Alexandria

Alexandria
Tragedi


__ADS_3

Klik


Hanya dengan menggunakan jepitan rambut Alexa berhasil membuka pintu gudang.


Nampak seorang perempuan tengah di paksa oleh lelaki berjas untuk membuka pakaiannya dan ada seorang perempuan lain yang tengah merekamnya menggunakan ponsel.


Ayra tercengang sambil menutup mulutnya dengan tangan melihat keadaan di dalam gudang perusahaannya tengah terjadi pembulyyan.


Ayra pun segera menghubungi sang suami agar segera datang ke gudang bersama putranya.


Alexa yang sudah geram pun langsung menghampiri mereka dan menarik kasar jas yang di pakai lelaki itu.


"Siapa kau ?" tanya lelaki ber name tag Tomas itu


"Siapa aku itu tidaklah penting, tapi aku paling tidak suka adanya pembullyan seperti ini." jawab Alexa dengan penuh penekanan


Tomas melihat Alexa dari ujung kaki hingga ujung kepala seraya berkata "Lebih baik kau saja yang menggantikan gadis lemah itu." ucapnya sambil berusaha menyentuh Alexa, tapi Alexa lebih dulu memelintir tangan lelaki itu ke belakang sehingga dia pun berteriak kesakitan.


"Arrrggghhh, sialan lepaskan tanganku." teriaknya sambil memberontak tapi Alexa benar-benar sudah mengunci pergerakannya.


"Cobalah kalau kau bisa melepaskan diri." tegas Alexa sambil terus mengunci gerakan tangan Tomas


Sementara perempuan yang tadi tengah merekam menggunakan ponselnya langsung mengambil sebuah balok kayu dan hendak di pukulkan ke arah Alexa.


Ayra yang melihatnya pun berteriak histeris "Alexa awas." teriak Ayra sambil meneteskan air mata.


Brakkk


Alexa menoleh dan pasrah sambil memejamkan matanya, namun karena tidak merasakan sakit sama sekali Alexa pun langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya saat melihat tubuh kekar sang suami tengah melindunginya.


"Kamu tidak apa-apa ?" tanya Diego khawatir


Alexa pun langsung melepaskan cengkeraman tangannya kepada Tomas dan beralih memapah sang suami yang terlihat limbung.


Sementara Tomas dan perempuan itu sudah langsung di tahan oleh beberapa security.


Alexa hanya mampu meneteskan air mata melihat sang suami yang melindunginya dari balok kayu.


"Bawa mereka berdua ke kantor polisi dan pastikan mereka mendapatkan hukuman yang berat karena sudah melukai putraku, dan amankan perempuan yang menjadi korban itu." tegas Devano kepada security sambil tangannya mengusap punggung sang istri yang tengah terisak di dadanya.


Ruang CEO


Shhhhhh


Ringis Diego ketika Alexa tengah mengobati punggungnya yang memar akibat pukulan balok tadi.

__ADS_1


"Tahan ya kak." ucap Alexa sambil terus mengobati punggung sang suami


"Lagian kalian ngapain si kesana ?" tanya Devano heran


"Tadi Mom yang mengajak Alexa untuk sekedar jalan-jalan Dad, tidak taunya Alexa mendengar suara isak tangis dari arah gudang, jadi ya gitu deh." jawab Ayra sambil melirik sang menantu yang nampak tetap tenang.


"Kamu juga sayang, bukannya langsung telpon aku malah bertindak sendiri." timpal Diego sambil menoleh sekilas ke arah sang istri


"Keburu ada korban ka...." ucapan Alexa terpotong oleh sang suami


"Dan aku yang jadi korban." potong Diego sembari menatap sang istri yang langsung tertunduk


"Maaf." ucap Alexa penuh sesal


"Jangan ulangi lagi, jangan buat aku khawatir oke." ucap Diego sembari mengangkat dagu sang istri agar menghadapnya


Alexa pun menganggukan kepalanya tanda mengerti dan langsung memeluk erat sang suami. "Terima kasih dan maaf sudah membuat kakak terluka." lirih Alexa sambil meneteskan air matanya


"Tidak apa, aku tidak akan pernah sanggup kalau kamu sampai terluka." balas Diego sembari mengeratkan pelukannya.


"Lebih baik kalian pulang, biar pekerjaan Dad yang menghandle nya." putus Devano yang melihat sang putra nampak agak pucat karena pukulan tadi.


"Sandi baik-baik saja Dad." bantah Diego


Ayra yang melihat lirikan sang suami pun angkat bicara "Pergilah sayang, biar Mom tetap disini menemani Dad." bujuk Ayra


Huft


"Baiklah." pasrah Diego sembari memakai kembali kemejanya.


Diego pun mengajak sang istri untuk pergi dari perusahaan dan menuju ke rumah sakit tempat ibunya Alfin di rawat.


Selama perjalanan hanya ada kesunyian karena Alexa tertidur.


Sesekali Diego menoleh ke arah sang istri yang tengah terlelap itu.


"Aku tidak akan bisa memaafkan diri sendiri kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu sayang." Telat sedikit saja entah apa yang terjadi tadi. Aku pastikan mereka akan menerima balasan yang setimpal karena hampir saja membuatmu terluka." gumam Diego sembari kembali fokus ke jalan.


Selang beberapa menit, mobil yang di kendarai oleh Diego pun tiba di halaman rumah sakit Wijaya Kusuma.


"Sayang." panggil Diego sembari menepuk pelan pipi sang istri.


Alexa pun menggeliat dan perlahan membuka matanya.


Nampak senyum sang suami yang pertama dia lihat saat membuka matanya.

__ADS_1


Alexa pun membalas senyum sang suami dan segera membenarkan posisi duduknya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling yang ternyata sudah berada di halaman rumah sakit.


"Ayo turun." ajak Diego sembari mengusap sayang kepala sang istri


"Iya kak." jawabnya sambil mengangguk


Mereka pun berjalan beriringan menuju ke ruang rawat ibunya Alfin.


Tok tok tok


Ceklek


"Tuan." sapa Alfin sambil menunduk begitu mendapati sang atasan yang berada di depannya.


"Bagaimana keadaan ibumu Fin ?" tanya Diego sembari berlalu masuk sambil menggandeng tangan sang istri.


"Puji Tuhan sudah jauh lebih baik tuan." jawab Alfin sembari duduk di kursi sebelah brankar sang ibu.


"Tuan." sapa Ibu Helena kepada Diego yang hanya di jawab senyuman tipis oleh Diego.


"Ibu sudah jauh lebih baik ?" tanya Alexa sembari memegang tangan Ibu Helena


"Puji Tuhan nona, keadaan saya sudah jauh lebih baik." jawabnya sembari tersenyum manis


"Aku ke depan dulu sama Alfin." pamit Diego sembari mengusap sayang kepala sang istri


"Iya kak." jawab Alexa sembari mengangguk


Di depan ruang rawat ibu Helena.


"Apa semua baik-baik saja tuan ?" tanya Alfin yang melihat wajah lelah sang atasan


"Apa kamu tau karyawan yang bernama Tomas ?" tanya Diego sehingga membuat Alfin mengerutkan keningnya "Dia hampir saja melakukan pelecehan terhadap karyawati di kantor, dan kelakuannya itu kepergok oleh Alexa." lanjut Diego sambil menyandarkan punggungnya ke tembok


"Maaf tuan, selama ini saya tidak pernah tau kalau di kantor ada yang mempunyai sikap seperti itu." ucap Alfin sambil menunduk hormat


"Aku harap mulai sekarang kita lebih memperhatikan para karyawan Fin, aku tidak ingin ada kejadian seperti hari ini." ungkap Diego penuh harap


"Tentu tuan." jawab Alfin "Lalu bagaimana dengan Tomas ?" tanya Alfin penasaran


"Dad sudah mengurus semuanya dan sekarang Tomas tengah berada di kantor polisi untuk melakukan proses hukum." jawab Diego


"Apa tuan baik-baik saja ?" khawatir Alfin karena melihat sang atasan seperti menahan sakit


"Aku baik-baik saja Fin, hanya sedikit lebam di punggungnku karena terkena balok kayu tadi." jawab Diego sembari tersenyum yang di balas anggukan kepala oleh Alfin.

__ADS_1


__ADS_2