Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
pengawal utusan?


__ADS_3

.


.


di dalam mobil Dylan melirik Shindy yang tengah menekuk wajah cantiknya, Dylan terkekeh geli melihatnya.


"kalau balas aku bilang mas tidak usah buat aku begitu dong! masa iya aku di bangunin dengan cara di masukin dalam kolam renang". protes Shindy


"siapa suruh tidurnya seperti orang mati".


Dylan mengangkat bahunya seakan tidak peduli tapi bibirnya tersenyum.


"iih.. apaan sih mas? kamu nyebelin juga ternyata"


Dylan mengulum senyum manisnya ke arah lain bukan kearah Shindy.


"lagian semua yang aku lakukan tadi malam sia-sia kamu sama sekali tidak tergoda dengan rayuanku tidak jadi deh pahalaku ".


Dylan beralih ke Shindy.


"kalau istri menggoda suami berpahala kalau suami cara dapatin pahalanya gimana? ".


"kalau suami itu bahagiain istri aja mas udah banjir-banjir itu pahalanya". jawab Shindy


Dylan tersenyum lalu mengusap kepala Shindy, Shindy memegang tangan Dylan.


"kapanpun mas mau aku katakan saja mas! aku selalu siap untukmu". senyum tulus Shindy


Dylan tersenyum kikuk, ia masih belum terfikirkan menyentuh Shindy karna ia takut Shindy hamil sedangkan Dylan sekarang sedang mengundang musuh yang sudah pasti bisa saja membuat istrinya dalam bahaya.


"rayu aku seperti tadi malam jika aku tergoda detik itu juga aku akan melakukannya tanpa permisi". senyum tipis Dylan.


seketika pipi Shindy merona mendengarnya,


"a aku akan berusaha jika saat itu tiba mas jangan menahannya ya? "


Dylan tersenyum


"jika sudah tergoda apa aku bisa menahan nya? "


Shindy menggeleng polos kepalanya pertanda dirinya tidak tau sebab suaminya ini sangat ahli menyembunyikan pikirannya dengan raut wajah datarnya.


"mas kita ngapain ke mol? ". tanya Shindy


"aku ingin kamu belanja". Dylan menekan kepala Shindy


"berarti hutangku semua lunas mas? aku kan bukan pelayanmu lagi iyakan? ". senyum lebar Shindy


"hmm". jawab Dylan dibalas deheman sambil keluar dari mobilnya.


Shindy sampai berlari kecil mengikuti suaminya yang berjalan sangat cepat.


"jangan cepat-cepat mas". Shindy dengan berani memegang tangan Dylan


mereka saling berpegangan tangan masuk mol, para pengunjung mol saling berbisik melihat Dylan dan Shindy yang sudah diketahui menikah sekarang pasangan manis itu tengah jalan berdua.


.


Shindy bertemu dengan teman-teman kerjanya di mol ini.


"kenapa kamu tidak mengundang kami Shindy? kamu menikah dengan tuan Melviano pantas saja kamu keluar dari pekerjaan ini"


"aku dan mas Dylan menikah juga dadakan tidak ada perayaan istimewa". jawab Shindy


"woow.. Mas? kamu panggil tuan Dylan mas Shindy waaah. ? "


pekik teman Shindy

__ADS_1


"sssttt jangan berisik nanti dia dengar"


bisik Shindy


"apa tuan Dylan baik padamu ? apa keluarganya baik seperti di siarkan berita? ".


Shindy tersenyum lebar.


"mas Dylan sangat baik padaku malah terlalu baik aku selalu senang bersamanya, dan keluarganya sangat sayang padaku".


"apa kalian sudah enak-enakan? ".


Shindy memukul tangan teman mesumnya itu.


"aku mana sempat gitu-gituan sama mas Dylan kalian tau sendiri kan masalah ku? dan juga dia sangat sibuk bekerja "


jelas Shindy


"jadi hanya sebatas ciuman? ".


Shindy mengangguk patah-patah padahal ciuman bibir pun mereka belum pernah hanya kecupan manis di kening saja tapi jika Shindy bilang begitu ia akan di ejek habis-habisan oleh teman-temannya apalagi Shindy disebut gadis sejuta pesona bisa jatuh harga dirinya.


"mereka mana tau bagaimana sulitnya mendapatkan hati tuan Salju itu? dia memang baik tapi dia bukan penjahat kelamin". batin Shindy


"bisa kalian kirimkan aku vidio sek* ?". bisik Shindy


semua teman-teman Shindy terbelalak,


"aku ingin membuatnya tergila-gila padaku! ". elas Shindy meyakinkan


mereka saling pandang dan mengangguk-ngangguk, alhasil Shindy mendapatkan vidio pembelajaran untuk memuaskan suami diatas ranjang.


.


.


"jangan lupa undang kami saat resepsi! ". tutur teman Shindy dengan memelas.


kata Shindy melihat jam tangannya


teman-teman Shindy tertawa kecil mereka tau Dylan tipikal pria yang sangat menyayangkan waktu.


"mas? ". Shindy memeluk Dylan dari belakang hal itu membuat semua orang memekik iri dan takjub.


Dylan berwajah datar.


"selamat kamu". Dylan memperlihatkan jam tangannya.


"gitu aja perhitungan sekali sih". Shindy menempelkan sisi wajahnya di punggung Dylan


"sudah! aku mau ke toilet sebentar kamu bagaimana? ". tanya Dylan melerai pelukan mereka Dylan berbalik menghadap Shindy


"aku juga mau ke toilet". senyum lebar Shindy


"hmmm!! selain mesum kamu juga bisa manja kayak Kaisha aja". Dylan mengusap kepala Shindy yang mengingatkannya sosok Kaisha super manja dan suka memeluknya.


jalan menuju toilet Shindy berceloteh tentang pekerjaannya di tempat ini sementara Dylan hanya melirik dengan wajah datarnya tanpa berbicara, Shindy sudah tau suaminya itu tidak banyak bicara


jadi tidak tersinggung sama sekali selagi suaminya masih mendengarkannya walau dengan balasan menyebalkan dan sangat keramat yaitu (Hmmmm).


.


.


Shindy keluar dari toilet wanita dan terkejut melihat banyaknya para pengawal berjaga didepan toilet.


"nona Shindy silahkan ikut kami! ". perintah salah satu pengawal yang paling dekat dengan Shindy

__ADS_1


Shindy melangkah mundur.


"siapa kalian? aku tidak mengenal kalian"


"tuan besar mencari anda selama ini nona".


Shindy menggeleng kepalanya


"kalian salah orang".


Shindy hendak pergi tapi lengannya di pegang oleh pengawal yang lainnya.


Shindy meninju wajah pria itu.


"aku bilang kalian salah orang"


"nona jangan sampai kami berbuat kasar".


bentak pria yang lainnya


"aku bilang kalian salah orang! aku bukan orang yang kalian cari". bentak Shindy dengan marah


Shindy terus dipaksa hingga perkelahian tak terelakkan.


Shindy bisa menjatuhkan beberapa pengawal tapi tetap saja para pengawal itu sudah terlatih hingga bisa menangkap Shindy.


"Mas...? mas...? ". teriak Shindy


"tutup mulutnya".


mulut shindy di bekap tapi Shindy menggigitnya dengan keras lalu mendorong pria disamping kirinya dan menendang bagian bawah pria di sebelah kanannya setelah itu Shindy dengan cepat berlari ke arah toilet pria yang berada di sebrang lumayan jauh dari toilet wanita.


"mas..? mas Dylan? ".


pekik Shindy berlari sekuat tenaga


para pengawal berlari mengejar Shindy sementara para pengunjung malah terlihat ikut panik tapi tidak bisa menolong Shindy mereka hanya menjauh karna takut.


"cepat dapatkan dia bagaimanapun caranya". teriak salah satu dari pengawal


"baik ketua". balas yang lainnya berlari mengejar Shindy


"mas? ". Shindy menemukan suaminya lalu memeluk Dylan dengan erat.


"kenapa? ". tanya Dylan sedikit terkejut ia baru keluar dari toilet sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang basah baru saja di cuci.


"mas mereka.. mereka mau membawaku? ". Shindy langsung bersembunyi dibelakang tubuh suaminya.


Dylan menautkan alisnya lalu melihat ke arah samping, wajahnya yang datar makin dingin melihat segerombolan semut itu.


"tuan muda tolong beri kami izin untuk membawa nona Shindy".


Dylan menatap dingin ke arah pria yang berbicara.


"apa kau buta teknologi? sekalipun kau buta teknologi seharusnya kau tau kan berita terkini? wanita yang ingin kalian bawa adalah istriku berani sekali kalian mengambilnya dariku."


mereka saling pandang bagaimanapun mereka pengawal terlatih dan banyak pasti bisa menjatuhkan Dylan setidaknya hanya untuk membawa Shindy saja.


.


.


.


Next Cuy? Siapa hayoo Tuan besarnya?


Othor kasih bisikan ya? yaitu Tuan geger otak penjahat kelamin.. wkwkwkwk.. itu aja bocorannya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2