Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Resepsi (part.2)


__ADS_3

Nova mengambil cincin pernikahan untuk Candra lalu memasangkannya di jari manis Candra.


Nova mencium tangan imamnya, sedangkan Candra mengecup kening, puncak hidung dan pipi Nova hingga semua orang menjerit gemas.


muka Nova sudah merah padam, dan mereka sekali lagi harus duduk mendengar petuah pak penghulu lalu sesi tanda tangan buku nikah pun dilakukan,


setelah acara Nova dan Candra selesai, Pasha juga meminta Dylan untuk Ijab kabul sekali lagi, Pasha ingin melihat Dylan dan Shindy Ijab kabul di depan keluarganya bukan karna jebakan seperti sebelumnya.


Ijab kabul ulang Dylan dan Shindy di adakan sekali lagi tapi tidak lagi saling bertukar cincin atau menandatangi buku nikah karna mereka telah memilikinya.


Panji, Ramzi dan Mars mendekat ke tuannya dan mengucapkan doa kebahagiaan yang tulus untuk Pasha yang telah bermenantu yaitu Shindy dan Candra.


Riska (istri Panji) , Rere (istri Mars), Popy (istri bastian) bercengkraman dengan Kaira.


kehadiran mantan Artis papan atas Kasmara dewi dengan Ali menyorot perhatian publik.


Dewi sudah lama hengkang dari dunia hiburan setelah menikah dengan Ali yang berwajah triplek tapi sangat tampan bagi kalangan wanita yang suka tipe cowok seperti Ali.


"yang... aku mau makan makanan ala paris itu". manja dewi


"bukannya kita ucapin selamat dulu buat tuan dan nona? " tanya Ali kebingungan


"nanti aja sayang..! lihat situ? (Ali melihat ke arah mimbar pengantin yang terlihat sangat ramai dengan sesi foto berkali-kali) ramai kan? jadi nanti aja ya? kita makan dulu". bujuk Dewi


Ali menghela nafas panjang dan mengangguk sebagai jawaban.


Kanaya hadir ke acara pesta dengan kakaknya (bagus), Kanaya yang memakai baju tertutup dan sangat sopan membuat semua mata melihat ke arahnya, mereka berbisik-bisik penasaran.


Kinan berbinar melihat Bagus yang tengah memegang tangan Kanaya adik kecilnya tinggal di pesantren selama ini, tapi ia tak berani mendekat saat Bagus bersama Kanaya nanti Bagus bisa marah dan makin cuek padanya.


Kanaya di sambut oleh Kaira, Regita (anak Rani dan Reza) mendekati Kanaya lalu mereka saling berpelukan


"maaf ya Mom..! Naya masih pakai baju pesantren". cengir Kanaya.


"nggak apa sayang! pasti susah izin dari pesantren ya? mommy senang kamu mau datang ke acara ini ditengah kesibukanmu" Kaira begitu mengerti pada sosok Kanaya yang sangat kuat agama.


Bagus mengusap kepala Kanaya yang terbalut jilbab dalamnya, Kanaya juga menyalami semua kerabatnya yang jarang bertemu ditemani Regita.


semua keluarga jauh Kaira datang diacara bahagia ini.


"beruntung sekali kamu La.. ". ujar Kaira tiba-tiba


"beruntung kenapa? " tanya Ella kebingungan


"kamu memiliki putri yang sangat sholeha". jawab Kaira menunjuk Kanaya


"kamu iri dengan apa yang aku punya Ra? " kekeh Ella


Kaira mengangguk.


"isssh. gemesin banget sih..! aku malah iri denganmu yang sangat beruntung memiliki 4 anak jenius dengan IQ yang sangat tinggi diluar nalar dengan kehebatan yang sangat menakjubkan..! anakku hanya manusia normal Ra.. "gemas Ella


"iya.. itu yang aku mau". rengut Kaira

__ADS_1


Ella menggeleng-geleng kepalanya melihat Kaira yang ingin sekali memiliki anak yang normal sementara anak-anak Kaira tidak ada yang normal.


Poppy mendekat ke Kaira dan memeluk Kaira dari belakang.


"Poppy ini" tebak Kaira yang tau dari parfum Poppy


"kok bisa tau? " tanya Poppy penasaran.


"bau kamu itu khas Poppy!" kekeh Kaira


"mana suamimu Poppy? " tanya Ella


"disana sama suami Kaira dan suamimu La..! ". jawab Poppy


Kaira dan yang lainnya saling bergosip,


.


Shindy di atas panggung di peluk posesif oleh Dylan.


"kamu baik-baik aja sayang? " tanya Dylan khawatir.


"baik mas! cuma kaki aku kayak biasa begini kalau pakai Heels.. ". keluh Shindy


Dylan segera berjongkok dan melihat kaki Shindy lalu menambah handiplast yang terpasang di kaki Shindy sampai benar-benar makin tebal.


Shindy tertawa cekikikan.


"apotik handiplast berjalan yang sangat tampan". sapa Shindy dengan tawa lebarnya.


Dylan langsung berdiri lalu mencubit pipi Shindy mengecup kening Shindy berkali-kali sedangkan siempunya masih saja mengejek sang suaminya yang seorang apotik berjalan nan sangat tampan selalu bawa handiplast kemana-mana.


Shindy tersenyum cerah melihat Alexa yang ragu-ragu hendak menaiki mimbar pengantinnya.


"Alexa? " sapa Shindy


Alexa cengir kuda lalu berjalan menaiki tangga mendekati Shindy.


"se selamat nona!" ucap Alexa gugup didepan Shindy sebab dirinya tidak punya kado istimewa selain 2 rajutan kecil yang sangat menggemaskan untuk bayi pria dan bayi laki-laki.


Shindy bukannya tidak senang malah tersenyum bahagia melihat hadiah pernikahan yang dibuat Alexa berupa hasil karya tangan.


"maaf nona..! saya tidak punya hadiah apapun selain ini". cengir Alexa,


Dylan diam memperhatikan raut wajah gemas Shindy melihat hadiah Alexa, apalagi ukiran indah di baju rajut itu tertera Melviano ,,


"tidak. Alexa.. aku suka sekali..! terimakasih ya". Shindy memeluk Alexa yang malu-malu karna Shindy suka hadiahnya.


"aku kira nona tidak suka" gumam Alexa


"bagi aku hadiah yang paling berharga itu bukan emas, berlian, atau bahkan banyak hadiah megah lainnya, malah yang aku suka hadiah berupa doa yang tulus dan hadiah yang tidak ada di jual di negara ini". cengir Shindy dengan tulus.


.

__ADS_1


.


Candra dan Nova di mimbar pengantin sebelah,


"kenapa beby? lelah? " tanya Candra khawatir


"iya". jawab Nova sedikit menunduk memegang betisnya.


Candra langsung menggendong Nova yang terpekik kaget,


"duduk...! biar aku yang urus tamu undangan ya? ". ujar Candra


"tapi tamunya masih banyak kak..! mana boleh aku duduk". bantah Nova hendak berdiri tapi Candra menahan bahu Nova


"jangan melawan suami.. dosa".


Nova terdiam seketika hingga tak berani lagi mencoba untuk berdiri,


"kenapa nona Nova tuan? " tanya Tio menggoda


"kau mengejek istriku! dia sangat kelelahan karna tamu undangan ini tidak ada habisnya" cerocos Candra.


Tio hanya menggeleng kepala.


"beby.. kenalkan dia temanku Tio! tidak usah berdiri beby biarkan saja dia yang mendekat".


Nova tersenyum ramah menyapa Tio. Tio mendekati Nova yang sangat cantik lalu mengucapkan doa tulus.


"anda tau nona! sahabat saya yang satu ini sangat tergila-gila pada anda". bisik Tio membuat Nova tertawa cekikikan.


"apa kamu dekat-dekat dengan istriku? sana jauh". Candra menarik lengan Tio


"posesif banget amat sih.. ".umpat Tio


"biarin emang kayak kamu duda tak laku" ejek Candra


Tio memutar bola matanya dengan jengah, Nova tertawa cekikikan.


Tio memutar kepalanya dan tak sengaja melihat Alexa yang juga memberi ucapan selamat pada Nova yang juga pernah datang ke rumahnya bersama Shindy.


"waah... cantik sekali rajutnya". Nova memakai rajut itu langsung padahal dia memakai gaun pernikahan.


"ini inisial C❤N artinya apa? " tanya Candra penasaran melihat rajut tebal yang dipakai Nova


"Tuan Candra ❤ Nona Nova". jawab Alexa


betapa senangnya pasangan pengantin itu, mengabaikan Tio yang sedari tadi menatap Alexa tanpa berkedip.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2