Alexandria

Alexandria
Bab. 184.


__ADS_3

“Nona ijinkan saya masuk sebentar untuk mengganti makanan dan minuman yang ada di dalam mini kulkas.” ucap pelayan itu lagi sebab Dokter Loly masih saja berdiri mematung.


“Hari ini tidak perlu kamu ganti, aku baru mengambil sedikit masih banyak dan masih baik yang ada di dalam kulkas itu.” ucap Dokter Loly beralasan agar petugas logistik tidak masuk ke dalam kamarnya dan mengecek isi di dalam kulkasnya.


“Baiklah Nona, tetapi tolong tanda tangani ini.” ucap sang petugas logistik sambil menyerahkan kertas dan bolpen.


“Apa ini?” tanya Dokter Loly


“Pernyataan dari penghuni kamar yang tidak menghendaki diganti isi kulkasnya. Maaf Nona untuk laporan saya.” jawab sang petugas logistik. Dan Dokter Loly pun mau tak mau harus menandatangani lembar penyataan itu.


“Hmmm detail sekali peraturan di sini.” gumam Dokter Loly, lalu segera menutup pintu kamarnya setelah petugas logistik sudah berjalan pindah ke kamar tamu lainnya.


Dokter Loly melangkah cepat menuju ke micro wavenya, dia segera mematikan dan membuka penutup microwave itu.


“Hmmm untung tidak gosong.” gumamnya Dokter Loly saat sudah sudah melihat tepung yang dia panaskan di dalam micro wave sudah berhasil sempurna.


“Sudah pas sepertinya sudah matang dan tidak gosong.” gumamnya lagi lalu dia melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


“Aku lanjutkan nanti saja.. sekarang jam makan pagi. Aku tinggal untuk sarapan lebih dulu. Dari pada ada yang datang ke dalam kamarku untuk mengingatkan.” ucap Dokter Loly lalu dia segera keluar dari kamarnya untuk menuju ke ruang makan yang berada di guest house itu.


Saat memasuki ruang makan terlihat sudah banyak orang yang duduk di kursi makan. Ada beberapa set meja dan kursi makan yang ada di dalam ruang makan itu. Dokter Loly lalu mendatangi di meja yang sudah ada Sang Therapis dan Dokter pribadi keluarga William.


“Selamat pagi.” sapa Dokter Loly pada sang therapis dan Dokter pribadi keluarga William. Setelah mendapat balasan ucapan salam nya Dokter Loly pun bergabung sarapan satu meja dengan tim nya.


Sementara itu di set meja lainnya yang berada di sudut ruang makan itu, terlihat Ricardo dan Eveline juga sedang melakukan makan paginya.


“Tuan Vadeo belum terlalu sibuk dengan pekerjaannya, jadi belum ada tugas untuk kita.” ucap Richardo sambil menyesap kopinya.

__ADS_1


“Apa kamu melihat hal yang mencurigakan?” tanya Eveline dengan suara pelan.


“Belum. Apa kamu sudah menemukan hal yang mencurigakan?" jawab Richardo dan balik bertanya


“Masih perlu penyelidikan.” ucap Eveline


“Kita berbagi tugas, aku menjaga Nona Alexandria kamu menjaga Tuan Vadeo.” ucap Eveline selanjutnya


“Aku tidak ingin Bang Vincent marah karena kita kecolongan.” ucap Eveline lagi


“Eveline apa kamu suka dengan Bang Vincent?” tanya Ricardo sambil tersenyum


“Jangan mengalihkan pembicaraan pada suatu pembicaraan yang tidak perlu dibahas.” ucap Eveline lalu dia memasukkan sand wish ke dalam mulut nya.


Beberapa menit kemudian sebagian orang sudah selesai menghabiskan sarapannya.


Tidak lama kemudian Dokter Loly pun juga bangkit berdiri dan segera beranjak pergi meninggalkan ruang makan. Dokter Loly berjalan dengan cepat menuju ke kamarnya. Setelah membuka kunci pintu dia cepat cepat masuk ke dalam kamarnya. Tidak lupa mengunci pintu kamarnya.


“Hmmm apa Eveline sudah mencurigai aku ya, kok tadi tampak bicara bisik bisik.” gumam Dokter Loly lalu segera mengeluarkan cawan medisnya yang berisi kapsul kosong.


“Hmmm biar embunnya hikang dulu. Sementara menunggu kering aku ambil tepung itu dan aku kasih ke koper dan sepatu ku, jika mereka mengecek benar benar bisa melihat jika memang aku gunakan untuk mengurangi kelembaban ha... ha... ha... “ ucap Dokter Loly sambil tertawa.


Dokter Loly lalu mengambil tisue dan ditaruhnya sedikit tepung di dalam tissue itu lalu dibungkus dengan rapi kira kira satu sendok tepung di dalam tisue itu. Dia membuat beberapa bungkus. Dua bungkus dia taruh di koper nya. Dan dua bungkus dia taruh pada satu pasang sepatu yang sedang tidak dia pakai.


“Ha... ha... hanya untuk kamuflase..” gumam Dokter Loly sambil tertawa lagi. Dia pun lalu segera mengisi kapsul kapsul kosong itu dengan tepung yang sudah dia oven pakai microwave. Setelah selesai dia taruh lagi kapsul kapsul itu ke dalam botol vitamin untuk Alexandria.


“Hmmm selesai... Lusa aku kasih ke dia.” ucap Dokter Loly lalu menutup botol kapsul itu dengan rapat.

__ADS_1


“Kalau dia tidak segera hamil lama lama keluarga Jonathan dan Vadeo akan mendepaknya.. aku mulai sekarang harus menarik perhatian Tuan Vadeo hi... hi... hi....” ucap Dokter Loly sambil tertawa senang.


Semenatara itu di sungai Vadeo dan Alexandria merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa bisa bercinta di alam terbuka tidak ada gangguan. Kini Alexandria terkulai di dalam pelukan Vadeo.


“Lagi?” bisik Vadeo menggoda


“Kak ada ikan yang ikut masuk tidak ya.. he... he...” ucap Alexandria yang masih di dalam pelukan Vadeo


“Masuk ke mana?” Masuk keramba ha... ha...ha...” ucap Vadeo sambil tertawa dan semakin memeluk erat tubuh istrinya.


“Yang masuk kecebongku he.. he...” ucap Vadeo sambil mengecup puncak kepala Alexandria yang basah karena air sungai dan mungkin oleh keringatnya juga tetapi pasti sudah larut hilang oleh air sungai yang mengalir bening.


“Ayo aku gendong belakang, itu kita ambil sarung joko tarub yang mengapung apung..” ucap Vadeo lalu Alexandria pun nempel di punggung Vadeo dan Vadeo berjalan untuk mengambil sarung nya Setelah di dapat, sarung itu digunakan untuk menutup tubuh bagian belakang Alexandria yang masih di gendong di punggung Vadeo.


Vadeo terus berjalan keluar dari sungai itu, dia pakai sandal nya dan dia ambil sandal milik istrinya. Dia pakaikan pada kedua telapak kaki Alexandria yang masih setia di gendongan belakangnya. Vadeo pun juga malah senang sebab yang empuk empuk dingin terus menempel di tubuhnya.


Tidak lama kemudian mereka sampai di bawah pohon. Vadeo mengambil piyama Alexandria dan tshirt miliknya.


“Tidak usah dipakai lagi, kamu tidak usah turun.” ucap Vadeo sambil terus berjalan mengendong Alexandria sambil tangannya membawa pakaian mereka berdua.


Vadeo berjalan dengan cepat sambil menggendong tubuh Alexandria di belakang punggungnya. Dan tidak lama kemudian dia sudah menaiki anak tangga teras belakang. Vadeo cepat cepat membuka pintu belakang dia terus berjalan untuk menuju ke tangga, saat di taman in door dia berpapasan dengan sang pelayan yang baru saja menyiapkan makan pagi di ruang makan.


Sang pelayan itu terlihat tersenyum senang melihat Vadeo dan Alexandria yang selalu mesra.


“Semoga segera mendapat momongan dan langgeng cinta kasih sayang mereka..” doa tulus sang pelayan sambil terus berjalan menuju ke dapur.


....

__ADS_1


__ADS_2