Alexandria

Alexandria
Jessica Berulah


__ADS_3

London


Alexa mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk melalui retina matanya.


Di lihatnya sang suami yang masih terlelap sambil memeluknya erat.


Alexa pun mengangkat tangan sang suami dari atas perutnya secara perlahan agar tak membangunkan tidur sang suami.


Alexa turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk sekedar mencuci mukanya sebelum nantinya akan turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Alexa tengah berkutat dengan alat memasaknya saat ada tangan yang memeluk pinggangnya erat dari belakang.


Alexa pun tersenyum tanpa merasa terganggu sedikitpun.


"Masak apa hemm ?" tanya Diego dengan suara seraknya dan jangan lupakan dagunya yang sudah bertumpu di pundak sang istri


"Gurame asam manis kak." jawabnya sembari sedikit menolehkan kepalanya ke samping


"Aromanya membuatku lapar sayang." ucap Diego yang membuat Alexa terkekeh


"Mau langsung makan atau mandi dulu ?" tanya Alexa sembari memindahkan gurame asam manisnya ke dalam piring.


"Langsung makan saja sayang, aku benar-benar sangat lapar." jawabnya sembari melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah meja makan diikuti sang istri di belakangnya.


Diego pun duduk di kursinya menunggu sang istri menyiapkan sarapan nya.


"Ini, makanlah." Alexa menyerahkan piring berisi nasi dan gurame asam manis di atasnya.


"Terima kasih sayangnya Diego." balas Diego sembari menerima piring dan jangan lupakan kedipan matanya membuat Alexa menggelengkan kepala nya melihat tingkah sang suami.


Diego pun segera menyendok nasinya dan melahapnya.


Melihat sang istri yang hanya diam, Diego pun menghentikan kegiatan makannya dan menatap heran ke arah sang istri yang malah asyik melihatnya makan.


"Kamu tidak makan sekalian sayang ?" tanya Diego membuat Alexa membuyarkan lamunannya


"Ini juga mau makan kak." jawabnya salting sembari menyendok nasi ke atas piringnya.


"Aku tau aku tampan sayang, jadi jangan menatapku seperti itu oke." Diego mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda sang istri yang langsung menunduk menyembunyikan pipinya yang sudah merah menahan malu. "Dan apa yang aku miliki adalah milikmu." lanjutnya dengan serius membuat Alexa langsung menatapnya


"Iya kak." jawab Alexa sembari tersenyum


Mereka pun kembali melanjutkan acara sarapannya sebelum nantinya akan melakukan aktifitasnya masing-masing, dengan Alexa yang ke kampus dan Diego yang ke perusahaan karena memang ada sesuatu yang tidak bisa di gantikan.


Sebelum pergi ke perusahaan, Diego terlebih dahulu mengantarkan sang istri ke kampus.

__ADS_1


"Belajar yang rajin." ucap Diego sembari mengusap sayang kepala sang istri


"Iya, kakak juga bekerjalah yang rajin." balas Alexa sembari tersenyum manis.


Cup


Diego mencium kening sang istri terlebih dahulu sebelum Alexa turun dari mobil.


"Hati-hati." pesan Alexa sembari membuka pintu mobil yang di balas anggukan kepala oleh sang suami.


Cup


Alexa langsung berlari setelah mencium singkat pipi sang suami membuat Diego menggelengkan kepalanya dengan tingkah sang istri.


Setelah melihat sang istri masuk ke dalam kampus, Diego pun melajukan mobilnya menjauh dari area kampus untuk segera pergi ke perusahaan.


Alexa berjalan seorang diri melewati koridor kampus untuk menuju ke kelasnya.


Tepat di depan kelas, ternyata sudah ada yang tengah menunggu kedatangannya membuat Alexa menaikkan sebelah alisnya.


"Ada apa ?" tanya Alexa tenang


Plak


Alexa pun menyentuh sudut bibirnya yang berdarah dan tersenyum miring sembari menatap ke arah Jessica.


"Keluarkan papaku dari penjara." teriak Jessica di hadapan Alexa


"Kalau aku tidak mau ?" tanya Alexa yang membuat Jessica mengepalkan tangannya menahan emosi


"Kau." tunjuk Jessica yang langsung di tepis oleh Alexa


"Sepertinya akan sulit untuk mengeluarkan papamu dari penjara, apalagi dengan adanya semua bukti kejahatan papamu selama ini, mustahil untuk mudah keluar dari penjara." ucap Alexa


"Aku akan membunuhmu Alexa." teriak Jessica sembari mengambil pisau dari tas nya dan langsung menyerang Alexa.


Alexa yang tidak siap pun menjadi kaget dan mencoba untuk menghindar tapi naas, karena ketidak siapannya Alexa tergores di bagian lengannya sehingga keluar darah segar dari lengam bagian atasnya.


Mahasiswa lain pun mencoba untuk menghentikan tindakan brutal dari Jessica dan mengamankan Alexa.


"Aku akan membunuhmu Alexa, tunggu lah kematianmu." teriak Jessica sembari meronta saat beberapa mahasiswa membawanya pergi menjauh.


"Alexa." khawatir Meli melihat darah mengucur dari lengan sang sahabat


"Aku baik-baik saja Mel, tidak usah khawatir oke." jawab Alexa sembari memegang lengannya.

__ADS_1


"Kita ke ruang kesehatan ya." ajak Meli yang di angguki oleh Alexa.


Ruang kesehatan


"Jessica benar-benar sudah gila." umpat Meli sembari membersihkan luka di lengan Alexa yang masih mengeluarkan darah


"Sudahlah Mel, aku baik-baik saja." ucap Alexa yang membuat Meli sengaja menekan lukanya


"Ssshhhhhhh." Alexa menahan perih di lengannya


"Masih bilang baik-baik saja, aku benar-benar heran sama kamu Al, kenapa kamu diam saja sih." greget Meli sembari menekan-nekan luka Alexa membuat sang empu meringis menahan sakit


"Aku tidak siap dengan serangan dadakan tadi Mel, sudah lah tidak usah di perpanjang." ucap Alexa yang membuat Meli memberengut sebal


"Diego dan Alaska harus tau hal ini." ucap Meli sembari mengambil ponselnya dari dalam tas


"Cukup Mel, jangan katakan apapun karena mereka akan tau dengan sendirinya, aku tidak ingin membuat mereka meninggalkan rapat penting untuk datang kesini." ucap Alexa sembari merebut ponsel dari tangan Meli.


"Ya sudah." pasrah Meli


Kring kring kring


Alexa mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat bahwa Jordy lah yang melakukan panggilan telpon.


Alexa pun langsung menggeser tombol hijau.


"Apa nona baik-baik saja ?" khawatir Jordy dari seberang telpon


"Lexa baik Om, Om tidak usah khawatir dan Lexa minta Om jangan beri tau Opa Daniel soal ini." balas Alexa


"Baik nona, dan sekali lagi maafkan saya karena lagi-lagi saya lalai dalam menjaga nona." sesal Jordy yang membuat Alexa tersenyum


"Tidak apa Om." balas Alexa sembari menutup panggilan telponnya.


Di sisi lain


"Dasar bodoh. Apa yang sudah kamu lakukan hah ?" bentak Angelica kepada Jessica yang masih menunduk takut melihat kemarahan sang sepupu


"Aku sudah bilang bukan, jangan bertindak gegabah tapi apa yang kamu lakukan, bisa-bisanya kamu melakukan kebodohan itu di kampus." lanjut Angelica yang benar-benar merasa geram dengan tingkah gegabah sang saudara sepupu.


"Maaf Angel, aku benar-benar hanya ingin membunuh Alexa karena dia tidak mau mencabut gugatannya ke kantor polisi." jawab Jessica takut


"Aku ingin papa." lirih Jessica yang membuat Angelica langsung membawa sang saudara ke dalam pelukannya


"Aku tau Jes, tapi bersabarlah sedikit karena kita harus mencari celah dulu, aku sudah pernah bilang bukan bahwa Alexa tidak bisa kita anggap remeh, dia mempunyai otak yang cerdik, dia bisa saja mengetahui pergerakan kita, jadi bersabarlah sebentar lagi ya." ucap Angel sembari mengusap punggung sang sepupu membuat Jessica terisak dalam pelukan Angelica.

__ADS_1


__ADS_2