Alexandria

Alexandria
Sandiego Alexander Suamiku


__ADS_3

Melihat Jessica yang berlalu sambil menahan emosi, Alaska pun tertawa terbahak-bahak.


"Dasar cabe." cibir Alaska sambil tertawa yang di ikuti oleh Alexa.


Diego pun melirik jam yang melingkar di tangannya.


"Ayo aku antar ke kelas, aku harus ke perusahaan." ajak Diego kepada sang istri


"Oke. Aska cabut." ucap Alexa sembari beranjak di ikuti Alaska dan Meli.


Mereka pun berjalan beriringan menuju ke kelas IT.


"Tidak apa kan nanti pulang sendiri ?" tanya Diego kepada sang istri


"Tidak apa kak, dekat juga dari sini." jawab Alexa sambil tersenyum


"Masuklah, aku dan Aska akan segera berangkat ke perusahaan." ucap Diego


"Hati-hati." pesan Alexa sebelum masuk ke dalam kelasnya


"Al." panggil Alaska membuat Alexa menoleh dan mengangkat sebelah alisnya


Grep


Alexa menangkap lemparan dari Alaska yang ternyata adalah kunci mobil.


"Pakailah, nanti sepulang dari perusahaan aku ambil di apartemen kamu." ucap Alaska yang di balas acungan jempol oleh Alexa


Alexa pun mengajak Meli untuk segera masuk ke kelas, sementara Diego dan Aska pun berlalu pergi menuju ke perusahaan.


Tidak membutuhkan waktu lama, Diego dan Alaska pun tiba di perusahaan Alexander Group.


"Selamat datang tuan." sapa Wisnu sambil menunduk hormat.


"Terima kasih Om, kenalkan ini Alaska asisten pribadi saya mulai sekarang." jawab Diego sembari mengenalkan Alaska kepada Wisnu


"Selamat bergabung Tuan Alaska." ucap Wisnu sambil menunduk hormat


"Terima kasih Om...." ucap Alaska menggantung


"Wisnu Tuan." sambung Wisnu


"Ah iya Om Wisnu." ucap Alaska sambil tersenyum


"Mari Tuan Sandi dan Tuan Alaska, 5 menit lagi meeting akan segera di mulai." ucap Wisnu sambil mempersilakan kedua tuan nya untuk berjalan lebih dulu.


Mereka pun memasuki ruang rapat untuk memulai meeting dengan para pemegang saham.


Sementara di kampus.


Jam kuliah di kelas IT sudah usai dan Alexa memutuskan untuk segera pulang.


"Mel, ayo bareng." ajak Alexa kepada sang teman

__ADS_1


"Tidak usah Al, biar aku naik taxi saja." tolak Meli yang merasa tidak enak


"Melinda Hassan." ucap Alexa penuh penekanan yang artinya tidak ingin di bantah


Meli pun menelan paksa ludahnya mendengar suara Alexa yang penuh penekanan.


"Emmmm baiklah." pasrah Meli kepada Alexa yang langsung di sambut senyuman manis dari Alexa


Mereka pun berjalan beriringan menuju ke parkiran.


Nampak Jessica tengah berdiri menghalangi jalan Alexa.


Alexa pun berhenti tepat di hadapan Jessica sambil melipat tangannya di dada.


"Jessica Irawan, ada perlu apa kamu menghalangi jalanku ?" tanya Alexa sambil mengangkat sebelah alisnya


Bukan menjawab Jessica malah tersenyum miring sambil menatap Alexa dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Apa yang membuat Sandiego tertarik padamu ?Bahkan apa yang melekat di tubuhmu itu bukanlah barang-barang branded." sombong Jessica sambil berjalan memutari tubuh Alexa


"Kenapa tidak kau tanyakan saja kepada Diego hemm ?" tanya Alexa dengan tenang


"Aku tidak peduli kamu benar-benar tunangan Sandiego atau bukan, tapi aku akan merebutnya darimu, karena hanya aku yang pantas mendampingi orang sekelas Sandiego, tentu kamu tau siapa itu keluarga Sandiego kan, orang paling berpengaruh di London sepanjang masa meskipun keluarganya pindah ke Indonesia." jelas Jessica panjang kali lebar


"Sudah bicaranya ?" tanya Alexa jengah


"Kau." geram Jessica sambil mengepalkan kedua tangannya


"Aku pasti akan merebutnya darimu Alexa." teriak Jessica yang tidak di pedulikan oleh Alexa, malah terlihat Alexa hanya mengcungkan jari tengahnya tanpa berbalik sedikitpun, membuat Jessica tambah geram di buatnya "Lihat saja dasar ******." geram Jessica sambil berlalu pergi.


Alexa pun masuk ke dalam mobilnya diikuti Meli di belakangnya.


"Al." panggil Meli pelan


"Iya Mel." jawab Alexa sembari menoleh ke arah kursi samping kemudi


"Jessica....." ragu Meli


"Aku tau dia seperti apa Mel, kamu tenang saja." ucap Alexa sembari menyalakan mesin mobilnya dan segera berlalu.


"Tapi Al...." ucap Meli sambil menatap dalam sang sahabat


"Aku akan baik-baik saja, percayalah." balas Alexa menenangkan Meli


"Berjanjilah kamu akan baik-baik saja Al, kamu satu-satunya sahabat aku di sini." Meli menunduk mengingat dirinya memang hanya memiliki Alexa yang mau berteman dengannya padahal dia hanya orang dari kalangan biasa yang bisa masuk ke Oxford karena beasiswa.


"Aku janji Mel." balas Alexa


Alexa pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah kota London untuk mengantarkan sang sahabat.


Tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun tiba di basemant apartemen Calia yang letaknya cukup jauh dari kampus.


"Kenapa kamu tidak sewa di Tifolia aja Mel, jaraknya jauh lebih dekat ke kampus." tanya Alexa sembari mengikuti langkah Meli menuju ke unit apartemennya.

__ADS_1


"Kamu pasti tau kan kalau keluarga aku hanya lah keluarga yang sederhana, mana mungkin papa aku mampu menyewa di apartemen elit itu." jawab Meli yang di balas anggukan kepala oleh Alexa


"Maaf Mel, aku tidak bermaksud." sesal Alexa sambil berjalan beriringan dengan Meli


"Tidak apa Al, aku sadar diri siapa aku, aku hanyalah putri seorang pengusaha restoran kecil-kecilan, tanpa beasiswa aku tidak mungkin kuliah di Oxford, mungkin aku akan memilih untuk kuliah di Jakarta saja." jawab Meli sambil tersenyum


"Semoga Meli masih mau berteman denganku meski nanti dia tau siapa aku sebenarnya." batin Alexa


Ceklek


"Ayo masuk." ajak Meli yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Alexa.


Alexa pun masuk ke dalam apartemen sang sahabat sang tidak terlalu besar itu.


Meli langsung menuju ke dapur untuk mengambil minuman dingin untuk sahabatnya.


"Maaf ya Al, adanya cuma ini." ucap Meli sambil membawa 2 kaleng minuman dingin


"Tidak apa Mel, santai aja." jawab Alexa sambil mendudukkan dirinya di sofa.


Kring...kring...kring


Alexa pun mengambil ponselnya dari dalam tas dan langsung tersenyum begitu mendapati bahwa yang menelponnya adalah sang bunda.


"Hallo bunda." ucap Alexa begitu mengangkat telponnya


"Hallo sayang, apa kabar nak ?" tanya Delia kepada sang putri


"Lexa baik bunda, dan Lexa sangat senang di kampus baru." jawab Alexa


"Syukurlah sayang, kamu dimana nak ? Kenapa lokasimu tidak berada di Tifolia, dan tidak juga di kampus ?" Delia memberondong pertanyaan kepada sang putri pasalnya Delia melihat lokasi sang putri yang nampak asing.


"Lexa ada di rumah teman bun, di apartemen Calia." jawab Alexa


"Ah baiklah, hati-hati dan salam untuk suamimu." ucap Delia yang di balas anggukan kepala oleh Alexa. "Sudah dulu ya sayang." lanjut Delia


"Iya bunda, salam untuk ayah." jawab Alexa sembari


mengakhiri panggilan videonya.


Sementara Meli terdiam mendengar kata suami dari seberang telpon.


Alexa yang melihat Meli terdiam pun langsung memanggilnya.


"Mel." panggil Alexa


"Ah iya Al, kamu sudah selesai dengan telponmu ?" tanya Meli yang sudah tersadar dari keterkejutannya.


"Kamu kenapa ?" tanya Alexa


"Tadi bunda kamu bilang suami, maksudnya kamu sudah menikah ?" tanya Meli hati-hati yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Alexa.


"Ya, Sandiego Alexander adalah suamiku." jawab Alexa

__ADS_1


__ADS_2