Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Bonus Ekstra Part.1


__ADS_3

.


.


seorang gadis mungil di sekolah ternama tengah menunggu adiknya di kamar mandi.


walau umurnya masih 4 tahun sudah hampir genap 5 tahun tapi gadis kecil itu sudah TK bersama saudara kembarnya.


"kakak?" .


"iya? kenapa? " Raya menoleh ke adiknya.


"sleting cenana atlia lagi lusak nih? " rengek Satria tampak kesulitan memasangkan sleting celananya.


Raya menghela nafas panjang dengan langkah malas ia melangkahkan kaki mendekati adiknya dan membantu adiknya memasangkan sleting celananya.


"kakak pelan-pelan dong..! nanti kakak malah lusakin cenana atlia". dengus Satria memukul-mukul pelan lengan kakaknya yang terlihat begitu memaksa sleting celananya.


Raya yang kuat malah menarik sleting celana adiknya hingga lepas dari celana adiknya.


"kakaaaaakkkk". kesal Satria untuk kesekian kalinya Raya merusak celananya.


Raya berdehem sambil mencampakkan sleting celana adiknya itu kebelakang


"bial kakak bilangkan sama Pipi belikan yang balu untukmu". jawab Raya dengan entengnya


Satria memberengut saja mendengarnya, celananya memang sudah tertutup rapat tapi kalau di buka lagi tidak akan bisa tertutup lagi karna kepala sletingnya sudah di buang oleh kakaknya.


.


.


"Nona kecil? tuan kecil? " sapa Rilly dengan senyum manisnya.


"Bunda...? " Satria berlari kecil dan langsung memeluk Rilly yang setiap hari rutin menjemputnya pulang sekolah.


Sam tersenyum lebar saja melihat kedekatan Rilly dengan Satria sambil mengambil tas milik Raya dan Satria.


"uuh.. kesayangan bunda... " Rilly terlihat begitu bahagia mencium wajah permata kecil nona muda nya.


Raya hanya bersidakap dada melihat kasih sayang Rilly dan satria, Raya tau bagaimana baiknya hati Satria hingga bisa membuat Rilly kini tak lagi merasa kesepian.


"ayo masuk Nona kecil". Sam membukakan pintu untuk Raya.


Raya masuk terlebih dahulu sedangkan Satria masih asik mengoceh di gendongan Rilly.


"bunda tau? cenana Atlia lusak lagi gala-gala kakak". adu Satria menggebu menunjukkan sleting celananya.


Rilly tergelak keras ia membawa masuk Satria ke dalam mobil dan Sam menutup pintu mobilnya sambil tersenyum bahagia melihat istrinya tertawa lepas tanpa ada masalah di hidupnya.


"apa perlu kita beli celana yang baru buat satria? " tanya Rilly begitu gemas.


"tidak usah bunda.. bunda belikan atlia baju balu aja". jawab Satria


"lalu? celana satria gimana? " tanya Rilly mengusap kepala Satria


"bial kakak aja yang tanggung jawab bunda, kata mimi bial kakak bisa mengendalikan kekuatannya". jawab Satria


Rilly menoleh ke Raya yang terlihat santai saja tidak peduli akan pembicaraan adiknya itu.


Rilly mengelus kepala Raya yang pada dasarnya memang arogan seperti tuan mudanya itu sebabnya Rilly tidak terlalu sakit hati bersama Raya yang tak banyak bicara karna ia sendiri tau kalau little princess Melviano yang satu itu memang sangat arogan.

__ADS_1


"jadi kita mau kemana? " tanya Sam di depan mereka.


"bagaimana kalau kita makan aja dulu mas? " tanya Rilly


"boleh..! kita makan dimana? " tanya Sam


"cambal cetan...! " jawab Satria angkat tangan semangat.


Rilly tergelak dan Sam mengangguk-ngangguk setuju.


"kakak bagaimana? " tanya Rilly menggoda nona kecilnya.


"ekhemm..! " Raya hanya mengalihkan pandangannya terlalu malu berbicara kalau dirinya memang sedang lapar.


.


.


setelah puas makan bersama mereka hendak kembali ke mansion namun tiba-tiba mereka dapat kabar kalau Shindy tengah dilarikan ke rumah sakit karna sudah mau melahirkan.


dengan kecepatan sedang Sam melajukan kendaraannya menuju rumah sakit tempat Shindy di bawa


"kenapa lama cekali ayah..." rengek Satria tak sabar.


"iya sayang.. iya". jawab Sam


anggap saja Satria itu sudah seperti anak bagi Rilly dan Sam sedangkan Raya, mereka masih menghormati nona kecil mereka itu yang memiliki aura seperti Dylan dan Pasha hingga mereka menghormati Raya berbeda dengan Satria yang memiliki sikap seperti Shindy dan Kaira.


setibanya di rumah sakit Kaira langsung memeluk Raya dan memangkunya.


"bagaimana keadaan mimi Glanma? " tanya Raya terlihat penasaran.


"pipi mana? " tanya Satria celingukan di gendongan Sam.


Pasha mengelus kepala Kaira yang tengah menggendong Raya tak berapa lama kemudian Arabela dan Lexy datang langsung duduk disamping Kaira.


Kaisha dan Mayra tidak bisa hadir sebab baru-baru ini mereka juga selesai melahirkan hingga masih butuh banyak waktu untuk istirahat dirumah.


di dalam ruang persalinan.


Dylan terus saja berdoa akan keselamatan istri dan kedua anak-anaknya.


"sayang ku mohon..! " isak Dylan dengan mata berkaca-kaca


Shindy menatap Dylan sambil tersenyum tipis diwajah pucat yang terlihat menahan rasa sakit itu.


"mas... ini bukan anak pertama kita, jangan terlalu khawatir mas". ucap Shindy terbata-bata.


Dylan menggeleng-geleng kepalanya terus saja mengelap wajah Shindy yang sudah basah dengan keringat.


"kapan dokter? apa belum juga buka jalannya? " tanya Dylan membentak


Shindy hanya bisa diam tanpa bisa menyelah ucapan suaminya itu, Shindy sedang mengumpulkan tenaga untuk melahirkan bayi kembarnya.


dr. Kinan tidak bisa bekerja seperti biasa sebab ia sedang ambil cuti panjang karna sedang mengandung, alhasil saat ini Shindy di rawat oleh dokter lain bernama Rika.


"iya tuan.. ini kami sedang mencari stok darah untuk nyonya muda". jawab dr. Rika


Dylan menggeram marah segera ia merogoh ponselnya dengan sekali perintah 3 menit kemudian sudah datang puluhan kantong bank darah untuk istrinya


"cepat lakukan...! " teriak Dylan

__ADS_1


"baik tuan". jawab dr. Rika sempat syok sebentar


untuk sesaat ia lupa kalau Dylan adalah pria yang sangat berkuasa hingga bisa melakukan apapun untuk istri tercintanya.


.


.


proses kelahiran anak Shindy berjalan lancar hingga Dylan sekali lagi menangis haru menciumi wajah Shindy.


"sudah cukup sayang..! aku tidak sanggup lagi melihatmu seperti tadi... kita besarkan saja keempat anak kita ya? " Dylan berkaca-kaca menciumi punggung tangan Shindy


Shindy tersenyum dengan raut wajah lelahnya itu, dengan tangan bergetar ia mengusap rahang kokoh suaminya.


"baiklah..! kita besarkan ke empat anak kita". jawab Shindy terbata-bata.


Dylan mengangguk-ngangguk, sungguh ia takut terjadi sesuatu dengan Shindy tapi jujur Dylan juga ingin punya anak lagi supaya Raya dan Satria punya adik sama seperti Dylan dulu yang ingin punya adik lagi hingga akhirnya mendapatkan Keyzo dan Kaisha.


"silahkan anaknya tuan nyonya". Dr. Rika memberikan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ke Shindy dan suster yang lain memberikan bayi perempuan ke Dylan


"diletakkan di dekat ibunya tuan". pinta dr. Rika dengan tulus.


Dylan mencium bayi perempuannya dan memberikannya ke Shindy.


.


Shindy di dorong dengan brankar mewah menuju ruang istirahat di bantu oleh seluruh keluarganya yang tengah terharu dengan kedatangan keturunan baru Melviano lagi setelah bayi (Kaisha Gala) dan (Mayra Keyzo).


"waah... dedek balu... " riang satria yang duduk di bawah kaki Shindy.


Raya tersenyum kecil melihat kedua adiknya begitu nyenyak tidurnya di pelukan Maminya.


baik Raya dan Satria tengah duduk di brankar maminya walau di bawah kaki Shindy, hal itu dilakukan supaya Raya dan Satria tidak kesulitan melihat adik yang selama ini mereka tunggu-tunggu.


"kenapa sayang? " Dylan mengelus kepala Raya


Raya mendongak sambil tersenyum saja tanpa berbicara apa-apa hingga yang lainnya hanya bisa terkekeh karna tau Raya sangat kaku menyampaikan rasa bahagianya lewat kata-kata


.


.


.


hai.. hai.. hai...


Maaf ya readersnya Nae terlalu lama menunggu ya?


haha.. maaf banget! soalnya Nae sibuk nih ...bulan puasa,, sibuk ibadah, kejar jahitan jelang lebaran banjir minta jahit baju baru nih..


wadduuh.. lembur.. lemburr... gila Nae capek nih ... terus biasanya bisa buat bab baru kalau subuh eeeh.. habis sholat subuh malah tepar meluk bantal guling... haha.. malam biasanya bisa buat bab baru eeeh.. sibuk buat bukaan sampai sholat isha datang lagi tawariih... waduh.. waduuh... kayaknya Nae lebih sibuk dari Artis deh... haha... PD amat Nae yaaa...


jadi bisanya cuma bisa dikit-dikit nambah ekstra partnya.. harap maklum ya? sebelumnya selamat menunaikan ibadah puasa walau sudah sangat terlambat padahal udah tengah bulan... wkwk..


.


.


eeeh.. ada yang mau ngasih nama buat baby twins Dylan dan Shindy? Nae lagi buntu nih... koment di part ini ya? di tunggu... terimakasih...


.

__ADS_1


.


__ADS_2