
Setelah mengetahui berapa banyaknya orang yang menjaga tempat penyekapan Diandra, Alexa pun segera menyusun rencana untuk penyelamatan Diandra bersama sang suami dan Opanya.
Alexa menyandarkan punggungnya di sofa sembari memejamkan matanya.
Alexa langsung membuka matanya begitu merasakan usapan di kepalanya.
"Kamu yakin mau ikut sayang ?" tanya Delia
"Iya bun, karena akulah umpannya." jawab Alexa sambil menatap dalam mata sang bunda yang menyiratkan kekhawatiran.
"Ayah akan pastikan Alexa baik-baik saja Delia." ucap Daniel menenangkan sang putri.
"Bunda percaya sama Lexa kan ?" tanya Alexa sembari menggenggam tangan sang bunda yang di angguki oleh Delia.
"Bunda percaya nak, dan bunda juga akan pastikan semua berjalan sesuai rencana, bunda akan pastikan abangmu tidak akan mengetahui rencana ini." jawab Delia yang di angguki oleh sang putri
Karena mereka berpikir kalau Abimanyu sampai ikut semuanya akan melenceng dari rencana yang sudah di susun secara matang.
Ting tong
Alexa dan Delia langsung menoleh ke arah pintu sebelum akhirnya sama-sama beranjak untuk melihat siapa yang datang tengah malam seperti ini.
Ceklek
Nampak tubuh tegap sang ayah berdiri tepat di depan pintu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ayah." Alexa langsung menghambur ke pelukan Aditya
"Semua akan baik-baik saja, ayah sudah mendengar semuanya dari bundamu." ucap Aditya sembari mengusap sayang punggung sang putri yang berada dalam pelukannya.
"Iya ayah." balas Alexa sembari melepaskan pelukan sang ayah dan mendongak menatap mata tajam sang ayah
"Sebaiknya kita masuk." ajak Delia yang di angguki oleh suami dan putrinya.
Mereka pun segera masuk dan bergabung bersama Daniel dan Diego yang masih menyusun rencana penyelamatan Diandra.
Kring kring kring
Alexa meraih ponselnya yang berada di atas meja dan mendapati deretan nomor tak di kenal yang di yakini adalah Angelica.
Tanpa pikir panjang, Alexa segera menggeser tombol hijaunya dan tak lupa mengaktifkan loud speaker agar semuanya mendengar.
"Hallo." ucap Alexa begitu sambungan telponnya terhubung
"Alexa, kalau kamu ingin sahabatmu selamat maka datanglah sendiri ke alamat yang aku share lock barusan, ingat jangan membawa orang-orang keluarga Wijaya atau Diandra akan mati di tanganku, dan aku pastikan suamimu akan menjadi milikku setelahnya." ucap Angelica sambil tertawa yang membuat Alexa langsung mengepalkan tangannya menahan emosi.
__ADS_1
"Tolong berikan ponselnya kepada Diandra, aku ingin bicara dengannya." pinta Alexa kepada Angelica dengan suara pelan
"Tentu saja." jawab Angelica cepat dan beralih menghampiri Diandra yang masih terduduk di atas kursi dengan kaki dan tangan yang terikat.
Plak
Suara tamparan terdengar di telinga Alexa dan yang lainnya membuat Alexa memejamkan matanya sejenak.
"Bangun bodoh." teriak Angelica setelah menampar Diandra
"Ssstttttttt." desis Diandra yang merasakan perih di pipinya
"Bicaralah, sahabat baikmu ingin bicara denganmu, dan jangan lupa bujuk dia untuk datang seorang diri." ucap Angelica sembari menjambak rambut Diandra membuatnya mendongak
"Al." lirih Diandra sembari meringis menahan sakit
"Sa, aku pasti akan datang untuk membawamu kembali, tunggulah sebentar lagi dan bertahanlah oke." balas Alexa sembari meneteskan air matanya mendengar suara lirih sang sahabat.
"Aku baik-baik saja Al, jangan khawatirkan aku oke." ucap Diandra dengan terbata-bata karena menahan sakit di kepalanya yang masih di jambak oleh Angelica.
"Dasar bodoh." umpat Angelica sembari mendorong kepala Diandra
"Ingat baik-baik Alexandria Vernandes, kalau kamu ingin sahabatmu selamat maka datanglah seorang diri atau kamu akan menyesal." ucap Angelica langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Alexa.
Klik
"Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Angelica bisa melakukan apapun kepada Salsa." ucap Alexa sembari menatap satu persatu orang yang ada disitu.
"Pergilah, Opa sudah siapkan semuanya." ucap Daniel yang langsung mendapat tatapan dari sang putri
"Ayah...." protes Delia yang langsung di potong oleh Alexa
"Terima kasih Opa." jawab cepat Alexa sembari beranjak pergi.
"Al, Alexa." panggil Delia kepada sang putri yang terus melangkah tanpa menghiraukan panggilan sang bunda.
Delia pun segera beranjak dan mengejar langkah sang putri yang tengah menaiki tangga.
Ceklek
Nampaklah Alexa tengah mengganti bajunya dengan celana jeans panjang warna hitam serta atasan hitam dan tak lupa jaket kulit berwarna hitam dan juga topi warna hitam.
"Kamu tidak boleh pergi sendiri nak." cegah Delia kepada sang putri
"Bunda, Alexa janji akan kembali dengan selamat, bukankah orang-orang Opa sudah berada pada posisi masing-masing ? Jadi bunda jangan khawatirkan Lexa oke." ucap Alexa sembari menggenggam tangan sang bunda.
__ADS_1
Grep
Delia membawa sang putri ke dalam pelukannya.
"Berjanjilah akan kembali dengan selamat." ucap Delia sambil menahan air matanya agar tak terjatuh
"Lexa janji bunda." balas Alexa sembari mengeratkan pelukannya kepada sang bunda.
Delia pun perlahan melepaskan pelukannya terhadap sang putri dan meraih kalung yang melingkar di lehernya.
"Kalung ini sudah di berkati, semoga semuanya berjalan sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan." ucap Delia sembari memakaikan sebuah kalung berbandul salib.
Alexa pun menggenggam salib itu dan memejamkan sejenak matanya untuk sekedar merapalkan doa.
Alexa membuka matanya dan menatap dalam mata sang bunda.
"Doakan Lexa bunda." ucap Alexa dengan menampilkan senyum tipisnya
"Doa bunda selalu menyertaimu nak." balas Delia sembari mengusap sayang kepala sang putri dan tak lupa membuat tanda salib di kening sang putri dan mengecupnya singkat.
Alexa keluar dari kamar di ikuti sang bunda di belakangnya untuk menuju ke ruang tengah.
"Kamu sudah siap ?" tanya Daniel kepada sang cucu begitu melihat Alexa berdiri di depannya
"Siap Opa." jawab Alexa sambil mengangguk
Diego pun segera mendekat ke arah sang istri.
"Berjanjilah untuk baik-baik saja." Diego membelai lembut pipi sang istri
"Aku janji kak." balas Alexa sembari masuk ke dalam pelukan sang suami.
"Aku akan segera menyusul." ucap Diego sembari mengecup puncak kepala sang istri
Alexa mengangguk di dada bidang sang suami.
Perlahan Alexa pun melepaskan diri dari pelukan sang suami setelah mendapatkan tanda salib di kening dari sang suami,dan beralih memeluk ayah dan sang opa.
"Doakan Lexa baik-baik saja ayah." ucap Alexa sembari menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang ayah
"Doa ayah menyertaimu nak." balas Aditya sembari menjauhkan tubuh sang putri dan memberikan tanda salibnya di kening sang putri.
"Lexa berangkat dulu Opa." ucap Alexa sembari memeluk singkat sang Opa
"Hati-hati dan jangan lengah." ucap Daniel memperingatkan sang cucu yang di angguki oleh Alexa.
__ADS_1
"Apa sudah di bawa ?" bisik Daniel tepat di telinga sang cucu membuat Alexa sontak mendongak dan menatap sang Opa.
Seakan mengerti arti tatapan sang cucu, Daniel pun mengangguk sambil tangannya mengusap sayang kepala sang cucu dan tak lupa memberikan tanda salib nya di kening sang cucu.