
Vadeo melanjutkan mendorong meja beroda itu ke arah Alexandria yang duduk di sofa. Dia ingin istrinya itu untuk segera mengisi perutnya dengan makanan, dia tidak mau kasus kekurangan kalori menimpa lagi pada istrinya tercinta.
“Makan dulu Sayang, aku buka pintu siapa yang datang.” ucap Vadeo setelah menempatkan meja dorong pada posisi yang tepat. Dia segera membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang berada di balik pintu.
Setelah membuka pintu terlihat sosok Vincent sambil tersenyum lebar memperlihatkan gigi putih dan rapi sambil mendorong dua koper milik Alexandria dan milik Vadeo. Tadi Dealova yang membawakan koper Alexandria, dia tetap ingin melihat kamar pengantin Kakaknya. Akan tetapi Vincent yang menyadari kalau yang berada di dalam kamar tidak mengenakan baju yang pantas. Dia menyuruh Dealova pergi meskipun dengan susah payah dan akhirnya Dealova mau pergi karena diajak oleh Edwind, Sean dan Gerrit jalan jalan.
“Sudah gol berapa Bro?” tanya Vincent sambil masih tersenyum.
“Banyak.” jawab Vadeo sambil menarik dua koper itu dan segera menutup daun pintu dengan kakinya.
“Sialan, buru buru amat mau mencetak anak.” umpat Vincent di balik pintu.
“Aku sudah susah payah mengusir Dealova sampai membujuk Gerrit untuk mengajak dia pergi... eee tidak bisa juga aku bertanya tanya.” gerutu Vincent yang gagal mendapatkan cerita belah duren dari Vadeo, lalu dia melangkah meninggalkan kamar pengantin itu dengan terlebih dulu menendang daun pintu itu.
Waktu terus berlalu. Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari, minggu berganti minggu. Dan sudah satu bulan lebih pernikahan Vadeo dan Alexandria berjalan.
Bulan madu pun sudah mereka lewati, Alexandria memilih tempat untuk berbulan madu di Indonesia saja. Karena menurut Alexandria banyak tempat tempat yang bagus juga di Indonesia.
Mereka berdua sangat bahagia, keluarga Jonathan dan keluarga William pun sangat bahagia. Sesuai rencana keluarga Jonathan, Vadeo dan Alexandria tinggal di mension Jonathan. Akan tetapi terkadang mereka berdua menginap di mension William.
Seperti hari ini, mereka berdua berada di dalam mobil menuju ke mension William. Mereka berdua akan menghabiskan waktu week end mereka di mension William.
“Kak, Mama dan Papa Jo, kita belum menginap saja sudah dipesan agar cepat balik ke mension Jonathan.” ucap Alexandria yang duduk di samping kemudi setelah membaca pesan teks dari Nyonya Jonathan di aplikasi chatting nya.
“He... he... Iya mereka akan kesepian jika kita ke mension William. Paling mereka akan akan ke villa berbulan madu.” ucap Vadeo sambil tertawa kecil mengingat kedua orang tuanya yang kini sering menghabiskan waktu di villa setelah Vadeo menikah.
“Ha... ha.. ha... Mama membuat kamar kita bernuansa romantis biar kita betah di kamar, tapi mereka berdua yang ke villa untuk berbulan madu.” ucap Vadeo lagi sambil masih tertawa.
“He... he... he... biar saja Kak, mungkin Mama dan Papa Jo sudah lega Kak Deo menikah jadi mereka kini bersenang senang.” ucap Alexandria sambil menoleh menatap Vadeo dan Vadeo menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Mereka berdua terus berbincang bincang dengan ringan membahas masalah masalah ringan. Hingga tidak terasa mobil sudah memasuki mension William.
Mobil berhenti di depan pintu utama mension. Vadeo terburu membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobilnya dia juga akan segera membukakan pintu buat Alexandria. Akan tetapi ada dua orang pelayan yang berlari mendekati mobil mereka dan salah seorang segera membuka pintu buat Alexandria dan satu orangnya segera menuju ke bagasi mobil untuk mengambil koper Alexandria dan Vadeo.
“Selamat datang Nona, kami semua kangen pada Nona.” ucap pelayan itu.
“Terima kasih.” jawab Alexandria sambil tersenyum. Alexandria dan Vadeo lalu berjalan menuju pintu utama mension, Vadeo menggandeng tangan Alexandria kadang sesekali memeluk pundak Alexandria dari samping.
“Kakaaaaakkkk.” teriak Dealova yang membuka pintu dan langsung memeluk tubuh Alexandria, Alexandria pun segera memeluk adik bungsunya itu. Mereka berdua berpelukan untuk melepas rindu.
“Kak Al, aku kangen banget, jari jariku gatel pengen pijitin Kakak.” ucap Dealova dan Alexandria pun tertawa.
“Kamu tidak kangen aku Adik Ipar kedua?” tanya Vadeo sambil menarik pundak Dealova.
“Kakak Ipar pertama aku pun kangen pada dirimu.” jawab Dealova lalu memeluk tubuh Vadeo, Vadeo pun lalu memeluk dan mengacak acak rambut di puncak kepala Alexandria.
Mereka bertiga lalu berjalan masuk ke dalam. Dua pelayan yang membawa koper pun turut berjalan di belakang mereka.
“Mama sedang men design kamar Kakak.” ucap Dealova lagi
Mereka bertiga pun segera melangkah menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar Alexandria. Alexandria selain sudah rindu dengan sang Mama dia pun juga penasaran dengan apa yang Mama nya buat pada kamarnya.
Dealova berjalan lebih cepat mendahului langkah kaki Vadeo dan Alexandria, dan segera dia membuka pintu kamar Alexandria dengan lebar lebar.
“Surprise.....” teriak Dealova dengan suara cemprengnya sambil tersenyum lebar. Nyonya William yang berada di dalam kamar terlihat kaget. Alexandria pun juga kaget saat pintu terbuka lebar. Sebab di dalam kamarnya sudah berbeda nuansanya. Dinding kamarnya sudah diganti dengan cat warna biru, tempat tidur pun dengan sprai berwarna biru. Dan saat Alexandria sudah berada id depan pintu betapa kagetnya dia saat melihat ada box bayi yang juga berwarna biru.
“Kok sudah ada box bayi.” gumam Alexandria. Vadeo yang berada di dekat Alexandria pun juga tampak kaget.
“Kata Mama akan ada bayi laki laki.” ucap Dealova, Alexandria mengeryitkan dahinya. Sedangkan Vadeo terlihat tersenyum dia mengira Alexandria mungkin merahasiakan kehamilannya pada dirinya akan tetapi dia menceritakan pada Mamanya.
__ADS_1
“Ma.. Kok sudah ada box bayi?” tanya Alexandria sambil mendekat dan memeluk Sang Mama yang sedang duduk di tepi tempat tidur nya karena habis mengatur bantal bantal di tempat tidur itu.
“Tidak apa apa, bukannya pada saatnya juga butuh itu.” jawab Nyonya William sambil memeluk Alexandria
“Bagaimana kabarmu sayang? Sudah isi belum?” tanya Nyonya William kemudian setelah mengurai pelukannya, sambil mengusap perut Alexandria.
“Masih dapat haidnya Ma.” jawab Alexandria, dan jawaban dari Alexandria membuat Nyonya William dan Vadeo sedikit kecewa sebab mereka berdua tadi sudah berharap Alexandria sudah mulai tidak mendapatkan haid di bulan ini. Vadeo lalu terlihat menjabat tangan dan mencium punggung tangan Nyonya William.
“Ma, kok malah aku yang belum dapat haid bulan ini ya..” saut Dealova
“Perutmu isi nasi, ikut ikutan saja. Sudah sekarang kamu antar Kak Deo menemui Papa di kolam sana.” ucap Nyonya William pada Dealova.
“Ayo Kakak Ipar pertama kita ke tempat Papa, dia sedang membuat wahana bermain.” ucap Dealova sambil menarik tangan Vadeo.
Dealova dan Vadeo pun lalu keluar dari kamar Alexandria dan berjalan menuju ke tempat Tuan William.
Kini di kamar hanya ada Alexandria dan Sang Mama. Ixora masih sibuk belajar bersama teman temannya untuk persiapan ujian.
“Al, kalau Mama dulu setelah satu bulan menikah langsung tidak dapat haid. Mama test positif dan ada kamu itu.” ucap Nyonya William sambil menatap Alexandria
“Kan beda beda Ma.” jawab Alexandria yang kini juga duduk di tepi tempat tidur.
“Kamu dan Vadeo harus cepat cepat periksa. Mama dan Papa Jo juga sudah ingin segera punya cucu.” ucap Nyonya William lagi
“Tapi kata Kak Deo santai santai saja, malah banyak waktu berduaan dulu.” ucap Alexandria sambil menatap sang Mama
“Heleh memang kalau ada anak tidak bisa berdua. Aku dan Mama Jo siap merawat cucu, mau baby sitter berapa juga bisa.” ucap Nyonya William tidak mau menyerah.
“Nanti aku kasih jamu buat kamu dan Vadeo , biar cepet tok cer. Kalau perlu kalian berdua bulan madu lagi.” ucap Nyonya William lagi lalu dia mengajak Alexandria turun mengambil jamu subur makmur.
__ADS_1
..