Alexandria

Alexandria
Bab. 199.


__ADS_3

Waktu terus berlalu sudah seminggu sejak kejadian pergi ke bukit, semua baik baik saja. Akan tetapi Alexandria belum mau di test.


“Sayang sudah seminggu sejak aku pergi ke bukit, kamu tidak dapat haid kan?” tanya Vadeo saat pagi hari. Dia terus menghitung hari hari dan terus mengecek istrinya dapat haid tidak.


“Iya Kak tapi aku takut kalau hasilnya negatif.” jawab Alexandria sambil menatap Vadeo dengan ekspresi wajah cemas. Mereka berdua masih berbaring di tempat tidur sambil menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.


“Tidak usah takut dan kecewa, kalau hasilnya negatif kita buat lagi, kita usaha lagi dengan lebih giat.” ucap Vadeo sambil memeluk pundak isterinya dari samping. Alexandria mencubit kecil paha suaminya.


“Sayang kamu tidak kepengen kepengen makan apa lagi gitu...?” tanya Vadeo selanjutnya karena Alexandria selama satu minggu ini pun tidak mengatakan keinginannya makan sesuatu seperti saat ingin makan permen asam waktu itu. Dalam hati Vadeo juga kuatir jika Alexandria belum hamil lagi.


“Coba kamu pikir pikir kamu kepengen makan apa?” tanya Vadeo sambil menatap istrinya, tangannya yang masih memeluk pundak istrinya, jari jari tanganya menepuk nepuk pelan pundak istrinya itu.


“Apa ya Kak.... “ ucap Alexandria sambil berpikir pikir..


“Kak.. aku kok pengen...” ucap Alexandria selanjutnya namun terhenti.


“Pengen apa Sayang.. katakan meskipun tempatnya jauh dan sulit akan aku cari..” ucap Vadeo dengan nada serius.


“Pengen pipis..... he... he...” ucap Alexandria sambil tertawa kecil lalu dia dengan cepat menggeser tubuhnya dan duduk di tepi tempat tidur.


“Sayang itu tandanya kita harus test.. ayo kita test.” ucap Vadeo lalu dia juga segera bangkit dan menggendong tubuh istrinya dibawa menuju ke dalam kamar mandi.


Setelah sampai di kamar mandi Vadeo sedikit memaksa Alexandria untuk menampung kancingnya pada wadah. Dan Alexandria pun akhirnya mau. Setelah selesai mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan jantung yang berdebar debar.


Vadeo yang membawa wadah berisi kencing Alexandria itu sampai tangannya bergetar karena efek jantung yang berdebar debar.

__ADS_1


“Sayang ambil test pack nya.” ucap Vadeo saat mereka sudah berada di dekat sofa. Alexandria yang juga berdebar debar lalu menuruti perintah suami nya untuk mengambil test pack yang sudah disediakan banyak oleh suaminya.


“Ambil lima Sayang agar lebih valid hasilnya..” ucap Vadeo selanjutnya. Alexandria pun menuruti perintah suaminya. Dia mengambil lima test pack lalu dia segera kembali berjalan menuju ke sofa di mana suaminya sudah duduk di sana. Alexandria berdebar debar, perasaannya penasaran akan hasilnya tetapi dia juga takut kecewa jika hasilnya hanya garis satu lagi.


“Ini Kak.” ucap Alexandria pelan sambil mengulurkan test pack itu.


“Kita berdoa Sayang semoga hasilnya positif.” ucap Vadeo sambil menerima test pack itu. Vadeo lalu mencelupkan test pack itu pada wadah yang sudah berisi urine istrinya. Dia melakukan sesuai aturan yang sudah dia baca dan yang sudah disampaikan oleh Pak Dokter atau pun penjual test pack di apotek. Sebab saat pertama beli Vadeo pun menanyakan cara mengetesnya pada penjual test pack di apotek.


Beberapa saat kemudian Vadeo mengambil test pack itu. Sedangkan Alexandria hanya diam sambil bertopang dagu.


“Garis satu tebal garis satunya samar.” gumam Vadeo lirih, Alexandria yang mendengar masih bertopang dagu. Vadeo mengambil lagi test pack lainnya dan hasilnya sama garis satu tebal satunya samar.


Lalu dia mengambil test pack ketiga.


“Kak ..... ini juga dua garis.” teriak Alexandria dengan mata berbinar sambil menatap dua garis pada test pack. Sedangkan test pack ke lima hasilnya satu garis tebal dan satu garis samar.


“Kak, tapi tiga test pack yang ada garis samar nya.” ucap Alexandria lirih.


“Tapi aku yakin sudah ada Vadeo junior di sini.” ucap Vadeo sambil mengusap usap perut Alexandria yang masih kempes.


“Aku telepon ke pak dokter untuk mengabari hal ini.” ucap Vadeo lalu dia bangkit berdiri dan tidak lupa dia mengecup kening Alexandria.


“Sayang kamu mandi ya, aku ngabari pak dokter dulu.” ucap Vadeo lagi dan tampak Alexandria menganggukkan kepalanya, dia senang ada dua garis di dua test pack tetapi masih ragu karena yang tiga alat test pack hasilnya garis satu dan garis samar.


Mereka berdua berjalan meninggalkan sofa, Alexandria menuju ke kamar mandi sementara Vadeo berjalan untuk mengambil hand phone nya. Vadeo mengaktifkan hand phone nya lalu dia berjalan keluar dari kamar, Vadeo duduk di sofa yang ada di ruangan yang biasa digunakan oleh Alexandria membaca buku bukunya.

__ADS_1


Vadeo menghubungi Dokter pimpinan tim, mengabarkan hasil kelima test pack pagi ini.


“Itu sudah positif hamil Tuan, selamat ya atas kehamilan Nona Alexandria. Saya sebagai pimpinan tim dokter sangat bahagia mendengar berita ini. Dokter kandungan akan segera datang untuk memeriksa Nona Alexandria.” ucap Pak Dokter setelah mendengar laporan dari Vadeo.


Bibir Vadeo pun tersenyum lebar, dia lalu memutus sambungan teleponnya dengan pak Dokter. Dia lalu mengusap usap layar hand phone nya lagi dia akan menyampaikan kabar bahagia ini pada orang tua dan mertuanya yang pasti setiap waktu mereka terus berdoa untuk mendapatkan cucu.


“Mama Jo apa Mama William dulu ya..” gumam Vadeo dalam hati saat mengusap usap layar hand phone nya.


Vadeo lalu menekan nama kontak Mama kandungnya. Beberapa kali dihubungi belum juga terhubung. Akan tetapi saat Vadeo akan beralih untuk menghubungi Mama mertuanya, sambungan sudah terhubung.


“Hallo Deo bagaimana kabar kalian, kalian sehat sehat kan? Mama setiap waktu selalu kepikiran pada kalian berdua.” ucap sang Mama saat sudah menggeser tombol hijau. Dan Vadeo pun mengabarkan kalau mereka baik baik dan sehat. Kemudian dia mengabarkan kalau Alexandria sudah hamil tadi di test pack ada dua garis pada dua alat test pack nya.


“Benarkah Deo, ini Mama tidak bermimpi kan?” tanya Nyonya Jonathan setengah tidak percaya.


“Benar Ma doakan semoga kehamilan selamat sampai kelahiran ya Ma..” ucap Vadeo yang memohon doa dari orang tuanya.


“Pasti Sayang, Mama doakan semoga cucu Mama kuat dalam rahim Alexa hingga kelahiran nanti.” ucap Nyonya Jonathan. Nyonya Jonathan selanjutnya memberi pesan dan nasehat pada Vadeo.


Sementara itu di guest house. Dokter pribadi keluarga William langsung menghubungi dokter kandungan yang mendapat tugas untuk menangani Alexandria setelah positif hamil. Di samping itu pak Dokter juga menginformasikan kabar berita bahagia ini pada group chat tim kerjanya, yang ada Dokter Loly di group chat itu.


“Sial, sudah aku ganti dengan tepung dan frekuensi suntik hormon sudah aku kurangi, kenapa malah bisa cepat hamil.” umpat Dokter Loly sambil memijit mijit pelipisnya.


“Sekarang apa yang harus kulakukan.” ucap Dokter Loly selanjutnya dan tampak dia sedang berpikir keras.


...

__ADS_1


__ADS_2