
Sementara itu di dalam kamar periksa. Dokter menggeser geser alat di perut Alexandria. Mata Alexandria masih terpejam sambil berdoa.
“Benar kembar..” teriak Vadeo dan Nyonya Jonathan saat melihat di layar monitor tampak ada dua janin. Wajah keduanya terlihat sangat bahagia.
“Selamat kembar dan normal keduanya.” ucap Ibu Dokter sambil tersenyum dan kini Alexandria baru berani membuka matanya dan melihat layar monitor. Alexandria tersenyum dan kedua ujung matanya mengalir air mata kebahagian, haru dan syukur.
“Terima kasih....” ucap lirih Alexandria air mata bahagia masih mengalir di kedua ujung matanya.
“Dok, mereka laki laki atau perempuan?” tanya Vadeo yang pandangan matanya tidak lepas dari layar monitor.
“Maaf belum bisa terlihat.” jawab Ibu Dokter yang belum bisa melihat jenis kelamin kedua anak Vadeo.
“Tetapi kedua wajah mereka tampak jelas menghadap pada layar seperti ingin menyapa orang tua dan neneknya he.. he...” ucap Ibu Dokter selanjutnya sambil tertawa kecil karena gemes dengan kedua anak Vadeo.
“Juga ingin menyapa pada Ibu Dokter. “ ucap Alexandria sambil tersenyum.
“Yang penting mereka sehat dan normal Kak.” ucap Alexandria selanjutnya terlihat Vadeo dan Nyonya Jonathan menganggukkan kepalanya akan tetapi pandangan matanya tidak terlepas dari layar monitor. Rasanya tidak puas puas memandang dua bayi itu.
“Benar Nona. Baiklah sekarang kita harus tetap menjaga kesehatan Ibu dan kedua baby itu.” ucap Ibu Dokter, lalu dia menyudahi sesi memeriksa Alexandria
Vadeo membantu isterinya untuk bangun dari terbaring, dengan penuh kasih sayang dia pegang punggung Alexandria. Dan Ibu Dokter terlihat membereskan alat alat medisnya.
Nyonya Jonathan lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke pintu kamar periksa itu, dengan segera beliau membuka daun pintu. Wajahnya terlihat sangat sumringah bahagia tidak terkira. Dia sebenarnya ingin segera menghubungi suami dan besannya untuk memberi tahu kabar bahagia ini. Akan tetapi dia harus menundanya karena masih ada tamu kedua Dokter dan Richardo.
“Bagaimana Nyonya?” tanya sang pelayan yang sejak tadi masih berdiri sambil memegang nampan.
“Sehat, normal dan kembar Bu..” jawab Nyonya Jonathan. Terlihat tiga orang yang berada di ruang tamu itu turut bahagia.
“Syukur alhamdulillah....” ucap sang pelayan sambil menengadahkan kedua tangannya.
“Bu... jujur saya sudah menduga kembar saat Nona Alexa ngidam permen asam.. Dia selalu makan dua butir..” ucap sang pelayan sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Mendengar ucapan sang pelayan bicara ngidam permen asam, Richardo tersenyum karena ingat kerja kerasnya memanjat pohon asam. Rasanya kerja kerasnya tidak sia sia jika membuat orang orang bahagia.
Sementara itu Vadeo dan Alexandria sudah mulai keluar kamar periksa. Mereka berdua juga mendengar ucapan sang pelayan yang bicara tentang masa ngidam Alexandria. Sambil menuntun Alexandria, Vadeo melirik ke arah Richardo.
“Benar Bu, saat itu aku inginnya ambil dua butir permen asam.” ucap Alexandria sambil mendudukkan pantatnya.
“Ooo kamu ngidamnya permen asam Al, kok hanya sederhana saja.. senang Vadeo tidak direpotkan oleh istri yang sedang ngidam. Kadang ada yang harus pergi ke mana mana untuk membeli makanan keinginan istrinya.” ucap Nyonya Jonathan yang belum mendapatkan cerita tentang ngidamnya Alexandria.
“Sederhana Bu, kalau buah asamnya ada.” ucap sang pelayan sambil menatap Vadeo.
“Sudah tidak usah membahas masa lalu, sekarang kita bahas kandungan Alexandria yang kembar.. anakku kembar...” ucap Vadeo sambil mengusap usap perut Alexandria. Dia kuatir jika Richardo menceritakan bagaimana susahnya mencari buah asam itu dan dirinya yang memanjat pohon asam yang terkenal angker dan ada ular besar di bawah pohonnya.
“Terus bagaimana mendapatkan buah asamnya? Dapatkan permen asamnya?” tanya Nyonya Jonathan yang kuatir dengan ucapan sang pelayan
“Jangan sampai ya cucu cucuku ngileran.” ucap Nyonya Jonathan selanjutnya sambil menatap Vadeo
“Dapat Ma, Mama tenang saja.. Kan Deo sudah bilang tidak usah membahas masa lalu, itu semua sudah terlaksana dengan baik dan buktinya Mama lihat tadi kedua cucu Mama menyapa kita dengan wajah tersenyum.” ucap Vadeo sambil menatap sang Mama.
Setelah para tamu selesai menghabiskan minumannya, mereka bertiga ijin untuk kembali ke guest house. Sang pelayan pun segera memberesi meja dan kembali ke dapur.
“Deo aku akan mengabari Papamu, pasti dia akan sangat senang sekali.” ucap Nyonya Jonathan lalu dia bangkit berdiri.
“Ma, kabari Mama William juga ya...” ucap Alexandria sambil menatap Nyonya Jonathan
“Tentu Sayang...” ucap Nyonya Jonathan sambil tersenyum dan melangkah menuju ke kamar yang tadi dipakai untuk memeriksa Alexandria.
“Sayang aku nanti juga akan mengabari Vincent.” ucap Vadeo sambil tersenyum dan jari jari tangannya terus saja mengusap usap perut Alexandria.
“Perasaan Vincent pasti campur aduk, antara bahagia dan rasa iri menjadi satu. Aku sudah mempunyai dua anak, sedangkan dia untuk pacaran saja masih dilarang... he... he... sudah dibilang dari dulu selisih umur dia dan Ixora terpaut jauh masa saja nekad.” ucap Vadeo lagi.
“Iya ya Kak.. padahal Bang Vincent baik, tetapi Ixora harus selesai kuliah dulu.” ucap Alexandria yang dirinya pada posisi netral pada kasus hubungan asmara Vincent dan Ixora.
__ADS_1
“Dan sialnya Vincent, Ixora mengambil kuliah kedokteran yang tergolong lama lulusnya.” ucap Vadeo
“Apalagi Ixora mimpinya menjadi dokter yang dengan pengobatan alami.” sambung Alexandria kalau dalam hal mimpi Ixora menjadi dokter dengan pengobatan alami dia sangat mendukung bahkan menyarankan kuliah di luar negeri yang pengobatan alaminya diakui oleh dunia. Tetapi Nyonya tidak setuju kuatir jika Vincent terus mengikuti Ixora.
“Haha....ha.... ha... bisa lumutan Vincent.” ucap Vadeo sambil tertawa
“Padahal katanya Eveline menyukai Vincent sejak lama.” ucap Alexandria
“Dari mana kamu tahu?” tanya Vadeo
“Sang Therapis yang cerita.” jawab Alexandria
“Hmmm gitu ya kalian saat sesi terapi sambil ngerumpi.” ucap Vadeo sambil membelai lembut rambut kepala Alexandria. Dan mereka berdua terus melanjutkan dengan obrolan obrolan ringan.
Sementara itu di dalam kamar periksa Nyonya Jonathan sibuk dengan hand phone nya. Tuan Jonathan bahagia tidak terkira saat mendapat berita kepastian Alexandria mengandung bayi kembar. Tetapi hand phone nya lalu ini tidak jatuh. Sama seperti Vadeo dan istrinya dia pun menanyakan jenis kelamin cucu cucunya. Mendapat jawaban belum tahu jenis kelamin nya, Tuan Jonathan tidak kecewa bagi dia yang penting mendapatkan cucu.
Setelah menghubungi suaminya Nyonya Jonathan lantas mengusap usap lagi layar hand phone nya. Nyonya Jonathan lalu mencari kontak nama besan perempuannya.
“Hallo, bagaimana hasil USG nya.” suara Nyonya William yang sudah sejak tadi siap siaga dengan hand phone nya karena sudah tahu rencana Alexandria akan dilakukan USG pada kandungannya.
“Benar kembar cucu kita, langsung dapat dua.” jawab Nyonya Jonathan dengan nada gembira.
“Benar benar murid lebih pintar dari gurunya, Alexa sekali goyang langsung dua.” gumam Nyonya William.
“Ha... ha... ha.. Mama William ada ada saja.” ucap Nyonya Jonathan sambil tertawa sebab dia paham jika Alexandria mendapatkan pelajaran cara melayani suami dari sang Mama.
“Terus cucu kita laki apa perempuan?” tanya Nyonya William kepo dan sangat berharap mendapat cucu laki laki.
“Belum terlihat.” jawab Nyonya Jonathan
“Wah masih membikin Oma nya penasaran saja. Aku sudah tidak sabar untuk melihat cucu cucuku.” ucap Nyonya William.
__ADS_1