Alexandria

Alexandria
Takut ?


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktunya di kampus, Alexa pun memutuskan untuk segera kembali ke apartemen dengan diantarkan oleh Jordy.


"Selamat siang nona." sapa Jordy sambil menunduk hormat


"Siang juga om, kita langsung kembali ke apartemen saja." ucap Alexa yang langsung di angguki oleh Jordy


Alexa pun langsung masuk ke dalam mobil begitupun dengan Jordy yang langsung masuk ke kursi kemudi.


Huft


Alexa menghembuskan nafasnya sembari menyandarkan punggungnya di jok mobil belakang.


"Nona tidak perlu khawatir, saya akan selalu mengawasi pergerakan mereka." ucap Jordy seakan tau apa yang tengah di pikirkan oleh sang nona


"Iya om, terima kasih." balas Alexa sambil tersenyum manis


Jordy pun segera melajukan mobilnya menuju ke apartemen.


Di tengah perjalanan, Alexa menoleh ke arah belakang karena merasa ada yang mengikutinya dan benar saja ternyata ada sebuah mobil yang tengah mengikutinya.


Jordy yang juga menyadarinya pun langsung menatap sang nona dari spion.


"Nona...." ucap Jordy terhenti


"Tidak apa om, kita ikuti permainannya Lexa yakin mereka hanya ingin mengetahui dimana tempat tinggal Lexa.'' potong Alexa


"Tapi....." Jordy menggantung ucapannya begitu melihat tatapan sang nona dari spion


"Kalau sampai kita mengelabui mereka, itu artinya mereka akan menyadari bahwa kita sudah mengetahui pergerakannya dan mereka pasti akan mengubah rencana." ucap Alexa yang langsung di angguki oleh Jordy


Jordy pun kembali fokus ke jalan dan tak lupa mengirim sinyal kepada anak buahnya yang selalu berjaga dari jauh untuk lebih waspada.


Sesampainya di apartemen, Alexa pun segera turun dari mobil Jordy.


"Terima kasih." ucap Alexa sembari menunduk hormat yang di balas anggukan kepala oleh Jordy dan segera berlalu.


Di sisi lain


"Nona, target tinggal di apartemen Tifolia dan dia tidak mendapatkan pengawasan sama sekali, dia kembali dari kampus menggunakan taxi online." lapornya kepada seseorang yang di panggil nona di seberang telpon


"Awasi terus jangan sampai lengah, dia tidak sesederhana yang kalian pikirkan." ucapnya langsung memutuskan sambungan telponnya.

__ADS_1


"Kita lihat siapa yang akan lebih unggul Alexandria Vernandes." Angelica menyeringai sembari menatap layar ponselnya yang sudah meredup


Jakarta, Indonesia


"Bunda tidak akan membiarkanmu sampai terluka sayang, bunda janji." gumam Delia sambil menatap layar laptopnya yang menampilkan cctv di tempat Angelica berada sekarang


"Sayang." panggil Aditya membuat Delia menoleh ke asal suara


"Iya kak." jawab Delia sembari menghampiri sang suami


"Apa terjadi sesuatu ?" tanya Aditya sambil melirik ke arah laptop sang istri


"Mereka sudah mulai bergerak kak." jawab Delia sembari tersenyum tipis membuat Aditya terdiam.


Melihat Aditya terdiam dengan raut wajah kecewa, Delia pun menangkup kedua pipi sang suami seraya berkata "Kakak tidak perlu khawatir, semua akan baik-baik saja, aku dan ayah Daniel tidak mungkin tinggal diam, dan sekarang sudah ada Diego yang menjaga putri kita."


"Mana mungkin aku tidak mengkhawatirkan putri kita sayang." lirih Aditya sembari menunduk


"Lihat aku kak, tidak lama lagi semua ini akan berakhir aku janji,dan putri kita akan hidup bahagia." ucap Delia sembari memeluk sang suami


"Sampai terjadi sesuatu kepada putriku maka aku akan menghabisi seluruh keturunan Irawan dan Nugroho, aku bersumpah." batin Aditya sembari membalas pelukan sang istri


London


Diego yang melihat sang istri tidak menyadari kedatangannya pun segera mendekat dan mendudukkan dirinya di tepi ranjang.


"Sayang." Diego mengusap sayang rambut sang istri membuat sang empu terkejut


"Kakak sudah pulang ?" Alexa langsung bangun dan duduk sambil bersandar di kepala ranjang.


"Apa ada yang mengganggu pikiran kamu ?" tanya Diego sembari membelai pipi sang istri


"Mereka sudah mulai bergerak." jawab Alexa sembari tersenyum tipis


Huft


Diego menghela nafasnya berat begitu mengetahui sesuatu yang tengah mengganggu pikiran sang istri.


Di tariknya sang istri ke dalam pelukannya.


"Semua akan baik-baik saja." ucap Diego sembari mengusap punggung sang istri yang di balas anggukan kepala oleh Alexa

__ADS_1


"Ya, semua pasti akan baik-baik saja kak." ucap Alexa sembari mengeratkan pelukannya terhadap sang suami.


Diego pun melepaskan pelukan sang istri dan menatap dalam matanya yang nampak tenang.


"Bahkan aku tidak melihat ketakutan di matamu sayang." ucap Diego sembari tersenyum


"Takut ?" Alexa tersenyum miring menanggapi ucapan sang suami. "Bahkan aku tidak takut mati kak." lanjut Alexa yang membuat Diego kembali membawa sang istri ke dalam pelukannya


"Tapi aku yang takut sayang, jangan lagi berbicara soal kematian." lirih Diego yang membuat Alexa langsung mendorong tubuh sang suami


"Kakak pikir mereka akan tinggal diam saat bidadari dari keluarga Vernandes dan Wijaya dalam bahaya ? Tidak kak, mereka tidak akan membiarkan Angelica menyentuhku walau seujung kuku pun, dan yang pasti Mr.X juga tidak akan tinggal diam bukan ?" tanya Alexa sembari tersenyum manis ke arah sang suami


"Mana mungkin aku akan tinggal diam sayang, bahkan aku akan meratakan seluruh keluarga mereka kalau sampai berani menyentuhmu." jawab Diego yang membuat senyum sang istri semakin merekah


"Jadi apa yang harus aku takutkan ?" Alexa kembali bertanya kepada sang suami membuat Diego gemas sendiri kepada sang istri


"Kenapa istri aku jadi imut banget si." gemas Diego sembari mencubit hidung mancung sang istri


"Kakak ihhh." Alexa cemberut sembari melepaskan tangan sang suami dari hidungnya


Cup


"Aku mencintaimu." ucap Diego setelah mengecup singkat bibir sang istri


"Aku juga mencintaimu kak." balas Alexa sembari masuk ke dalam pelukan sang suami.


"Emmm, sayang bagaimana kalau kita makan malam di luar saja ?" tanya Diego membuat Alexa mendongak menatap sang suami


"Tentu." jawab Alexa sembari melepaskan pelukan sang suami dan segera beranjak ke kamar mandi, tapi baru saja berdiri sang suami dudah menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi bersama.


"Kakak mau apa ?" tanya Alexa was-was


"Tentu saja mandi." jawab Diego sembari mengedipkan sebelah matanya yang membuat Alexa langsung menyembunyikan wajahnya di dada bisang sang suami


"Bukankah datang bulanmu sudah selesai ?" bisik Diego yang membuat Alexa semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami


Diego pun mendudukkan sang istri di atas closet dan dia segera mengisi bathtub dengan air hangat serta beberapa tetes aroma terapy.


Setelah air di dalam bathub selesai, mereka pun sama-sama masuk ke dalam bathtub untuk berendam dan tentunya bukan hanya itu saja yang mereka lakukan.


Diego menyentuh titik-titik sensitif pada tubuh sang istri yang sudah menjadi candunya itu.

__ADS_1


Dan pada akhirnya mereka saling memuaskan satu sama lain dengan cara mereka sendiri.


__ADS_2