Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
bersikukuh


__ADS_3

"sayang...udah.. ayo kita ke ruangan mamah". bujuk Pasha menarik pinggang Kaira mengikuti Mely.


"kakak...! ". pekik ketiga adik Dylan kompak.


Dylan hanya diam sambil menatap arah lain,,


"Son? ". panggil Pasha


"iya ". Dylan meninggalkan adik-adiknya yang kompak mengeluarkan tanduk mereka karna Dylan lama datangnya.


"ayo kita ikut". ajak Nova mengikuti Dylan.


Keyzo dan Kaisha juga mengikuti kakak-kakaknya,


setibanya di ruangan Mely, pintu ditutup dan ruangan itu kedap suara jadi tak akan ada yang mendengar nya dari luar.


"jelaskan semua nya sayang ". pinta Mely menatap Dylan meminta penjelasan.


Kaira duduk disofa dengan raut wajah kesal, Pasha juga penasaran siapa gadis yang dibawa putranya ke mansion, Dylan bukan tipe pria yang mau membawa seorang perempuan ke mansion walau tak ada mereka.


Dylan menarik nafas sebentar lalu menghembusnya perlahan. ia harus mengatakannya kalau sudah di sidang begini, Dylan nggak mungkin membuat adik-adiknya dalam masalah karna mereka tau apa sebenarnya yang terjadi tapi ketiga adik Dylan tak ada yang tau kalau Shindy ada di rumahnya.


"nggak ada yang spesial mom.. granma..! hanya gadis yang tak sengaja Dylan bawa masuk ke mobil karna dikejar musuh, saat sudah aman Dylan kembali tengah malam tapi gadis itu malah tertidur seperti orang mati...! "


"Dylan nggak tau kemana harus mengantarnya jadi bawa kesini aja, lagian Dylan sudah mengantarnya pulang ke alamatnya".


"lalu kenapa kamu menghapus jejak nya? ". tanya Kaira mengintimidasi


"kamu menghapus cctv juga.. " timpal Mely


"itu karna Dylan nggak mau kalian semua salah faham itu aja". bela Dylan dengan serius.


"bawa kemari gadis itu". perintah Kaira


Dylan diam sejenak.


"mommy...? ". Dylan memelas ke Kaira seolah tak mau membawa gadis itu ke mansion.


"kenapa? ". tanya Kaira berkacak pinggang.


"Dylan benar-benar nggak ada hubungannya dengan gadis itu mom kami cuma nggak sengaja bertemu". tutur Dylan dengan memelas.


"kami nggak akan melakukan apapun pada gadis itu...! mommy hanya minta bertemu dengan nya itu saja nggak butuh yang lain". kecam Kaira dengan serius.


"bawa kemari Nak..! ". perintah Pasha

__ADS_1


"Dylan nggak punya alasan membawanya kemari mom... dad.. yang ada dia bakal takut ". jawab Dylan dengan serius.


"woow...! kamu membela gadis itu nak.. bawa gadis itu menemui granma". perintah Mely dengan semangat.


Nova, Keyzo dan Kaisha hanya diam mendengarkan perdebatan keluarganya dan terkejut lagi Kakaknya sedang membela gadis itu


"pantas saja adik-adikmu nggak mengatakan apapun..! ternyata kamu benar-benar nggak mau gadis itu bertemu dengan kami ya..?". Pasha mengangguk-ngangguk memahami hati Dylan.


Pasha seorang pria jadi tau kalau gadis itu pasti menarik perhatian Dylan, bukan berupa rasa suka atau cinta karna ia tau Dylan tak percaya cinta pandangan pertama.


"kamu sepertinya tau sesuatu hubby..! coba katakan? ". cecar Kaira menangkup rahang suaminya yang sudah pulih total.


"hukum saja dia bekerja di perusahaan selama 6 bulan sayang..! pasti dia akan membawa gadis itu kemari". Pasha malah memberi usulan yang melenceng dari pemikiran semua orang.


Dylan memejamkan matanya karna tak mungkin ia membawa Shindy menemui keluarganya, toh Shindy bukan siapa-siapa baginya hanya rasa kasihan pada gadis malang itu, harga dirinya terlalu tinggi hingga tak mau Shindy salah faham dengan ajakannya.


Kaira membenarkan apa yang Pasha katakan lalu beralih ke Dylan..


"kamu bawa gadis itu kemari sayang..! kalau nggak mommy akan hukum kamu bekerja di perusahaan sampai 1 tahun". ancam Kaira dengan serius.


siapapun tau Dylan nggak mau bekerja di perusahaan karna hidupnya tak bebas alias terkekang dengan urusan bisnis.


"mommy..! ". protes ketiga adik-adik Dylan


Mely menggeleng kepalanya ke Nova, Keyzo dan Kaisha yang artinya tak boleh ikut campur dengan hukuman yang dilontarkan Kaira.


Nova melebarkan mulutnya mungkin kepalan tangan Kaisha bisa masuk saking besarnya rahang Nova terbuka bahkan yang lainnya juga sama.


"kamu lihat hubby.? dia membela gadis itu.. ". rengek Kaira beralih ke Pasha dengan kesal


Pasha menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"padahal hukuman itu yang terberat baginya tapi dia memikulnya demi menjaga gadis itu.? ". gumam Pasha juga tak mengerti.


"kamu harus cari tau gadis yang memiliki aroma Permen karet Pasha..!". seru Mely sudah duduk disamping Pasha


"aroma permen karet? dari sejuta perempuan yang ada di kota ini mah? bagaimana bisa Pasha menemukannya? ". protes Pasha ke Mely tapi tangannya mencium punggung tangan Kaira.


"kamu harus cari tau hubby..! aku makin penasaran sama gadis itu yang bisa membuat anak kita menerima hukuman dibanding menunjukkan sosoknya.. ". timpal Kaira menggenggam tangan Pasha lebih erat.


Pasha dibuat bingung dengan tugas yang diberikan oleh kedua wanita yang ia cintai,,


"aku lebih baik disuruh bekerja satu hari satu malam tanpa istirahat dibanding disuruh mencari tau gadis yang dijaga oleh Dylan..! anak nakal itu pasti menyembunyikannya mana mungkin anggota the Xylver menemukannya? ". batin Pasha frustasi dengan masalah Dylan


"bagaimana jika kita tanya bagus? ". usul Pasha

__ADS_1


"yah.. benar.. kita tanya bagus dia nggak mungkin nggak tau". binar senang Kaira.


"iya nak.. dia sangat patuh padamu sama seperti dia sangat patuh dengan mama nya. ". timpal Mely meminta Kaira untuk mengintrogasi Bagus yang sangat dekat dengan Kaira


"telfon Bagus sekarang hubby! ". pinta Kaira memelas.


Pasha mengambil ponselnya dan menghubungi Bagus yang langsung mengangkat panggilannya tanpa menunggu lama.


"halo tuan besar 2 ? ". sapa Bagus dengan sopan


"ck.. kau selalu saja memanggilku tuan besar 2 kenapa manggil papahku tuan besar 1 ? aku yang tuan besar 1 ".


Mely mencubit pinggang Putranya, Pasha meringis kesakitan lalu menyerahkan ponselnya ke Kaira tangan lain Pasha mengusap-ngusap bekas cubitan Mely yang sangat sakit seolah kulitnya terkelupas saja.


sementara ketiga adik-adik Dylan sudah keluar dari ruangan Mely, mereka mendatangi kamar kakaknya.


"kakak? ". panggil Nova dan Kaisha sedangkan Keyzo mengunci kamar Dylan dan memastikan kamar kakaknya terkunci rapat.


"kakak nggak bawa kak Shindy aja kemari? kenapa malah rela menerima hukuman? ". tanya Nova penasaran.


"kakak hanya nggak mau melibatkan gadis itu dengan keluarga kita..! lagian dia sudah cukup bermasalah karna kakak, jadi kakak nggak akan membuatnya masuk dalam lingkungan keluarga kita". jelas Dylan dengan enteng.


"itu artinya kakak melindunginya kan? ". tebak Kaisha sumringah.


"Keyzo merestui kakak dengan kak Shindy yang sangat cocok buat kakak". tiba-tiba Keyzo berkata melenceng dari pembicaraan mereka.


Dylan menendang tulang kering Keyzo hingga adiknya itu melompat-lompat kesakitan padahal Dylan tak memakai kekuatan penuh tapi kekuatan Dylan memang kuat seperti monster.


"sakit kak! ". ringis Keyzo dengan kesal.


"kakak jawab kami!" pekik Nova


Dylan beralih menatap Nova dan Kaisha bergantian.


"nggak ada yang spesial dek".


"udah kak percuma meminta kak Dylan bicara dia akan tetap diam walau kakak kasih racun ular di mulut kak dylan". Kaisha menarik lengan Nova sambil mengoceh kesal.


"kamu juga melindungi kakak ipar ya? ". Nova bertanya serius ke Kaisha


"dasar kakak monster ". gumam Keyzo mengusap-ngusap kakinya yang masih terasa berdenyut.


Dylan menarik nafas dalam-dalam dengan kata-kata adiknya itu.


Kaisha menggeleng kepalanya tapi tetap menarik lengan kakak perempuannya. Keyzo juga ikutan keluar karna nggak mau di tendang lagi oleh kakak monsternya

__ADS_1


.


.


__ADS_2