Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
berita miring


__ADS_3

Shindy bermain dengan Bombom di kamar Dylan, ia tidur di kamar suaminya sendirian sementara suaminya keluar kota mengurus pekerjaan.


.


.


Dylan menatap dingin Branz yang benar-benar menyusulnya mengira dirinya membawa Shindy.


"mana gadismu Dylan? ".


tanya Branz berusaha mengintip kamar inap Dylan


"kau fikir aku membawanya? ". wajah datar Dylan


"masa sih? kau tidak membawanya? ". cecar Branz tidak percaya


"bukan urusanmu..! pergi aku sedang sibuk". usir Dylan dengan datar tanpa ada ekspresi sama sekali.


Dylan bisa sabar menunggu karna malam ini adalah hari terakhir Branz hidup,, ternyata tubuh Branz cukup kuat menyerap racun jadi masih kuat entah beberapa hari lagi.


"aawhh..! ". Branz memegang dadanya tepat posisi jantungnya berada.


Branz ingin masuk kekamar Dylan tapi dadanya terasa nyeri.


Dylan terlihat acuh seolah tak tau apa-apa menutup pintu dengan tenang.


"sial..! kenapa akhir-akhir ini jantungku terasa sakit?? apa sebenarnya yang terjadi pada tubuhku? ". gerutu Branz berjalan pelan meninggalkan tempat itu.


Dylan melihat patung wanita di ranjangnya, Dylan mengelabui Branz dengan membawa patung wanita kemana-mana seolah itu adalah Shindy itu sebabnya Branz mengikutinya sampai kesini.


"semoga kau baik-baik saja Shindy". Dylan melihat datar patung itu.


ia menghubungi Shindy demi memastikan istrinya itu tidak keluar mansion selangkahpun.


"halo Mas? ". suara lembut Shindy terdengar bersemangat


"kamu tidak keluar mansion kan? ". tanya Dylan seperti biasa


"tidak mas! aku mematuhimu". jawab Shindy dengan jujur


"hmm jangan keluar tanpa seizinku! aku akan membawamu berlibur ke luar negri nanti".


"benarkah mas? mas nggak bohong kan? ".


"ck.. sejak kapan aku berbohong! ya sudah aku matikan jangan lupa mandi". Dylan menutup panggilannya lalu mendumel pelan


"kenapa aku bilang begitu? apa dia nanti salah faham? aiih... memalukan sekali".


Dylan asik dengan gerutuannya sementara Shindy dikamar Dylan sedang mengendus-ngendus tubuhnya sendiri.


"apa aku bau ya? tapi aku nggak bau". ocehnya bertanya sendiri jawab sendiri


"tapi mas dylan suruh aku mandi". gumamnya malas.

__ADS_1


matanya berbinar seketika mengingat Dylan akan membawanya keluar negri hingga ia memekik girang berlari ke dalam kamar mandi.


"semoga mas Dylan mau aku ajak ke negara P! aku mau kesana". ocehnya kesenangan.


Shindy punya impian ingin ke negara itu sejak dulu bahkan ia bermimpi bulan madu di negara itu dengan suaminya kelak tak disangka olehnya Dylan mengajaknya keluar negeri dan tempat yang diinginkan Shindy hanya tempat itu.


ke esokan paginya keluarga Melviano sibuk mendengar berita angin kalau Branz meninggal dunia karna serangan jantung.


"sebenarnya ada masalah apa Branz dengan Dylan Hubby? kenapa mereka bermusuhan sih? ". tanya Kaira memelas ke Pasha


Pasha tersenyum lebar lalu menggeleng kepalanya pelan pertanda dirinya tidak tau jawabannya padahal ia tau betul jawabannya.


"aku tidak tau bagaimana jika kamu tau sayang kalau psikopat itu menginginkan mata putra kita" batin Pasha dengan lembut membelai kepala Kaira.


Kaira mendengarkan pembicaraan Kaisha yang menceritakan Branz tidak terlalu dekat dengan Dylan hanya saat-saat tertentu saja Dylan bertemu dengan Branz


"mommy daddy? ". pekik Nova tiba-tiba datang


"kenapa sayang? ". tanya semua orang penasaran hanya Keyzo dan Kaisha yang saling pandang tak mengerti


"kakak ipar masuk berita karna wanita bernama Alexa serta mama dan papanya".


jawab Nova dengan ngos-ngosan


"APA?? ". semua orang terbelalak.


"berita apa sayang? ". tanya Mely penasaran


"berita kalau kakak ipar dibilang wanita penggoda tunangannya sekarang merebut kekasihnya bahkan Alexa mengatakan kalau kak Branz meninggal karna kakak ipar".


"udah dad! tapi berita yang tersebar dari akun lain banyak jadi nggak bisa dihapus semua". jawab Nova


"ini masalah serius jangan biarkan kakak ipar kalian tau". seru Matt dengan serius


Kaisha, Nova dan keyzo mengangguk.


"sepupunya keterlaluan! cepat bertindak hubby". rengek Kaira


Pasha mengangguk, semua orang mulai membubarkan diri berbagi tugas menyelesaikan masalah yang menimpa Shindy


.


sementara Shindy di kamarnya sudah melihat berita dirinya yang tersudutkan karna kata-kata Alexa ditambah ada berita Salsa, Sarah dan Mimi juga ikut muncul menjadi saksi di semua akun.


"apa-apaan ini? siapa laki-laki bernama Branz ini? aku mana kenal kenapa aku dituduh menjadi sebab kematiannya? ".


Shindy menutup ponselnya, ia mengabaikannya saja karna menurutnya juga tidak bisa di cegah. semua orang yang ingin menjatuhkannya bermunculan di akun sosmed.


Shindy pernah bekerja di dealer menjadi penjaga mobil mewah untuk dijual, seorang pria membelinya tentu shindy dengan senang hati menemani pria itu berbicara namun tak disangka Shindy di datangi oleh wanita yang tengah hamil tua menjambak dan menarik rambutnya di bilang merebut suaminya hingga meminta cerai karnanya pada akhirnya Shindy di pecat tanpa dapat gaji.


Shindy sudah biasa mengalami pahitnya menjadi gadis cantik sejuta pesona menjadi sasaran semua wanita dikira merebut pria mereka padahal Shindy hanya bekerja supaya yang ia jual laris.


"emang mereka nya aja yang baper". "kesal Shindy teringat semua pria yang jatuh cinta padanya hanya karna dirinya ramah padahal karna tuntutan pekerjaan.

__ADS_1


"apa mas Dylan melihatnya? dia tidak akan mikir macam-macam kan? ". Shindy mengambil ponselnya dan menghubungi Dylan.


Shindy jadi gelisah saat Dylan tidak menjawab panggilannya.


"mas? kamu dimana? ". rengek Shindy dengan khawatir.


"aku tidak peduli kata-kata semua orang mas! aku hanya butuh kamu selalu ada buat aku". Shindy terus saja berbicara sendiri.


Shindy mengirim pesan


"mas kamu dimana? berita itu tidak benar aku bahkan nggak kenal sama pria bernama Branz itu".


pesan Shindy


Shindy mondar-mandir di kamar Dylan, ia bahkan tidak berani keluar kamar saking takutnya keluarga ini tidak percaya.


"maaf ! aku sedang dalam perjalanan sebentar lagi aku datang padamu". balas pesan Dylan 15 menit kemudian.


Shindy yang mendengar pesan masuk segera menyambar hp nya dan tersenyum lega melihat pesan Dylan seolah tidak marah padanya.


"Maaf? kenapa kamu selalu berkata maaf mas? kamu sangat menggemaskan".


shindy melupakan berita yang sudah muncul dimana-mana bahkan nama Shindy trending topik di semua berita, sementara Shindy yang sedang di hujat satu negara malah sedang berbunga-bunga mendapat balasan pesan dari Dylan.


.


.


Dylan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke rumah Yuni dan Joko.


"berani sekali kalian menjelekkan gadisku! aku tidak pernah berkata kasar padanya tapi kalian malah membuat berita miring tentangnya ! aku tidak akan mengampuni kalian".


"bukannya menyesal kalian malah makin menyudutkan gadisku". geramnya memukul setir mobilnya.


"maafkan aku Shindy! aku terlalu bermurah hati membiarkan mereka hidup". ucap Dylan penuh penyesalan


Dylan tidak tau arti cinta tapi melihat penderitaan Shindy sejak dulu membuatnya berusaha melindungi gadisnya bahkan dengan cara apapun itu.


Dylan melihat mata Shindy yang terlihat seperti gadis kecil yang butuh kasih sayang, mata Shindy memancarkan kerapuhan walau tertutup dengan raut wajah tenang dan terkadang marah.


itu sebabnya sejak dulu Dylan selalu melibatkan diri dengan Shindy karna tatapan Shindy membuatnya ingin melindungi Shindy dan mencap Shindy sebagai gadisnya.


.


.


waah.. ketahuan nih sama Readers kalau Mas Dylan emang tertarik sejak dulu sama mbak Shindy...


lanjut uuyyy..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2