
Sementara di tempat lain tepatnya di perusahaan Nugroho Group.
Delia datang dengan mengendarai mobilnya sendiri.
"Permisi mba, saya ingin bertemu dengan Presdir Nugroho apa ada di tempat ?" tanya Bunda Delia kepada resepsionis dengan sopan
"Maaf Nyonya,apa Anda sudah membuat janji dengan Presdir?" tanya resepsionis itu
"Belum,tolong sampaikan kalau Delia Vernandes ingin bertemu." ucap Delia
"Ba..baik Nyonya." jawab resepsionis tergagap
"Hallo." ucapnya dari seberang telpon
"Maaf Presdir,ada Nyonya Delia Vernandes ingin bertemu Anda." ucap resepsionis itu
"Delia Vernandes ?" gumam Presdir Nugroho "Tolong antarkan beliau ke ruangan saya." sambung Presdir Nugroho
"Baik Presdir." jawab resepsionis itu langsung menutup telponnya.
"Mari Nyonya saya antar ke ruangan Presdir." ucap resepsionis itu sambil membungkuk hormat
Delia pun mengangguk dan segera mengikuti resepsionis untuk menuju ruangan Presdir.
Selama perjalanan menuju ruangan Presdir, banyak pasang mata yang melihat Delia bersama sang resepsionis.
"Bukankan itu Nyonya Delia Vernandes ?"
"Iya betul,ternyata aslinya jauh lebih cantik ya."
"Iya,padahal usianya sudah tidak muda lagi tapi masih nampak cantik."
"Hust,jangan keras-keras,jangan sampai menyinggung Nyonya Delia atau kita akan menyesal."
"Ah iya,kita harus berhati-hati."
"Ya,ingatlah bahwa mulutmu harimaumu."
"Jangan sampai karna kita salah bicara malah berakibat fatal."
Begitulah bisik-bisik para karyawan yang melihat Delia melewati mereka.
Sementara Delia hanya menanggapinya dengan senyuman
Tok tok tok
"Masuk." teriaknya dari dalam ruang
__ADS_1
"Permisi Presdir,saya mengantarkan Nyonya Delia." ucap resepsionis sambil menunduk
Sontak Presdir Nugroho langsung mendongak menatap Delia.
"Kau boleh keluar." ucapnya menyuruh sang resepsionis untuk keluar
Presdir Nugroho pun beranjak dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah sofa.
"Silakan duduk Nyonya Vernandes." ucapnya kepada Delia
"Terima kasih Tuan Nugroho." jawab Delia sambil mendudukkan diri di sofa hadapan Presdir Nugroho
"Ada apa gerangan Anda mengunjungi saya Nyonya ?" tanya Presdir Nugroho to the point
"Rupanya Anda tidak suka berbasa basi Tuan." ucap Delia terjeda. "Kedatangan saya kemari hanya untuk memberikan peringatan kepada Anda Tuan,tolong beritahukan kepada putri kesayangan Anda untuk tidak lagi mengganggu putri saya." sambung Delia
"Apa maksud Anda Nyonya,saya sungguh tidak mengerti." ucap Nugroho
"Anda tidak mungkin tidak tau dengan kelakuan putri Anda di luar sana bukan ?" tanya Delia
"Sungguh saya tidak tau Nyonya." jawab Nugroho
"Tidak mungkin Anda tidak tau kelakuan putri Anda Tuan,secara Anda yang menjamin semua kelakuan buruknya di sekolah sehingga tidak ada yang berani melawannya,saya tau Anda merupakan salah satu donatur di sekolah itu,tapi Anda harus ingat bahwa sekolah itu adalah milik keluarga saya." terang Delia
"Kalau boleh tau siapa putri Anda Nyonya,biar nanti saya beritau kepada putri saya untuk meminta maaf kepadanya." ucap Nugroho
"Saya tidak akan memberitau siapa putri saya,beritau saja kepada putri Anda untuk tidak menindas siswi lain lagi,atau Anda akan menyesal Tuan,sekolah itu untuk mereka yang ingin menuntut ilmu,bukan untuk orang yang hanya bisa menyombongkan diri dengan kekuasaan yang di miliki orang tuanya." ucap Delia penuh dengan penekanan.
"Saya harap Anda bisa menjamin ucapan Anda Tuan,karena saya tidak akan tinggal diam kalau sampai putri Anda mengganggu putri saya lagi,bukan hanya putri Anda yang akan saya DO dari sekolah tapi perusahaan Anda akan menanggung akibatnya." ucap Delia
"Saya yang akan menjaminnya Nyonya." jawab Nugroho sambil menunduk
"Baiklah,saya permisi." ucap Delia sambil beranjak dari duduknya dan segera keluar dari ruangan Presdir Nugroho.
Selepas kepergian Delia dari ruangannya,Nugroho pun langsung menghela nafasnya.
Hufft
"Apa yang sudah Angelica lakukan." gumam Nugroho dengan memijat pelipisnya.
"Papi." panggil Angelica setelah memasuki ruangan sang Papi
Nugroho pun langsung mendongak menatap sang putri.
"Papi sakit ?" tanya Angel langsung menghampiri sang Papi yang nampak terdiam di sofa.
"Papi pusing memikirkan kamu." jawab Nugroho
__ADS_1
"Kenapa dengan Angel Pi ?" tanya Angel bingung
"Berhentilah berbuat onar di sekolahmu sayang." jawab Nugroho
"Apa maksud Papi,Angel tidak mengerti." sangkal Angel
"Berhentilah membully Angel,di sekolahmu sekarang ada cucu keluarga Vernandes." tekan Nugroho
"Abimanyu maksud Papi ?Dia kan memang sudah sekolah disana sejak lama,dan Angel tidak pernah mencari masalah dengannya Pi." jawab Angel
"Bukan Abimanyu Vernandes,tapi cucu yang lain." ucap Nugroho
"Siapa Pi ?"tanya Angel penasaran
"Papi juga tidak tau Angel,lebih baik mulai sekarang berhentilah membully di sekolahmu,Papi tidak punya kuasa lagi kalau sampai kamu membully cucu perempuan keluarga Vernandes." terang Nuhroho
"Cucu perempuan,jadi maksud Papi Abimanyu memiliki saudara sepupu perempuan ?" tanya Angel
"Iya nak,dan tadi Nyonya Delia kesini mendatangi Papi untuk memperingatkanmu." jawab Nugroho
"Siapa anak Nyonya Delia ?" gumam Angel
"Papi tidak tau,maka dari itu jangan berbuat onar dulu." jawab Nugroho
"Angel akan mencari tau Pi,Papi juga harus bantu Angel untuk mengetahui siapa putri yanh di maksud." ucap Angel
"Tidak semudah itu nak,karena memang sedari dulu informasi mengenai putri Aditya Vernandes sangatlah tertutup,tidak ada yang bisa mencari tau tentangnya." ucap Nugroho
"Angel akan mencari hacker handal Pi untuk mencari tau." ucap Angel
"Apa akhir-akhir ini ada murid baru mungkin ?" tanya Nugroho
"Memang ada si Pi,2 orang pindahan dari New York." jawab Angel
"Mungkin salah satu di antara mereka,lebih baik kamu berhati-hati nak,atau perusahaan ini taruhannya,Papi tidak mungkin bisa melawan keluarga Vernandes apalagi Aditya Vernandes." ucap Nugroho.
"Baik Pi." ucap Angel
"Tidak mungkin kalau Alexandria,dia kan miskin atau Diandra ?" tanya Angel dalam hati
"Ya sudah Pi,Angel pulang dulu ya." pamit Angelica pada sang Papi
"Hati-hati." pesan Nugroho pada sang putri
Angelica pun berlalu pergi dari ruangan sang Papi.
Angelica pergi menggunakan mobil sport yang baru saja di belinya beberapa bulan lalu,dia melajukan mobilnya menuju ke sebuah pantai untuk menjernihkan pikirannya.
__ADS_1
"Siapa anak dari Aditya Vernandes ? Apakah Alexandria atau Diandra. Aku harus mencari tau sebelum terlambat,supaya nantinya aku tidak salah mengambil tindakan,kemana aku harus cari hacker handal ya....." gumam Angelica sambil berpikir "Satu masalah belum selesai sudah timbul masalah lain,aku juga harus mencari cara untuk memisahkan Alexa dengan Sandiego,aku sudah mengincarnya sedari dulu masa harus kalah sama cewek miskin itu si,engga banget deh.Gimana caranya ya ?Argghhhhhh " teriak Angel frustasi
Angelica masih betah berada di pantai seorang diri.