Alexandria

Alexandria
Ruang Rahasia


__ADS_3

Melihat kepergian Angelica dan Jessica, Diego pun segera merangkul pundak sang istri seraya berkata.


"Semua akan baik-baik saja." ucapnya yang di angguki oleh Alexa


"Jadi dia yang dulu nusuk kamu Al ?" tanya Alaska sembari mendekat ke arah Alexa diikuti Meli.


"Heem,dia orangnya." jawab Alexa sembari tersenyum


"Psikopat." balas Alaska yang membuat Alexa menyeringai


"Dia boleh saja menjadi psikopat, tapi aku bisa lebih dari itu." ucap Alexa sembari berlalu yang membuat Alaska terdiam


"Lebih dari itu." batin Alaska sambil melamun


"Ayo." Meli menarik tangan Alaska sehingga membuatnya terkejut dan langsung mengikuti langkah Meli untuk mengejar Alexa dan Diego.


Mereka berempat pun kembali berkeliling untuk sekedar melihat-lihat.


"Sepertinya kita harus lebih waspada Al." celetuk Alaska yang membuat Alexa menghentikan langkahnya.


"Kenapa ?" tanya Alexa


"Seorang psikopat itu tidak takut apapun dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." jawab Alaska


"Jangan bahas disini, ayo ke apartemen." ucap Alexa yang menyadari ada seseorang tengah mengawasi mereka.


"Oke." balas Alaska


Dengan menggunakan 2 mobil berbeda, mereka berempat menuju ke apartemen Tifolia untuk membahas rencana selanjutnya.


Setibanya di apartemen, Alexa pun mengajak mereka ke sebuah ruangan yang bahkan Diego pun tidak mengetahuinya.


Klik


Pintu yang menyerupai dinding tiba-tiba terbuka begitu Alexa menempelkan sidik jarinya.


"Sejak kapan ada ruangan ini sayang ?" tanya Diego kaget.


"Sejak masih di tempati bunda." jawab Alexa sembari masuk ke dalam ruangan yang hanya di terangi cahaya redup.


Alexa pun menyalakan lampu di ruangan itu dan waow sungguh menakjubkan isi dari ruangan tersebut.


"Ini si gila, keren banget." decak kagum Alaska sembari melihat-lihat deretan layar komputer yang canggih.


"Kamu berhutang penjelasan padaku sayang." ucap Diego sembari mendudukkan dirinya di kursi yang langsung menghadap ke layar yang paling besar di antara yang lain.


"Nanti aku jelaskan." jawab Alexa sembari mendudukkan dirinya di sebelah sang suami dan segera menyalakan komputer yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Dan begitu komputer itu menyala semua layar yang ada di ruangan itu ikut menyala yang ternyata adalah cctv seluruh kota London.


"Gila keren banget sumpah." Alaska semakin berdecak kagum sementara Meli hanya mampu terdiam saking takjubnya.


Alexa mulai menarikkan jemarinya di atas keyboard untuk mencari sesuatu dan klik


Nampaklah cctv dari kediaman Irawan dari segala sisi.


"Bahkan tidak sampai 5 menit dia sudah bisa meretas sistem keamanan di kediaman Irawan, gila hebat banget Alexa." batin Alaska sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka berempat fokus untuk melihat dan mendengar apa yang sedang di rencanakan oleh Angelica dan juga Jessica.


Alexa pun menyeringai tipis begitu mengetahui rencana dari musuh membuat Alaska dan Meli bergidik ngeri melihat seringaian dari bibir Alexa, tidak menyangka seorang Alexa yang biasa tersenyum manis bisa menyeringai seperti itu.


"Kamu mengerikan kalau menyeringai seperti itu Al." celetuk Alaska yang membuat Alexa menoleh ke arahnya.


"Kamu takut ?" tanya Alexa yang membuat Alaska gelagapan


"Engga juga si." Alaska menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil cengengesan membuat Alexa menggelengkan kepalanya.


"Ayo." Alexa beranjak dari duduknya diikuti yang lainnya untuk keluar dari ruang rahasia itu dan menuju ke ruang tengah.


"Kalian tunggulah disini, aku akan menyiapkan makanan untuk kalian." ucap Alexa sembari berlalu ke arah dapur


"Aku ikut Al." Meli mengejar Alexa yang sudah menuju ke dapur.


Di dapur nampak Alexa dan Meli tengah berkutat dengan alat dapur untuk menyiapkan makan malam.


"Kamu bisa saja." balas Alexa sembari menoleh sang sahabat yang tengah memasak


"Aku jadi semakin mengagumi kamu Al." ucap Meli yang membuat Alexa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


30 menit kemudian nampak di atas meja makan sudah tersaji berbagai macam makanan.


"Selesai." Alexa meregangkan tangannya merasa lega karena sudah selesai memasak.


"Ayo kita panggil para pria." ajak Meli sambil menggandeng lengan Alexa


Mereka pun keluar ke ruang keluarga untuk memanggil para pria.


Alexa mendudukkan dirinya di samping sang suami dan bergelayut manja di lengan kekar sang suami.


"Kenapa hemm ?" tanya Diego sembari mengusap tangan sang istri yang berada di lengannya.


"Ayo makan." Alexa mendongak menatap sang suami


Diego yang gemas pun mengecup singkat bibir sang istri membuat Alexa melotot tak percaya.

__ADS_1


"Kakak." Alexa memukul keras lengan sang suami karena kesal.


"Awwww." Diego mengaduh kesakitan karena memang pukulan sang istri cukup keras


"Makanya jangan sembarangan." Alexa beranjak dan berlalu menuju ke dapur dengan Diego yang langsung mengejarnya.


Sementara Alaska dan Meli hanya mampu terdiam dan saling pandang satu sama lain dengan canggung.


"Ehm, ayo kita makan As." Meli beranjak diikuti Alaska untuk menuju ke ruang makan.


Nampak disana sudah ada Alexa dan Diego yang sudah duduk di meja makan dengan Alexa yang tengah merajuk dan Diego yang sedang membujuk sang istri.


"Ehmmm." Alaska berdehem untuk mengurangi rasa canggung membuat Alexa dan Diego menoleh.


"Ayo makan." ajak Alexa mempersilakan kedua temannya untuk makan bersama.


Alaska dan Meli pun segera ikut bergabung di meja makan.


Alexa mengambilkan makanan untuk sang suami terlebih dahulu sebelum mengambil untuk dirinya sendiri.


Alaska yang melihat interaksi Alexa dan Diego pun tersenyum.


Mereka pun memulai makan malamnya dengan di selingi obrolan ringan.


Selesai makan malam, Alaska dan Meli pun memutuskan untuk segera pulang karena memang waktunya sudah malam.


"Kami pulang dulu ya Al, San." pamit Alaska kepada kedua sahabatnya itu yang diikuti anggukan kepala oleh Meli.


"Hati-hati." pesan Alexa kepada keduanya


"Terima kasih untuk semuanya Al." ucap Meli yang di angguki oleh Alexa


"Ayo Mel." Alaska merangkul pundak Meli membuatnya tersenyum malu sambil mengangguk.


Mereka pun pergi meninggalkan apartemen dengan Alexa dan Diego yang mengantar sampai ke pintu depan.


Melihat kedua sahabatnya sudah pulang, Diego pun mengajak sang istri untuk masuk ke dalam kamar mereka di lantai 2.


Ceklek


Diego mempersilakan sang istri untuk masuk terlebih dahulu dengan dirinya yang mengikuti di belakang.


"Jelaskan." Diego bersedekap dada sambil menatap tajam sang istri


"Apa ?" tanya Alexa pura-pura tidak tau


"Tidak usah berpura-pura sayang." Diego menekan kata-katanya

__ADS_1


"Aku mau mandi dulu." Alexa melenggang pergi ke kamar mandi membuat Diego menghembuskan nafasnya kasar mendapati sikap sang istri yang tidak ada takutnya sama sekali.


Selesai mandi, Alexa pun segera duduk di atas ranjang bersama dengan sang suami dan menjelaskan semua yang ingin dia tau mengenai ruang rahasia yang berada di apartemennya itu.


__ADS_2