
hari yang di tunggu-tunggu keluarga Melviano pun tiba, semuanya berkumpul hingga pesta pernikahan begitu ramai dengan kehadiran sanak saudara Kaira dan Pasha dari jauh.
"waah.. ngga nyangka ya.. kamu lagi hamil sayang? apa ngidammu seperti mertuamu? " kekeh Ella
"seperti mertua? " beo Shindy menoleh ke Kaira
Kaira menarik nafas berat. "aku jadi mengerti kekacauan yang aku buat dulu saat mengandung anak-anakku La.. sekarang dibalaskan oleh menantuku sendiri..! dia juga ngidamnya cukup ekstrim, manjat kelapa ? naik kuda liar yang bunting juga! besok entah apa lagi keinginannya ". curhat Kaira dengan lemas
Shindy terkejut mendengar curhatan Kaira.
"mommy dulu pas mengandung Mas Dylan,Nova, Keyzo dan Kaisha juga sama? ngidamnya aneh? " tanya Shindy penasaran.
"iya Shindy.. kamu tau saat dia ngidam Dylan dan Nova dia ngidam manjat tebing di negara E, naik singa yang lagi hamil juga dan mainin ular kobra, apalagi bunuh rusa dengan kedua tangannya saja". oceh Ella
Shindy menganga lebar mendengarnya.
"kamu masih ingat aja itu La..? hilangkan saja kenapa sih? " . rajuk Kaira menutupi wajahnya yang malu
"apa nya yang harus di lupakan? ngidammu itu Ekstrim sekali ra..! maka nya teringat terus karna emang ngga wajar" ledek Ella
"pada bicarakan apa sih? " Rani tiba-tiba menyambar.
"hai. ..Rani..? " sapa Kaira dan Ella bersamaan, mereka saling berpelukan melepas rindu mereka.
"biasa cerita ngidamnya Kaira". jawab Ella
Shindy juga bangkit dengan gaun kebesarannya mencoba menyalami Rani dan Rani memeluknya dengan gemas
"apa Shindy juga hamil dan ngidamnya begituan? " tanya Rani antusias.
Shindy menjadi pendengar yang baik saat Ella dan Rani menceritakan bagaimana ekstrimnya Kaira dulu mengandung anak dari pria yang sama, sesekali Shindy tertawa cekikikan dan yang lainnya malah makin kebingungan Shindy terbahak seolah punya maksud tersembunyi.
tak berapa lama Mely datang bersama Arabela, Lyli.
"Lylii?? " pekik Shindy dengan berbinar
"Nona" sapa Lyli dengan sopan dan menyapa yang lainnya.
semua yang melihat gelagat Shindy menahan tawa, karna Shindy bertingkah seolah Lyli saudara jauh Shindy yang datang ke acara nya.
"kenapa lama sekali Ly,? " tanya Shindy memberengut
Lyli tersenyum. "saya harus mengatasi wanita yang kehilangan kewarasannya karna kata-kata ekstrim nona! dan butuh waktu pergi ke negara itu".
__ADS_1
Shindy mengangguk jadinya lalu memeluk Lyli dengan erat seolah tak ingin Lyli menjauh darinya lagi.
Kaira mengusap kepala Shindy dengan sayang,
"sayang? "
suara itu menghentikan gelak tawa semuanya,
"Dylan? " Ella merentangkan tangannya.
Dylan pun memeluk Ella, Rani, Arabela sedangkan Shindy masih berpegangan tangan dengan Lyli.
"nona? lepaskan saya? " bisik Lyli
"nanti kamu kabur lagi ". tolak Shindy
Lyli menjatuhkan rahangnya "saya hanya di luar nona! tidak akan jauh dari nona" jelas Lyli dengan sopan
Dylan tiba di hadapan Shindy yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pesta nya.
"kalau begitu kami ke tempat Nova ya? " pamit semua orang kompak.
di ruang sebelah adalah ruangan make up Nova dimana ada Kaisha dan anak Ella dan anak Rani disana menemani sang kakak juga (Onty) yang akan mengadakan ijab kabul hari ini juga.
Shindy tak mau melepaskan Lyli.
dengan berat hati Shindy melepaskan tangan Lyli yang langsung pamit undur diri meninggalkan Dylan dan Shindy berdua di ruangan itu.
"kenapa sayang? kok murung? " tanya Dylan memegang bahu Shindy
"aku ngga mau Lyli pergi lagi mas" jawab Shindy
"iya.. lain kali aku akan bilang sama Lyli untuk izin padamu kalau dia mau kemana aja". bujuk Dylan hingga senyum Shindy sedikit melengkung lalu segera dirinya memeluk Dylan yang sangat tampan saat ini.
"kita keluar! sebentar lagi acara ijab kabul Nova dan Candra akan di lakukan". ajak Dylan dibalas anggukan kecil oleh Shindy
.
.
Shindy dan Dylan keluar dari ruangan dan berjalan menuju acara pesta digelar di aula besar yang ada di hotel MattGroup,
perlakuan Dylan yang sangat hati-hati terhadap gerakan kaki Shindy terlihat jelas oleh para tamu undangan, disudut ruangan Alexa bersorak senang melihat Shindy yang sedang berjalan ke mimbar ijab kabul Candra dan Nova.
__ADS_1
Shindy sudah menunjukkan identitas aslinya pada Alexa, awalnya terkejut dan syok tapi lama kelamaan Alexa luluh juga dengan kata-kata Shindy yang sangat baik hati menurutnya.
"pantas saja Nona Shindy menyamar..! mungkin karna dia sangat terkenal tidak mau di kenal orang lain hingga dia rela memakai topeng aneh itu!...dia sangat dermawan..! terimakasih Nona ...semoga anda selalu bahagia". ucap tulus Alexa
Alexa melambai-lambai hingga Shindy tertawa cekikikan melihat Alexa yang terlihat jelas olehnya, entah kenapa mata Shindy bisa begitu Jeli.
Alexa terkejut saat Shindy menatapnya dengan cepat Alexa menoleh kiri, kanan dan belakangnya.
"dia melihatku? ahaha...Nona terbaiikkk". ucap Alexa dengan heboh.
Dylan tersenyum tipis melihat kebahagiaan Shindy
"kamu senang sekali saat sepupu jahatmu itu datang" bisik Dylan
"dia udah ngga jahat lagi mas! aku senang dia datang padahal dia lagi hamil". jawab Shindy dengan riang.
"ck.. kamu terlalu baik memaafkan nya". decak Dylan
"Tuhan aja maha pemaaf kenapa kita manusia tidak? "
kata-kata Shindy membuat Dylan gemas hingga mencubit hidung Shindy yang terpekik pelan.
acara Ijab kabul di mulai semua tamu undangan di buat takjub dengan kecantikan 2 pengantin Melviano itu, saudara kembar yang mengadakan pesta pernikahan di hari yang sama.
Shindy duduk di samping Dylan yang tengah sibuk merapikan gaun Shindy yang berkibar kesana-kemari.
Candra terlihat gugup melihat Nova yang dibantu Kaira dan Kaisha berjalan mendekatinya hingga duduk disampingnya.
Candra juga merapikan gaun Nova lalu mengusap pipi Nova hingga para penonton wanita gemas dengan kemesraan 2 pengantin Melviano itu.
"Acara bisa di mulai". seru Matt.
Pasha langsung duduk di depan Candra mengulurkan tangannya langsung dibalas oleh Candra, dibantu oleh pak penghulu Ijab kabul lancar tanpa ada kata yang terselip, Candra tidak mengulangnya ucapannya begitu lancar begitu mantap hingga semua orang mengucapkan syukur dan memanjatkan doa.
"silahkan tukar cincin". kata pak penghulu.
Candra bangkit lalu membantu istrinya begitu manis hingga Kaira, Mely, Arabela, Kaisha terkekeh.
Nova nyengir kuda saja menatap imamnya yang baru aja sah menjadi suaminya, Candra tersenyum lebar begitu bahagia, di hadapannya adalah gadis pujaannya yang telah sah menjadi istrinya, Abibama tersenyum bangga anaknya bisa memiliki istri hebat seperti Nova,dibalik sifat polos dan manja Nova ada sisi menyeramkan saat memegang keyboard komputer.
Candra memakaikan cincin berlian kecil ke tangan Nova dan mengecupnya penuh cinta hingga Shindy bersiul senang dan yang lainnya tertawa heboh hanya Nova yang malu dengan perlakuan pria yang telah sah menjadi suaminya itu. Dylan menganga melihat Shindy yang sangat heboh.
.
__ADS_1
.
.