Alexandria

Alexandria
Bayangan Masa Depan


__ADS_3

Di kampus nampak Alexa dan yang lainnya yang baru saja tiba.


Alexa melirik ke arah kanan begitu merasakan ada kehadiran seseorang yang terus mengawasinya sejak dia turun dari mobil.


"Let's play the game." batin Alexa sembari menyeringai tipis.


Alexa menoleh ke arah kiri begitu mendapati rangkulan dari sang suami.


Diego mengangguk seakan mengerti akan sesuatu yang di balas senyum manis oleh sang istri.


Mereka pun kembali melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke kelasnya masing-masing.


Di sudut lain nampak ada seorang lelaki yang tengah menelpon seseorang.


"Kapan kami harus bertindak nona ?" tanya nya


"Tunggu aba-aba dariku, karena bukan Alexa yang menjadi target kita melainkan salah satu sahabatnya, aku dengar seluruh keluarganya dari Indonesia tengah berada disini, jadi kita tunggu waktu yang tepat, begitu ada kesempatan maka culik salah satu dari mereka." balas Angelica dari seberang telponnya yang langsung memutuskan sambungan telpon tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya.


"Alexa,sebentar lagi kamu pasti akan hancur." ucap Angelica sambil menyeringai


Selesai kuliah, Alexa dan yang lainnya pun langsung kembali ke mansion karena mereka akan segera pergi ke danau.


Tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun sudah tiba di halaman mansion.


"Kalian sudah pulang ?" tanya Ayra yang kebetulan tengah menyiram bunga di halaman depan.


"Sudah mom, kami masuk dulu ya mom." jawab Alexa yang di angguki oleh sang mertua


"Jangan terlalu lelah mom." pesan Diego kepada sang mommy


"Iya San, setelah ini mom akan masuk." balas Ayra


Sementara Alaska dan Meli hanya tersenyum saja.


Setelah di rasa semuanya sudah siap, mereka pun berangkat ke danau untuk sekedar refreshing.


Ceklek


Alexa masuk ke dalam kamar diikuti sang suami di belakangnya.


Alexa pun langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum nantinya akan pergi ke danau.


Selesai membersihkan diri, Alexa pun keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian rapinya siap untuk berangkat.


"Kakak mandilah dulu, aku sudah menyiapkan air hangatnya." ucap Alexa sembari berjalan ke arah meja rias dan melewati sang suami yang tengah duduk di sofa.

__ADS_1


Diego pun beranjak dan menghampiri sang istri yang hendak mendudukkan dirinya di kursi.


Cup


"Terima kasih sayang." ucap Diego setelah mencium pipi sang istri dan segera berlalu ke kamar mandi.


Alexa pun menggelengkan kepalanya melihat punggung sang suami sampai hilang di balik pintu kamar mandi.


Setelah menyisir rambutnya dan sedikit memoleskan make up tipis di wajah cantiknya, Alexa pun berlalu ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian sang suami.


Nampak Diego yang baru keluar dari dalam kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Alexa pun menaikkan sebelah alisnya dan segera menghampiri sang suami.


Di bantunya sang suami untuk mengenakkan pakaiannya.


"Sudah." ucap Alexa setelah melihat penampilan sang suami


Cup


"Istri idamam." balas Diego setelah mencium kening sang istri.


"Ayo." ajak Alexa sembari menggandeng lengan sang suami dan berlalu keluar dari kamar mereka.


Terlihat seluruh anggota keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Ayo." ajak Alexa sehingga semuanya mengalihkan pandangannya ke arah Alexa yang baru saja berucap


"Let's go." girang Abimanyu sembari beranjak di ikuti yang lainnya.


Mereka pun meninggalkan mansion dan segera pergi ke danau.


Menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Alexa beserta yang lain pun langsung berjalan ke tepi danau untuk menikmati udara sejuk di danau.


Alexa merentangkan kedua tangannya sembari memejamkan matanya membiarkan angin menerpa seluruh tubuhnya.


Diego menatap sang istri tanpa berkedip "Semoga ini hanya perasaanku saja." batin Diego dan segera memeluk sang istri dari belakang dan menumpukkan dagunya di bahu sang istri.


Seakan mengerti apa yang tengah di pikirkan oleh sang suami, Alexa pun menghela nafasnya untuk mengontrol perasaanya yang juga memang kurang enak.


Beberapa saat kemudian Alexa pun menurunkan tangannya dan mengusap sayang tangan sang suami yang berada di atas perutnya itu tanpa membuka mata.


"Aku mencintaimu sayang." bisik Diego sambil mengeratkan pelukannya membuat Alexa tersenyum simpul sambil terus mengusap tangan sang suami tanpa menjawab bisikan sang suami.

__ADS_1


Yang lain pun sibuk dengan kegiatannya masing-masing, para orang tua memilih untuk duduk di atas karpet sambil melihat anak-anak mereka yang tengah asyik berfoto-foto.


Alexa pun membuka matanya dan menatap lurus ke depan.


Diego yang mengetahui sang istri sudah membuka matanya pun angkat bicara.


"Apa yang kamu lihat sayang ?" tanya Diego


"Bayangan masa depan." jawab Alexa sembari melepaskan pelukan sang suami dan berbalik menatap sang suami.


"Apapun yang akan terjadi nanti, berjanjilah kakak akan bahagia." lanjut Alexa sambil menatap mata tajam sang suami


"Apa maksud kamu sayang ?" Diego membelai lembut pipi sang istri sambil menatap intens wajah cantik sang istri


"Aku tidak tau kak, tapi berjanjilah untuk hidup bahagia di masa depan." ucap Alexa sembari mengusap rahang tegas sang suami


"Aku akan hidup bahagia bersama kamu dan anak-anak kita nantinya." balas Diego yang membuat Alexa langsung menghambur ke pelukannya.


"Aku mencintaimu kak, sungguh." bisik Alexa sembari mengeratkan pelukannya seakan tak ingin melepaskan kenyamanan yang tengah di rasakan di dalam pelukan sang suami.


"Aku lebih, lebih mencintaimu sayang." balas Diego sembari mengecup puncak kepala sang istri yang berada di pelukannya.


Delia yang kebetulan sedang bersama sang ayah pun menatap sendu ke arah putri dan menantunya yang tengah berpelukan di tepi danau.


Merasa usapan si bahunya, Delia pun menoleh ke arah sang ayah.


"Percayalah semua akan baik-baik saja, ayah janji nak." ucap Daniel yang di angguki oleh Delia.


"Iya ayah." jawab Delia


"Sayang." panggil Fenita kepada sang putri yang tengah mengobrol dengan suaminya


"Iya bunda." jawab Delia


"Lagi pada ngomongin apa si ?" tanya Fenita sambil merangkul pundak sang putri


"Tidak ada bunda, Delia hanya sedang melihat kebersamaan Alexa dan Sandiego saja." jawab Delia sambil tersenyum ke arah sang bunda


"Ada apa ?" tanya Fenita lagi seakan mengerti tentang apa yang tengah mengganggu pikiran sang putri


"Perasaan Delia tidak enak sedari pagi bun, Delia takut terjadi sesuatu kepada Alexa mengingat ada yang ingin mengusik kebahagiaan Alexa." lirih Delia membuat Fenita mengusap bahu sang putri


"Bunda berharap apa yang kamu takutkan tidak terjadi sayang, Bunda ingin melihat cucu bunda bahagia." balas Fenita membuat Delia langsung memeluk sang bunda.


Mereka pun larut dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2