Alexandria

Alexandria
Alexa Koma


__ADS_3

Dor


Semua mata tertuju ke arah Alexa yang tengah memeluk erat sang suami sehingga peluru itu mengenai bahu sebelah kanan Alexa.


Diego terpaku melihat sang istri tertembak di depan mata kepalanya sendiri.


Diego yang sudah tersadar dari keterkejutannya pun segara menangkap tubuh sang istri yang limbung.


Di angkatnya kepala sang istri ke atas pahanya.


Delia yang baru saja tiba di lokasi dan di suguhi pemandangan yang menyesakkan dadanya dimana sang putri tertembak, tanpa pikir panjang langsung melesatkan tembakan ke arah Angelica.


Dor


Angelica langsung jatuh terduduk begitu mendapatkan tembakan tepat di dada bagian kirinya.


Delia yang melihat semuanya masih terpaku pun segera berlari menuju sang putri.


"Sayang." Delia membelai lembut pipi sang putri yang sudah nampak pucat karena darah terus mengalir dari luka tembaknya.


Alexa tersenyum mendapati kedatangan sang bunda sebelum akhirnya menutup matanya.


"Alexa." teriak Diego sambil mendekap kepala sang istri sementara Diandra dan Delia sudah menangis di pelukan pasangan masing-masing.


"Kita bawa Alexa ke rumah sakit segera." ucap Daniel yang langsung mengambil alih sang cucu untuk di gendongnya.


Mereka pun bergegas meninggalkan lokasi untuk segera ke rumah sakit terdekat.


Tidak membutuhkan waktu lama, rombongan yang membawa Alexa tiba di rumah sakit.


"Dokter, tolong selamatkan istriku." teriak Diego sembari berlari menggendong tubuh lemah sang istri


Beberapa dokter bergegas datang menghampiri Diego yang menggendong seorang gadis cantik yang nampak sangat pucat karena kehabisan banyak darah.


Alexa langsung di bawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahunya.


Di depan ruang operasi nampak seluruh keluarga sudah datang untuk mengetahui keadaan Alexa.


Terlihat para wanita menangis di pelukan pasangan masing-masing, sementara Diandra tengah menjalani pengobatan akibat siksaan yang di lakukan oleh Angelica terhadapnya di temani Abimanyu.


Diego terduduk lesu sambil menunduk.

__ADS_1


"San." lirih Ayra kepada sang putra membuat Diego menoleh ke arah sang mommy.


"Alexa mom." Diego meneteskan air matanya di depan sang mommy


"Menangislah kalau itu bisa membuatmu lebih lega." ucap Ayra sambil menghapus air mata di pipi sang putra.


Diego pun langsung menghambur ke pelukan sang mommy.


"Kita harus sama-sama berdoa untuk keselamatan Alexa." bisik Ayra yang di angguki oleh sang putra.


Ceklek


Begitu ruang operasi di buka, Diego dan yang lain pun langsung menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan istri/cucu/putri saya dokter ?" tanya Diego, Aditya dan Daniel bersamaan


Dokter pun menghela nafasnya pelan sebelum menyampaikan kabar sang pasien.


"Pasien kehilangan banyak darah dan beruntung tepat di bawa kesini sehingga kami tim dokter bisa menyelamatkannya, tapi....." ucap dokter menggantung sambil menatap satu persatu orang di depannya


"Tapi apa dokter ?" tanya Diego cepat


"Tapi pasien di nyatakan koma." jawab dokter membuat Delia langsung jatuh pingsan, beruntung Aldi berada dekat dengannya sehingga bisa langsung menangkap tubuh sang adik ipar, begitu pun Ayra yang jatuh pingsan mendengar keadaan sang menantu.


"Berapa lama cucu saya akan mengalami koma dokter ?" tanya Daniel yang di jawab gelengan kepala oleh sang dokter.


"Kami tim dokter tidak bisa memprediksi kapan pasien akan tersadar dari koma,bisa hitungan hari,minggu, bulan bahkan tahun kita tidak pernah tau." ucap dokter menjelaskan


"Bolehkah saya melihat keadaan istri saya ?" tanya Diego sambil mendongak menatap sang dokter dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Silakan tuan, tapi hanya sebentar." jawab dokter yang di angguki oleh Diego.


Diego pun segera bangkit berdiri dan berjalan mengikuti dokter ke dalam ruangan sang istri.


Nampak Alexa tengah terbaring lemah dengan berbagai macam alat yang menempel di tubuhnya.


Diego berdiri di samping brankar dan mengulurkan tangannya untuk membelai pipi sang istri.


"Sayang, buka matamu bukankah kamu sudah berjanji akan baik-baik saja ? Tapi kenapa sekarang kamu harus terbaring lemah seperti ini hemm ? Kenapa kamu menolongku dari Angelica, harusnya aku yang berbaring disini tapi sekarang lihatlah, aku masih baik-baik saja sedangkan kamu terbaring lemah disini, tidakkah kamu merindukanku hemmm ?" bisik Diego sambil meneteskan air mata.


"Cepatlah buka matamu, bukankah kamu sudah berjanji akan memberikanku malaikat kecil setelah semuanya selesai ? Bangunlah sayang karena semuanya sudah selesai, tidak akan ada lagi yang akan mengusik keluarga kita, bangunlah." lanjut Diego sembari menggenggam tangan sang istri.

__ADS_1


Di tatapnya wajah pucat sang istri yang masih memejamkan matanya.


Cup


Diego mencium kening sang istri sebelum akhirnya keluar dari ruang perawatan sang istri.


"Aku akan kembali, cepatlah buka matamu sayang." ucap Diego sebelum akhirnya melangkah keluar dari ruang perawatan sang istri.


"Di bagaimana keadaan Al ?" tanya Diandra sendu yang di jawab gelengan kepala oleh Diego membuat Diandra langsung limbung, beruntung Abimanyu langsung menangkap tubuhnya sebelum jatuh ke lantai.


"Ini semua salahku." ratap Diandra sembari terisak


Abimanyu yang melihat sang kekasih menyalahkan diri sendiri pun tak mampu berbuat apa-apa kecuali mendekapnya erat.


Delia pun mendekat dan berjongkok di depan Diandra.


"Jangan menyalahkan diri sendiri sayang, percayalah Alexa kita pasti akan segera kembali bersama kita." ucap Delia sembari mengusap sayang kepala Diandra.


Diandra pun mendongak menatap Delia dan langsung menghambur ke pelukannya.


"Menangislah kalau itu bisa membuatmu lebih tenang sayang, tapi setelah ini jangan lagi ada air mata penyesalan, kita semua harus mendoakan yang terbaik untuk Alexa." lanjut Delia membuat Diandra mengangguk dan mengeratkan pelukannya.


Delia menoleh ke arah samping begitu merasakan usapan lembut di bahunya.


Dan nampaklah sang suami yang yang langsung memeluk keduanya.


"Alexa pasti akan kembali di antara kita sayang." ucap Aditya kepada Delia dan Diandra yang di balas anggukan kepala oleh keduanya.


Satu minggu kemudian belum ada perubahan pada kondisi Alexa membuat seluruh keluarga berat untuk kembali ke Indonesia, mereka pun berdiskusi untuk mencari jalan tengahnya.


"Biar bagaimana pun kita para kepala keluarga harus kembali ke Indonesia." putus Daniel yang di angguki oleh para lelaki.


"Saya setuju." timpal Banyu sambil mengangguk


"Ayah tidak perlu khawatir, Adit akan menghandle pekerjaan di Jakarta sehingga ayah bisa menemani bunda dan Delia disini menjaga Alexa." sanggah Aditya sambil menatap ke arah sang ayah mertua


"Aldi setuju dengan Adit, lebih baik ayah Daniel dan papa Banyu tetap disini mendampingi para istri dan menantu." timpal Aldiansayah yang di angguki oleh Devano selaku orang tua dari Diego


"Devan pun sependapat dengan Adit dan Aldi ayah, papa." ucap Devano menimpali.


Dan pada akhirnya yang kembali ke Jakarta hanya Aditya,Aldiansyah dan Devano.

__ADS_1


Sementara yang lainnya tetap tinggal di London untuk menemani Alexa.


__ADS_2