
Ceklek
Bunda Delia masuk ke kamar Alexa dan mendapati sang putri yang masih terlelap di balik selimutnya.
Bunda pun berjalan ke arah jendela dan segera membuka gorden.
Nampak cahaya matahari yang langsung masuk ke dalam kamar bernuansa biru muda itu.
Bunda Delia menggelengkan kepalanya melihat sang putri yang nampak tidak terusik sedikitpun oleh cahaya matahari.
Bunda pun menghampiri sang putri dan duduk di tepi ranjang.
Di usapnya lembut rambut sang putri yang masih nampak menyelami mimpinya.
Delia yang merasakan sebuah sentuhan lembut pun perlahan membuka matanya.
"Selamat pagi sayang." sapa bunda Delia sambil membelai lembut pipi sang putri
"Pagi bunda." jawab Alexa dengan suara seraknya.
"Ayo bangun,mandi dan sarapan setelah itu kita akan berangkat ke bandara,bukannya kamu sudah tidak sabar untuk pulang ke Jakarta ?" ucap bunda
"Iya bun." jawab Alexa seraya beranjak
"Love you bunda." ucap Alexa sebelum pergi ke kamar mandi
Bunda Delia pun membereskan tempat tidur sang putri sebelum akhirnya turun ke ruang makan.
"Lexa tidak ikut turun ?" tanya ayah Adit pada sang istri yang baru masuk ke ruang makan
"Baru mandi yah,tadi bunda masuk dia belum bangun." jawab bunda sambil mendudukkan diri di sebelah sang suami.
Sementara ayah Adit hanya menggelengkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian.
"Selamat pagi ayah." sapa Lexa sambil mencium pipi sang ayah. "Selamat pagi bunda." sambung Lexa mencium pipi sang bunda dan segera duduk di sebelah sang bunda.
"Selamat pagi sayang." jawab ayah dan bunda bersamaan
"Lexa mau sarapan apa sayang ?" tanya bunda kepada sang putri
"Roti aja deh bun sama selai nanas." jawab Lexa sambil menyeruput susunya.
Bunda pun mengangguk sambil mengoleskan selai nanas sesuai keinginan sang putri.
"Makasih bunda." ucap Lexa sambil menerima roti berselai nanas dari sang bunda
"Setelah ini kita langsung ke bandara." ucap ayah sambil menyeruput kopinya
"Iya yah." jawab Lexa
Sarapan pun berlangsung dengan di iringi obrolan ringan yang di dominasi oleh sang putri.
Selesai sarapan, Aditya pun mengajak anak dan istrinya untuk segera berangkat ke bandara.
Sesampainya di bandara mereka memilih untuk menunggu di ruang tunggu karena Lexa ingin melakukan penerbangan umum daripada menggunakan jet pribadi milik keluarga sang ayah.
"Penerbangan jam berapa yah ?" tanya Lexa pada sang ayah
"Jam 11.30 sayang." jawab ayah Adit
"Sebentar lagi,Lexa ke toilet dulu deh kalau begitu." ucap Lexa sembari beranjak.
"Hati-hati." pesan sang bunda
"Iya bun." jawab Lexa yang langsung bergegas untuk menuju ke kamar mandi.
Setelah Lexa selesai mencuci mukanya, Lexa pun bergegas keluar dari dalam kamar mandi.
Bruk
Saat Lexa sedang berjalan menuju ke kedua orang tuanya, tanpa sengaja Lexa menabrak seorang lelaki yang tengah berjalan sambil memainkan ponselnya, hingga ponsel itu terjatuh.
__ADS_1
"Sorry." ucap Lexa sambil berjongkok mengambil ponsel yang ternyata layarnya retak.
"Sorry." ucap Lexa sekali lagi sambil memperlihatkan ponsel retak itu kepada pemiliknya.
"Aku akan menggantinya." lirih Lexa menyerahkan ponsel itu kepada sang pemilik sambil mendongak menatap lelaki itu.
Deg
Lexa yang mendapati lawan bicaranya hanya terdiam pun melambaikan telapak tangannya ke depan wajah lelaki itu.
"Tuan." ucap Lexa membuyarkan lamunan lelaki itu
"It's okay." jawab lelaki itu sambil menerima ponselnya setelah beberapa saat terdiam melihat wajah cantik nan rupawan gadis di hadapannya
"Aku akan mengambil dompetku terlebih dahulu, tunggulah disini atau kau bisa ikut denganku ke ruang tunggu." tawar Lexa
"Tidak usah, aku buru-buru, permisi." ucap lelaki itu sambil berlalu
Lexa pun hanya bisa menatap punggung kokoh itu berlalu dan menghilang di antara kerumunan orang.
Lexa segera bergegas ke ruang tunggu untuk menghampiri kedua orang tuanya.
"Kok lama nak ?" tanya bunda sambil mengusap sayang rambut sang putri yabg sudah mendudukkan diri di sampingnya.
"Tadi ada insiden kecil." cicit Lexa
"Ada apa sayang ?" khawatir bunda Delia
"Aku tidak sengaja menabrak seseorang hingga ponselnya retak, tapi saat aku akan menggantinya dia tidak mau, aku jadi merasa berhutang bun." ujar Lexa
"Kenapa putri bunda jadi oon begini sih." ujar bunda sambil menyentil kening sang putri
"Sakit bunda, kenapa bunda jadi bilang Lexa oon si." cemberut Lexa sambil mengusap keningnya
"Untuk apa kamu menguasai IT kalau begini saja tidak tau." greget bunda Delia
"Oh iya,kenapa juga ga kepikiran kesana ya ?" ucap Lexa langsung meraih tas Selempangnya karena ingin mengambil ponsel.
Tapi belum sempat membuka tasnya,pengumuman bahwa pesawat akan segera lepas landas sudah terdengar,jadi Lexa mengurungkan niatnya itu.
Lexa memilih duduk di dekat jendela sambil menikmati pemandangan dari atas awan.
"Good bye New York." gumam Lexa sebelum akhirnya memilih untuk memejamkan matanya sambil bersandar ke jendela.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 22 jam lamanya, Adit sekeluarga pun telah tiba di bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
Terlihat Abimanyu melambaikan tangan ke arah Lexa.
Alexa yang melihat sang kakak sepupu pun langsung berlari menghampiri.
"Abang." ucap Lexa sambil memeluk erat Abimanyu.
"Iya dek,ini abang." jawab Abi sambil membalas pelukan sang adik tak kalah eratnya.
"Bunda tidak di peluk juga ?" ledek bunda Delia kepada sang ponakan.
Reflek Abimanyu pun melepaskan pelukannya terhadap sang adik dan beralih memeluk bunda Delia dan ayah Adit bergantian.
"Bagaimana kabar mommy dan daddymu sayang ?" tanya Delia sambil melepaskan pelukan sang ponakan
"Mereka baik bun." jawab Abi
"Kamu tambah tampan saja Bi." ucap ayah Adit
"Jelas dong,keturunan keluarga Vernandes kan memang tampan dan cantik, terbukti Abi dan Lexa." jawab Abi sombong sambil membusungkan dadanya.
Bunda Delia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang ponakan.
"Abang, kenapa mommy dan daddy tidak ikut menjemput?" tanya Lexa kepada Abi
"Mereka nunggu di rumah dek elah, nanti juga ketemu." jawab Abi cuek
"Abang tidak berubah,tetep nyebelin." ucap Lexa yang langsung berlalu.
__ADS_1
"Dek." panggil Abi kepada Lexa yang sudah berjalan menjauh.
Abimanyu pun segera mengejar sang adik sebelum ngambek.
Cup
Abimanyu mencium pipi sang adik yang tengah berjalan sambil cemberut itu.
"Ngapain abang cium-cium aku." ucap Lexa sambil terus melangkah
"Elah dek,jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya ilang." ucap Abi sambil mencekal pergelangan tangan sang adik sehingga Lexa pun menghentikan langkahnya.
"Kamu tau,abang tadi sempet terpesona liat kamu, kamu makin cantik, coba ga ada hubungan darah,pasti langsung abang lamar deh." ucap Abimanyu yang membuat Lexa langsung memukul lengannya.
"Sakit elah dek, tenaganya kuat bener." protes Abi sambil mengusap lengan yang di pukul Lexa.
"Gitu aja sakit,makanya kalau ngomong itu yang bener." ucap Lexa pada sang abang
"Dimana letak kesalahan abang?" tanya Abi bingung
"Au ah, pikir sendiri." ucap Lexa sambil melenggang pergi.
Abimanyu pun segera mengejar sang adik.
"Abang serius dek,kamu makin cantik tau." ucap Abimanyu lagi
"Udah deh ah,aku cape pengen cepet sampe rumah,ayo buru." ucap Lexa sambil menarik tangan Abi untuk segera menuju ke mobil.
Sementara di belakang Ayah Adit dan Bunda Delia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak-anaknya yang tidak pernah akur sedari kecil.
Abimanyu pun mengendarai mobilnya menuju ke mansion utama keluarga Vernandes,karena seluruh keluarga termasuk keluarga Wijaya tengah menunggu disana.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit,mobil yang di mendarai Abimanyu telah memasuki pekarangan mansion.
Lexa yang melihat sang oma pun segera turun dari mobil dan berlari ke arah sang oma.
"Oma." teriak Lexa berlari dan langsung masuk ke dalam pelukan oma Fenita.
"Cucu oma sudah besar,makin cantik." ucap oma Fenita sambil mengusap sayang rambut sang cucu
"Oma bisa saja." jawab Lexa sambil melepaskan pelukannya.
"Tidak rindu Opa?" tanya Opa Daniel dari belakang sang Oma
"Rindu." ucap Lexa yang langsung memeluk sang opa.
Aditya dan Delia pun bergantian memeluk ayah Daniel dan bunda Fenita bergantian sedangkan Lexa sudah masuk ke dalam untuk menemui keluarga yabg lain.
"Apa kabar sayang?"tanya bunda Fenita kepada sang putri
"Seperti yang bunda lihat,Delia selalu baik." jawab Delia sambil tersenyum
"Lexa mengingatkan bunda padamu saat remaja dulu." lanjut bunda Fenita
"Tentu beda bun, dulu diusia Lexa, aku bahkan sudah mengalami keterpurukan." ucap Delia dengan senyum kecutnya
"Jangan lagi di ingat." ucap Adit sambil mengusap bahu sang istri
"Iya kak." jawab Delia
Mereka pun masuk untuk menemui keluarga yang lain,
Terlihat Lexa tengah menikmati gurame asam manis masakan oma Fenita.
"Oma Fenita tau tidak,Lexa benar-benar rindu makanan ini." ucap Lexa sambil mengunyah makanannya.
"Ampe belepotan gini." ucap Abimanyu sambil mengusap bibir Lexa yang terdapat sisa saos.
Sementara Lexa hanya tersenyum saja menanggapi kelakuan sang abang yang masih sama seperti dulu.
"Pelan-pelan saja sayang,nanti kalau kurang Oma buatkan khusus untuk Alexa." ucap oma Fenita
"Oke oma." jawab Lexa yang melanjutkan acara makannya.
__ADS_1
Semuanya pun melanjutkan makan sambil di selingi obrolan ringan.
Setelahnya Lexa memutuskan untuk beristirahat.