Alexandria

Alexandria
Bab. 208.


__ADS_3

“Aku simpan Kak.” jawab Alexandria dengan sedikit takut takut, takut akan kemarahan dari suaminya.


“Kenapa tidak omong ke aku.” ucap Vadeo lagi masih menatap tajam wajah Alexandria


“Kalau omong ke Kakak Ipar pertama, kakak ipar pertama pasti tidak ngebolehin. Terus malah belum hamil... “ saut Dealova


“Sepertinya begitu..” ucap Dealova lirih sambil menunduk, tidak berani berucap keras sebab Vadeo kini menatap tajam ke arahnya.


“Ya sudah, yang penting Alexa sehat dan sudah berhasil program hamilnya.” ucap Nyonya Jonathan yang tahu akan ekspresi wajah takut sang menantunya.


“Alexa mungkin punya pertimbangan tersendiri untuk tidak atau belum mengatakan pada kamu Deo.” ucap Nyonya Jonathan lagi sambil menatap wajah Vadeo yang masih berekspresi datar.


“Iya Deo, yang penting Alexandria sudah hamil, malah hamilnya lebih cepat dari waktu yang diperkirakan oleh tim Dokter.” ucap Nyonya William menambahkan.


“Benar kah Ma?” tanya Alexandria dan Vadeo secara bersamaan


“Iya, Dokter pernah omong omong ke aku paling cepat katanya setengah tahun. Tapi Dokter tidak mau mengatakan itu pada kamu, selain itu hanya perkiraan dan takutnya kamu malah nervous memikirkan waktunya. Akan memperngaruhi psikologismu terutama Alexandria.” ucap Nyonya William


“Iya yang penting sekarang kita syukuri rejeki yang sudah kita dapatkan, dan kita jaga dengan baik.” ucap Nyonya Jonathan sambil menatap Alexandria dan Vadeo secara bergantian.


“Alexa besok lagi kalau ada apa apa disampaikan pada suami dengan baik baik. Vadeo juga harus bisa menerima pendapat atau keputusan Alexandria kalau itu demi kebaikan dan dengan alasan yang jelas. Jangan keras kepala. Tidak boleh salah satu keras kepala apalagi dua duanya.” ucap Nyonya Jonathan lagi


“Iya Ma...” ucap Alexandria dan Vadeo secara bersamaan.


“Terus nasibku gimana nich...” ucap Dealova sambil menatap ke empat orang yang ada di depannya. Karena hari sudah semakin malam dan dia ingin istirahat sementara kamarnya di guest house dan tidak boleh dijemput oleh Richardo.


Sementara itu di lain tempat, di guest house. Dokter Loly yang tadi melihat saat Richardo mengantar Dealova terlihat kepo apalagi Richardo kembali dan ikut makan malam di guest house.

__ADS_1


“Apa iya Tuan Richardo akan bolak balik untuk mengantar Nona Dealova..” ucap Dokter Loly pada sang therapis saat mereka berdua sudah selesai makan malam.


“Ya biarlah bukan urusan kita, urusan kita pada program hamil Nona Alexandria.” ucap sang therapis sambil berjalan keluar dari ruang makan.


“Aku juga bisa mengantar Nona Dealova, bukannya tugasku sudah selesai dan hanya bantu bantu tim dan pelayanan pada pegawai.” ucap Dokter Loly sambil melirik ke arah sang therapis, dia berpikir jika bisa mengantar Dealova dia akan bisa bertemu dengan orang tua Vadeo untuk melancarkan aksinya cari muka apalagi jika bisa bertemu Vadeo pasti akan sangat bahagia.


“Aku tidak bisa komentar Dok...” ucap sang therapis lalu dia segera melangkah untuk menuju ke kamarnya.


Tidak lama kemudian Eveline pun berjalan dari ruang makan untuk menuju ke kamarnya. Dia berhenti saat melihat Dokter Loly masih berdiri di depan kamarnya.


“Ada masalah apa Dok, kok sepertinya sedang berpikir keras?” tanya Eveline saat melewati kamar Dokter Loly.


“Tidak, aku hanya berpikir kalau habis makan masuk kamar dan tidur pasti berat badanku akan naik drastis. Nona tahu kan, sekarang tugas pokok saya sudah selesai.” jawab Dokter Loly sambil menatap wajah Eveline.


“Benar sih Dok, apalagi menu makanan lezat lezat udara di sini sejuk segar kalau kita hanya makan dan kurang aktivitas dan berpikir memang berat badan akan cepat naik.” ucap Eveline sambil tersenyum


“Baiklah Dok, tapi harus dapat izin dari Tuan Richardo.” jawab Eveline lalu dia mohon diri untuk pergi ke kamarnya. Eveline pun segera berjalan menuju ke kamarnya, sementara Dokter Loly juga membuka pintu kamarnya dan segera masuk ke dalam kamarnya. Dia masih berharap Eveline akan mengajak dirinya.


Eveline setelah masuk ke dalam kamarnya, dia segera duduk di kursinya sambil menunggu informasi dari Richardo sebab tadi saat di ruang makan Richardo mengatakan pada dirinya kalau kemungkinan dia akan mendapatkan tugas untuk menjemput Nona Dealova.


Dan benar beberapa waktu kemudian Eveline mendapat informasi dari Richardo kalau dia harus menjemput Dealova.


“Hmmm aku ajak saja Dokter Loly malam ini untuk menjemput Nona Dealova.” gumam Eveline lalu dia menyambar Jaket kulitnya dan tidak lupa dia membawa santer kecil dan tentu saja senjata legal untuk melindungi diri dan orang yang harus dia lindungi. Meskipun perjalanan dekat tetapi SOP tetap dilakukan.


Eveline pelan pelan membuka pintunya, lalu dia menutup lagi pintu kamarnya tidak lupa dia menguncinya. Eveline berjalan dengan cepat lalu saat sampai di depan pintu kamar Dokter Loly.


TOK... TOK... TOK...

__ADS_1


Eveline mengetuk pintu kamar Dokter Loly dengan pelan pelan. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan muncul sosok Dokter Loly.


“Dokter jadi ikut jalan jalan tidak kalau mau mari ikut saya, saya akan bertugas.” ucap Eveline sambil menatap Dokter Loly yang masih berdiri dengan tangan memegang handel pintu.


“Jalan jalan ke mana malam malam begini?” tanya Dokter Loly


“Menjemput Nona Dealova.” jawab Eveline


“Ohhh okey okey aku ikut.” ucap Dokter Loly dengan senyum merekah, akhirnya bisa juga pergi ke rumah Vadeo meskipun malam hari.


“Hmmm kalau malam hari pasti Tuan Vadeo akan terlihat semakin sexy.” gumam Dokter Loly sambil menutup dan mengunci pintu kamarnya.


“Aku dandan sejak sore akhir nya kepakai juga untuk menemui orang tua Tuan Vadeo. “ gumam Dokter Loly lagi sambil melangkah di samping Eveline. Mereka berdua terus berjalan menuju ke rumah Vadeo.


Sementara itu di rumah Vadeo, setelah makan malam, Vadeo dan Alexandria segera naik ke lantai dua, mereka menyiapkan kamar karena orang tuanya akan tidur di sana.


“Sayang nasibku bagaimana?” tanya Vadeo sambil membantu istrinya mengambil selimut dan lainnya dari lemari untuk orang tuanya.


“Kata Dokter kita masih bisa melakukan dengan hati hati.” ucap Vadeo selanjutnya


“Kita ke kamar depan.” ucap Alexandria sambil tersenyum menatap suaminya, dia tahu apa yang dimaksud oleh Vadeo.


Sedangkan di dapur rumah Vadeo. Nyonya William, Nyonya Jonathan dan Dealova membantu sang pelayan membersihkan dan membereskan segala peralatan dan sisa makan malam. Akan tetapi sesaat kemudian telepon di dapur berdering, pak satpam mengabarkan kalau Nona Eveline dan Dokter Loly datang untuk menjemput Nona Dealova.


“Non Deal sudah dijemput.” ucap sang pelayan sambil menutup ganggang telepon.


“Ayo, aku antar ke depan kamu.” ucap Nyonya William lalu mereka berdua berjalan meninggalkan dapur untuk menuju ke pintu depan.

__ADS_1


__ADS_2