
Mobil memasuki pintu gerbang dan tidak lama kemudian mobil berhenti di halaman rumah Vadeo.
“Ini rumah Tuan Vadeo, Nyonya. Memang tidak jauh dari lokasi guest house semua tamu tinggal di guest house. Kamar Nyonya dan Nona sudah disiapkan di sana.” ucap Richardo sambil membuka pintu.
“Kita ini bukan tamu, tapi orang tua dan saudaranya.” ucap Nyonya William sambil membuka pintu pula.
“Deal ayo bangun.. sudah sampai kita.” ucap Nyonya William lagi saat ingat Dealova masih belum juga bergerak dari tempat tidurnya. Dealova pun lalu membuka matanya dan mengucek ngecek matanya, lalu dia pun juga ikut bangkit dari tempat duduknya.
Sementara itu di dapur, yang masih sibuk memasak untuk makan malam terlihat kaget saat pak satpam memberi kabar lewat telepon dapur kalau Nyonya William dan Nyonya Jonathan sudah datang.
“Ayo Kak kita temui mereka, pasti Mama minta langsung ke sini dulu.” ucap Alexandria lalu dia meninggalkan pekerjaannya dan berjalan menuju ke wastafel yang ada di dapur untuk membersihkan tangannya. Vadeo pun juga melakukan hal yang sama. Sementara sang pelayan masih terus melanjutkan pekerjaannya.
Alexandria dan Vadeo berjalan meninggalkan dapur untuk menuju ke pintu depan.
“Sayang tidak usah jalan cepat cepat, hati hati jalannya.” ucap Vadeo memberi peringatan pada Alexandria sambil memegang lengannya, dia sangat mengkuatirkan dengan kandumgan isterinya.
“Iya Kak, keburu pengen ketemu Mama dan Dealova.” ucap Alexandria yang selanjutnya memperlambat langkahnya.
Tidak lama kemudian mereka sampai di depan pintu. Alexandria segera membuka pintu dengan lebar lebar dengan senyuman merekah di bibirnya, dan ketiga perempuan yang dirindukan sudah berdiri di depannya. Mereka semua lalu saling peluk cium untuk melepas kerinduan. Tidak lupa Nyonya William dan Nyonya Jonathan mengusap usap perut Alexandria dengan penuh kasih sayang.
“Ayo masuk...” ucap Vadeo dan Alexandria secara bersamaan. Mereka pun segera masuk ke dalam rumah dan langsung berjalan menuju ke ruang tengah.
Mereka lalu ngobrol panjang lebar melepas rasa rindu. Nyonya William dan Nyonya Jonathan banyak bicara untuk memberi nasehat pada Alexandria dan Vadeo dalam menjaga kandungan Alexandria.
“O ya Ma dan kamu Deal, di sini tidak ada kamar kosong. Ada tiga kamar, satu kamar di atas buat aku dan Alexandria, satu kamar di bawah untuk kamar ibu pelayan dan satu kamar depan digunakan untuk kamar periksa Alexa banyak alat alat medis di sana.” ucap Vadeo selanjutnya setelah kedua Mamanya sudah selesai memberi petuah.
__ADS_1
“Terus kami harus tidur di mana?” tanya Nyonya Jonathan sambil menatap wajah Vadeo. Sedangkan Dealova sibuk mencicipi makanan kecil yang ada di toples di atas meja termasuk mencicipi permen asam Alexandria.
“Di guest house Ma, kamar Vip buat Mama dan Dealova semua tamu di sana. Nanti malam kita makan malam di sini. Kalau Mama tidak mau jalan kaki bisa diantar mobil.” jawab Vadeo dengan nada serius.
“Aku mau lihat kamar kamar di rumah ini dulu.” ucap Nyonya Jonathan sambil bangkit berdiri dan mengajak Nyonya William turut serta.
“Sayang kamu duduk di sini saja sama Dealova, aku yang antar Mama.” ucap Vadeo sambil bangkit berdiri dan menatap Alexandria.
“Aku siap menemani Kak Alexa, Kakak ipar pertama...” ucap Dealova yang kini tangannya sudah memegang toples yang berisi makanan kecil kesukaannya.
Vadeo pun lalu mengantar kedua Mamanya untuk melihat lihat seluruh isi ruangan yang ada di rumahnya. Dari lantai bawah hingga lantai atas. Dan setelah melihat semua. Terlihat Nyonya William dan Nyonya Jonathan berbisik bisik. Dan selanjutnya.
“Deo, aku dan Mama William mengambil keputusan. Kami tidur di sini sama Alexa, kan tempat tidurnya luas.” ucap Nyonya Jonathan saat mereka masih berada di kamar tidur Vadeo lantai atas, di tempat terakhir yang mereka lihat.
“Ma, terus aku tidur di mana?” tanya Vadeo dengan wajah memelas
Mereka bertiga lalu berjalan menuruni anak tangga.
“Kamu suruh orang orang untuk menurunkan koper koper dan membawa masuk ke rumah.” perintah Nyonya Jonathan pada Vadeo
“Dan kamu tanya Dealova mau tidur di mana. Kalau mau tidur di sini biar di kamar depan.” ucap Nyonya William
“Aku mau membantu di dapur menyiapkan makan malam.” ucap Nyonya William dan Nyonya Jonathan secara bersamaan lalu mereka berjalan menuju ke dapur.
Sementara itu dengan lesu, Vadeo berjalan menuju ke ruang tengah untuk menanyakan pada Dealova.
__ADS_1
“Apa Tuan Richardo juga menginap di guest house?” tanya Dealova saat Vadeo bertanya padanya mau tidur di mana. Dengan lesu Vadeo menganggukkan kepala.
“Aku tidur di guest house saja. Jalan kaki juga tidak jauh dari sini.” ucap Dealova selanjutnya sambil tersenyum.
“O ya Kak Al, Kak Ixora minta catatan yang sudah dibuat oleh Kak Alexa.” ucap Dealova selanjutnya sambil menatap Alexandria. Vadeo yang mendengar mengeryitkan dahinya.
“Catatan apa Sayang?” tanya Vadeo sambil menatap Alexandria
“Kamu ambil sendiri sana di ruang baca lantai atas. Ada buku tulis tebal di rak paling atas.” ucap Alexandria sambil menatap Dealova.
“Catatan resep resep di buku yang sudah aku konsumsi Kak, juga obat dan vitamin dari tim. Segala perlakuan buat tubuhku he... he...” jawab Alexandria sambil tertawa menatap suaminya.
“Apa perlakuan yang sudah kita lakukan bersama juga kamu catat?” tanya Vadeo selanjutnya sambil mengangkat kedua alisnya. Dan Alexandria hanya tertawa. Sementara Dealova segera berlari untuk menaiki anak tangga setelah bertanya arah di mana ruang baca berada.
Setelah mendapatkan buku catatan yang di maksud Dealova segera turun ke bawah dia kuatir jika Richardo sudah akan segera kembali ke guest house.
Sedangkan di tempat lain, di guest house semua orang sudah menunggu kedatangan orang tua Vadeo. Tidak terkecuali Dokter Loly, apalagi dia berencana untuk cari muka di depan orang tua Vadeo. Dokter Loly yang sudah berdandan cantik keluar dari kamarnya. Dia akan menuju ke kamar sang Therapis untuk diajak menemui orang tua Vadeo.
TOK TOK TOK TOK
Dokter Loly mengetuk ngetuk pintu kamar sang Therapis. Dan tidak lama kemudian pintu terbuka.
“Dokter, kok cantik sekali mau kemana?” tanya sang Therapis saat membuka pintu dan melihat wajah Dokter Loly dengan make up yang lebih tebal dari biasanya. Bibirnya pun lipstiknya semakin merah, kalau mencium bunga ada tawonnya pasti tawon akan menyengat dengan lebih dasyat.
“Kamu itu gimana sih. Orang tua Tuan Vadeo dan Nona Alexandria datang dan menginap di sini. Ayo kita menyambutnya kita kasih selamat datang pada mereka dan selamat atas cucu mereka yang sudah ada di kandungan Nona Alexandria. “ ucap Dokter Loly dengan panjang lebar.
__ADS_1
“Ya sudah tunggu sebentar aku ganti baju dulu.” ucap sang therapis lalu segera masuk lagi ke dalam kamarnya.
“Jangan lama lama..” suara Dokter Loly yang sudah tidak sabar....