... ". isak tangis wanita terdengar oleh Suryo.


"letakkan tangan anak kecil itu". perintah Dylan


"letakkan tanganmu anak kecil". perintah pria di ponsel.


dengan polos dan tak tau apa-apa anak usia 4 tahun itu meletakkan 10 jari mungil dan kecilnya diatas meja, ia malah bingung melihat mamanya menangis histeris.


"sepertinya kau tidak mau buka mulut ya? baiklah.. ". Dylan berkata dengan santainya


seseorang menunjukkan kapaknya hingga Suryo dan istrinya menjerit meminta tolong.


"tahan Go ". perintah Dylan


pria yang di panggil Go meletakkan kapaknya di atas meja,


"anak saya tidak tau apa-apa tuan saya mohon jangan sakiti anak saya ". pinta Suryo dengan mata memerahnya.


Suryo melihat jemari tangan mungil anaknya yang sedang sangat cantik, membayangkan ada jari anaknya yang hilang menanggung dosa nya membuatnya gemetar ketakutan.


"boleh saya bicara dengan suami saya? ". suara wanita terdengar gemetar.


Go mengangguk karna ia tau wanita itu sedang membujuk suaminya supaya jujur.


"mas.. aku Indri mas.. aku mohon jujurlah anak kita tidak tau apa-apa mas.. dia masih terlalu kecil apa kamu tega melihatnya tidak memiliki jari? kami masih punya uang di sini mas jangan sampai kamu bertindak kejam membunuh orang hanya karna kami kesulitan uang disini...! ". isak tangis wanita bernama Indri.


Suryo menangis mendengarnya lalu mengangguk-ngangguk dirinya akan mengatakan yang sebenarnya.


Dylan hanya diam tanpa ikut campur ia hanya ingin tau siapa pelakunya supaya bisa membalasnya lebih kejam.


"sa saya juga tidak tau siapa wanita itu tuan.. ta tapi dia bilang adalah t tunangan anda ". jawab Suryo tergagap.


Bagus tersentak mendengarnya.


"Tuan? "


"hmm.. aku tau ". suara dingin Dylan membuat bulu kuduk Bagus berdiri seketika.


"aku akan bebaskan kau tapi dengan syarat jangan pernah mau menunjukkan diri padaku? bagiku tidak ada kesempatan kedua jika aku bertemu kau lagi? kau dan keluargamu tidak akan pernah melihat matahari terbit keesokan harinya.. ". ancam Dylan dengan tajam


.


.


.


"mereka sudah berkumpul tuan..!". seru Bagus dengan memperlihatkan potret Suryo berpelukan dengan keluarga kecilnya.

__ADS_1


"suruh mereka pergi". perintah Dylan


"baik tuan". jawab Bagus


"apa tuan tidak membalas perbuatan pak suryo ini tuan? nona Shindy masuk rumah sakit karnanya. "


tanya Bagus ragu-ragu.


"bagi rakyat biasa sepertinya di buat ketakutan saja sudah membuatnya jerah.. dia hanya melakukannya demi uang". jawab Dylan dengan santai.


Bagus tersenyum tipis.


"seperti biasa anda selalu bisa bersikap tenang tuan"


Dylan mengangguk tanpa berkata-kata, ia membayangkan rencana yang akan dia lakukan pada sosok yang mengaku tunangan nya.


"kau belum tau apa-apa tentangku tapi sudah berani mencari masalah denganku". seringai Dylan.


.


.


Dylan kembali ke mansion malam hari, Shindy menunggunya terlelap di depan tangga, sementara keluarga Dylan mengintip di balik pintu.


"kakak ipar kok sabar sekali menunggu kak Dylan ya mom? ".


bisik Keyzo


"ssst.. diam aja". timpal Keyzo, Kaisha dan Kaira.


Keyzo menutup mulutnya rapat-rapat.


Dylan memiringkan kepalanya melihat Shindy tengah tertidur menyandar ke dinding.


"apa yang dia lakukan? ". gumam Dylan keheranan.


Dylan melihat jam tangan nya yang sudah larut malam kenapa Shindy tertidur di luar bukannya dikamarnya.


"apa dia berjalan sambil tidur? ". terka Dylan.


Dylan berdiri memasukkan kedua tangannya ke kantong celananya.


"apa dia menungguku? ".


Dylan menarik nafas panjang lalu berjongkok didepan Shindy


"heii... sedang apa kau disini? ". Dylan mengguncang bahu Shindy


Shindy tersentak kaget dengan polos menoleh kiri-kanan tangannya yang spontan mengusap ujung bibirnya (menghapus danau toba alias ilerr ) hal itu membuat bibir Dylan berkedut menahan tawa.


"Tuan? anda sudah pulang? ". Shindy segera bangkit mengucek-ngucek matanya tidak tau Dylan tengah menahan tawa karna nya.


.


.


Wkwkwkwk... Danau Toba cekk...!! hayo siapa yang belum mandi...?


Just Kidding... 😂😂😂


.


.

__ADS_1


__ADS_2