
keesokan harinya ...
Dylan dan Candra harus pergi ke acara pesta sementara istri mereka sedang hamil muda dan ragu untuk membawanya.
"kami ikut....!". seru Nova dan Shindy serentak dengan wajah datar.
Dylan dan Candra saling lempar pandang, Keyzo tiba-tiba datang dengan pakaian balapnya.
"numpang lewat pengantin baru dan pengantin lama" ucap Keyzo berlari ke arah Lift.
Candra menghela nafas, Dylan mendengus saja di sebut pengantin lama.
"kamu sedang hamil sayang! nanti baby kembarnya kenapa-napa lagi". bujuk Dylan beberapa saat kemudian.
"ngga mau...! aku harus ikut". tegas Shindy
"Beb... ". bujuk Candra dibalas gelengan oleh Nova
"baiklah...! ". pasrah Candra membuat Dylan melebarkan matanya ke arah Candra yang terlihat pasrah.
"itu Candra aja bolehin Nova ikut...! pokoknya aku harus ikut... titik". tegas Shindy.
.
.
malam harinya acara pesta pelantikan perusahaan baru bergabung telah ramai didatangi para pengunjung tamu undangan pesta.
Megan tidak bisa datang karna perusahaannya sedang tercemar dan sudah pasti tidak ada yang mau mengundangnya, Megan mempertahankan harga dirinya tidak akan meminta bantuan pada Dylan tapi Megan malah fokus mencari sosok KO yang telah membuat nya berada diambang kebangkrutan.
Nova dan Candra telah tiba duluan dengan warna baju yang sama, Nova sangat bersinar dengan gaun berwarna emas itu entah kenapa orang-orang yang melihatnya langsung hormat, menurut mereka Nova memiliki aura penguasa yang sama seperti Dylan.
"Tio...? " Candra melihat Tio yang sibuk menceloteh dengan Alexa.
Candra membawa istrinya ke Tio dan Alexa.
"Nona". sapa Alexa sopan ke Nova dibalas senyuman ramah oleh Nova.
Alexa tampak kecarian seseorang.
"kak Shindy dan kak Dylan akan datang bersama kak Lyli". jawab Nova yang tau isi kepala Alexa
Alexa tersenyum malu karna ketahuan oleh Nova tengah mencari Shindy.
"apa kalian sudah menikah? " goda Candra
Alexa hanya diam tanpa menjawab.
"cukup sulit mendapatkannya! aku harus setia selalu dengannya supaya dia tau aku tulus ingin menjadi bagian dari hidupnya". jawab Tio sesekali melirik Alexa
__ADS_1
Alexa menganggap Tio tak lebih dari teman, jujur Alexa nyaman dengan Tio tapi ia merasa benar-benar tidak pantas bersama Tio yang sangat baik dan juga kaya menurutnya banyak perempuan muda yang mau dengan Tio sedangkan Alexa sedang hamil dan tidak tau siapa ayahnya karna Alexa sendiri tidak ingat masa lalunya.
"jadi bagaimana? kau menyerah? " tanya Candra
Tio menggeleng-geleng kepalanya.
Nova merangkul Alexa dan membawanya sedikit menjauh dari Candra dan Tio.
"kenapa kak Alexa menolak Tio? " tanya Nova penasaran
Nova dan Alexa sebenarnya seumuran hanya beda 1 bulan tapi Alexa sepupu Shindy jadi Nova memanggilnya kakak.
"saya merasa tidak cukup pantas dengannya nona..! Tio masih muda dan banyak yang mau dengannya diluar sana ".
"tapi kakak juga masih muda kan? " kekeh Nova
"saya hamil dan tidak tau siapa yang menghamili saya nona, terus saya harus intropeksi diri jika harus memilihnya..! dia pantas mendapatkan jauh yang lebih baik nona" kekeuh Alexa menolak Tio dengan alasan yang sama
"Tio tidak percaya wanita kak! dia sudah pernah gagal dalam berumah tangga". bisik Nova
Alexa membulatkan matanya . "hah? " kagetnya
Nova tersenyum tipis, artinya Tio tidak memberi tau masa lalunya ke Alexa.
"iya... kakak tau model ternama yang sedang populer di negara M bernama Silvia Fully? " bisik Nova
"dia mantan istri Tio... ". bisik Nova lagi
Alexa terperangah, ia benar-benar tidak tau Tio pernah menikah dan gagal lalu yang menjadi mantannya saja adalah Silvia Fully seorang model papan atas yang terkenal di negara asing bahkan punya apartemen sendiri di negara M.
"kakak akan menyesal menolak Tio.. seharusnya kakak memikirkan anak kakak sendiri,, bagaimana dia lahir tidak memiliki seorang Ayah... jika Tio menerima kakak artinya dia tulus bukan ada maksud tersembunyi... bukankah itu yang semua wanita inginkan? "
"kita semua ingin mencari pria yang tulus mencintai kita dan menerima kekurangan kita ". sambung Nova lagi.
pertahanan Alexa mulai goyah, ia menoleh ke Tio yang tampak di tatap oleh banyak wanita tapi tidak mendekati Tio, sebab Tio tak segan menghancurkan karir wanita manapun yang berani menyentuh tangannya
Nova terus saja menjelaskan semua yang terjadi dengan Tio hingga Alexa mulai ragu dengan pendiriannya sendiri.
"lebihnya terserah kakak deh.. ". Nova meninggalkan Alexa yang masih termenung memikirkan semuanya.
Nova membawa suaminya pergi dari Tio untuk memberi waktu Alexa dan Tio berbicara berdua nantinya.
.
Alexa perlahan melangkahkan kakinya ke Tio dimana Tio masih sibuk dengan rekan bisnisnya yang lain, beberapa orang yang melihat Alexa berani mendekati Tio hanya berdecak sebal, entah bagaimana cara Alexa bisa membuat seorang pria yang pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga melihatnya padahal selama ini Tio tak pernah menganggap wanita manapun itu penting.
"Tio..? "
Tio langsung menoleh . "kenapa? perutmu keram lagi?? apa perlu kerumah sakit? " cecar Tio meletakkan segelas air minumnya.
__ADS_1
"keram? " beo semua teman kerja Tio
"iya... dia kekasihku sedang hamil anakku". ujarnya bangga mengusap perut Alexa
"waah.. kau diam-diam telah menikah ya? kenapa tidak mengundangku? "
semua teman kerja Tio malah marah Tio tidak mengundang mereka.
"apa perlu menikah melakukan itu? " kekeh Tio
semua orang terdiam lalu kompak menghajar Tio yang menghamili Alexa tanpa menikahinya, mereka mengatakan Tio pria brengs*k, Alexa tanpa sadar menghapus air matanya yang menetes.
"hei.. diam kalian..! aku brengs*k tapi aku bertanggung jawab... emang kalian yang selalu pakai kongd*m heh?? aku hanya menanam bibit unggulku padanya saja". bela Tio merangkul bahu Alexa
semua rekan kerja Tio meminta maaf ke Alexa karna membuat Alexa hamil sebelum menikah, mereka malah menebak Alexa wanita yang baik karna Tio tidak pernah bermain wanita.
"hei.. kalian membuatnya menangis..! kekasihku ini sangat sensitif". dengan kesal Tio menepis tangan teman kerjanya itu yang tampak terkesima dengan senyum yang tersirat kesedihan di mata Alexa
"sialan... kau.. kau harus bertanggung jawab..! lihat itu matanya terlihat sedih ". teman kerja Tio malah mengira Alexa sedih karna Tio belum juga menikahinya
.
.
kini Alexa membawa Tio ke balkon dimana tidak siapapun disana.
"kenapa kamu menjagaku? " tanya Alexa berkaca-kaca
Tio tersenyum.
"mereka jadi menilaimu pria brengs*k ! tanpa tau apa-apa tentang kebaikanmu, anak dalam kandunganku ini padahal bukan an..... "
"ssst... " Tio meletakkan jari telunjuknya di bibir Alexa
"aku menginginkan anakmu dan kamu juga Alexa..! aku menginginkan kalian berdua tak peduli darah siapa yang mengalir di tubuhnya..! ". senyum tulus Tio
Alexa tak kuasa menahan air matanya. "aku.. baru tau masa lalumu! maaf,, atas nama perempuan itu aku minta maaf... ".
"kenapa kamu yang minta maaf? kan bukan kamu yang melakukannya". Tio mengusap air mata Alexa
"bukankah karna dia kamu jadi membenci wanita? jadi atas nama wanita itu aku minta maaf..! karna dia semua nama wanita jadi buruk dimatamu".
Tio tersenyum, jujur ia mengakuinya tapi pertama kali melihat Alexa tidak ada kebencian itu dimatanya, dan ternyata perasaannya tidaklah salah, Alexa memang wanita yang baik.
.
.
.
__ADS_1