
Setelah menyelesaikan acara memasaknya yang penuh dengan drama, mereka pun segera menyantap makan siangnya sambil di selingi obrolan ringan.
"Ehm, jadi kakak adalah Mr.X ?" tanya Alexa yang membuat sang suami terkejut bukan main
Uhuk uhuk uhuk
Alexa pun langsung menyodorkan 1 gelas air putih ke hadapan sang suami.
"Maksud kamu ?" gugup Diego sambil menatap sang istri yang tengah menatapnya juga.
"Kenapa kakak gugup seperti itu ?" tanya Alexa sambil menahan senyumnya
"Siapa yang gugup." elak Diego sambil mengalihkan pandangannya dari sang istri.
"Kakak tidak akan bisa menyembunyikan apapun dariku." ucap Alexa sambil tersenyum membuat Diego memejamkan matanya sebentar dan langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya.
"Maaf, maaf sudah tidak jujur padamu sedari awal." Diego mengusap sayang punggung sang istri
"Tidak apa, seandainya kakak tidak meretas data-data di laptop aku mungkin aku juga tidak akan menyelidiki siapa kakak sebenarnya, begitu pun dengan bunda dan opa Daniel." terang Alexa membuat Diego langsung melepaskan pelukannya
"Jadi bunda dan opa juga sudah tau ?" kaget Diego yang di jawab anggukan kepala oleh Alexa.
"Kenapa aku ceroboh sekali." ucap Diego sambil menunduk
Alexa pun tersenyum melihat sang suami yang nampak merutuki kecerobohannya itu.
"Jangan lupakan darah Wijaya yang mengalir dalam tubuhku, karena dulu Opa mendapat julukan sebagai tangan dewa pada masanya, bersama dengan mendiang Opa James Alexander." ucap Alexa sehingga Diego langsung mendongak menatap sang istri.
"Jadi tangan dewa itu adalah Opa Daniel ?" kaget Diego yang memang belum bisa menemukan siapa sebenarnya si tangan dewa itu.
"Ya, Opa Daniel dan Opa James yang mendapat julukan itu pada masanya." terang Alexa yang membuat Diego mengangguk mengerti
"Kamu tau sayang, bertahun-tahun aku mencari sahabat mendiang Opa yang di juluki sebagai tangan dewa itu tapi sampai sekarang aku belum bisa menemukannya, saat aku bertanya pada mendiang Opa James beliau tidak pernah memberitahukannya kepadaku dan memintaku untuk menyelidikinya sendiri, tapi benar-benar sulit untuk menyusup ke sistem keamanan yang menyembunyikan identitas tangan dewa itu." terang Diego kepada sang istri.
__ADS_1
"Sudah, habiskan makanan kakak." ucap Alexa kepada sang suami yang langsung di angguki oleh Diego dan segera menyantap kembali makan siangnya.
Selesai makan siang, mereka pun memutuskan untuk segera beristirahat di kamarnya.
Alexa masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum akhirnya memutuskan beristirahat, sedangkan Diego pergi ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang harus di selesaikan.
Melihat sang suami yang sudah pergi ke ruang kerjanya, Alexa pun memutuskan untuk menghubungi sang bunda.
"Hallo sayang." sapa Delia dari seberang telpon begitu mendapati wajah cantik sang putri yang tengah bersantai
"Hai bunda, bunda sedang apa ?" tanya Alexa
"Lihat lah." jawab Delia sembari mengatakan kameranya ke segala arah yang disitu nampak bahwa sang ayah tengah duduk manis di kursi kerjanya.
"Hai sayang." sapa Aditya begitu ponsel sang istri berada di depan wajahnya
"Ayah sibuk ?" tanya Alexa
"Tidak sayang, ayah hanya sedang mengecek pekerjaan saja karena tadi ayah pulang cepat." jawab Aditya sembari merangkul pundak sang istri
"Dimana suamimu ?" tanya Aditya kepada sang putri
"Di ruang kerja ayah." jawab Alexa yang di balas anggukan kepala oleh Aditya dan kembali memfokuskan matanya ke arah laptop.
Delia yang mendapat kode dari sang putri pun memilih untuk pergi ke kamarnya.
"Kak, aku ke kamar dulu ya mau lanjut ngobrol sama Alexa, biar tidak mengganggu pekerjaan kakak." ucap Delia yang di angguki oleh Aditya
Di kamar, Delia pun menanyakan perihal apa yang ingin di sampaikan oleh sang putri.
"Ada apa sayang ?" tanya Delia kepada sang putri
Alexa pun menceritakan semuanya kepada sang bunda tanpa ada yang di tutup-tutupi.
__ADS_1
"Kamu tau sayang, setelah bunda dan Opa mu mengetahui siapa suamimu sebenarnya, kami jadi merasa jauh lebih tenang sekarang, tapi bukan berarti kami akan lepas pengawasan dari kalian, kami akan tetap mengawasi kalian dari sini, karena kami hanya menginginkan kebahagiaan untuk kalian sayang." terang Delia kepada sang putri
"Iya bunda, Lexa tau dan terima kasih karena bunda dan Opa selalu berada di belakang Lexa." balas Alexa sambil tersenyum
"Sayang." panggil Aditya sembari membuka pintu kamarnya dan nampak sang istri yang masih betah melakukan video call bersama sang putri.
"Kalian masih belum selesai ? Ngobrolin apa sih ?" tanya Aditya yang duduk di samping sang istri sembari menatap sang putri di seberang telpon.
"Rahasia." jawab Alexa yang membuat Delia menggelengkan kepalanya. "Kalau begitu sudah dulu ya bun, yah nanti kita sambung lagi." ucap Alexa yang di balas anggukan kepala oleh kedua orang tuanya.
Alexa pun segera memutuskan panggilan video nya bertepatan dengan sang suami yang masuk ke dalam kamar.
"Kamu tidak tidur ?" Diego menghampiri sang istri yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang.
"Baru selesai video call dengan bunda kak." jawab Alexa sembari merebahkan tubuhnya diikuti sang suami yang ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
"Selama itu ?" kaget Diego pasalnya dia tau bahwa sang istri melakukan panggilan video sejak dia meninggalkan kamar tadi, dan dia berada di ruang kerjanya kurang lebih selama 1 jam.
"He'em." jawab Alexa sembari masuk ke dalam pelukan sang suami.
Diego pun menyambut pelukan sang istri dan mengusap sayang kepala sang istri yang berada di dadanya hingga terdengar nafas teratur dari keduanya dan sama-sama masuk ke alam mimpi.
Kediaman utama Wijaya
"Cucumu sudah mengetahui siapa aku sebenarnya James." gumam Daniel sambil menatap layar laptopnya karena baru saja mendapatkan sapaan dari sang cucu menantu."Tangan Dewa, bahkan aku lupa akan julukan itu, tapi ternyata selama ini cucumu mencari tau tentang identitas itu." Daniel tersenyum sembari menatap foto sang sahabat. "Entah akan seperti apa anak mereka nantinya James, pasti akan menjadi anak yang sangat genius mengingat kedua orang tuanya yang sama-sama genius, aku sudah tidak sabar menantikan cicit dari Alexa dan Diego, semoga Tuhan memberikanku kesempatan untuk menyaksikan kebahagiaan Alexa dengan keluarga kecilnya kelak." harap Daniel sembari menutup laptopnya
"Ayah sedang apa ?" tanya Fenita yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja sang suami
"Tidak apa bunda, hanya membalas sapaan dari cucu menantu kita." jawab Daniel sembari menarik sang istri ke pangkuannya
"Malu yah, kita ini sudah tua lho bahkan mungkin sebentar lagi akan memiliki cicit." Fenita memukul pelan tangan sang suami yang melingkar di perutnya
"Tidak ada yang salah dengan ini." jawab Daniel sambil mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Fenita pun hanya mampu menggelengkan kepalanya mendapati tingkah sang suami.