Alexandria

Alexandria
Calon Istri


__ADS_3

Akhirnya mereka berenam pun kembali ke kediaman Vernandes.


Dengan formasi Diego satu mobil dengan Alexa, Alvaro dengan Amel dan Abimanyu dengan Diandra yang menyetir karena kaki Abimanyu masih terkilir .


Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di kediaman Venrandes,mobil mereka pun beriringan memasuki gerbang.


Alexa langsung menghampiri mobil yang membawa Abimanyu.


"Ayo bang." ajak Alexa sambil merangkul Abimanyu


"Astaga,Abimanyu kenapa ?" pekik Wilna yang melihat sang cucu di papah oleh cucu yang lainnya


"Abi hanya terkilir Oma." jawab Abimanyu menenangkan sang Oma


Alexa pun membawa Abimanyu masuk ke ruang tamu di ikuti teman-temannya.


"Bagaimana ceritanya Abimanyu bisa terkilir ?" tanya Lintang khawatir yang baru keluar ke ruang tamu


"Tidak apa Mom,namanya juga laki-laki." jawab Abimanyu


"Mom,bunda mana ?" tanya Alexa pada Lintang karena tidak melihat sang bunda


"Masih di belakang sama yang lain sayang." jawab Lintang


Alexa pun mengangguk dan segera pergi ke halaman belakang untuk menemui orang tuanya.


"Bunda." panggil Alexa


Delia dan yang lainnya pun langsung menoleh ke asal suara.


"Iya sayang." jawab Delia


"Bun,kapan kita pulang ?" tanya Alexa


"Sore ini sayang,memang kenapa ? Alexa masih betah disini ?" bukan Delia yang menjawab melainkan Aditya


"Bukan begitu ayah,di depan ada teman-teman Alexa yang mau ikut anter,tapi abang tadi terkilir." jawab Alexa yang langsung membuat Aldi berdiri


"Abi kenapa ?" tanya Aldi dengan khawatir


"Abang terkilir waktu latihan basket Dad." jawab Alexa sehingga semuanya berhamburan untuk melihat keadaan Abimanyu.


"Bun,soal pertunangan-" ucap Alexa menggantung.


Kebetulan tinggal Alexa dan kedua orang tuanya yang masih setia duduk di halaman belakang.


"Bunda ikut kamu saja sayang,karena nantinya kamu yang akan menjalaninya." jawab Delia sambil mengusap sayang kepala sang putri


"Ayah." lirih Alexa menatap Aditya


Aditya pun langsung membawa sang putri ke dalam pelukannya.


"Ayah akan selalu ada untuk kamu sayang." ucap Adit sambil mengusap punggung Alexa


"Jalani saja apa yang ada di depan mata dan jangan pernah sesali apa yang sudah kamu putuskan,cinta akan datang seiring berjalannya waktu,seperti kata kamu waktu itu,bahwa cinta ayah dan bunda datang setelah terikat pernikahan." ucap Delia lembut

__ADS_1


"Iya bunda." jawab Alexa beralih memeluk sang bunda


"Kita ke depan ya." ajak Delia sembari melepaskan pelukan sang putri


Delia pun mengajak sang putri untuk ke ruang tamu dimana seluruh keluarga dan teman-temannya berada.


"Kenapa jagoan ayah ?" tanya Adit sambil mendudukkan diri di samping Abimanyu.


"Namanya juga anak cowok Yah." jawab Abimanyu sambil tersenyum dan Adit hanya mengangguk menanggapi jawaban Abimanyu.


"Jam berapa kita akab berangkat ?" tanya Fenita pada sang putri


Delia pun menoleh ke arah Aditya.


"Setelah jam makan siang Bunda." jawab Adit yang di jawab anggukan kepala oleh semuanya


"Kalau begitu mari kita semuanya makan siang." ajak Wilna kepada seluruh orang yang ada di ruang tamu.


Di meja makan


Alexa mengambilkan makanan untuk Diego sehingga semua pasang mata menatapnya.


Alexa yang merasa menjadi pusat perhatian pun mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa ?" tanya Alexa


"Apa aku ga salah lihat Al." cengo Amel melihat Alexa mengambilkan makanan untuk Diego


"Apanya ?" tanya balik Alexa


Alexa yang mengerti maksud sang sahabat pun angkat bicara


"Belajar jadi istri yang baik untuk calon suami,dimana letak kesalahannya?" heran Alexa yang membuat Amel melongo


Sontak Diego langsung menoleh ke arah sang kekasih tidak percaya.


Uhuk uhuk uhuk


Sementara Alvaro yang mendengar ucapan Alexa langsung tersedak dan menatap cengo ke arah Alexa


Reflek Amel yang kebetulan duduk di sebelah Alvaro langsung menyodorkan minumnya.


"Apa kakak juga meragukanku ?" tanya Alexa sambil menangkup pipi sang kekasih


Diego pun menggeleng sebagai jawabannya.


"Kalau begitu,makanlah." ucap Alexa sambil melepaskan tangannya dari pipi Diego


Diego pun langsung memakan makanan yang sudah di ambilkan oleh Alexa.


Sementara para orang tua hanya tersenyum menanggapinya.


Makan siang pun berlangsung dengan diiringi obrolan ringan.


Selesai makan siang,Alexa langsung memutuskan untuk ke kamar mengambil tasnya.

__ADS_1


"Bun,boleh Diego menyusul Alexa di atas ?" ijin Diego kepada Delia


"Boleh,tapi jangan macam-macam Diego,atau ayah akan membatalkan pertunangan kalian." bukan Delia yang menjawab tapi Aditya dengan di sertai sedikit ancaman.


"Diego tidak akan macam-macam ayah,hanya satu macam." jawabnya sambil berlalu yang membuat Aditya langsung menatap tajam kepada Diego.


"Bercanda Ayah." sambung Diego sambil menaiki anak tangga.


Ceklek


Diego langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Di lihatnya Alexa tengah berdiri di balkon kamarnya sambil menatap langit yang nampak berwarna biru cerah dengan awan putih yang nampak cantik.


"Lihat apa hemm ?" tanya Diego sambil memeluk Alexa dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Alexa.


"Hanya melihat langit yang nampak cantik di siang ini." jawab Alexa sambil mengusap tangan Diego yang melingkar erat di perutnya. "Ngapain kakak kesini ?" tanya Alexa


"Nyamperin calon istri aku." bisik Diego di belakang telinga Alexa


Alexa pun tersenyum mendengar Diego menyebutnya sebagai calon istri. "Terima kasih sudah mau menjadi calon istri dari laki-laki yang tak sempurna ini." sambung Diego sambil mengeratkan pelukannya


"Tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Tuhan kak,kita manusia hanyalah makhluk yang tak sempurna." jawab Alexa


"Bagiku kamu adalah gadis yang sangat sempurna sayang." lirih Diego


Alexa tidak menanggapi ucapan Diego.


"Mari kita turun,semuanya pasti sudah menunggu." ucap Alexa sambil melepaskan tangan Diego dari perutnya.


Alexa pun berbalik dan langsung mengalungkan tangannya di leher Diego.


Cup


Alexa pun memberanikan diri untuk mencium pipi sang kekasih,


Diego terdiam mendapat serangan dadakan dari sang kekasih,meski hanya di pipi tapi Diego tidak dapat menutupi rasa bahagianya karena sekarang Alexa sudah berani menciumnya terlebih dahulu.


"Kakak masih mau disini ?" tanya Alexa dari ambang pintu karena Diego masih belum bergeming dari tempatnya.


Diego pun tersadar dari keterkejutannya mendengar ucapan Alexa,dia pun langsung berbalim dan segera mengikuti sang kekasih untuk turun ke lantai bawah dimana semua orang sudah menunggunya.


"Lama deh." celetuk Alvaro saat melihat Alexa dan Diego menuruni tangga.


"Kenapa jadi kamu yang tidak sabaran ?" tanya Diego kepada Alvaro sambil mengangkat sebelah alisnya


Ck.


Alvaro pun berdecak kesal mendapati ucapan sang sahabat yang sangat menyebalkan menurutnya.


"Dasar es balok." gumam Alvaro sambil beranjak dari duduknya.


"Diem deh Var." bisik Amel yang kebetulan mendengar gumaman Alvaro.


Alvaro pun memutar bola matanya malas karena selalu saja Amel yang nyambung.

__ADS_1


__ADS_2