
Setelah menempuh penerbangan kurang lebih 18 jam,pesawat yang membawa Diego dan Alexa pun tiba di bandara internasional London pada pukul 1 dini hari waktu setempat.
Nampak ada seorang pria paruh baya yang menggunakan papan nama bertuliskan Diego yang di yakini adalah orang yang di utus oleh sang Daddy untuk menjemputnya.
Diego pun mengajak sang istri untuk menghampiri pria tersebut.
"Saya Diego." ucap Diego begitu sampai di hadapan pria baruh baya tersebut.
"Selamat datang tuan muda dan nona muda." sapa nya sambil menunduk hormat.
"Tolong antarkan kami ke apartemen Tifolia ya Pak." ucap Alexa sopan
"Mari tuan muda dan nona muda." jawabnya seraya mengambil alih koper yang di pegang oleh Diego dan mempersilakan kedua tuannya untuk berjalan lebih dulu dengan dia mengikuti di belakangnya.
Selama perjalanan hanya ada keheningan di dalam mobil karena Alexa kembali terlelap sambil bersandar di bahu sang suami.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mobil yang membawa Alexa dan Diego pun sampai di basemant apartemen Tifolia.
"Tuan, kita sudah sampai." ucap pria paruh baya itu sambil menepuk pelan bahu Diego.
Diego yang merasakan sentuhan pun mengerjapkan matanya.
"Kita sudah sampai tuan." ucapnya sopan
"Iya Pak, terima kasih." jawab Diego sembari menoleh ke arah sang istri yang masih terlelap.
"Sayang." panggil Diego sembari membelai pipi sang istri yang nasih terlelap di bahunya.
Alexa yang merasa terusik pun mengerjapkan matanya perlahan dan langsung menoleh ke arah sang suami.
"Apa kita sudah sampai ?" tanya Alexa sembari membenarkan posisi duduknya
"Ya kita sudah sampai sayang, ayo turun." ucap Diego yang di balas anggukan kepala oleh sang istri.
"Ke lantai berapa saya harus mengantar tuan dan nona ?" tanya Damar si pria paruh baya yang menjemputnya di bandara.
"Lantai 20 pak." jawab Alexa yang di balas anggukan kepala oleh Damar.
"Mari tuan dan nona." ucap Damar sembari mempersilakan kedua tuannya untuk berjalan lebih dulu.
Alexa berjalan beriringan bersama sang suami dengan Damar berjalan di belakang mereka sambil membawa koper kedua tuannya.
Sampai di depan unit kamarnya, Alexa meminta untuk Damar ikut masuk karena tidak mungkin membiarkan pria paruh baya untuk mengendarai mobil di waktu dini hari seperti ini.
"Bapak ikut lah masuk dan menginaplah disini, karena waktu sudah hampir pagi." ucap Alexa sembari memencet beberapa digit angka yang merupakan pin untuk membuka pintu apartemen.
__ADS_1
"Tidak usah nona, saya langsung pulang saja." tolak Damar dengan sopan
"Saya tidak menerima bantahan Pak Damar." tegas Alexa sembari masuk ke dalam apartemen meninggalkan sang suami dan Damar yang masih berdiri di depan pintu.
"Masuklah Pak, tidak apa-apa." ucap Diego kepada Damar
"Baiklah tuan muda, saya tidak berani membantah." jawab Damar pasrah mengikuti Diego masuk ke dalam apartemen.
Nampak Alexa tengah melihat-lihat interior apartemen yang dulu menemani hari-hari sang bunda selama menempuh pendidikannya di Oxford.
Setelah mengantar Damar ke kamar tamu, Diego segera menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang.
"Ayo kita kembali tidur." bisik Diego sembari mengeratkan pelukannya
Alexa pun mengusap lembut tangan sang suami yang melingkar di pinggangnya.
"Kakak tau, dulu bunda tinggal disini seorang diri, bunda Delia sangat hebat bukan ?" tanya Alexa yang di jawab anggukan kepala oleh sang suami
"Dan kehebatan bunda menurun kepadamu sayang." jawab Diego sembari mengecupi tengkuk sang istri yang membuat Alexa menjadi bergidik ngeri."Bagaiman kalau kita cek kamar tempat bunda menghabiskan malam-malamnya seorang diri?" sambung Diego penuh maksud
Alexa yang mengerti arah pembicaraan sang suami pun tak kuasa untuk menolak, di lepaskannya tangan sang suami dari pinggangnya dan di tariknya tangan sang suami untuk menuju ke kamar.
Ceklek
Alexa masuk ke dalam kamar dengan sang suami yang mengikuti di belakangnya.
Nampak Diego sudah berbaring di ranjang dengan hanya menggunakan celana pendek saja,dan menampakkan dada bidangnya yang errr..... menggoda iman tentunya.
Diego melambaikan tangannya ke arah dang istri agar mendekat dan berbaring di sampingnya.
Alexa pun menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke arah ranjang.
"Kemarilah." ucap Diego sembari menarik pelan pergelangan tangan sang istri.
Alexa pun duduk di ranjang sebelah sang suami yang masih setia berbaring.
Melihat sang istri yang tetap duduk, Diego pun mberingsut tiduran di pangkuan sang istri dengan kepala menghadap ke perut Alexa.
Alexa pun mengusap kepala sang suami yang masih betah berada di perutnya.
"Geli kak." ucap Alexa karena Diego tidak berhenti menggesek gesekkan hidungnya disana.
Diego pun mendongak menatap wajah cantik sang istri yang memerah karena menahan geli.
Di tangkupnya kedua pipi sang istri agar menunduk ke arahnya dan di kecupnya bibir ranum sang istri yang sudah menjadi candunya.
__ADS_1
Setelah di rasa sang istri sudah hampir kehabisan nafas, Diego pun melepaskan ciumannya sambil tersenyum.
"Kita lanjut." ucap Diego dengan cepat mengubah posisi dengan Alexa sudah berada di bawah kungkungannya.
Di kecupnya kembali bibir sang istri sembari tangannya mulai menyentuh titik sensitif di tubuh sang istri.
"Eunghhhh." lenguh Alexa yang merasakan gelenyar aneh saat sang suami menyentuh titik sensitifnya.
Diego yang mendengar lenguhan sang istri pun langsung melancarkan aksinya.
Dan pergulatan panas pun terjadi di waktu yang sudah menunjukkan dini hari.
"Terima kasih istriku." bisik Diego sambil membawa sang istri ke dalam pelukannya yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa sembari membalas pelukan sang suami tak kalah erat.
Keduanya pun terlelap dengan saling berpelukan.
Esok paginya, Alexa mengerjapkan matanya ketika merasakan sinar mentari yang masuk melalui celah gordennya dan tepat mengenai wajah cantiknya.
"Sudah pagi." gumam Alexa sembari menoleh ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi.
Alexa pun menoleh ke arah samping dan mendapati sang suami yang masih terlelap sambil memeluk pinggangnya erat.
Alexa pun memiringkan tubuhnya menghadap sang suami.
Di belainya lembut pipi sang suami yang masih menyelami alam mimpinya.
"Terima kasih." bisik Alexa sembari mengusap rahang tegas sang suami.
Tepat ketika saat Alexa akan menarik tangannya dari rahang sang suami, Diego telah lebih dulu menahan tangannya sambil mengerjapkan matanya.
Cup
Di kecupnya tangan sang istri yang masih di genggamnya.
"Sejak kapan kakak bangun ?" tanya Alexa sembari tersenyum
"Sejak ada tangan halus yang menyentuh wajahku." jawab Diego sembari tersenyum manis.
"Maaf kalau sentuhan tanganku sudah mengusik tidur kakak." ucap Alexa penuh sesal
"Tidak apa sayang." jawab Diego sembari mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri
Cup
"Morning kiss." ucapnya setelah mengecup singkat bibir sang istri.
__ADS_1
Alexa pun tersenyum mendapati perlakuan manis dari sang suami.