
Meli pun terpaku mendengar kenyataan bahwa sang sahabat adalah istri dari orang yang paling berkuasa di London itu.
Apalagi setelah mendengar tentang identitas Alexa yang sebenarnya.
Siapa yang tidak mengenal keluarga Vernandes dan Wijaya di Indonesia,hampir semua orang mengenalnya karena kekuasaan yang kedua keluarga itu miliki.
"Siapapun keluarga aku, aku tetaplah Alexandria yang kamu kenal Mel, jadi jangan pernah merasa kalau kamu tidak sebanding denganku, aku paling tidak suka ada yang membedakan kasta, bagiku semuanya sama di mata Tuhan." ucap Alexa yang membuat Meli langsung memeluknya.
"Terima kasih sudah mau menjadi teman aku tanpa memandang siapa aku Al." isak Meli dalam pelukan sang sahabat
"Aku yang berterima kasih sama kamu karena kamu mau menjadi teman aku, kamu tau kan kalau di kampus orang-orang memandang aku sebelah mata hanya karena aku anak beasiswa sepertimu ?" ucap Alexa sambil melepaskan pelukannya terhadap Meli
"Iya Al, awalnya aku pikir kamu hanya lebih beruntung dariku karena bertunangan dengan Sandiego,aku tidak pernah menyangka kalau kamu keturunan 2 keluarga terpandang di Indonesia, karena waktu aku mencoba mencari tau tentangmu, sangat sulit untukku bisa menemukan identitas lengkapmu. Kamu benar-benar sangat rapi dalam menyembunyikan identitas kamu." ucap Meli
Alexa pun tersenyum dan langsung melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore.
"Aku pulang ya Mel, bisa gawat kalo Diego pulang aku belum di apartemen." ucap Alexa sembari beranjak
"Hati-hati dan terima kasih." ucap Meli sembari ikut beranjak untuk mengantarkan sang sahabat sampai ke lobi apartemen.
Alexa pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di liriknya ke arah belakang melalui spion mobilnya dan ternyata dugaan benar bahwa ada yang mengikutinya dari belakang.
"Kau benar-benar ingin bermain denganku Jessica ?" seringai Alexa sembari menambah kecepatan mobilnya.
Di persimpangan yang seharusnya lurus, Alexa mengambil jalur kanan, di lewatinya jalanan sepi yang mengarah ke arah hutan.
Jalanan yang sepi membuat Alexa menjadi leluasa untuk memacu kendaraannya.
"Baguslah mobil ini sudah di modifikasi." gumam Alexa yang merasakan kalau mobil sang sahabat bisa di ajak kerjasama.
Setelah dirasa yang mengikutinya sudah tertinggal jauh, Alexa kembali masuk ke jalan raya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Alexa telah tiba di basemant apartemen bersamaan dengan sang suami yang juga baru memasuki basemant.
"Sayang, kamu baru pulang ?" tanya Diego heran sembari menghampiri sang istri
"Heem, tadi abis dari apartemen Meli dulu ampe lupa waktu." jawab Alexa sembari menyambut pelukan sang suami
"Dasar bucin." cibir Alaska sembari menghampiri keduanya
"Berisik." ketus Alexa sembari melepaskan pelukan sang suami. "Makasih mobilnya, keren." sambung Alexa sambil tersenyum
__ADS_1
"Jelas lah, siapa dulu." sombong Alaska sembari membusungkan dadanya "Wait wait wait,kamu ga macem-macem pake mobil aku kan ?" curiga Alaska sembari memicingkan matanya ke arah Alexa
"Macem-macem gimana coba, aku cuma satu macem doang, tadi aku abis tes mobil kamu buat balapan." enteng Alexa yang langsung membuat Diego melotot tak percaya
"Sayang." ucap Diego penuh penekanan
"Dengar,aku tidak punya maksud apapun selain untuk mengelabui seseorang." ucap Alexa sembari menangkup kedua pipi sang suami
"Maksudnya ?" tanya Alaska dengan mode serius
"Ada yang ikutin aku dari apartemen Calia, makanya aku ngebut tadi." jawab Alexa tenang
"Siapa yang berani mengikuti kamu ?" geram Diego yang di balas gelengan kepala oleh Alexa, meski sebenarnya Alexa tau siapa dalang di balik kejadian ini.
"Alaska, cari tau siapa yang sudah berani bermain-main dengan istriku." perintah Diego kepada sang sahabat yang satu server dengan sang istri.
"Oke." jawab Alaska sambil melihat kode dari Alexa yang seolah mengatakan kalau dia sudah tau siapa dalangnya.
"Sudah ah, kita masuk saja aku sudah lelah." ajak Alexa sembari menarik tangan sang suami "Ayo As, nanti sekalian makan malam disini saja." lanjutnya kepada Alaska yang di balas acungan jempol oleh Alaska.
Alexa pun berjalan beriringan dengan sang suami, sedangkan Alaska memilih berjalan di belakang mereka.
Mereka menaiki lift untuk menuju ke lantai 20.
Pintu lift pun terbuka, dan Alexa serta sang suami dan juga Alaska segera keluar dari lift dan segera memasuki apartemennya.
Di tekannya beberapa digit pin yang menjadi akses untuk membuka pintu.
Ceklek
Alexa pun membuka pintu dan mempersilakan kedua pria di belakangnya untuk masuk.
"Aku akan siapkan makan malam terlebih dahulu, kalian bersantailah." ucap Alexa sembari berlalu menuju ke dapur, tapi belum sempat melangkah tangannya sudah di cekal oleh sang suami.
"Kita delivery saja, kamu pasti lelah." ucap Diego lembut
"Tidak apa, hanya membuat nasi goreng tidak akan membuatku lelah." jawab Alex sembari tersenyum
Diego pun melepaskan cekalan tangannya dan membiarkan sang istri untuk memasak nasi goreng.
Sementara Diego dan Alaska duduk di sofa ruang tamu sambil menatap laptopnya masing-masing untuk menyelesaikan sebagian pekerjaan yang masih belum selesai.
__ADS_1
Di dapur
Setelah menghabiskan waktu 30 menit, nasi goreng seafood pun telah tersaji di meja makan.
Alexa memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum makan malam.
Huft
Alexa menghembuskan nafasnya pelan setelah mengingat kejadian yang di alaminya hari ini.
Alexa masuk ke dalam kamar mandi dan menatap dirinya di cermin.
"Jessica Irawan, ternyata kamu adalah orang yang berada di balik kebebasan Angelica Nugroho, aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik keluarga kecilku." batin Alexa sembari menatap dirinya di dalam cermin.
Terdengar suara teriakan sang suami yang memanggil-manggil dirinya dari luar pintu, Alexa pun segera membasuh wajahnya agar terlihat lebih segar.
Tok tok tok
"Sayang." panggil Diego
"Iya kak sebentar." jawab Alexa dari balik pintu
Ceklek
Alexa keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya.
"Kakak mau mandi atau langsung makan ?" tanya Alexa kepada sang suami yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi
"Makan dulu saja, aku sudah lapar." jawab Diego sembari mengusap perutnya yang sudah terasa lapar
Alexa pun tersenyum sambil menggandeng tangan sang suami dan di ajaknya menuju ke dapur.
"Kamu sudah mandi ?" tanya Diego yang melihat wajah sang istri nampak segar
"Belum, tadi niatnya mau mandi tapi keburu ada yang teriak karena kelaparan, jadi belum sempat mandi deh." jawab Alexa sembari melirik sang suami
"Maaf." sesal Diego menghentikan langkahnya
Sontak Alexa pun ikut berhenti dan langsung menatap sang suami.
"Untuk ?" tanya Alexa sembari menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Karena aku sudah mengganggu waktumu mandi." jawab Diego yang membuat Alexa tertawa sambil kembali menarik tangan sang suami menuju ke ruang makan dan tidak lupa mengajak Alaska untuk makan malam bersama.