Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
istana bak neraka


__ADS_3

Rilly tiba di dapur dan terkejut melihat Kaira dan Mely sedang memakai dapur.


"Nyonya". sapa Anna seramah mungkin.


Kaira dan Mely menoleh lalu kembali fokus mengabaikan Anna


"kenapa semua orang disini memiliki wajah yang mengerikan". batin Anna mencoba untuk menguatkan diri.


Anna berjalan ke samping Kaira demi membuatkan minuman baru untuk Shindy dan Kaira menarik nafas panjang.


"sedang apa kau disini? " tanya Mommy Kaira dengan wajah sangarnya.


"sa.. saya sedang membuatkan minuman untuk Nyonya muda, Nyonya". jawab Anna tergagap.


"sejak kapan Shindy minum susu putih? kau mau membunuh menantuku ya? ". bentak Mely


Anna terlonjak kaget sampai menjatuhkan segelas susu putih itu.


"awwh... panas...! " pekik Anna terjingkat-jingkat.


"kau..? kenapa kau mengotori dapurkuuu?? " marah Mommy Kaira.


mereka sengaja berakting menjadi penguasa yang kejam pada bawahannya, bahkan para pelayan pun di suruh untuk menjauhi Rilly palsu.


"..ma.. maaf Nyonya" ucap Anna dengan menahan rasa sakit di kakinya.


"aku mau buat sarapan untuk keluargaku pun tidak mood lagi... kau merusak dapurku... aku benci sesuatu yang kotor... ". marah Mommy kaira penuh penekanan.


"dan kau...!! Kau tau sendiri Shindy tidak bisa minum susu putih atau susu coklat... tapi kau membuatkannya? siapa kau sebenarnya? kenapa membuatkan hal yang tidak disukai Shindy hah? ". marah Mely juga.


Anna menundukkan wajahnya.


"dan juga kau harus tau kan kalau kami sudah berada di dapur kau harus menyingkir tidak boleh ikut campur... apa kau lihat ada pelayan disini?? ". mommy Kaira benar-benar bisa memainkan perannya sebagai Nyonya kejam.


"maafkan saya Nyonya". ucap Anna dengan menahan rasa sakit di kakinya.


"ayo mah.. kita pesan sarapan diluar aja..! Kaira udah tidak mood lagi masak". Kaira mengajak Mely keluar.


"iya sayang..! ". jawab Mely


"Kau.. ?" tunjuk Mely membuat Anna terlonjak lagi


"i.. iya Nyonya". jawab Anna


"bersihkan dapur ini... kalau sampai ada yang terluka.. habis kau.. ". sambung Mely dengan tatapan membunuhnya.


"ba baik Nyonya". jawab Anna lagi.


Kaira dan Mely keluar dari dapur meninggalkan Anna sendirian.


"Astagah...!! kenapa mereka sangat kejam? bagaimana bisa sekejam ini? berbeda sekali dengan di TV". gumam Anna


Anna meringis menahan sakitnya lalu berjongkok membersihkan lantai dan ada 3 pelayan berseragam mendekati Anna.

__ADS_1


"hei...? "


Anna mengangkat wajahnya dan terpekik saat salah satu dari mereka menginjak tangannya hingga terkena beling.


"sialan.. kalian.. apa yang kalian lakukan hah? ". teriak Anna dengan marah


"ck... dasar bodoh.. terima saja kemarahan tuan besar...! kenapa kau malah berani masuk saat Nyonya ada di dapur hah? apa yang kau cari? kami aja yang lebih lama bekerja dengan Keluarga Melviano tidak berani masuk..! dan kau baru beberapa bulan udah sombong..! memang kau selingkuhan tuan Muda hah?? "


"kenapa penampilannya seperti jal*ng?"


"astagah.. jika Tuan Keyzo melihatnya pasti juga akan marah.. "


3 pelayan itu mencaci maki Anna, Anna yang geram berdiri dan hendak menampar salah satu dari mereka tapi di tahan tangannya, yang lain menjambak rambut Anna dan satunya lagi menampar Anna


Anna memekik di tempat memohon pertolongan dan pelayan lainnya justru membantu 3 pelayan itu dan mencakar terus menyakiti Anna.


"sialan.. kalian...! ". maki Anna


plakkk


setelah puas menyakiti Anna mereka semua pergi dengan raut wajah puas..


"aaaakkkkhhhh......! " jerit Anna dengan frustasi


Anna membenahi rambutnya, lalu menatap tajam pintu keluar tadi.


"kenapa seperti ini? apa selama ini Rilly diperlakukan seperti ini? dasar sialan.. kalau begitu buat apa aku jadi Rilly? ". Anna terpaksa membereskan semuanya


setelah bersih dan kinclong Anna keluar dari dapur dengan tertatih-tatih.


"awwwh...! ". pekik Anna sekali ia harus terkena sial dan terbentur dinding


"jalan pakai mata dong... ". teriak Keyzo dengan marah padahal jalan disampingnya masih luas tapi Keyzo seperti sengaja menabrak Anna


"s. siapa kau? ". tanya Anna tidak mengenal Keyzo.


"aku?? kau mengejekku ya? awas kau... " Keyzo berlari meninggalkan Anna


"Mommy..? " Keyzo mencium kening Kaira yang tengah menatap Anna dengan tajam


"Keyzo.. sayang.. kamu mau kemana?? " tanya Mely mendekat juga.


"Keyzo keluar sebentar granma..! itu pengawal kakak ipar kenapa ceroboh sekali mom? pecat saja dia tidak berguna!! ". Keyzo melirik Anna yang tampak terkejut Keyzo berani berbicara seperti itu pada Kaira.


"apa katanya? mommy? dia memanggil mommy? ". batin Anna


"hanya kakak iparmu yang bisa memecatnya" jawab Kaira


"tapi kamu tidak apa-apa kan sayang? " tanya Kaira memperhatikan tubuh putranya.


"tidak apa mom" jawab Keyzo sambil tersenyum.


Keyzo meninggalkan mereka semua karna ada yang harus ia kerjakan diluar.

__ADS_1


"kau..? apa yang kau lakukan pada cucuku hah? " Mely mendatangi Anna yang pucat pasi.


"kau mau melukai anakku iya? " Kaira juga ikut mendatangi Anna.


"sialan.. jadi tadi adalah anaknya yang tidak diketahui publik itu? mana aku tau wajahnya" batin Anna dengan wajah yang makin memucat.


"ada apa ini?" tanya Pasha


"ini Hubby..! pengawal Shindy melukai anak kita Keyzo.. ". adu Kaira mendekat ke Pasha


"ya Tuhan... kenapa dia selalu mengacau hah? apa dia tidak punya otak setidaknya untuk berpikir! dasar tidak berguna.. biarkan saja Keyzo yang membalasnya sendiri sayang.. ayo kita ke kamar". ajak Pasha.


"tapi bukannya Hubby mau sarapan ya? " tanya Kaira


Mely mencengkram dagu Anna yang sedang meringis kesakitan.


"kau... membuat kacau semuanya...! pergi...!! " usir Mely mendorong Anna yang memiliki wajah Rilly.


Rilly kembali ke kamarnya dengan tertatih-tatih..


di kamarnya..


"aaaakkkkhhhhh.....! "


Anna menjerit sekencang-kencangnya hingga Dylan yang mendengarnya sontak saja menjauhi telinganya dari Heandseatnya


"Rillyyy..... kenapa kau beginii...? apa kau sengaja membuatku kesini hah? kau menderita begini ? apa gunanya bertahan di mansion semegah ini jika semua orang sangat kejam dan jahat...! "


Anna terus marah-marah melampiaskan rasa frustasinya lalu ia menghubungi Roy Martin sang suami


"ada apa..? " tanya Roy dari sebrang.


"aku tidak tahan disini...! mereka sangat kejam". ujar Anna sambil memegang pipinya yang terasa terbakar bekas tamparan pelayan melviano.


"bagaimana bisa? Rilly bilang mereka tidak jahat aku yakin dari cara dia yang berusaha memberontak saat kita kurung dan cara dia yang sangat membela tuannya ". suara Roy


"jadi kau fikir aku mengada-ngada? aku yang mengalaminya sendiri disini sialan.. kau tau apa hah? aku tidak mau lagi kesini... kita coba cara lain saja". geram Anna


"ya sudah... tapi bagaimana caramu bisa keluar? ". tanya Roy


"aku akan keluar seperti biasa dan kau bebaskan saja jal*ng itu... biar dia yang menderita disini.. ". kata Anna lagi menyeringai.


"baiklah.. tapi tunggulah selama 1 bulan penuh... minimal sampai dapat gajian..! minta uang tunai saja padanya". bujuk Roy martin.


"kau fikir aku bisa bertahan di sini hah? mereka semua iblis... ini bukan istana tapi neraka... ". marah Anna


percakapan mereka tentu didengar oleh Dylan yang belum tau posisi Rilly asli berada.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2