Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
arti persaudaraan


__ADS_3

.


"tapi kamu lihat sendiri kan bagaimana cintanya tuan muda pada sosok istrinya hingga berani datang sendirian di markas musuh nya seorang diri". ucap Hani dengan ragu mengikuti rencana Aria


"kau ini bagaimana sih? dunia pria tidak sedangkal itu! mereka sangat haus dengan belaian perempuan berbagai versi..! aku yakin tuan muda akan suka dengan pelayananku diatas ranjang! jadi simpanannya pun aku mau". cengir Aria merasa berada diatas awan.


"aku tidak mau mencari masalah dengan nona Melviano... aku pernah dengar dia sangat kejam membunuh orang sama seperti tuan muda.. kalau kau mau mati di tangannya silahkan saja.. aku tidak mau" tolak Hani yang tidak mau masuk dalam rencana Aria yang hendak menggoda Dylan.


"hei.. itu hanya kabar angin yang ngga jelas benar atau engga nya.! aku lebih tau wanita nya tuan muda tidak berpendidikan dan pastinya hanya modal tampang aja bukan modal ranjang ". tegas Aria dengan bangga nya


Hani hanya diam mendengar celotehan Aria yang mengarah hal negatif, ia tidak mau mencari masalah dengan Dylan, apalagi peringatan Dylan tadi terdengar serius dan tak main-main olehnya.


"aku masih waras! bisa bebas dari pria jahat itu aja, aku udah bahagia.. aku hanya fokus kembali ke masa-masaku sebelum menikah". batin Hani yang terlihat lebih pintar dari Aria


setibanya di kota Aria dan Hani menjual cincin permata, berlian dan perhiasan mereka semua lalu membaginya rata.


"kita berpisah sampai disini! semoga harimu menyenangkan" Hani melempar kunci mobil Aria.


Aria memekik tak terima, karna kakinya masih sakit tapi Hani meninggalkannya tanpa menoleh sedikitpun.


Aria mengumpat geram.. "dasar wanita bodoh..! aku akan buktikan padamu bagaimana aku bisa menakhlukkan tuan muda melviano itu". pongah Aria merasa begitu percaya diri.


Aria terpaksa membawa mobilnya dengan pelan ke arah rumah sakit mengobati wajah dan tubuhnya yang dulunya bersih dan mulus sekarang hanya ada luka lebam dimana-mana.


beberapa orang melihatnya kebingungan.


"aku korban kekerasan rumah tangga ibu-ibu... hiks.. hiks.. suami aku sangat kejam hingga wajah dan tubuhku jadi begini" Aria mencoba berakting dengan baik.


semua orang yang mendengarnya berbisik-bisik memaki sosok suami Aria yang sangat kejam. Aria menampilkan senyum tipis yang nyaris tak terlihat.


"aktingku boleh juga! aku akan menggunakan wajah polos dan lukaku yang seperti ini untuk menarik perhatian tuan muda yang sangat sexy itu". batin Aria


bugh...


"aaah... maaf..! " pekik Alexa pada Aria.


Aria mempertahankan wajah ramahnya,


"tidak apa nona". ucapnya dengan sopan mungkin tapi matanya menatap ke arah Tio.


"waah.. ternyata di kota ini banyak pria tampan". batin Aria berbinar ke arah Tio yang hanya melihat ke arah Alexa.

__ADS_1


Alexa yang tadinya bersimpati melihat wajah wanita didepannya yang penuh luka malah berubah kesal sebab Aria menatap Tio hingga lupa berkedip.


Alexa bukannya cinta dengan Tio tapi Alexa tidak suka di abaikan apalagi tatapan mata Aria yang terlihat serakah tapi masih bisa mempertahankan sifat manis nya.


"Karnamu bang aku jadi begini". kesal Alexa


"maaf..! aku kan udah bilang lihat jalan, tapi kamu hanya sibuk mengomeliku" kekeh Tio mengabaikan Aria.


"bu Alexa..? " panggil perawat.


"saya sus... " Alexa tunjuk tangan dan Tio mengikutinya mengabaikan Aria yang masih tak berkedip menatapnya bahkan menyapanya aja Aria lupa


"dimana suaminya bu? " tanya suster


"s.. saya.... " ucap Alexa terbata


"saya suaminya sus.. " sambar Tio membuat Alexa membulatkan mata tak percaya.


semua orang yang menjelekkan Alexa saat jualan di kantin sekolah karna dirinya hamil tanpa memiliki suami, semua orang menjauhi Alexa tanpa sebab, sempat dagangan Alexa tidak habis sedikitpun karna aibnya terbongkar tapi sejak Tio datang dan memberi tau semuanya kalau dirinya adalah ayah kandung dari bayi yang ada dikandungan Alexa, tak ada lagi yang berani mencelanya.


.


.


"ck.. siapa lagi yang bermain petak umpet denganku". gumam Dylan dengan dingin dan datarnya


pesanan nya sudah siap hingga Dylan segera keluar dari area tersebut melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


"apa ada yang berkhianat padaku? apa masih ada musuhku diantara mereka semua? kenapa mengincarku? iya.. dia mengincarku saat itu! tapi siapa dia? " . gumam Dylan


Dylan berdecak kesal harus meminta bantuan Nova mencari pelaku sebenarnya.


tanpa diduga ponsel Dylan bergetar ada pesan masuk, Dylan membuka ponselnya hingga Dylan segera mengerem mendadak melihat pesan kiriman Nova.


"kak... ini pelakunya...! waktu kakak hilang di ledakan itu, Nova mencari pelakunya hingga berjam-jam, awalnya Nova cukup kesulitan mencarinya tapi Nova barusan mendapat notifikasi perangkap Nova di mobil yang terhubung saat ledakan itu terjadi" . pesan Nova dengan nomor tak terdeteksi bisa Dylan tebak itu nomor komputer Nova jika semakin di cari tau maka komputer atau laptop si pencari akan rusak dan hangus.


"jadi Nova sudah mencari taunya". gumam Dylan tersenyum tipis.


Dylan mendengar percakapan di rekaman kiriman Nova, alisnya mengkerut saja mendengar pembicaraan pria misterius yang masuk ke dalam toko sebelum ledakan itu terjadi.


Dylan sampai geleng-geleng kepala dengan kemampuan Nova yang bisa mendapatkan barang bukti yang sangat akurat, apa yang dunia katakan memang benar jika KO adalah musuhmu maka kau tidak akan selamat darinya,

__ADS_1


tapi jika KO adalah sekutu mu maka dunia bisa menjadi milikmu, begitulah perkataan banyak orang di setiap penjuru dunia, namun tidak ada yang tau siapa KO sebenarnya.


"ada apa ini? siapa pria ini? kenapa dia memusuhiku? apa masalahnya padaku? " gumam Dylan tak habis fikir.


Dylan kembali melanjutkan perjalanannya, ia mengerti musuh akan datang dalam wujud rekan kerja di perusahaan karna Dylan mendengar bisikan pelaku itu sendiri.


"Ok.. aku akan ikuti caramu bermain..! berlagak menjadi teman dan menusukku begitu? tapi sayangnya topengmu sudah ku dapatkan sebelum kau mendekatiku". seringai Dylan


Dylan kembali ke mansion dengan raut wajah datar seperti biasa.


"Kak? " sapa Nova di ruang tamu


Dylan menoleh lalu mendekati Nova dan mencium kening adiknya itu hingga Nova terheran-heran dibuatnya.


"terimakasih telah memberi tau kakak buktinya" ucap Dylan dengan senyuman nya.


Nova tersenyum senang lalu memeluk Dylan dengan manja,


"kak aku itu belahan jiwa kakak..! jadi apapun musuh kakak adalah musuhku juga, jangan anggap aku orang asing kak". ujar Nova


Dylan terkekeh lalu mengusap kepala Nova


"kak? " Keyzo mendekati Dylan dan Nova yang tengah berpelukan


"kau juga adikku yang bawel.." dylan menarik baju Keyzo hingga ikut berpelukan dengan Dylan dan Nova.


Keyzo dan Nova terkekeh dengan kata-kata Dylan yang sangat berterimakasih memiliki saudara hebat seperti mereka, Candra yang tadinya masak melihat Dylan dan istrinya di pintu dapur sedang berpelukan bukannya cemburu ia malah ikut bahagia melihat hal itu. ia kembali memasak dengan porsi besar untuk Shindy yang tengah hamil juga.


Dylan memiliki 3 saudara hebat sama seperti Kaisha yang terkadang juga bisa membantunya dengan mentranslete bahasa, ada beberapa bahasa yang tidak dikuasai Dylan, sedangkan Kaisha sangat menguasai bahasa asli negara tersebut.


kakak beradik keluarga Melviano itu memiliki kelebihannya sendiri, mereka saling membantu kesulitan Dylan sang kakak pelindung mereka disaat kesulitan, Dylan adalah pria yang kuat bisa melindungi adik-adiknya dari bahaya dan Nova juga cukup kuat melindungi Dylan dari jahatnya musuh mengincar kakaknya.


.


.


.


Duo Penguasa mematikan..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2