
Beberapa hari telah berlalu dan malam nanti adalah acara makan malam keluarga Vernandes dan keluarga Alexander.
Delia dan Lintang tengah memasak untuk acara makan malam nanti.
"Dek,kamu siap tidak kalau tiba-tiba Sandiego meminang Alexa ?" tanya Lintang
"Akak bicara apa ? Alexa bahkan belum ada 17 tahun lho." jawab Delia
"Siapa yang tau kalau ternyata Alexa sudah siap untuk menikah." ucap Lintang sambil tertawa
"Tidak lucu akak,kalau memang seperti itu ya Sandiego harus menunggu sampai lulus SMA minimal." sanggah Delia
"Kalau menurut mama si tidak apa sayang." ucap Oma Wilna yang baru masuk ke dapur
"Astaga ma,Alexa itu kan belum cukup umur untuk menikah,lagi pula mereka masih sama-sama sekolah." bantah Delia
"Kalau menurut aku si dek,Sandiego itu serius lho sama Alexa,di lihat dari tatapan matanya saat menatap Alexa,penuh dengan cinta." ucap Lintang sambil tersenyum
"Delia juga tau kak,tapi tetap saja Alexa masih belum cukup umur,bahkan mereka kenal juga belum lama." bantah Delia
"Tapi kalau seandainya nanti Devano benar-benar melamar Alexa untuk putranya bagaimana ?" tanya Oma Wilna
"Delia tidak tau ma." jawab Delia
"Selamat siang semuanya." sapa Fenita yang baru datang
"Bunda." ucap Delia langsung menghambur ke pelukan sang bunda
"Maaf bunda terlambat ya." ucap Fenita kepada sang putri
"Tidak apa bun." jawab Delia
"Oma." teriak Alexa sambil menuruni tangga dan segera berlari untuk memeluk Oma Fenita.
"Kenapa tidak pernah main ke tempat Oma heemmm ?" tanya Fenita pada sang cucu
"Sibuk Oma." jawab Alexa sambil cengengesan
"Sibuk pacaran." celetuk Lintang
"Mommy." rengek Alexa kepada Lintang
"Jadi cucu Oma sudah punya pacar ?" tanya Oma Fenita sambil mencubit hidung Alexa
"Emm,cuma temen deket kok Oma." bantah Alexa
"Sudah-sudah,nanti juga ketemu Nit,malam ini keluarga pacar cucu kita yang akan makan malam disini." ucap Oma Wilna kepada Oma Fenita
"Benarkah ?" tanya oma Fenita penasaran.
"Benar,makanya kita masak besar hari ini." ucap Oma Wilna
"Ih nyebelin deh." ucap Alexa sambil menghentakkan kakinya dan berjalan ke arah kursi makan.
Sementara Delia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang buah hati.
Di hampirinya Alexa oleh Delia.
"Bantuin bunda bikin kue yuk." ajak Delia pada sang putri
"Ayo." jawab Alexa sambil beranjak dari kursinya dan mengikuti sang bunda.
Mereka pun sibuk memasak untuk menyiapkan acara nanti malam.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong Al,Oma tidak melihat abangmu, dimana dia ?" tanya Oma Fenita kepada Alexa
"Lagi pergi latihan basket Oma,soalnya mau ada pertandingan sebentar lagi." jawab Alexa sambil tangannya masih memotong buah.
"Abimanyu itu seperti Aldi saat masih muda Nit,suka basket." ucap Oma Wilna menimpali
"Oma tau tidak,kemarin belum lama ini Alexa kan pergi nonton abang latihan basket sama Daddy Aldi,masa Alexa di kira sugar baby nya Daddy Aldi." cerita Alexa sambil tertawa
"Masa si ?" tanya oma Fenita
"Iya Oma,lucu deh." ucap Alexa
"Kok daddy kamu tidak cerita sama mommy si sayang ?" tanya Lintang yang memang tidak tau apa-apa
"Takut mommy mengira daddy beneran punya sugar baby mungkin." celetuk Abimanyu yang baru datang
"Kenapa tidak ada yang cerita ?" tanya bunda Delia menimpali
"Bunda tau tidak,besoknya setelah Alexa pergi sama Daddy,di sekolah langsung ada gosip Alexa simpanan om-om." terang Abimanyu yang di sambut gelak tawa oleh Alexa
"Serius kamu bang ?" tanya Lintang pada sang putra
"Bener Mom,ini." ucap Abimanyu sambil menyerahkan ponselnya yang berisi foto Alexa dan Aldi
"Astaga." ucap Lintang sambil menutup mulutnya dengan tangan. Lintang pun menyerahkan pknselnya kepada Delia.
Delia hanya menggelengkan kepala melihat foto itu,dia tidak khawatir dengan gosip itu karena dia tau sang putri pasti bisa mengatasinya.
"Lagi pada ngomongin apa si." ucap Opa Daniel yang baru datang bersama Opa Banyu,Ayah Adit dan Daddy Aldi
"Opa Daniel." teriak Alexa sambil berlari dan menghambur ke pelukan sang Opa.
"Rindu Opa tidak ?" tanya Opa Daniel pada sang cucu
"Sudah-sudah,sebaiknya para lelaki pergi mandi ,waktunya sudah semakin sore." ucap Oma Wilna
Mereka pun menuju ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Sementara di tempat lain dalam waktu yang sama.
"Pergilah bersiap nak,kita akan segera berangkat,tidak lucu kan kalau kita terlambat." ucap Ayra kepada sang putra
"Harus banget ya Mom,Sandi ikut ?" tanya Sandiego tidak semangat
"Harus dong,kalau tidak kamu akan menyesal." bukan Ayra yang menjawab namun Devano yang sudah selesai bersiap.
Huffttt
"Baiklah." ucap Sandiego sambil berlalu ke kamar untuk membersihkan diri.
Sandiego mengambil ponselnya di atas nakas dan menghela nafas karena sedari tadi belum ada balasan pesan dari Alexa.
"Apa sesibuk itu sampai tidak bisa membalas satupun pesanku." gumam Diego sambil memandangi ponselnya
"Sandi cepat nak," teriak Ayra dari lantai bawah
"Iya Mom." jawab Sandiego sambil berjalan menuruni tangga
"Kenapa lesu begitu anak Mom." tanya Ayra yang melihat sang putra nampak tidak semangat
"Sudah-sudah,ayo kita langsung berangkat,kita satu mobil saja San." ucap Devano
"Terserah Dad saja." pasrah Sandiego sambil berjalan mengikuti kedua orang tuanya.
__ADS_1
Devano dan Ayra pun duduk di belakang dan Sandiego duduk di depan bersama sopir,swpanjang jalan Sandiego terus memainkan ponselnya sehingga dia tidak menyadari jalan yang di laluinya.
Setelah sampai di tempat tujuan,Devano dan Ayra langsung keluar tanpa menghiraukan sang putra.
"Maaf Tuan Muda,kita sudah sampai." ucap sopir kepada Diego
"Iya." jawabnya malas sembari mendongak dan langsung terkejut melihat halaman yang nampak tidak asing.
Diego pun bergegas turun dari mobil.
"Selamat datang Dev." ucap Aditya menyambut kedatangan Devano dan Ayra
"Terima kasih Dit." jawab Devano
"Kak Dev." ucap Delia sambil menatap Devano
"Apa kabar Delia." ucap Devano sembari menatap lekat wanita yang dulu di cintai oleh mendiang adiknya.
"Baik kak." jawab Delia sembari tersenyum namun tak urung juga matanya berkaca-kaca.
"Delia." ucap Ayra sehingga Delia langsung menoleh ke arahnya
"Kak Ayra." ucap Delia sembari memeluk Ayra.
"Lama tidak bertemu." ucap Ayra di sela pelukannya
"Iya,kita hanya bertemu saat acara penikahan kakak." ucap Delia sembari melepaskan pelukannya
"Dad." panggil Diego seraya menghampiri Devano "Kenapa tidak bilang dari awal kalau kita kesini ?" lanjut Diego
"Kejutan." jawab Devano singkat
Ck.
"Malam Om Adit dan Tante Delia." sapa Diego sopan
"Malam Diego,masuklah Abimanyu dan Alexa sedang di ruang keluarga." ucap Delia mempersilahkan Diego untuk masuk.
Diego pun langsung masuk tanpa mempedulikan tatapan sang papa yang tajam.
"Maafkan putraku Dit,dia begitu tergila-gila dengan putrimu,dan aku memang tidak memgatakan kepadanya kalau acara makan malamnya dengan keluargamu,sehingga tadinya dia tidak bersemangat." ucap Devano sambil tertawa
"Tidak apa Dev,namamya juga anak muda." jawab Aditya
"Mari masuk Kak Dev dan Kak Ayra." ucap Delia sambil mempersilakan Devano dan Ayra masuk
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Alexander." ucap Opa Banyu
"Terima kasih Tuan Vernandes,dan Tuan Wijaya." ucap Devano yang di jawab anggukan kepala oleh Opa Daniel
"Mari-mari,tidak usah sungkan karena sepertinya kita akan menjadi keluarga besar." ucap Opa Banyu yang di sambut gelak tawa oleh seluruh keluarga
"Sayang." ucap Diego yang langsung duduk di sebelah Alexa.
"Kak." ucap Alexa sambil menoleh ke arah Diego.
"Kenapa tidak bilang kalau ayah kamu mengundang keluarga aku makan malam bersama?" tanya Diego heran
"Sengaja." jawab Alexa sambil tersenyum
"Dasar ya." ucap Diego sambil mencubit hidung Alexa
"Dasar bucin." ucap Abimanyu sambil berlalu meninggalkan Alexa dan Diego.
__ADS_1