Alexandria

Alexandria
Bonchap 2. Kedatangan Richardo


__ADS_3

Hari yang ditunggu tunggu oleh Vadeo pun tiba. Saat di mana Alexandria sudah selesai masa nifas nya, sudah bersih dan Alexandria sudah siap kembali onderdil nya menjadi sasaran tembak senjata triple T suaminya. Tadi pagi sebelum Vadeo berangkat kerja sudah diberi tahu oleh Alexandria jika nanti malam bisa goyang enak enak kembali.


Saat sore hari , di ruang kerja nya Vadeo sudah tidak dapat lagi berkonsentrasi pada pekerjaannya. Dia ingin segera pulang lalu pergi mandi dan segera berdekatan dengan sang istri tercinta.


“Pak Rio, aku pulang lebih dulu ya..” ucap Vadeo selanjutnya sambil menutup lap top nya karena dia sudah tidak tahan lagi untuk bertemu dengan anak istrinya.


“Sebentar Tuan, masih ada berkas berkas yang harus Tuan tanda tangani. Tunggu sebentar Tuan Raymond akan mengantar ke sini.” Ucap Pak Rio sang sekretaris sambil menatap wajah Vadeo yang tampak gelisah.


“Suruh cepat ke sini!” perintah Vadeo. Dan tampak sang sekretaris pun segera menghubungi Tuan Raymond sang direktur pelaksana.


Beberapa waktu kemudian pintu ruang kerja Vadeo terdengar suara ketukan. Vadeo yang sudah tidak sabar pun segera menekan remot control untuk membukakan pintu.


“Cepat masuk!” perintah Vadeo saat melihat sosok Tuan Raymond di depan pintu. Vadeo tampak mengerutkan dahi nya saat melihat Tuan Raymond membawa satu tumpuk berkas berkas.


“Bagai mana kalau besok saja aku tanda tangani?” tanya Vadeo saat Tuan Raymond sudah menaruh berkas berkas itu di atas meja nya.


“Harus hari ini Tuan.” Jawab Tuan Raymond. Dan Vadeo pun dengan cekatan segera menandatangani berkas berkas itu.


“Tuan juga sekalian mau memberikan informasi nanti beberapa kolega kita akan berkunjung ke mansion Jonathan, mereka ingin mengucapkan selamat atas kelahiran puteri puteri Tuan dan ingin melihat kecantikan puteri puteri Tuan.” Ucap Tuan Raymond yang masih berdiri di dekat meja kerja Vadeo.

__ADS_1


“Hmm “ gumam Vadeo


“Kenapa tidak kemarin kemarin.” Gumam Vadeo dalam hati.


“Mereka baru ada waktu sekarang Tuan.” Ucap Tuan Raymond memberi penjelasan yang tampaknya bisa mendengar kata hati Vadeo.


Setelah selesai menanda tangani semua berkas Vadeo segera bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan ruang kerja nya. Dia menuju ke lift yang membawa diri nya lebih cepat menuju ke tempat parkir mobil nya.


Vadeo segera menjalankan mobilnya dengan cepat. Bibir nya tersenyum membayangkan wajah isteri dan kedua anak nya. Baru membayangkan saja rasa capek dan permasalahan kerja nya sirna seketika.


Beberapa menit kemudian mobil Vadeo sudah memasuki halaman mansion Jonathan. Setelah turun dari mobilnya Vadeo segera melangkah masuk ke dalam mansion utama dan segera berjalan menuju ke kamarnya.


“Tuh.. sayang nya kita sudah datang.” Ucap Alexandria yang duduk di tempat tidur nya sambil bermain main dengan anak anak nya yang sudah mandi dan tampil cantik semua nya.


“Sayang nanti ada tamu kolega kita.” Ucap Vadeo sambil mencium kening Alexandria.


“Semoga mereka tidak lama lama.” Ucap Vadeo selanjutnya sambil melangkah menuju ke kamar mandi sebab dia tidak boleh memegang anak anak nya sebelum mandi dan berganti baju.


Malam hari pun tiba, benar setelah Magrib banyak tamu datang. Alexandria dan baby twins pun sudah berada di kamar bawah, agar tamu tamu yang ingin melihat baby twins tidak masuk ke dalam kamar pribadi.

__ADS_1


Setelah selesai jamuan makan malam, tamu tamu tersebut izin pulang. Vadeo terlihat tersenyum senang.


Akan tetapi saat dia akan menutup pintu utama Mansion terlihat ada mobil masuk dan berhenti di dekat pintu utama Mansion. Saat pintu mobil terbuka muncul sosok Richardo dengan tangan membawa dua buah bingkisan besar dan satu kantong tas plastik.


“Selamat malam Tuan, maaf saya baru bisa datang untuk memberi selamat dan ingin melihat baby twins sekarang .” Ucap Richardo saat sudah berada di depan Vadeo yang masih berdiri di depan pintu.


“Saya juga bawa ini, buah asam penuh kenangan.” Bisik Richardo saat mereka berdua berjalan menuju ke ruang tamu. Vadeo hanya mengeryitkan dahi nya dan ekspresi wajahnya kini tampak masam mungkin akibat Richardo membawa buah asam.


Sedangkan Alexandria yang masih di dalam kamar bersama baby twins, mendadak heran saat melihat kaki dan tangan kedua anak nya itu tampak bergerak gerak dengan kuat bagai ingin berlari saja.


“Kalian kenapa sayang?” tanya Alexandria pada kedua anak nya.


Richardo yang begitu ingin melihat baby twins pun ingin segera diantar Vadeo untuk menemui Valexa dan Deondria.


Saat Richardo masuk ke dalam kamar mulut Valexa dan Deondria pun tertawa ceria, kaki dan tangannya bergerak gerak bagai ingin menyambut Richardo. Saat Richardo mengendong salah satu dari mereka, yang satu nya menangis. Begitu seterusnya. Dan saat Richardo izin mau pulang kedua anak itu menangis kejer. Dan hingga malam semakin larut Richardo belum juga bisa pulang.


“Tidak apa apa menunggu mereka tidur.” Ucap Richardo yang duduk di sofa sambil memangku Valexa dan Deondria yang bola mata mereka masih tampak bening bening dan bibir mereka tersenyum cantik.


Sedangkan Vadeo berjalan mondar mandir tampak gelisah.

__ADS_1


“Gagal lagi.” Gumam Vadeo dalam hati.


__ADS_2