
hanya butuh waktu 3 minggu Perusahaan Megani benar-benar sudah hancur ke tanah-tanah,
Megani menjadi gila dan Nezani pun sama, Dylan mengirim mata-mata di antara Megani dan Nezani lalu membuat mereka meminum obat saraf dosis tinggi secara perlahan-lahan dan sekarang mereka berdua bukan lagi saingan Dylan.
tidak ada yang curiga masalah Megani dan Nezani karna orang-orang bilang mereka jadi gila karna perusahaan mereka bangkrut dan jatuh miskin saja tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.
"tuan? " sapa Bagus memberikan semua berkas-berkas perusahaan.
"apa ini? " tanya Dylan dengan malas
"bukankah anda bekerja disini tuan? tanda tangani saja kalau malas baca! saya sudah mengecek semuanya dengan baik". jelas Bagus dengan tegas
"sepertinya suasana hatimu sedang baik! kenapa? apa yang terjadi denganmu? " cecar Dylan curiga
"saya memiliki teman Tuan". jawab Bagus
"ck..! siapa temanmu? " cibir Dylan tidak percaya
Bagus sibuk bekerja mana mungkin punya teman begitulah fikir Dylan.
"ada tuan". jawab Bagus tidak peduli tuannya percaya atau tidak
"tugas anda tanda tangan saja" sambung Bagus lagi dengan berani
"oh... berani kau ya? " Dylan hendak berdiri
"saya harus menyelesaikan meetting di Perusahaan Sartika, seminar di hotel mattgroup, menemui Klien di restaurant... ". Bagus menjelaskan tugasnya sambil melihat jam tangannya.
Dylan mencebik pasrah dan kembali duduk menandatangi semua berkasnya,
"kau bahkan lebih sibuk dariku". kesal Dylan dengan tatapan tajamnya.
"saya akan dengan senang hati memberikan tugas saya pada anda tuan! jika anda bersedia kembali lagi bekerja saya tidak akan sesibuk ini! beruntung saya memikili Roza dan Nazar yang bisa diandalkan... kalau tidak saya mungkin sudah masuk rumah sakit jiwa tampan tuan".
Dylan mendengus. "percaya diri sekali RSJ Tampan itu menerimamu..! kualitas wajahmu tidak masuk". ketus Dylan tidak nyambung.
"RSJ Tampan tidak menampung Pria tampan Tuan.. tapi menampung orang tidak waras! kalau menampung Pria tampan itu perusahaan Agensi Entertaiment tuan"
"kau makin berani saja melawanku!" desis Dylan menatap tajam
"tidak berani Tuan.. ". jawab Bagus menunduk dengan wajah datarnya
"cepat ambil berkasmu". Dylan mendorong semua berkas-berkas yang sudah ditanda tanganinya
kalau sekedar tanda tangan semua cepat selesai tapi kalau dibaca ada aja masalahnya dimata Dylan, bahkan ada setitik pena pun di semua berkasnya ia tau saking telitinya Dylan membaca berkasnya.
"terimakasih tuan... saya permisi". Bagus membawa semua berkas-berkasnya saat membelakangi Dylan senyum tipisnya terbit akhirnya bisa mengalahkan omongan tuan mudanya.
.
.
__ADS_1
Shindy dan Rilly sedang berada di mol.
"ada yang mau kamu beli Ly? " tanya Shindy merangkul lengan Rilly.
"tidak ada Nona..! saya hanya menemani anda saja". jawab Rilly tersenyum tulus.
Shindy menghela nafas panjang,
"Nona? anda mau kemana? " tanya Rilly waspada
"aku mau main Rollarcoaster". tunjuk Shindy berbinar
"tidak bisa Nona! kandungan anda bisa dalam bahaya...! nanti calon babynya lompat-lompat lagi". jawab Rilly
makna lompat-lompat maksud Rilly itu Shindy akan minta memanjat, tidak tau manjat apa itu,, karna itu Rilly menyebut baby Shindy senang melompat-lompat
"Lyli...! " rengek Shindy
"tidak bisa Nona". tolak Rilly menarik tangan Shindy membawanya masuk ke Toko baju.
perhatian Shindy teralihkan. "waah... baju tidurnya baru-baru nih... keluaran terbaru". pekik Shindy dengan senang.
Rilly lega saat Shindy melupakan permainan Roaller coasternya.
"Lyli mau yang mana? " tanya Shindy
Shindy langsung menoleh ke luar saat mendengar teriakan orang-orang yang naik Roaller coaster, Rilly yang tau dengan cepat mengalihkan perhatian Shindy.
"bagaimana yang ini nona? " tunjuk Rilly yang tampak tertarik dengan baju tidur bahan katun tebal nan dingin dan pasti nyaman dipakai.
semua orang bersikap sopan pada Shindy, siapa yang tidak mengenal Shindy.
.
.
kini Shindy ke Toilet di temani oleh Rilly, terpaksa bumil satu itu membiarkan Rilly mengikutinya sampai ke dalam toilet.
Rilly sangat keras kepala tidak bisa dilawan kata-katanya oleh Shindy, dengan alasan Rilly menjaga Shindy jangan sampai terpeleset.
Rilly menahan senyum melihat bibir Shindy mengerucut saat buang air kecil di hadapannya.
"maaf nona..! tuan muda memerintahkan saya untuk mengikuti anda kelubang tikus sekali pun". batin Rilly dengan gemas tingkah nonanya
Shindy dan Rilly langsung saling bersitatap mendengar pembicaraan seseorang dari luar.
"aku sudah jadi cantik...! aku yakin bisa mendapatkan hati tuan muda melviano..! aku harus jadi nyonya Melviano... haha...! cantik... wajahku kembali seperti dulu lagi".
Aria... wanita yang sedang berkaca di westafel adalah Aria mantan istri Daniel yang berusaha mempercantik penampilannya sejak 3 minggu lamanya, sebelumnya Aria merasa tidak percaya diri melihat Shindy yang sangat cantik dengan balutan gaun peraknya malam itu hingga Aria benar-benar bertekat mempercantik dirinya.
"aku sangat cantik...! bokongku juga jauh lebih berisi... pinggulku juga membesar..! biaya operasiku benar-benar mahal tapi sesuai dengan hasilnya! sangat memuaskan".
__ADS_1
Aria memuji penampilannya sendiri
"Daniel...! aku sangat beruntung mengenalmu hingga aku bertemu dengan tuan muda..! dia sangat tampan menyelamatkanku..! setidaknya kau sedikit berguna bagi Aria... "
"hahaha... si Hani bodoh itu cuma jadi Cleaning Service disini tapi berlagak sombong pula tidak mau ikut menggoda tuan Melviano..! kita buktikan siapa yang lebih bahagia saat ini".
Aria terus mengoceh sampai ia puas, ia bersenandung membenahi rambutnya lalu keluar dari toilet.
beberapa pria hidung belang menatap takjub tubuh sexy Aria, Aria makin merasa diatas awan makin melenggak-lenggokkan tubuhnya saat berjalan.
Shindy dan Rilly keluar dari Toilet
"Aria? " desis Shindy mengepalkan tangannya.
tatapan Shindy berubah memerah, ia tidak tau apa yang merasukinya saat ini
"jika aku bertemu denganmu sekali lagi dan menangkap basah dirimu yang sedang menggoda suamiku ...! kau akan mati ditanganku". seringai Shindy
Rilly meneguk salivanya bersusah payah.
"Nona? kenapa Nona berubah menyeramkan? seperti Mafia berdarah dingin saja". batin Rilly sontak saja mata Rilly melihat ke perut Shindy yang sedikit membuncit karna ada 2 calon bayi disana.
"jadi calon baby melviano akan memiliki darah Mafia? benarkah? ". batin Rilly menebak.
"ikuti dia Ly...! ". perintah Shindy merangkul Rilly yang terkejut.
Rilly terpaksa mengangguk dan mengikuti kemauan Shindy melihat tatapan penuh perintah Shindy mana bisa Rilly menolaknya, sekarang tidak ada Shindy yang menggemaskan hanya ada Shindy yang menakutkan.
Shindy dan Rilly mengikuti Aria yang tengah berada di hadapan seorang CS perempuan.
"Hani? kau lihat saja penampilanmu saat ini! kau seperti pembantu.. hahaha". ejek Aria mengejek pekerjaan Hani.
"aku bahagia melakukannya Aria..! lagian aku sudah bebas dari Daniel dan hanya itu kebahagiaanku". ucap Hani dengan tenang sambil membersihkan lantai putih yang tidak terlalu kotor itu.
Rilly mengepalkan tangannya saat tau Hani dan Aria adalah mantan istri Daniel tapi tangannya kembali mengendur mendengar pembicaraan mereka lagi yang selalu menjadi samsak tinju Daniel.
Shindy terus saja menatap dan mendengarkan Aria, senyum tipis nan misterius terbit diwajah cantiknya sambil mengelus perutnya yang sudah sedikit membuncit.
"bantu mami sayang...! kita harus memberantas calon pelakor.. ". batin Shindy mengajak anaknya berkompromi
Shindy menyeringai saat merasa anaknya merespon ucapannya.
.
.
.
waah... Baby Melviano Calon Mafia berdarah dingin nih... Cuzz... lanjuutannya esok aja ya?? ....terimakasih dukungan para readers setia Nae ya... walaupun jaringan disini mampet tak mematahkan semangat Othor buat bab baru tiap malam terkadang sampai bosan gagal-gagal muluk postingannya... wadauuuuu tapi demi kalian Othor rela begadang... wkwkwk. love You All... 😘😘😘
.
__ADS_1
.
.