
Othor yang baik hati nambah nih couple favorit kita Akang Candra dan Teteh Nova.. karna cerita mereka boleh di panjangin deh.
kenapa ada kisah Nova? karna judulnya sikembar penguasa jadi tetap sesuai sama judul ada kisah Dylan dan ada Kisah Nova mungkin ada juga kisah sikembar kedua Keyzo dan Kaisha tapi di judul yang sama, tergantung Mood Othor ya... hehe..
Cuzzz... Happy Reading...!!
.
.
"kenapa kak Nova mau menerima bang Candra? " tanya Kaisha antusias.
"ngga tau! " jawab Nova jujur
"jawaban macam apa itu kak? jawab pertanyaan Kaisha dengan jujur dong..! beritau alasan yang masuk akal jawaban nggak tau cuma orang ngeles aja.. " cerocos Kaisha
Nova memutar bola matanya dengan malas,
"bawel banget sih" gumam Nova
"makanya kasih tau dong! masa sama adik sendiri ngga jujur sih" balas Kaisha dengan kepo.
Nova menarik nafas panjang.
"kakak tertarik padanya saat dia menjaga tangan kakak dengan baik, sama seperti cara daddy dan kak Dylan menjaga tangan kakak ini, terus kakak mengintrogasinya dengan berturut-turut"
"lalu? " tanya Kaisha malah berdebar.
"dia menjawabnya dengan mudah tanpa berpikir, kakak rasa dia menjawabnya seperti tidak dibuat-buat dan kakak suka aja jawabannya jadi ngga ada salahnya menerimanya.. "
"woow.. bang Candra jawab apa? kak Nov tanya apa kok bisa dia jawabnya dengan mudah? setau Kaisha kak Nov orang yang sangat berbelit-belit kalau bertanya " cecar Kaisha makin berdebar penasaran.
"ckk... " Nova berdecak sebal.
"kak Nov.. " rengek Kaisha
Nova terpaksa menceritakan semuanya tapi ciuman di pipinya tentu tidak di beritau olehnya.
Kaisha berbinar menatap kakaknya yang sangat beruntung.
"issh..kenapa kak Nova sia-sia in bang Candra selama ini? dari cerita kak Nov aja Kaisha bisa nilai bang Candra pria yang baik..! setidaknya kak Nov ada pria yang bisa menjaga kak Nov seperti daddy dan kak Dylan menjaga kak Nov selama ini. "
Nova terdiam memikirkan kata-kata Kaisha yang sangat benar adanya.
"tapi sebelumnya dia suka sekali menggoda kakak dengan kata-kata manisnya! mana kakak percaya mulut buaya" bela Nova
"ckk.. jadi bagaimana cara pria menggoda perempuan kak? zaman sekarang laki-laki menggunakan cara kotor seperti dengan cara menjebak? memaksa? dipaksa? dikurung? ada yang berani membunuh orang yang di cintai si perempuan!"
Nova bergidik mendengarnya.
"kamu tau dari mana cerita serem begitu? "
"Real kak.. No Fantasi.. Real.. kisah itu emang nyata ! maka nya kak Nov baca berita! nonton Drama juga yang nantinya banyak kita ambil hikmahnya!"
Nova terkekeh mendengar omelan adiknya yang sangat dewasa bahkan melebihinya yang masih buta dengan berita kekinian kalau masalahnya tidak penting.
"intinya bang Candra normal aja cara mendapatkan hati kak Nov, nggak berlebihan tapi bucin manis" senyum lebar Kaisha
"udah.. jangan ngoceh muluk..! sana keluar! kakak mau mandi terus tidur". usir Nova
__ADS_1
Kaisha terpaksa keluar kamar Nova dengan bibir mengerucut.
.
.
ke esokan harinya di sore hari Candra menunggu Papanya di bandara SH satu jam sebelumnya saking tidak sabarnya membawa sang papa bertemu keluarga Nova
"Papa. ?" Candra menemukan pria paruh baya yang terlihat masih gagah membawa koper kecil dan kaca mata yang bertengger manis di hidungnya.
"hmm? " Sahut Abibama tertawa melihat wajah kusut anaknya.
"kenapa lama sekali pa? " tanya Candra dengan kesal
"salahkan pesawatnya! papa cuma penumpang" acuh Abi dengan senyum tertahan.
Candra mendengus kasar, matanya melebar melihat rekan kerja papanya ada di bandara ini juga.
"bahaya ini! yang ada makin lama waktu kami terkuras" batin Candra
"ayo pa... cepat.. " Candra dengan cepat menarik lengan Abibama hingga papanya itu kebingungan dengan ketidak sabaran Candra.
sesampainya dimobil Candra, Abi melihat teman kerjanya. "kamu membawa papa kabur karna pak Gito? "
"iya pa..! papa udah telat dan aku ngga mau menunggu lama" ketus Candra seperti masih merajuk dengan kelambatan Abi tiba di bandara.
Abibama menggeleng kepalanya tapi tak bisa dipungkiri putranya itu sudah tak sabar memiliki pujaan hatinya.
.
.
Abi dan Candra disambut baik oleh Keluarga Nova, Nova menyalami Abi begitu juga Candra menyalami semua keluarga Nova.
pletak...!
"adawwhhh.. " Candra mengusap-ngusap keningnya saat sentilan maut Dylan mendarat di keningnya, hingga Shindy menepuk jidatnya di rangkulan Dylan.
Abibama terkejut melihatnya, baik Nova maupun Dylan sama-sama suka menyentil keningnya.
"maaf Om! saya tidak suka caranya menatap adik saya sebelum mereka sah di depan hukum dan agama" jelas Dylan dengan enteng juga menyalami Abi yang tersenyum saja membalasnya.
Nova terkekeh melihatnya.
"mereka berdua juga anak mu Pasha? yang kamu sembunyikan selama ini? " tanya Abi
"iya.. mereka berdua anak-anakku" Pasha mengenalkan Keyzo dan Kaisha yang juga menyalami Abi.
Abi begitu takjub dengan ke empat anak Pasha dan Kaira yang sangat santun menyalaminya padahal kedudukan ke empat anak itu sangatlah berkuasa melebihi dirinya apalagi Dylan, tapi mau menyalaminya..
Abi di bawa masuk ke dalam mansion, para pelayan menyiapkan makanan ringan dan minuman untuk tuan dan tamu tuan mereka.
"saya merasa terhormat jika memang menjadi bagian dari keluarga ini Tuan, Nyonya " ucap Abi sopan ke Matt dan Mely
Kaira disamping Pasha sedang tersenyum senang dan Pasha mempertahankan wajah santainya bukan dingin seperti biasa.
"saya yang merasa beruntung mendapatkan menantu seperti anak anda Tuan! putri kami masih banyak kekurangan tapi dia yang banyak kelebihan malah menawarkan diri untuk menjadi bagian dari anak kami" Kaira berkata
"jangan terlalu formal Nyonya! saya jadi bingung mulai pembicaraannya" ujar Abi terlihat gerogi
__ADS_1
Pasha dan Dylan tersenyum tipis melihat itu.
"keluarga ini tidak semenakutkan itu tuan" Shindy bersuara.
.
.
acara lamaran selesai dan sesuai permintaan Nova yang maunya acara pertunangannya dengan Candra di selenggarakan di acara yang sama dengan Shindy dan Dylan.
"menginaplah disini Abi..! kami akan menyiapkan makan malam untuk kita semua" pinta Matt
"menginaplah" seru Mely juga
"setuju" timpal Kaira
"bang Candra tidur sama Keyzo aja" ujar Keyzo tidak nyambung hingga semua orang menertawainya.
Nova melihat arah lain dan tak sengaja matanya melihat Candra yang tengah menatapnya, Nova menaikkan sebelah alisnya dan Candra menaik turunkan kedua alisnya lalu mengedipkan matanya dengan nakal ke Nova hingga gadis cantik itu membulatkan mata birunya spontan saja melihat situasi aman atau tidaknya, dan makin terkejut lagi dirinya melihat Kaisha menangkap basah acara tatap-tatapan cinta Nova dengan Candra.
Nova segera menundukkan wajahnya yang di senyumin oleh Kaisha tersirat sedang mengejek serta menggodanya.
Candra mengalihkan pandangannya sambil menahan senyumnya melihat kelakuan Nova yang malu-malu.
sementara keluarganya saling mengoceh akrab satu sama lain hingga Keyzo yang panas mendengarnya celotehan para pria mulai menjurus ke hal pekerjaan dan berbeda yang perempuan membahas cerita Fitting baju pengantin Shindy dan baju tunangan Nova di tempat yang sama nantinya.
.
.
di dapur
"kamu baik-baik aja sayang? " tanya Kaira mengusap wajah Shindy.
"baik mom" jawab Shindy dengan muka masamnya
"kenapa kok keliatan kusut hmm? ada masalah? " tanya Kaira
"Shindy pengen manjat mom! tapi nggak dikasih sama mas Dylan. ..hiks..hiks.. " keluh Shindy mulai menangis seperti anak kecil saja.
"hah? " cengo Kaira, Mely yang mendengarnya.
"MANJAT? " pekik keduanya dengan mata melotot tak percaya dibalas angggukan-anggukan kecil dari Shindy.
seketika ingatan Kaira saat mengandung Keyzo dan Kaisha juga hobi manjat sama seperti sebelumnya saat dia mengandung Dylan dan Nova..
"Astagah" Kaira memijit keningnya yang berdenyut nyeri
.
.
.
.
Puas tidak? sampai mas Dylan dan Mbak Shindy tidak ada, cuma nongol sikit doang... wkwkwk.. tapi udah 4 bab nih... besok lagi ya?
.
__ADS_1
.
.