Alexandria

Alexandria
Undangan Makan Malam


__ADS_3

Di sebuah restaurant mewah tepatnya di ruangan VVIP tengah terjadi pembicaraan serius antar 2 pengusaha sukses.


"Terima kasih atas kerja samanya Tuan Alexander." ucap Aditya sambil menjabat tangan Devano Alexander


"Tentu Tuan Vernandes." jawab Devano sambil membalas jabatan tangan Aditya


"Berhubung pembicaraan kita sudah selesai,bagiamana kalau kita ngobrol-ngobrol dulu." ucap Aditya


"Tentu Tuan." jawab Devano


"Tolong jangan terlalu formal,panggil Aditya saja supaya lebih akrab." pinta Aditya


"Tentu Aditya,dan kamu bisa memanggilku Devano tanpa embel-embel Tuan." balas Devano sambil tersenyum


"Begini Dev,aku berencana untuk mengundang keluargamu makan malam di tempat keluargaku,hitung-hitung silaturahmi." ucap Aditya yang mengatakan maksudnya untuk mengundang makan malam


"Dengan senang hati Dit,aku akan mengajak anak dan istriku untuk datang kesana, kapan ?" tanya Devano


"Akhir pekan ini bagaimana ?" tanya balik Aditya


"Tentu,benar-benar suatu kehormatan bisa di undang makan malam oleh keluarga Vernandes." jawab Devano


"Jangan berlebihan Dev." sanggah Aditya sambil tersenyum


Obrolan pun terus berlanjut sampai tidak terasa sudah pukul 5 sore.


Aditya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Tidak terasa sudah sore." ucap Aditya


"Benar,para istri pasti sudah menunggu di rumah." jawab Devano menimpali


"Baiklah,mari kita pulang karena memang waktunya sudah sore." ucap Aditya sembari beranjak dari duduknya


"Tentu,sekali lagi terima kasih untuk kerja sama kita dan untuk undangan makan malamnya." ucap Devan sambil menjabat tangan Aditya


"Sama-sama Dev,mari." ajak Aditya sambil berlalu di ikuti Devan yang juga akan pulang.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Aditya sampai di mansion keluarga Vernandes.


"Ayah kok baru pulang?" tanya bunda Delia dengan nada khawatir


"Tadi keasyikan ngobrol sama Devano sampai lupa waktu bun." jawab Ayah Aditya sambil menyerahkan tas kerjanya


"Lain kali kabari bunda supaya bunda tidak terlalu khawatir yah," ucap Bunda Delia sambil berjalan menuju ke kamar bersama ayah Aditya


"Iya sayang." ucap Ayah Adit sambil merangkul pundak Bunda Delia


"Ikutan." ucap Alexa sambil berlari menghampiri orang tuanya dan segera memeluk mereka


"Sudah mandi ?" tanya Ayah Adit pada sang putri


"Sudah dong." jawab Alexa sambil mendongak menatap wajah sang ayah yang masuh memeluknya.


"Ya sudah kalau begitu ayah mandi dulu ya." ucap Ayah Adit sambil melepaskan pelukan sang putri

__ADS_1


"Oke." jawab Alexa sambil berlalu menuju ke ruang keluarga sementara ayah Adit masuk ke dalam kamarnya untuk segera membersihkan diri.


Di tempat lain, di kediaman keluarga Alexander.


"Dad kenapa pulang terlambat ?" tanya mommy Ayra kepada sang suami


"Keasyikan ngobrol sama Aditya Vernandes sampai lupa waktu Mom." jawab Dad Devano


"Aditya Vernandes ?" tanya Mommy Ayra


"Iya Mom,Aditya Vernandes pemilik Andi Jaya Group." terang Dad Devano


"Ngobrolin apa Dad ?" tanya Mom penasaran


"Selain tentang bisnis,Aditya juga mengundang keluarga kita untuk makan malam di kediaman utama Vernandes." terang Dad


"Makan malam ? Kalau begitu sekalian saja Dad kita lamar putrinya untuk putra kita." ucap Mom Ayra


"Jangan bercanda Mom." sanggah Dad


"Mom serius Dad,putra kita yang bilang tadi." kata Mom Ayra


"Maksud Mom bagaimana?" tanya Dad bingung


"Putra kita menjalin hubungan dengan putri dari Aditya Vernandes, putri yang selama ini tidak pernah menampakkan wajahnya di publik." terang Mom kepada Dad


"Really ?" tanya Dad masih belum percaya


"Yes Dad,kalau tidak percaya Dad bisa tanyakan langsung pada Sandi." terang Mom sambil berjalan ke arah kamar di ikuti sang suami. "Mom akan siapkan air hangat dulu ya Dad." ucap Mom sambil berlalu ke kamar mandi


Di kamar Sandiego.


Diego pun mengambil ponselnya di atas nakas dan di bukanya kontak bernama "My Love" dan di tekannya tombol hijau


"Hallo." sapanya dari seberang telpon dengan suara serak


"Sudah jauh lebih baik ?" tanya Diego


"Hmmm" jawab Alexa bergumam pasalnya dia baru saja terbangun dari tidurnya gegara mendengar suara ponselnya.


"Jangan lupa makan malam dan di minum lagi kirantinya supaya perutnya tidak sakit lagi." ucap Diego dengan nada lembut


"Terima kasih atas perhatiannya Di,aku sudah jauh lebih baik sekarang." jawab Alexa dengan lembut


"Syukur lah,apa setiap bulannya selalu seperti itu ?" tanya Diego khawatir


"Emmm,begitulah kodrat kami sebagai perempuan." jawab Alexa sambil tertawa "Aku sudah biasa merasakannya,jadi jangan khawatir oke." sambung Alexa


"Baiklah." jawab Diego


"Al." panggilnya pelan


"Ya." jawab Alexa sambil menunggu kelanjutan ucapan Diego


"Aku mencintaimu." tutur Diego

__ADS_1


"Aku tau." jawab Alexa singkat


"Kau milikku dan hanya akan menjadi milikku." tekan Diego


"Takdir tidak ada yang tau Di,kita jalani saja apa yang sudah ada di depan mata,kalaupun nantinya kita tidak di takdirkan untuk bersama,maka kita harus menerimanya,mungkin nantinya takdir kamu bukan aku begitu pula sebaliknya." jelas Alexa


"Aku menginginkanmu Al." suara Diego semakin melemah "Menikahlah denganku." sambung Diego yang membuat Alexa langsung terdiam.


"Al." panggil Diego karena Alexa terdiam cukup lama


"Kita jalani saja dulu Di,aku tidak mau terburu-buru." jawab Alexa.


"Aku sungguh ingin memilikimu seutuhnya Al,sekarang dan selamanya sampai maut yang memisahkan kita." ucap Diego semakin melemah yang membuat Alexa diam membisu.


"Di,bukan aku ingin menolakmu tapi kita tidak pernah tau kedepannya akan seperti apa,lebih baik kita jalani saja dulu ya,aku hanya tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari,tolong mengertilah." pinta Alexa


"Huuufffttt.Baiklah Al,tapi ijinkanlah aku mencintaimu dengan caraku." ucap Diego tidak ingin memaksa


"Cara yang bagaimana maksud kamu ?" tanya Alexa sambil menahan senyum karena dia sudah tau maksud dari Diego


"Haruskah aku jelaskan sayang ?" tanya Diego


Blusshh


Pipi Alexa merona mendengar panggilan sayang dari sebrang telpon, untunglah bukan video call, kalau video call bisa ketahuan kalau Alexa merona dengan panggilan yang di berikan oleh Diego.


"Tidak perlu Tuan Posesif." ucap Alexa sambil tertawa.


"Kau mengatakan aku posesif ?" tanya Diego


"Memangnya apa lagi ?" jawab Alexa semakin tertawa.


"Tetaplah seperti ini,aku bahagia mendengar tawamu." ucap Diego yang membuat tawa Alexa berhenti.


"Tentu,karena bagiku bahagia itu sederhana." ucap Alexa sambil tersenyum


"Aku mencintaimu Alexandria Vernandes." ucap Diego sekali lagi menyatakan cintanya


"Aku tau." ucap Alexa


"Kenapa tidak membalas ucapan cintaku ?" tanya Diego


"Cinta bukanlah sekedar kata-kata saja,tapi buktikanlah dengan perilaku,percuma menyatakan cinta berkali-kali tapi perilaku tidak mencerminkan cinta itu sendiri." terang Alexa


"Ya ya ya,terserah bagaimana kau menanggapinya." pasrah Diego yang tidak ingin lagi memperdebatkan tentang ungkapan cintanya.


"Sudah dulu ya,bunda sudah memanggilku untuk makan malam." ucap Alexa.


"Makanlah yang banyak,jangan lupa besok aku akan menjemputmu." ucap Diego


"Oke,sampai jumpa Kak Diego." ucap Alexa "Boleh kan aku memanggil kakak,karena bagaimanapun usiaku 1 tahun di bawahmu." sambung Alexa


"Jangankan Kakak,sayang juga boleh." gombal Diego


"Lebay." ucap Alexa langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari sebrang telpon.

__ADS_1


__ADS_2