
ke esokan harinya Shindy meminta izin kembali keluar dari Mansion, ia bersikeras tidak mau tinggal di mansion Melviano karna merasa tidak pantas berada didekat keluarga Dylan yang sangat baik.
"kenapa kamu bersikeras tinggal sendiri sayang? lebih baik disini kan? rame loh! ". bujuk Kaira.
Shindy tersenyum lebar lalu berkata
"saya suka disini tante tapi tetap aja ada yang tidak enak di hati saya"
"kakak ipar jujur sekali sih kan jadi gemas". Keyzo hendak memeluk Shindy tapi dibalas deheman oleh Dylan hingga Keyzo beralih memeluk Kaisha yang tertawa cekikikan.
Nova hanya diam sambil melirik tingkah saudara kembarnya yang terlihat tidak memiliki perasaan pada Shindy dengan cara tatapan Dylan yang tak sedikitpun melirik Shindy.
"parah ya kak Dylan! kak Shindy sebaik dan semurni ini tidak tertarik sedikitpun tapi selalu mau melibatkan diri dengan masalah kak Shindy.. Ck.ckck.. aku ingin membongkar kepalanya biar tau isi kepalanya" batin Nova penasaran akan isi kepala saudara kembarnya.
Pasha dan Matt diam tanpa ikut campur masalah Shindy karna mereka meminta pun percuma, Shindy berkata seperti itu karna ia tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Melviano, itu sebabnya hatinya tidak nyaman.
Pasha jadi yakin Shindy memang gadis yang baik, cukup dirinya yang tidak mengenali Kaira saat jadi pelayan di mansionnya, Pasha akui Dylan memang sangat pintar memilih Shindy tapi tetap saja Dylan punya sisi bodoh dengan memelihara Arogannya yang tinggi.
"jalan cerita cinta kami berbeda". batin Pasha melihat ke Kaira.
Pasha bahkan melalui banyak hal bisa bersama-sama dengan Kaira karna kebodohannya yang tak menyadarinya dari awal hingga Pasha harus menempuh jalan yang lebih sulit dan panjang tapi walaupun sudah bersatu dengan Kaira penyesalan itu tetap ada.
"semoga kamu tidak mengalami hal yang sama seperti daddy anak nakal". gumam Pasha dengan pelan.
Matt melirik Pasha, Matt cukup tau maksudnya karna siapapun tau bagaimana masa lalu Pasha memperjuangkan cinta Kaira.
"semoga saja dia cepat menyadarinya". bisik Matt juga.
Shindy berpamitan dengan keluarga Melviano, Mely dan Kaira yang terlihat paling tak terima dengan keputusan Shindy tapi juga tidak bisa apa-apa karna Dylan sama sekali tidak meminta Shindy untuk tetap tinggal di mansion ini.
seluruh keluarga Dylan mengantarkan Shindy didepan pintu,
"cepat kamu nikahi dia kalau perlu tanam benihmu dirahimnya". bisik Pasha yang tak pernah mengajari anaknya dengan cara baik
Kaira melototkan matanya hingga Pasha angkat tangan, Dylan memutar bola matanya dengan jengah
"daddy fikir Dylan sama seperti daddy? "
Jeduaar...!
"kalau bukan begitu kamu nggak akan ada di dunia ini anak nakal". Pasha mulai kesal tapi dibalas senyum mengejek Dylan lalu masuk kemobilnya.
Pasha menarik nafas panjang, ia membalik tubuhnya lalu terkejut melihat Kaira di depannya tengah menatap datar padanya
"sayang? ". cengir Pasha
"hubby!! kamu selalu aja ngajarin yang nggak benar sama anakmu apa kamu rela anak gadismu di gituin? ". kesal Kaira
Pasha melototkan matanya
"aku akan mencincang kepala pria itu"
"membunuh ayah dari cucumu? ". ledek Kaira
Pasha menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"kamu tetap aja berpikir kejam hal itu secara tidak sengaja kamu membuat cucumu tak memiliki ayah".
__ADS_1
"lalu aku harus bagaimana? ". tanya pasha tak mengerti
Kaira menggeleng pelan kepalanya.
"ya berdoa hal seperti itu tidak akan terjadi".
Pasha tersenyum lalu segera memeluk Kaira tapi dibalas cuek oleh Kaira karna suaminya selalu mengajari putranya ajaran sesat, beruntung Dylan berperangai baik.
.
.
"tuan mau kemana? ". tanya Shindy melihat kiri-kanan.
"kita cari belanjaan untuk isi kulkas di rumah". jawab Dylan dengan tenang
Shindy mengangguk mengerti jadinya,
"ayo keluar! ". ajak Dylan melepas seatbeltnya.
Shindy meletakkan rumah kucingnya kebelakang lalu melepas seatbeltnya.
"T tuan?" . Shindy terkejut saat Dylan sangat dekat didepan wajahnya.
Dylan terlihat acuh ia begitu serius memasangkan masker di wajah Shindy hingga shindy memaksakan bibirnya untuk tersenyum karna berpikir Dylan mengerjainya.
"kalau kau masih mau aman tetaplah seperti itu kalau keluar denganku". kata Dylan dengan enteng lalu keluar dari mobilnya.
Shindy mengikuti Dylan yang baru saja keluar mobilnya.
"tuan apa anda suka brokoli? ". tanya Shindy dengan sumringah
Dylan menggeleng kepalanya,
"hah? ". cengo Shindy
"aku benci sayur itu". jelas Dylan
"anda tidak suka Brokoli tuan? " tanya Shindy memastikan sekali lagi.
Dylan hanya diam melihat arah lain, Shindy meletakkan kembali sayur itu.
"kalau kau suka beli saja". kata Dylan dengan serius.
Shindy menyipitkan matanya dengan semangat ia memasukkan brokoli itu ke dalam troly, Dylan memutar bola matanya dengan malas saat Shindy memasukkannya dalam jumlah yang banyak.
"bisanya orang kaya seperti anda tidak suka sayur brokoli tuan? apa anda memiliki semacam alergi? hingga tidak bisa memakan sayur ini? ". cecar Shindy
Dylan menunjuk-nunjuk kening Shindy
"aku tidak suka artinya tidak suka bukan alergi"
Shindy menekuk alisnya terlihat jelas oleh Dylan,,
"cari yang lain !" perintah Dylan
Shindy mengangguk pasrah lalu mulai belanja yang lainnya tak lupa ia membeli makanan Kucingnya.
__ADS_1
"mau kemana? ". tanya Dylan
"s saya mau ke toilet tuan". jawab Shindy dengan gugup.
Dylan menarik nafas panjang.
"cepat"
Shindy mengangguk-ngangguk lalu segera berlari kecil meninggalkan Dylan.
Shindy masuk ke toilet
.
.
Shindy keluar dan terkejut melihat Alexa yang tengah berkaca pura-pura kaget melihatnya di pantulan cermin.
"kau? ada disini? ". kaget Alexa memutar tubuhnya melihat Shindy dengan tatapan benci.
Shindy bergumam pelan. "aktingmu buruk sekali"
"kau bicara apa? ". sinis Alexa
Shindy hanya diam mencuci tangannya diwestafel.
"aku tadi belanja dan tidak sengaja melihatmu bersama tunanganku ya? kau mau dicap buruk oleh publik hah? "
Shindy melihatnya sekilas dengan datar.
"kenapa aku harus meninggalkan tuan ku? dia yang memberiku uang dan makan bukan seperti kalian yang membuangku dan menikmati harta keluargaku lalu bagaimana sekarang? kau sudah membuat perusahaan papa dan mamaku jatuh bangkrut karna keserakahan kalian ! masih serakah ingin menguasai harta tuanku juga? setelah bangkrut kau cari yang lain begitu? Matrealistis juga ada batasannya nona Alexa "
Alexa yang geram segera mematikan story Online nya yang sudah pasti makin di hina netizen Alexa karna kata-kata Shindy.
"sialan kau..! aku akan botakin kau pembawa sial". maki Alexa beralih ke Shindy yang sudah menghilang.
Alexa segera melihat komentar netizen yang awalnya memaki Shindy sekarang malah menyerangnya balik dengan kata-kata pedas yang menyakiti hati.
"aku tidak merebut miliknya aku hanya merebut milikku sialan". emosi Alexa menjerit frustasi
beberapa orang mulai berkumpul di luar mendengar teriakan Alexa yang persis seperti orang gila yang lepas dari rumah sakit jiwa.
sementara Shindy sudah ada di dalam mobil bersama Dylan.
sepanjang perjalanan mereka hanya diam, sungguh tidak ada yang tau apa hubungan diantara mereka sebenarnya entah itu kekasih, suami-istri bahkan mereka terlihat tidak cukup dekat untuk dinamakan sahabat baik.
.
.
Partner Kerja!!!
😊😊
.
.
__ADS_1