
Dylan tiba di hutan yang dilindungi, Dylan, Keyzo dan Nova segera berpencar mencari Shindy. tapi tak sedikitpun mereka menemukan keberadaan Shindy. bahkan Black pun tidak bisa menemukan Shindy seolah Shindy tidak ada di tempat itu.
"kakak yakin Kak Shindy ke sini? " tanya Keyzo serius
"sejak tadi kita berkeliling ngga nemuin jejaknya kak" timpal Nova
"pasti ada disini !" gumam Dylan tampak berpikir keras dimana kira-kira keberadaan istrinya.
"Kelapa.. " Dylan seperti mendapatkan secercah jawaban.
"Kelapa? " beo Nova dan Keyzo serentak
"ayo cepat cari pohon kelapa" ajak Dylan
"tapi sejak Nova mencari tadi, disini ngga ada pohon kelapa kak" ujar Nova
Dylan menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah Nova yang tampak serius.
"iya kak! biasanya pohon kelapa ada di dekat pantai, perkebunan khusus, disini ngga ada pohon kelapa"timpal Keyzo juga
"lihatlah si black dari tadi nggak mau bergerak! sepertinya dia tau disini ngga ada kakak ipar". tunjuk Keyzo ke Black.
Dylan menjambak rambutnya dengan frustasi "lalu dimana kakak ipar kalian? " geramnya frustasi.
"coba kita cari didekat pantai kak". usul Keyzo
"iya..! kira-kira dimana pantai favorit kakak ipar, kak? " tanya Nova
Dylan mengangguk lalu segera berlari ke arah mobil disusul oleh Keyzo dan Nova, Black.
Dylan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke luar kota tempat dimana Vilanya berada,
"masa iya kakak ipar kesini kak? " tanya Nova ragu
"ini jaraknya lumayan jauh! apa kak Shindy bawa mobil sejauh ini? " cecar Keyzo.
"tidak ada mobil yang kosong di garasi dek" jawab Nova
"terus kalau ngga bawa mobil naik apa kakak ipar kesini? " tanya Keyzo tak mengerti
"kakak juga nggak tau setelah kita menanyakannya sendiri barulah kita tau jawabannya, wanita hamil itu punya modal nekat" ujar Nova.
"kakak yakin disini kak? " tanya Nova ke Dylan.
Black mulai mengendus-ngendus seperti menemukan bau seseorang.
"hmm... hanya disini banyak pohon kelapa". ujar Dylan langsung berlari ke arah tepi pantai menelusuri setiap pohon Kelapa yang ada di pantai.
Keyzo berlari menyusul Black yang terlihat buas mencari bau seseorang.
"kak !! Black kak" teriak Nova
Dylan memutar kepalanya dan ikut berlari menyusul Keyzo dan Black.
__ADS_1
Black memasuki hutan bambu, tanpa pikir panjang semua orang mengikuti Black dan menemukan orang meninggal.
"astagah...! siapa pelakunya ini? kenapa dibuang kesini? "pekik Nova
"sepertinya ini baru aja terjadi" Dylan mencium darah segar dari tubuh pria paruh baya itu.
"kenapa dibunuh disini? " Keyzo kebingungan sendiri
"kalian lihat ada motor didepan kan? " Dylan mengingatkan kembali
"iya kak! " jawab Keyzo dan Nova tau ada motor matic terparkir di dekat parkiran pantai.
"sepertinya ada orang lain disini kak! si Black kayak cacing kepanasan mencari bau seseorang " ujar Nova
"hmm... insting kakak mengatakan Shindylah yang membunuhnya" ujar Dylan serius.
"a... apa..?? " pekik Keyzo yang paling Syok.
"kak Shindy pernah bunuh orang kak? " tanya Nova
"kata Rilly pernah saat mereka makan di pinggir pantai hari dimana Keyzo balapan, preman itu melecehkannya " jawab Dylan mengedarkan pandangannya
"terus ada hal aneh lagi" Dylan.
"apa Kak? " tanya Nova dan keyzo kompak
"dia malah senang melihat kecelakaan hebat 2 mobil truk yang terkena luka tembak dikepala padahal sebelumnya kakak yakin saat melihat ledakan bom di depan matanya, dia langsung pingsan" curhat Dylan di tengah kesibukannya mencari Shindy bahkan melangkahi mayat manusia itu.
Keyzo dan Nova menganga lebar tanpa bisa berbicara seolah bibir mereka terkatup tidak bisa bersuara.
Black kembali bergerak makin liar mencari bau wanita yang pernah memberinya makan juga bahkan membelainya dengan penuh kasih.
Keyzo dan Nova juga ikut berlari menyusul keduanya setelah berhasil menguasai diri.
Dylan berdoa didalam hati semoga dirinya menemukan petunjuk dimana istri tercintanya berada.
Black menemukan bau Shindy dan mengaum ke arah sebuah pohon kelapa tertinggi di semua pantai berada di tengah-tengah hutan bambu.
Dylan, Keyzo dan Nova melihat ke atas dan terlihatlah bagaimana cengiran cantik Shindy diatas sana.
"sayang? turun...!! " teriak Dylan
Shindy menggeleng-geleng kepalanya, tangannya berlumur darah dan ada bambu runcing di bawah berlumur darah juga.
"sepertinya ini senjata kakak ipar untuk membunuh laki-laki tadi kak" Keyzo mengatup rahangnya yang terbuka lebar melihat Shindy yang sangat jauh diatas pohon kelapa
Nova teringat mommy nya dulu saat mengandung Keyzo, sungguh persis hanya bedanya Kaira dulu manjat tebing tapi kini Shindy manjat pohon kelapa yang jauh lebih menakutkan.
"buang buktinya! pria tua itu pantas mati, istri kakak tidak pernah membunuh, jika dia membunuh! pasti pria itu hendak melecehkan istri kakak" perintah Dylan dengan dingin.
Nova mengambil pasir begitu juga Keyzo mereka mengelap bukti ujung bambu yang berdarah dan nanti akan mereka buang ke laut saja.
Dylan kembali mendongak menatap istrinya. "kalian tunggu disini! kakak akan manjat"
__ADS_1
"emang kakak bisa? " tanya Keyzo
"bisa kalau ada tekat tersendiri" jawab Dylan membuka sepatunya lalu bersiap hendak memanjat.
"mas! aku lapar... " rengek Shindy diatas hingga Keyzo dan Nova menjatuhkan rahang mereka, tak mengira Shindy masih sempat merengek lapar ditengah ketinggian pohon kelapa itu.
"mau makan? " tanya Dylan
"iya... " saut Shindy
"turun! kita makan " ajak Dylan
Shindy memutar buah kelapa hingga berjatuhan di bawah,
"buat apa kak? " tanya Keyzo berteriak
"buat di minum! kakak pengen minum air es kelapa" balas Shindy.
Dylan akhirnya menyadari posisi Pasha dulu saat menghadapi Kaira yang tengah hamil manjat tebing, sungguh gen keturunan mengalir di dalam darah mereka semua, hingga Shindy yang tengah hamil anak Dylan sama ekstrimnya seperti mommynya dulu
"cepat turun sayang! aku merindukanmu" ucap Dylan dengan selembut sutra.
Shindy tentu goyah perlahan ia menurunkan kakinya, Dylan dengan sabar menunggu bahkan ia berjaga dibawah takut Shindy nekat menjatuhkan diri.
Black duduk manis disamping Keyzo yang tengah sibuk menghilangkan bukti.
Dylan memegang pinggang Shindy yang sudah dekat dengannya.
"aku juga rindu sama mas" Shindy yang berlumuran darah yang sudah mengering memeluk Dylan dengan manja.
Dylan menghela nafas lega, ia menciumi sisi wajah Shindy dengan wajah yang memucat sungguh Dylan takut terjadi sesuatu dengan istrinya ini.
"apa kakak ipar membunuh pria tadi? " tanya Nova
"iya..! kakak bayar dia dari pangkalan ojek tapi tiba-tiba dia mengikuti kakak dan hendak membuka baju kakak tentu saja kakak mematahkan bambu dan menusuk ke jantungnya biar mati sekalian" geram Shindy tanpa hati.
Nova dan Keyzo saling pandang Ngeri
"mas? kok keliatan sakit gitu? kenapa? " Shindy dengan polosnya bertanya kenapa wajah tampan Dylan sangat pucat seperti sedang sakit.
Keyzo dan Nova langsung menahan tawa sekuat tenaga dengan pertanyaan polos Shindy yang tidak menyadari kesalahannya.
"tidak apa! ayo kita makan" Dylan menangkup mesra pipi Shindy dan mencium keningnya.
.
.
.
Oalah mbak Shindy yang buat Mas Dylan sampai pucat loh masa iya ngga sadar... wkwkwk..
.
__ADS_1
.
.