
Setelah di rasa semuanya siap, Alexa pun bergegas meninggalkan apartemen untuk pergi ke tempat dimana sang sahabat tengah di sekap.
Di tatapnya mobil sport yang merupakan hadiah dari sang ayah beberapa waktu lalu sebelum akhirnya masuk ke dalam mobilnya.
"Sekarang saatnya Queen." gumam Alexa kepada mobilnya yang memang di beri nama Queen
Alexa memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya menginjak pedal gas nya.
Mobil sport Alexa pun membelah kota London di tengah malam ini, meskipun sudah tengah malam tapi suasana jalanan di kota London masih ramai.
Dengan lihainya Alexa membelah jalanan yang masih nampak ramai itu.
Tidak membutuhkan waktu lama mobil yang di kendarai Alexa telah sampai di pinggiran kota London yang nampak sangat sepi.
Di lihatnya sekitar gudang tempat penyekapan Diandra nampak banyak orang berbadan kekar yang tengah berjaga.
"Nona sudah siap ?" tanya Jordy dari earphone yang terpasang di telinga Alexa
Ehmmm
Alexa membalas dengan berdehem.
Dan tanpa sepengetahuan Alexa, ternyata Abimanyu mengikuti sedari keluar dari basemant apartemen.
Alexa menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dari mobilnya.
Begitu Alexa menurunkan satu kakinya dari mobil, nampak satu orang yang terus menghampirinya.
"Apa anda yang bernama Alexandria Vernandes ?" tanya nya yang di balas anggukan kepala oleh Alexa
"Dimana Angelica ?" tanya Alexa dengan tenang
"Mari ikuti saya nona." balas nya
Alexa pun segera mengikuti langkah kaki orang suruhan Angelica.
Di perhatikannya sekitar gudang itu yang nampak banyak penjaga, Alexa menyeringai begitu menyadari ada beberapa di antara mereka merupakan orang-orang dari orang kepercayaan sang Opa.
__ADS_1
Ceklek
Angelica dan Diandra langsung menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara pintu di buka dari luar.
Alexa mengepalkan tangannya melihat kondisi sang sahabat yang memprihatinkan.
"Selamat datang di neraka mu Alexa." ucap Angelica sembari beranjak sari sisi Diandra dan berjalan menghampiri Alexa.
"Lepaskan Diandra, dan aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan." ucap Alexa sembari menatap sendu ke arah sang sahabat yang tengah menggelengkan kepalanya.
"Hahahahahaha, ternyata sangat mudah untuk membuat mu menyerah kenapa tidak sedari awal saja aku menggunakan sahabatmu untuk menghancurkanmu." Angelica tertawa keras melihat betapa tidak berdaya nya Alexa mendapati kondisi sang sahabat yang jauh dari kata baik-baik saja karena sedari tadi terus di siksa oleh Angelica.
Alexa mengepalkan tangannya menahan emosi mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Angelica.
"Aku baik-baik saja Al." lirih Diandra sambil tersenyum ke arah Alexa membuat Alexa memejamkan matanya sejenak.
"Sa,aku berjanji kamu akan baik-baik saja, maafkan aku." balas Alexa sembari menatap dalam mata sayu sang sahabat.
"Nona, tuan besar dan yang lainnya sebentar lagi akan tiba di lokasi." lapor Jordy pada Alexa
"Sekarang apa maumu Angel ?" tanya Alexa
"Mauku ? Bukankah aku sudah mengatakannya padamu bahwa aku menginginkan nyawamu dan juga suami tampanmu itu ?" jawab Angelica sembari berjalan memutari Alexa yang masih berdiri di tempat sedari datang tadi.
Angelica yang melihat seringaian di bibir Alexa pun langsung mengawasi sekitarnya karena masih teringat jelas bagaimana dulu dia masuk ke dalam perangkap yang di buatnya sendiri.
"Kau jangan berani macam-macam Alexa." teriak Angelica sembari berlari ke arah Diandra dan langsung menodongkan pistolnya di kepala Diandra. "Sampai kau berani macam-macam maka jangan salahkan aku kalau peluru ini akan menembus kepala sahabatmu." teriak Angelica geram
Diandra pun memejamkan matanya begitu kepalanya di todong menggunakan pistol, tubuhnya bergetar takut tapi berusaha untuk tetap tenang karena dia percaya bahwa sang sahabat pasti bisa mengatasi semuanya.
Alexa masih tak bergeming di tempatnya sambil terus mengawasi pergerakan dari Angeilca tanpa mengalihkan sedikitpun perhatiannya.
"Maaf nona, saya melihat tuan muda Abimanyu mengendap-endap tidak jauh dari lokasi anda." lapor Jordy membuat Alexa menghela nafasnya pelan.
"Bahkan aku tidak menyadari abang mengikuti ku." batin Alexa sembari terus menatap ke arah depan dimana pistol masih menodong kepala sang sahabat.
Brak
"Diandra." teriak Abimanyu begitu berhasil mendobrak pintu belakang
__ADS_1
Sontak semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Abimanyu yang masih terengah-engah karena baru saja mendobrak pintu.
"Tetap di tempat atau aku akan melepaskan tembakan ini di kepala kekasihmu Abimanyu." teriak Angelica sembari menekan ujung pistolnya di pelipis Diandra membuat Abimanyu terdiam terpaku melihat kondisi yang tidak memungkinkan untuknya dapat bertindak.
Sementara Alexa masih pada posisi sambil terus mengawasi pergerakan Angelica yang nampak mulai tidak tenang.
"Kamu membohongiku Alexa." murka Angelica sambil menatap nyalang ke arah Alexa dan bersiap untuk menarik pelatuknya.
Diandra memejamkan matanya begitu merasakan pelatuknya di tarik dan siap lepas di kepalanya.
Dor
Diandra yang tidak merasakan sakit pun perlahan membuka matanya dan nampaklah Angelica tengah memegang tangannya yang baru saja tertembak, dan menoleh ke arah Alexa yang tengah mengacungkan pistolnya ke arah Angelica sambil terus berjalan ke arahnya.
"Aku sudah bilang bahwa aku tidak akan membiarkan kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan." ucap Alexa sembari menodongkan pistol yang di pegangnya ke arah Angelica yang tengah terpaku.
"Aku pasti akan membunuhmu Alexa." geram Angelica tanpa bisa berbuat apa-apa.
Alexa tidak menghiraukan sama sekali ucapan Angelica dan beralih menatap sang kakak yang masih terpaku melihat kejadian yang baru saja terjadi di depan matanya.
"Apa abang akan berdiam diri di situ terus ?" tanya Alexa menyadarkan lamunan Abimanyu
"I..iya dek." Abimanyu langsung berjalan mendekat dan meepaskan ikatan di kaki dan tangan sang kekasih.
"Sayang." Abimanyu langsung memeluk erat sang kekasih begitu ikatan talinya terlepas.
Ceklek
Alexa langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang baru saja terbuka dan nampaklah suami,ayah dan sang Opa yang baru saja masuk.
Diego langsung berlari menghampiri sang istri dan di peluknya erat sehingga reflek Alexa menjatuhkan pistolnya.
"Kamu baik-baik saja ?" tanya Diego khawatir
"Aku baik-baik saja kak." jawab Alexa sembari melepaskan pelukan sang suami
Di belainya lembut pipi sang istri dengan sayang membuat Angelica yang melihatnya pun langsung di kuasai oleh emosi.
Angelica mengambil pistol yang tepat berada di bawah kakinya.
__ADS_1
"Kalau aku tidak bisa memilikinya maka siapapun tidak boleh memilikinya." batin Angelica sembari menodongkan pistolnya ke arah Diego.
Alexa yang memang memiliki insting kuat pun melirik melalui ekor matanya dan nampaklah Angelica yang siap melepaskan pelatuk pistolnya ke arah Diego.