
Mereka pun kembali melanjutkan acara makan siangnya dengan saling bercanda.
"Oh iya As, kamu bilang kan kalian itu berteman sejak kecil, berarti tau dong kalau Diego mungkin sebelumnya pernah memiliki kekasih, mungkin." ucap Alvaro lirih di akhir kalimat karena langsung mendapat tatapan tajam dari Diego, sementara yang lain langsung menatap Aska meminta penjelasan.
Sontak Aska tertawa mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Alvaro.
Sementara Diego yang kesal pun langsung melemparkan tisu ke wajah sang sahabat masa kecilnya itu.
"Sorry San, habisnya pertanyaan Alvaro lucu aja menurutku." ucap Aska sambil meredakan tawanya dan berubah menjadi serius
Ehmm
"Setau aku si dari kecil emang banyak cewe-cewe yang suka sama dia, tapi aku ga pernah tau apa dia memiliki kekasih atau tidak, secara lulus SD aku pindah ke New York, jadi aku tidak tau masa-masa SMP nya." jawab Aska sambil mengedikkan bahunya
Sontak jawaban Aska membuat Alexa langsung menatapnya tajam.
Aska yang mendapat tatapan intimidasi dari istri sang sahabat pun menelan paksa ludahnya.
"Jadi ?" tanya Alexa sembari bersedekap dada sambil menatap Diego dan Aska bergantian.
"Tidak ada perempuan lain selain kamu sayang." jawab Diego dengan lembut
"Lalu dari mana sikap dinginmu itu Di ?" tanya Alvaro tiba-tiba "Biasanya laki-laki bersikap dingin karena pernah di sakiti perempuan, apalagi kita semua juga tau selama 2 tahun kamu tidak pernah sekalipun dekat dengan perempuan meski banyak di sekolah ini yang terang-terangn bilang suka sama kamu." lanjut Alvaro yang di angguki oleh Amel dan Abimanyu.
"Kalau itu emang dari kecil dia sikapnya bak balok es, makanya ga ada yang betah berteman sama dia, cuma aku doang yang bertahan." jawab Aska sambil nyengir ke arah Diego yang di balas gelengan kepala oleh Diego.
Kring....kring...kring
Bel tanda masuk pun berbunyi sehingga para murid yang masih berada di kantin pun berhamburan meninggalkan kantin untuk kembali ke kelasnya masing-masing.
Alexa dan para sahabat pun kembali ke kelas begitu pun dengan Aska.
Sesampainya di kelas, Alexa pun langsung menuju ke bangkunya.
"Nanti pulang bareng abang aja ya, kebetulan abang ada latihan basket." ucap Abimanyu kepada Alexa yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.
Pelajaran pun kembali berlangsung dengan tenang seperti biasa sampai bel pulang berbunyi.
Para murid pun berhamburan meninggalkan kelasnya masing-masing.
"Aku pergi ya." ucap Diego sembari mengusap sayang kepala sang istri
__ADS_1
"Iya kak, hati-hati." balas Alexa sembari tersenyum yang di jawab anggukan kepala oleh Diego
"Bi, nitip ya." ucap Diego kepada Abimanyu yang di balas acungan jempol oleh Abimanyu.
"Memangnya aku barang pake di titipin segala." ucap Alexa sembari mencubit pelan lengan sang suami.
"Kamu memang barang langka." celetuk Abimanyu yang membuat Alexa langsung cemberut ke arah kakaknya itu, sementara yang lain tak mampu menahan tawanya.
"Dasar." sungut Alexa sembari berjalan keluar kelas sambil menghentakkan kakinya.
Diego yang melihat sang istri kesal pun langsung mengejarnya, di raihnya tangan sang istri sehingga Alexa langsung berhenti meski tak mau membalikka badannya.
"Marah ?" tanya Diego sembari berjalan ke hadapan sang istri. Diego pun meraih dagu sang istri agar menghadapnya "Jangan marah oke, kamu lebih dari sekedar barang langka buat aku, tapi kamu adalah hidup aku." ucap Diego lembut sambil tersenyum
"Hmmmm" jawab Alexa malas
"Kamu hati-hati ya, aku pergi dulu." ucap Diego lagi sembari mengecup kening sang istri yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.
Diego pun segera berlalu pergi dari sekolah menuju ke kantor.
Sementara Alexa langsung pergi ke ruang guru untuk menemui bu Rika selaku pembimbing olimpiade Bahasa Inggris yang akan di ikutinya.
Latihan persiapan pun segera di lakukan oleh Alexa dan bu Rika.
Baik Abimanyu,Alvaro maupun Alaska tengah menunjukkan bakatnya dalam bermain basket.
Mereka sama-sama unggul dalam permainan basket.
"Bagus As." ucap Abimanyu sambil mengacungkan jempolnya setelah Aska memasukkan 1 poin.
"Thank's." balas Aska sambil tersenyum simpul
Mereka pun terus bermain basket sampai waktu menunjukkan pukul 3 sore.
Nampak Alexa sudah duduk di pinggir lapangan basket tengah menunggu sang kakak menyelesaikan latihan basketnya.
Tring
Abimanyu kembali memasukkan bola ke dalam ring sebelum akhirnya menghampiri sang adik.
"Aku duluan." pamit Abimanyu kepada yang lain yang di balas acungan jempol oleh mereka.
__ADS_1
Aska yang melihat sang kapten basket menyudahi permainan dan berjalan ke pinggir lapangan pun langsung melihat ke arah yang di tuju oleh Abimanyu.
"Kamu tidak ada niatan untuk jadi pebinor kan ?" tanya Alvaro sambil menepuk pundak Aska
"Tentu saja tidak." jawab Aska sembari mendribble bola.
"Sudah lama ?" tanya Abimanyu sembari mendudukkan dirinya di samping sang adik dan jangan lupakan tangannya yang memgacak gemas rambut Alexa.
"Belum." jawab Alexa sembari tersenyum dan menyodorkan 1 botol air mineral serta handuk kecil untuk sang kakak.
Abimanyu pun menerima pemberian sang adik sambil tersenyum.
Di teguknya air mineral pemberian sang adik sampai tandas.
"Abang pasti cape." ucap Alexa sembari menghapus keringat di pelipis sang kakak dengan handuk kecil
"Terima kasih dek." ucap Abimanyu sembari mengusap sayang kepala sang adik yang di balas anggukan kepala oleh Alexa.
"Ayo pulang." ajak Abimanyu sembari beranjak dan mengulurkan tangannya
Alexa pun menerima uluran tangan sang kakak dan mereka berjalan beriringan untuk ke parkiran.
"Aku duluan guys." teriak Abimanyu kepada seluruh team basket yang di balas acungan jempol dari mereka.
Abimanyu pun melajukan mobilnya untuk mengantar sang adik ke kediaman Alexander.
Tidak membutuhkan eaktu lama, mobil yang di kendarai Abimanyu memasuki pekarangan rumah Sandiego.
"Terima kasih abang, yakin abang tidak mau mampir ?" ucap Alexa kepada sang kakak
"Lain kali saja abang mampir, sudah sore juga." jawab Abimanyu sembari mengusap sayang kepala sang adik
"Emmm, baiklah abang hati-hati ya, jangan lupa sampaikan terima kasih kepada Oma Wil dan Mom, dan salam sayang dari adik abang yang paling cantik." ucap Alexa sembari tersenyum manis
"Anda percaya diri sekali nona." ucap Abimanyu gemas
"Percaya diri itu harus." balas Alexa sambil tertawa, membuat Abimanyu menggelengkan kepala melihat tingkat percaya diri sang adik.
"Sudah sana turun." usir Abimanyu sambil mendorong pelan bahu sang adik agar segera turun dari mobilnya.
"Ya ya baiklah aku akan turun." jawab Alexa sembari menghentikan tawanya
__ADS_1
Alexa pun segera turun dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah sang kakak sampai mobil yang di kendarai sang kakak hilang dari pandangan.