
Keesokan paginya, Alexandria mendapat panggilan suara dari Dokter yang menangani masalahnya. Dia dan Vadeo diminta datang ke rumah Dokter sore hari untuk mengetahui hasil uji laboratoriumnya.
“Kak, Bu Dokter minta kita datang ke rumah nya sore hari setelah kita pulang kerja.” ucap Alexandria setelah selesai menerima panggilan suara dari Dokter.
“Kenapa tidak pagi ini, Papa dan Mama pasti sudah siap di ruang makan.” ucap Vadeo sambil mengulurkan dasinya minta Alexandria membantu memasangkan.
“Mungkin biar sambil rileks menyampaikan hasil lab nya.” ucap Alexandria sambil memasangkan dasi suaminya.
“Apa pun hasilnya kita tetap bersama.” ucap Vadeo sambil kedua tangannya memeluk pinggang ramping Alexandria dari depan.
“Iya Kak, dalam suka dan duka kita hadapi berdua.” ucap Alexandria dan Vadeo mengecup lembut kening Alexandria setelah dasi sudah terpasang sempurna.
Mereka berdua lalu keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah untuk menuju ke ruang makan. Tepat, seperti yang Vadeo perkirakan. Tuan dan Nyonya Jonathan sudah berpenampilan rapi sudah duduk di kursi makan. Tampak Nyonya Jonathan sedang menuangkan kopi ke dalam cangkir Tuan Jonathan.
Vadeo dan Alexandria memberikan ucapan selamat pagi lalu seperti biasanya mereka berdua duduk di kursi makan yang biasa mereka duduki.
“Ma, Pa.. Ibu Dokter minta Alexa dan Kak Deo mengambil hasil lab nanti sore sepulang kerja.” ucap Alexandria sambil menuangkan kopi pada cangkir Vadeo dan selanjutnya pada cangkir dirinya sendiri.
“Kenapa harus begitu? Kenapa tidak pagi ini, bukannya hasil lab sudah jadi pagi ini?” tanya Tuan Jonathan penuh kecurigaan dan kekuatiran.
“Biar lebih santai saat nanti kita konsultasi Pa.” jawab Alexandria.
“Baiklah kalian nanti pulang lebih awal dan nanti sore kami akan mengantar kalian berdua ke rumah Dokter itu.” ucap Tuan Jonathan.
Mereka berempat lalu menyelesaikan sarapannya dengan suasana hening. Mereka berempat sibuk dengan pikiran dan kekuatirannya masing masing.
Setelah selesai sarapan Vadeo dan Alexandria segera berangkat ke tempat kerjanya, kali ini Alexandria juga ngantor di Jonathan Co.
Di sepanjang perjalanan Vadeo dan Alexandria terlihat lebih banyak diam. Meskipun mereka berdua sudah mengambil kesepakatan apa pun hasil laboratorium mereka akan tetap bersama akan tetapi tetap ada rasa kuatir di antara mereka berdua kuatir bila mengecewakan pasangan dan orang tua.
Sementara itu setelah kepergian Vadeo dan Alexandria. Tuan dan Nyonya Jonathan terlihat berpindah tempat duduk mereka kini berada di ruang keluarga.
__ADS_1
“Kenapa perasaanku tidak enak ya Ma, saat Alexandria bilang Ibu Dokter minta mereka berdua untuk datang ke rumah nya.” ucap Tuan Jonathan sambil menatap istrinya yang duduk tidak jauh dari dirinya.
“Kita berdoa saja Pa, semoga hasil nya baik baik.” ucap Nyonya Jonathan.
“Bagaimana kalau Vadeo yang bermasalah, kita sudah tidak punya lagi penerus.” ucap Tuan Jonathan sambil memijit mijit pelipisnya.
“Papa jangan berpikir buruk dulu.” ucap Nyonya Jonathan.
“Bagaimana kalau yang bermasalah Alexandria.” gumam Nyonya Jonathan
“Mereka dari keluarga produktif, orang tuanya punya tiga anak aku dengar itu saja mereka memasang alat KB setelah kelahiran Dealova agar tidak punya anak lagi. Sebenarnya William masih ingin anak laki laki tetapi istrinya sudah tidak mau.” ucap Tuan Jonathan.
“Iya aku tanya Alexandria katanya dia juga haid teratur dan lancar.” gumam Nyonya Jonathan selanjutnya.
“Semoga saja mereka baik baik dan hanya karena belum waktunya saja.” ucap Nyonya Jonathan selanjutnya.
“Iya semoga saja hanya karena keduanya sibuk bekerja karena pikiran mereka belum rileks jadi mereka susah mendapatkan anak.” ucap Tuan Jonathan mencoba menganalisa sendiri.
“Kita terima dengan lapang dada hasilnya Pa, dan kita cari jalan keluarnya. Aku tadi sudah menghubungi Nyonya William katanya dengan periksa alat reproduksi mereka, bisa segera tahu kondisinya dan segera diperbaiki jika ada yang eror.” ucap Nyonya Jonathan yang melihat sang suami duduk dengan gelisah.
Tidak lama kemudian mobil Vadeo sudah berhenti di dekat mereka. Nyonya Jonathan menatap mobil itu sambil tersenyum. Sedangkan Tuan Jonathan ekspresi wajahnya masih terlihat kaku karena cemas menunggu hasil laboratorium.
Vadeo dan Alexandria dengan segera turun dari mobil dan berjalan menuju ke pintu utama mension. Saat melewati teras mereka berdua memberi salam kepada Tuan dan Nyonya Jonathan terlebih dahulu.
“Segera mandi dan minum teh dulu di sini baru kita jalan.” ucap Nyonya Jonathan sambil mengulurkan tangannya yang dicium oleh Vadeo dan Alexandria. Vadeo dan Alexandria menganggukkan kepalanya dan seterusnya mereka berdua masuk ke dalam Mension.
Beberapa menit kemudian, Vadeo dan Alexandria sudah kembali mendatangi Tuan dan Nyonya Jonathan, mereka berdua sudah tampak segar karena sudah mandi dan mengenakan pakaian casual namun sopan. Setelah Alexandria dan Vadeo selesai minum teh akhirnya mereka berempat segera masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju ke rumah Dokter pribadi keluarga William.
Selama di dalam perjalanan mereka berempat lebih banyak diam. Vadeo mengendalikan laju mobilnya dengan kecepatan sedang dan tidak lama kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah Dokter pribadi keluarga William.
Setelah turun dari mobil mereka berempat langsung berjalan menuju ke ruang tempat praktek.
__ADS_1
“Al, ruang praktek hanya satu?” tanya Nyonya Jonathan karena belum pernah berobat ke tempat dokter itu.
“Di dalam ada dua ruang Ma, satu untuk ruang dokter umum satu untuk ruang bu dokter spesialis.” jawab Alexandria.
Mereka terus mendatangi tempat petugas yang mendaftar.
“Ooo Nona Alexa dan Tuan Vadeo langsung saja masuk ke ruang Ibu. Dan orang tua yang mengantar ditunggu Bapak di ruang tamu di rumah. Mari saya antar.” ucap pegawai yang bertugas mendaftar pasien.
Vadeo dan Alexandria lalu berjalan menuju ke ruang praktek Ibu Dokter spesialis. Sedangkan Tuan dan Nyonya Jonathan diantar pegawai menuju ke ruang tamu rumah Pak Dokter.
“Nona, Tuan silahkan duduk dulu.” ucap Ibu Dokter dengan ramah lalu terlihat Ibu Dokter itu mengambil dua buah amplop hasil uji laboratorium.
Alexandria dan Vadeo duduk berdampingan tampak tangan Alexandria dan Vadeo saling menggenggam untuk saling memberi kekuatan.
“Pada dasarnya kondisi organ Nona Alexandria dan Tuan Vadeo baik.” ucap Ibu Dokter sambil tersenyum dan membuka kedua amplop itu.
“Akan tetapi ada sedikit masalah dengan organ Nona, ini disebabkan oleh radiasi gelombang elektromagnetik.” ucap Ibu Dokter dengan sangat hati hati. Wajah Alexandria tampak mendadak menegang, Vadeo pun terlihat sangat kaget.
“Hal ini yang membuat Nona agak sulit untuk hamil..” ucap Ibu Dokter selanjutnya sambil membuka kaca matanya dan menatap Alexandria dengan serius.
“Dok, jadi yang bermasalah saya?” tanya Alexandria dengan air mata yang sudah mulai menggenang. Vadeo terlihat memeluk Alexandria dan menarik tubuh Alexandria agar bersandar di bahunya. Ibu Dokter itu menganggukkan kepalanya.
“Hiks.. hiks... hiks....” tangis Alexandria sudah mulai pecah
“Sayang jangan menangis, kita tanya Bu Dokter dulu bagaimana mengobati nya.” ucap Vadeo sambil mengusap usap pundak Alexandria.
“Nona Alexandria dan Tuan Vsdeo, ini bukan masalah yang tidak bisa diatasi. Nona bisa melakukan terapi, pengobatan dan melakukan diet sehat.” ucap Ibu Dokter sambil menatap Alexandria dan Vadeo.
“Apa butuh waktu lama Dok?” tanya Alexandria
.....
__ADS_1