Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
tingkah istri yang unik


__ADS_3

.


"apa pria itu kakak temui? " tanya Nova penasaran


"tidak.. bukankah rekamannya mengatakan dia akan datang dalam bentuk teman di perusahaan nantinya? " jawab Dylan


"artinya kakak ikut bermain dalam permainannya? " tebak Keyzo


dibalas anggukan oleh Dylan dan senyuman kecil dari Nova.


"kakak sudah menemukan topengnya jadi kalau dia datang dengan wajah topengnya sudah tidak akan berguna lagi untuk nya" Nova berkata dengan antusias.


Dylan terkekeh mendengar perkataan Nova yang persis seperti gadis kecil, kalau seperti ini siapa yang akan percaya sosok KO yang menyeramkan dan kejam adalah Nova yang sebenarnya seorang perempuan yang manja jauh dari kata menakutkan.


"bang?" Candra membawa 1 piring makanan spesial buatannya.


"apa ini? kau mau menyogokku? " sambar Dylan tersenyum miring.


"ck... aku membuatkan ini untuk kakak ipar bukan buat abang..! calon penerus Melviano harus banyak nutrisi biar lebih jenius dari abang" jelas Candra dengan santai


Dylan tersenyum, Nova dan Keyzo tertawa melihat Candra dan Dylan terus saja berdebat dan lucunya Candra tidak sakit hati malah dengan santainya bisa menjawab pertanyaan Dylan tanpa rasa takut.


"kakak ipar dari tadi nunggu kakak..! katanya dia makan kalau kakak udah datang". Keyzo berkata ke Dylan.


Dylan melihat ke arah Lift.


"hmm... kakak akan kekamar! kalian istirahatlah..."


"aku tidak akan berterimakasih karna kau sudah membuat adik ku hamil " Dylan mengambil piring berisi makanan yang di buat Candra.


Candra memutar bola matanya dengan malas, "kami kan sudah sah! apa salahnya aku membuatnya hamil bang? abang juga buat kakak ipar hamil hingga jadi aneh gitu ngidamnya "


Dylan mendengus jadinya lalu menjitak kening Candra.


Candra memekik kesakitan sambil mengusap keningnya, padahal Dylan hanya memakai setengah kekuatannya.


"Kak.. ". pekik Nova langsung berhambur memeluk Candra yang merangkul pinggang Nova dengan posesif tapi tangannya yang lain masih mengusap keningnya yang berdenyut begitu nyeri.


Keyzo menganga lebar, cara Nova dan Candra menatap Dylan sangat lucu seperti sepasang kekasih yang tidak dapat restu dari sang Ayah, padahal sejoli IT itu telah menikah.


"Ck... " decak Dylan malas melihat Nova membela pria yang telah menghamilinya.


"kau membela pria yang telah menghamilimu dek? " pertanyaan konyol Dylan membuat Keyzo tersedak air liurnya sendiri hingga terbatuk-batuk.


"iya lah kak..! aku membela papa dari anak-anakku" jawab Nova dengan posesif memeluk Candra.


Candra masih mengusap keningnya karna Dylan seperti menggunakan tenaga dalam menyentil keningnya.


"anak-anakku? kamu hamil anak kembar dek? " tanya Dylan

__ADS_1


Nova mengangguk-ngangguk.


"emang kakak aja yang punya gen kembar? aku juga punya.. wleeek... ". dengan kekanak-kanakannya Nova menjulurkan lidahnya ke Dylan.


Dylan menghela nafas panjang, tanpa berbicara lagi Dylan pergi dari tempat itu sambil membawa semua yang ia butuhkan untuk makan Shindy di kamar.


"Keyzo ke kamar aja kak" izin Keyzo tanpa menunggu jawaban sepasang suami istri yang sedang dimabuk cinta itu.


Keyzo geleng-geleng kepala saja dengan tingkah orang-orang yang sudah menikah, entah dirinya akan sama seperti mereka semua atau tidak.


"sayang ngga apa-apa? " tanya Nova memegang kening Candra


"tidak apa beb..! wajar aja abang marah karna kamu hamil secepat ini, pasti dia mengira aku melakukannya sebelum kita sah ". cengir Candra mengerti rasa kesal Dylan.


"apa sayang mau kita pindah rumah aja? " tanya Nova dengan manja


Candra menggeleng kepalanya. "aku sedang menyiapkan rumah impian kita di sebrang sana".


Nova menunjuk tanah di luar pagar mansion Melviano yang sampai sekarang kosong tidak ada yang membeli karna tanahnya sangat mahal.


"waah.. benarkah? sayangku buat rumah disana? " tanya Nova berbinar


"tentu saja.. aku masih haus dengan kasih sayang mommymu supaya bisa tiap hari datang kesini, jadi aku akan membuat rumah megah impian kita dan aku akan buatkan rumah indah untuk Max didepan sana".


Nova langsung memekik senang memeluk Candra yang gemas dengan tingkahnya.


"aku juga cinta sama kakak sayang". cengir Nova di belahan dada Candra dengan manja


Candra makin cinta saja dengan Nova yang sangat manja, sumber kebahagiaannya hingga kini Candra merasa hidupnya berharga karna ada Nova disisinya.


"ayo makan!! " ajak Candra dibalas anggukan-anggukan manja dari Nova


.


di kamar Dylan.


"sayang? " Dylan mencari sosok istrinya yang tak terlihat batang hidungnya sejak tadi.


Dylan mencari Shindy dibalkon tidak ada, kamar mandi tidak ada, ranjang juga tidak ada, sofa apalagi? .


"sayang? kamu dimana? " tanya Dylan khawatir.


Dylan melangkahkan kakinya setelah mendengar suara kecil di kamar ganti.


Dylan mendatangi kamar gantinya dan terperangah melihat snack yang di genggam Shindy terjatuh di lantai lalu matanya mendongak ke atas betapa terkejutnya Dylan melihat tangan mulus istrinya.


Dylan tau itu Shindy karna memakai cincin pernikahannya,


"sayang? " Dylan terasa pening melihat Shindy malah dengan santainya tidur di atas lemari sedangkan dirinya sudah kebingungan mencarinya.

__ADS_1


Dylan mendengar suara desah*n di atas, bisa dipastikan Shindy pasti menonton vidio mereka yang bercint* di ponsel Shindy itu sendiri.


"sayang? " panggil Dylan lagi.


Shindy tidak menjawab, ia ketiduran diatas lemari.


"bagaimana cara dia bisa memanjat kesana? " gumam Dylan keheranan


tinggi lemari Dylan berkisar 2 meter entah bagaimana cara Shindy bisa naik padahal tidak ada tangga disekitarnya.


"Sayang? " Dylan sekali lagi memanggil Shindy menggapai tangan Shindy yang terlentang.


Shindy membuka matanya dengan wajah bantal dan mata masih memicing berat ia melihat ke arah pelaku yang memegang tangannya.


"mas? " Shindy menebak karna tercium aroma tubuh Dylan


"iya sayang.. kenapa kamu bisa ada diatas? bagaimana caramu bisa naik? " tanya Dylan


"aku pengen disini mas..! tadi aku pengen naik ke atap kandang Max tapi Lyli menangis dan tidak mau bersamaku lagi kalau aku bersikeras naik ke atap rumah Max, jadi aku masuk kekamar berjanji padanya tidak akan manjat,, jadi kesini deh.. hehe".


dengan wajah polos tak berdosanya Shindy masih bisa tertawa didepan Dylan yang berubah mulai pucat.


"untung aja Rilly bisa membujuknya! setidaknya Shindy tidak dibiarkan manjat Atap? rumah Max kan lumayan tinggi". Batin Dylan menggeleng membayangkan hal yang tidak-tidak


"ayo turun.. bagaimana caramu bisa manjat keatas itu hmm? " Dylan mengulurkan kedua tangannya.


Shindy mematikan ponselnya dan memasukkannya ke saku bajunya yang persis seperti kanguru ada kantong didepannya.


Shindy merentangkan tangannya ke Dylan yang sedikit berjinjit menggapai tubuh Shindy diatas lemarinya yang paling tinggi.


Shindy seperti anak kecil yang minta di turunkan oleh Ayahnya, tapi Dylan tidak mengelak dengan senang hati ia akan melakukannya asalkan Shindy mau menurutinya.


"mas beli apa? " tanya Shindy dengan senang


Dylan yang masih khawatir pun menghela nafas panjang, ia beruntung memiliki Rilly yang bisa menjaga Shindy tapi tak bisa dipungkiri Shindy masih nekat walau dilarang sekuat apapun.


.


.


.


Waah udah 4 Bab nih .. Esok lagi yah sayangkuh... terimakasih...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2