Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
menggoda Mas Salju (part.1)


__ADS_3

Shindy menelfon Dylan.


"mas? "


"apa? ". tanya Dylan dari ujung telfon.


"tidak jadi deh mas! aku kangen aja". cengir Shindy memainkan rambutnya menggulungnya dengan bibir tak berhenti tersenyum.


"gila kamu ya? aku super sibuk gini kamu malah ganggu ". Dylan menutup panggilan Shindy sambil menggerutu tidak jelas.


Shindy tertawa cekikikan.


baru saja HP Shindy terletak sudah ada panggilan dari nomor asing, Shindy mengangkatnya ternyata dari kurir pengantar barang.


"oh. ..udah di depan gerbang ya bang! tunggu sebentar ya bang berikan sama pak satpamnya"


pinta Shindy


Shindy bercengkrama dengan satpam akhirnya satu satpam mengantarkan Kurir ke pintu masuk mansion Melviano.


Shindy berlari keluar Lift dan Mely memanggilnya.


"sayang? ". panggil Mely


"Eh granma? " Shindy tersenyum canggung melihat Mely


"kamu mesan barang dari Toko Online sayang? ". tanya Mely


"iya granma habis Shindy tidak boleh keluar oleh mas Dylan". cengir Shindy


"nona? ". panggil pak Nino (penjaga pintu gerbang mansion Melviano)


"iya pak". sahut Shindy


Mely mengikuti Shindy, pengantar barang jadi gugup melihat orang kaya seperti Shindy dan Mely dan ini pertama kalinya bagi Kurir itu masuk kemansion Melviano.


"mohon kerja sama nya bang! saya akan sering pesan tapi lain kali sama pak Nino aja ya bang! soalnya kadang saya tidak di sini". tutur Shindy sambil menandatangani paket pesanannya.


"baik nona terimakasih banyak".


"iya bang dan ini buat tips mohon jaga rahasia ya?". Shindy memberikan lembaran uang ratusan ribu pada Kurir


Shindy dapat uang dari brankas sebab Dylan tidak mengizinkan Shindy keluar mansion jadi Dylan lah yang menawarkan memesan barang Online tanpa harus keluar rumah.


"te terimakasih nona".


.


.


"kamu pesan apa sih sayang? ". tanya Mely penasaran


"mommy kemana granma? ". tanya Shindy mengalihkan pembicaraan


"Mommy mu pergi keluar sama daddy mu jalan-jalan biar kayak pasangan muda gitu". jawab Mely makin penasaran isi kotak paketan Shindy


"apa sayang? ". tanya Mely serius.


"hmm.. i. itu granma hmm.. itu cu cuma baju Sexy". cengir Shindy menggaruk-garuk keningnya yang tidak gatal.

__ADS_1


Mely mengerutkan keningnya lalu menarik lengan Shindy hingga masuk ke kamar Dylan, Mely mengunci kamar Dylan dan membuka paketan Shindy jiwa kepo nya meronta-ronta sementara Shindy sudah berusaha melindungi paketannya supaya tidak di lihat Mely.


"granma Shindy mohon jangan di buka ya? Granma". rengek Shindy


Mely makin semangat membuka paketan Shindy hingga terlihatlah semua lingerie pesanan Shindy berbagai macam warna.


Mely terbahak seketika, ia begitu geli melihat pakaian itu tapi cukup membuatnya senang karna Shindy berusaha memberi keluarga melviano keturunan.


"Granma". Shindy berusaha menyembunyikan baju sexy itu dibalik selimut.


"granma ngapain pake lihat sih kan Shindy jadi malu". Shindy menyembunyikan wajahnya yang merah seperti kepiting rebus


Mely memeluk Shindy tapi tubuhnya masih bergetar karna tertawa.


"granma jangan menertawai Shindy dong". rajuk Shindy tapi mukanya masih merah.


"baiklah Granma keluar ya? granma keluar ahahaha... sakit perut granma sayang". Mely memegang perutnya yang sakit sambil melangkah keluar dari kamar Dylan.


Shindy terkulai lemas di lantai.


"iiih... kenapa granma pake lihat sih baju yang aku beli sih? kan aku jadi malu ".


Shindy mengipas-ngipasi wajahnya yang terasa panas antara malu dan lucu karna dirinya harus ketahuan membeli baju seperti ini hanya untuk menggoda suaminya yang sulit untuk tergoda.


"gimana ngga nekat coba? setiap di goda


mas udah tergoda belum? dia jawabnya dengan enteng BELUM kan aku jadi jengkel". Shindy menceloteh sendiri memperagakan cara bicara dirinya juga Dylan.


Shindy menyusun 5 Lingerie transparan berbagai warna itu lalu memasukkannya ke dalam lemari pakaiannya.


Shindy menonton lagi film dewasa yang ia dapatkan dari teman-teman mesumnya.


seperti biasa bulu kuduk Shindy berdiri seketika mendengar desah*n dan geraman pasangan di dalam Vidio itu tapi tiba-tiba rasa penasarannya muncul ingin tau bagaimana rasanya berbuat seperti itu.


"iya.. aku harus bisa memancing Mas Dylan supaya tergoda lagian menggoda suami sendiri tidak berdosa kan? malah berpahala". Shindy mengangguk-ngangguk memikirkan rencana untuk menggoda suaminya.


.


.


malam harinya Dylan begitu lelah ia mencari istrinya.


"Ndy? buatin aku minuman ajaib mu tubuh aku terasa pegal nanti malam mau begadang lagi".


"Ndy? "


"kemana gadis mesum itu? ". gumam Dylan keheranan.


Dylan duduk di ranjangnya sambil memijit pelipisnya juga bahunya yang terasa pegal, 3 hari tidak bekerja di perusahaan beginilah jadinya


Dylan menautkan alisnya mendengar pintu kamar mandi terbuka mata Dylan melihat dari bawah sampai ke atas.


DeG!


jantung Dylan berdegup kencang melihat Ligerie transparan yang di kenakan oleh Shindy.


"mas pesan apa? minuman ajaib aku ya? aku udah siapin bentar ya mas! ". Shindy mengambil jubah mandi nya, tidak mungkin Shindy memakai pakaian seperti itu keluar dari kamarnya.


Dylan memegang dadanya yang bergemuruh, pelipisnya mulai basah karna keringat.

__ADS_1


"kenapa gadis mesum itu tidak lelah menggodaku? sekarang bagaimana caranya aku menahan diri kalau sudah melihat semua bentuk tubuhnya? ". gerutu Dylan memejamkan mata nya


Dylan menggeleng-geleng kepalanya mengingat tubuh Shindy yang terpampang jelas di matanya apalagi muka merah Shindy terlihat menggemaskan baginya.


Shindy kembali ke kamar membawa 1 minuman ajaib nya untuk mengembalikan stamina tubuh suaminya.


"ini minumannya mas! ". Shindy meletakkannya di meja sofa lalu melepaskan jubah mandinya diletakkan asal kembali membawa minuman itu mendekati Dylan dengan Lingeria transparan melekat di tubuh indahnya.


"ini mas! ". Shindy memberikan segelas minuman ajaibnya pada Dylan.


Dylan meneguknya hingga tandas sambil menatap wajah Shindy yang merona, bisa Dylan tebak Shindy tengah malu karna memperlihatkan tubuh moleknya pada Dylan.


"ini".


Dylan memberikan gelas kosongnya pada Shindy


"kenapa tidak pakai baju aja sekalian? ". tanya Dylan mengalihkan pandangannya.


Shindy tersenyum sambil menutupi wajahnya yang makin merah.


"aku malu kalau telan*ng mas "


"tapi sekarang sama saja kamu juga bertel*nj*ng didepanku".


Shindy melihat tubuhnya sendiri dengan berlagak polos


"aku berpakaian mas".


Dylan mengumpat pelan hal itu di dengar oleh Shindy yang mendapat lampu hijau.


"udah tergoda belum mas? ". tanya Shindy dengan ambigu nya.


Dylan beralih menatap Shindy, mata mereka beradu pandang cukup lama saling bertatapan Shindy menebarkan senyum manisnya hingga jantung Dylan ingin lepas dari tempatnya.


"mukanya merah tapi sedang tersenyum begitu indah sekarang matanya memancarkan kebahagiaan apa dia bahagia bersamaku ? " .


batin Dylan tak berkedip


"mas? aku menonton anu-anu pengen ngerasain juga katanya sangat enak aku masih ting-ting mas lagian mas juga harus nafkahi aku secara batin kan? mas juga berhak atas tubuhku".


Dylan memejamkan matanya menahan diri untuk tidak tergoda kata-kata mesum istrinya itu.


"dasar gadis mesum". umpat Dylan


"aku mesum kan cuma sama suami aku mas! coba deh mas atau itu mas kecil ya? ngga apa kok mas aku terima apa adanya ". kata ambigu Shindy entah dapat keberanian dari mana ia bisa begitu mesum pada Dylan.


Dylan menjatuhkan rahangnya mendengar perkataan Shindy yang secara tidak langsung melecehkannya.


.


.


.


Cek.. cek.. cek.. Ahahaha nungguin ya? sabar ya say... Othor belum juga libur bekerja jadi hanya bisa 4 Bab itu pun udah ngap-ngapan buatnya.. wkwk..


Othor Update 4 bab setiap hari karna Othor senang aja ama Novel ini apalagi Gemes buat kisah cinta Pria Arogan Mas Dylan dan simesum tersembunyi mbak Shindy.


.

__ADS_1


.


__ADS_2